Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Tak kuijinkan pergi


__ADS_3

Wili mendekati Angell dan pria bernama Alex yang menatapnya dengan tatapan tidak terbaca.


"Aku menunggumu pagi ini bisa kau jelaskan mengapa...." kata-kata Wili terputus ketika Angell buru-buru menghampirinya dan merangkul lengannya, hingga Wili menatap Angell dengan menahan debaran jantung yang berdetak dengan cepat. Angell mendongakan wajahnya memberi isyarat pada Wili agar tidak merusak bisnisnya. Wili hanya menaikan sebelah alisnya dengan tatapan jengkel, namun ia bersedia melunak, ketika Angell memohon dengan matanya yang sayu menggoda.


Angell menarik nafas lega kemudian menatap pada Alex yang sedang menatap mereka bergantian.


"Apakah pria ini suamimu." ucap Alex menatap serius.


Angell kehilangan suara, bagaimana ia harus menjawab..ia tak punya hubungan apapun dengan Wili namun keduanya baru saja tidur semalam, sial..Angel lebih memilih menjawabnya lewat senyuman.


Wili mendekati Alex mengabaikan Angell yang sedari tadi asik melamun. Kedua pria itu saling menatap dengan tajam.


"Namaku Bastian Alex, panggil saja aku Alex." pria itu mengulurkan tangan...


Wili pun membalas uluran tangan Alex...


"Namaku Wiliam Pearl...panggil aku Wili."


"Senang bertemu dengan anda tuan Wili." ucap Alex ramah.


"Sayangnya aku tidak suka kita bertemu." ucap Wili terus terang.


"Benarkah..aku penasaran, mengapa." ucap Alex ingin tau.


"Alex kau tidak punya hak bertanya tentang hubungan pribadi seseorang yang bukan siapa-siapamu." Wili menajamkan tataannya.


Alex hanya tersenyum penuh misteri....


"Yang aku tau nona Angell masih single..tapi mengapa anda bersikap seolah dia milikmu" ucap Alex tak mau kalah.


"Kau tau jika aku adalah...."


"Tuan Alex...ponsel anda berbunyi." Angell memecah ketegangan di antara kedua pria dewasa ini.


Alex mengangguk dengan senyuman ramah pada Angell. kemudian mengambil ponselnya dan mengerang. sial, sekertarisnya menelfon disaat yang tidak tepat.


"Aku harus segera pergi karna ada rapat." pria itu berdecak kesal.


Iapun menatap Angell dengan senyuman minta maaf, lalu mendekati Angell dengan mengabaikan Wili yang memejamkan mata menahan geram.


"Aku akan menelfonmu nona Angel, senang bekerja sama denganmu." Alex tersenyum penuh harapan, sambil mengulurkan tangannya pada Angell.


"Tentu saja." balas Angell yang kemudian ingin membalas uluran tangan Alex. namun ia membeku ketika tiba-tiba saja Wili sudah memeluk bahunya dan menatap Alex dengan dingin.


Wili yang mengambil alih membalas uluran tangan Alex hingga keduanya saling menatap jengkel.

__ADS_1


"Kau tadi bertanya tentang hubungan kami bukan."? ucap Wili menaikan alisnya angkuh.


"Yah..kau benar." balas Alex jujur.


"Aku adalah tunangannya Angell bulan depan kami menikah,dan aku pastikan kau mendapat undangan khusus." ucap Wili.


Alex tertawa dan itu diluar dugaan Wili dan Angell...


"Astaga kalian bertunangan.... tapi tuan Wili, segala sesuatu bisa terjadi...bahkan pernikahan pun bisa hancur kapan saja..jadi jangan pernah membanggakan sesuatu yang belum tentu kau miliki dalam waktu yang panjang." Alex tersenyum dingin lalu melangkah keluar dengan senyum puas.


"Aku akan membunuhnya." Wili segera melangkah menuju pintu..ia akan menghajar Alex, karna sudah berani menyumpahinya.


"Wili tunggu." Angell kemudian berdiri menghalangi pintu ruangan.


"Kau membelanya." ucap Wili dengan mata menyala.


"Cukup ..tak bisakah kau lebih tenang."?


"Tapi dia sudah menyiratkan perang denganku dan aku tidak akan membiarkannya."


"Wili sudahlah...dia klienku, dan aku mohon jangan menghancurkan karierku okey."pinta Angell memohon.


"Tapi dia jelas menyukaimu Angell." Wili tidak terima.


"Aku tidak menyukainya...setidakknya kalian berdua bukan tipeku." ucap Angell jujur..


"Boleh aku jujur." ucap Angell.


"Ya...tentu."


"Aku suka pria seperti adikkmu Dani, jujur aku tergila-gila padanya..."


Angell terdiam ketika Wili langsung menyambar bibirnya dan melum** dengan penuh hasrat, walau sesaat namun itu terasa panas....Wili menjauhkan tubuhnya dengan santai.


"Jangan sebut nama pria lain di hadapanku walau itu adikku sendiri..atau aku tidak perduli dimana kita berada, aku akan langsung menghukummu dengan ciuman." Wili mengingatkan.


"Kau mesum" jerit Angell kesal. seraya menghapus bekas ciuman Wili pada bibirnya. sementara Wili hanya terkekeh memandang Angell dengan gemas.


Wili kemudian mengingat alasan ia mengunjungi Angel, di butik.


"Kau sudah membuatku tidak tenang pagi ini dengan tidak ke kantor lalu kau juga berani mengirim wanita sialan itu untuk menemuiku..kau pikir aku bisa kau bohongi ya."


Angell memijit dahinya yang terasa pusing..


"Ayo...duduklah dulu." Angell menuntun Wili untuk duduk di sofa ruangannya kemudian dengan cekatan Angell membuatkan kopi dan menyiapkan camilan bagi Wili. Angel, lalu membawakannya di hadapan Wili hingga pria itu berdehem.

__ADS_1


"Apa kau sudah sarapan...minumlah dulu." ucap Angell menatap Wili. walau ia masih sangat marah namun sekali lagi ia menurunkan egonya pada Wili. mungkin ia bisa membujuk pria ini agar berhenti mengganggunya.


"Kau tau Angell... aku memang belum sarapan." Wili meraih cangkir dan segera menyeruput kopi, tanpa sadar ia tersenyum.


"Aku akan memesan makanan, kita akan makan bersama disini." ucap Angell dengan tenang.


"Baiklah." Wili menyerah..dia sudah terbiasa makan ditemani Angell tanpa sadar ia mulai kecanduan.


Makananpun datang dan mereka makan bersama dengan sangat santai, Angell tak perlu harus jaim di depan Wili. mungkin Angell sudah melupakan rasa malu itu. dulu bahkan ia tak akan mau makan semeja dengan pria lain, jika terpaksa Angell akan bersikap sangat anggun dan menunjukan kelas sosialnya. namun bersama Wili ia merasa lebih santai, mungkin karna mereka sudah lebih merasa dekat setelah tidur bersama. setelah selesai makan dengan puas keduanya kembali duduk dengan santai.


"Bagaimana kopinya, enak."


"Tentu kau selalu enak." ucap Wili menaikan alisnya.


Angell hanya menggelengkan kepalanya....kemudian duduk di hadapan Wili. ia sudah memikirkan semuanya dengan matang.dan memutuskan akan menerima semuanya dengan pasrah. namun sebagai ganti Wili harus menjauh darinya.


"Wili...aku ingin tau, mengapa kau mengatakan pada Alex jika aku adalah tunanganmu." tanya Angell ingin tau. sekaligus meminta pria ini berhenti ,mengatakan kebohongan pada setiap orang yang ia temui, itu sangat mengganggu bagi Angel.


"Karna kau adalah milikku." ucap Wili tenang.


"Jangan bercanda Wili aku sedang serius, aku ingin kau berhenti mengatakan semua kebohongan itu...aku sudah memutuskan bahwa aku menerima semua yang terjadi kepadaku, karna aku juga bersalah dalam hal ini jadi kau tidak perlu mengatakan itu untuk membuatku terlihat lebih baik padahal tidak." ucap Angell dengan tegas.


Wili meletakan cangkir dan menatap Angell dengan tatapan serius.


"Dengarkan aku Angell, aku tidak main-main dengan mengatakan kita bertunangan dan akan menikah..kau adalah milikku dan aku tidak akan pernah membiarkan orang lain merebutmu dariku." tegas Wili.


Angell benar-benar kesal,ia bangkit dari tempat duduknya dan menatap Wili.


"Aku akan pergi dari perusahaan dan pegawaiku yang terbaik akan menyelesaikan gaun pengantinmu Wili." ucap Angell membalikan tubuhnya.


"Jangan coba-coba pergi karna kau tidak ku ijinkan untuk pergi Angel Wins." Wili ikut bangkit dari tempat duduk dan menatap tajam ke arah Angel.


"Kau bukan siapa-siapaku Wili, berapa kali harus kutegaskan padamu."? jerit Angell.


Wili mendekati Angell meraihnya dengan kedua tangannya, membawa tubuh Angell mendekat padanya, sinar mata Wili begitu tak terbaca.


"Jika kau berani pergi dari pandanganku maka kau akan melihat apa yang bisa aku lakukan kepadamu Angel Wins."


"Kau sedang mengancamku."? ucap Angell dengan mata berkaca-kaca.


"Yah...anggaplah itu adalah ancaman dariku..aku tidak akan membiarkan kau lepas dariku Angell...besok pagi kau sudah harus ada didalam ruanganku, ingat itu." Wili tersenyum dengan sangat dingin...lalu melepaskan Angel.


Pria itu meraih wajah Angell dengan kedua tangan kokohnya mendekat, sesaat kemudian bibirnya meluncur mendarat indah di bibir Angell, menyesapnya dengan gairah..lalu melepaskannya. keduanya masih saling menatap satu sama lain.


"Terimakasih untuk sarapannya sayangku, aku menunggumu besok pagi..dan jangan coba mempermainkanku, karna aku tidak sesabar itu." Wili tersenyum lembut..lalu melepaskan Angell.

__ADS_1


Wili meninggalkan ruangan itu dengan jejak hening yang mencekam....Angell tersungkur jatuh di sofa dengan tubuh yang lemas.


"Apa yang harus kulakukan." isak Angell frustasi.


__ADS_2