
Seorang gadis kecil berusia 10 tahun berlari kecil di pinggir pantai. ia sedang berlari dengan lincahnya bersama para pelayan perempuannya yang selalu setia mengikutinya kemanapun dia pergi.
"Ayo kejar aku......"
"Keyla.....jangan terlalu cepat nanti jatuh nak." jerit salah satu pengasuhnya bernama Meri.
"Aku baik-baik saja bibi Meri." Keyla tersenyum masih berlari di atas pasir putih dan sapuan ombak kecil di bibir pantai.
Bibi Meri yang sudah tidak kuat mengejarnya bersama para pelayan yang lain akhirnya menyerah dan menjatuhkan diri di pasir.
Keyla mengeluh sedikit kesal karna tak ada yang bisa mengejarnya berlari.
iapun akhirnya mendekati mereka..
"Aku selalu menang....bagaimana yah,.."
"Nona Keyla memang yang terbaik."
"Aku ingin menjadi atlet lari nanti." ucap Keyla sontak membuat para pelayan dan pengasuhnya tertawa..
Keyla Zefanya Pearl
Gadis kecil yang cantik berusia 10 tahun, berambut coklat panjang bermata abu, dan juga sangat cantik, wajahnya sangat mirip dengan papanya yaitu Wilard Pearl.
Tari memberi nama tengah Zefanya untuk mengingatkannya pada sang kakak yang selalu ia rindukan.
Keyla tumbuh menjadi gadis yang manis, periang dan perasa dia sangat mengerti perasaan orang lain namun ia sangat posesif terhadap barang atau siapapun yang dia suka, Keyla adalah jiplakan seorang Wilard Pearl. namun Keyla tau cara bersikap hormat meski bersama para pelayannya.
"Nona saatnya kita pulang, papa nona Key akan kembali dan nona harus ada dirumah."
"Aku mengerti bibi Meri."
Mereka berjalan beriringan menuju rumah besar dan tepat di saat itulah helikopter terbang rendah di atas atap rumah.
Keyla melompat senang...
"Papa datang...." jeritnya dengan histeris...
Para pelayan hanya menggeleng pelan ketika melihat nona muda mereka segera berlari ke atas atap menyambut papanya. Keyla memang sangat dekat dengan papanya.
Menaiki tangga dengan tidak sabar, Keyla kecil sudah tertawa senang. papa pasti membawa banyak hadiah, batinnya.
Membuka pintu atap senyum Keyla mengembang ketika melihat papanya datang membawa boneka Barbie kesukaannya..
"Papa......" jerit Keyla senang..
"Putri papa." Wilard membuka tangannya lebar-lebar dan Keyla melompat di gendongan papanya.
"Apa kau merindukan papa."?
"Aku merindukan papa dan boneka barbie ku." ucap Keyla mencium pipi Wilard dengan penuh cinta.
Merekapun menuju lift untuk cepat sampai di ruang tamu lantai bawah. Tari pasti sedang memasak sesuatu untukknya....
"Ting........"
__ADS_1
Pintu lift terbuka dan mereka pun terhubung dengan ruang tamu. Tari yang sedang menyiapkan makanan di bantu pelayan menatap dengan senang..
"Key...turunlah dari gendongan papa karna papa pasti lelah." ucap Tari melotot.
"Papa tidak lelah menggendongku kan."? tanya Keyla tersenyum dengan wajah imut..
"Papa bahkan bisa mengendongmu sampai malam." ucap Wilard mencium pipi putrinya lalu Keyla pun segera turun dari gendongan papanya.
"Aku main dulu papa."
"Hati-hati anakku sayang."
"Yah...."
Keyla berlari keluar rumah dan melanjutkan permainannya..
"Aku merindukanmu Tari."
Wilard menghampiri Tari yang sedikit sibuk. memeluknya dari belakang dan menciumi lehernya. sudah dua hari dia pergi dan ia sangat merindukan Tari dan sentuhannya.
"Sayang istirahat dulu dan makan, nanti kamu sakit loh."ucap Tari mengingatkan..
Tari meletakan makanan di atas meja dan berbalik ke arah suaminya yang menatapnya tajam..mengalungkan kedua tangan di leher Wilard, wajah Tari mendekat....ia tersenyum bahagia..
"Aku juga merindukanmu sayang." bisik Tari melum** bibir suaminya dengan manis.
"Aku ingin...."
"Tidak bisa sekarang, aku tak ingin bertengkar lagi dengan putrimu yang posesif itu Wilard." ucap Tari dengan malas.
"Baiklah...aku harus menidurkan gadis kecilku dulu setelah itu baru menidurkan gadis besarku." Wilard menyerah, ia tak ingin Keyla marah..sangat mengerikan jika gadis kecil itu marah..
Wilard melepaskan pelukan lalu melangkah ke kamar atas...
"Mandi setelah itu makan." teriak Tari...
"Baik sayang." balas Wilard menghilang di balik lift.
Makan malam......
Keyla duduk di dekat papanya mereka saling menyuapi satu sama lain hingga membuat Tari kesal. ia tidak marah atau cemburu pada anakknya sendiri, namun ia kesal karna biasanya kan Wilard selalu memanjakan dirinya dasar Keyla dia sangat mengerikan..
"Mah....mengapa ayam ini terasa pedas sih, aku kan tidak bisa makan." ucap Keyla merengek....
"Itu tidak pedas Key....hanya potongan cabe besar sama sekali tidak pedas." ucap Tari jengkel.
Keyla merengek ke arah papanya...
"Papa....."
"Mah....lain kali tak usah pake cabe besar, putriku yang cantik ini tak bisa makan." Wilard mengedipkan matanya ke arah Tari...
"Maafkan mama yah...mama salah." ucap Tari pura-pura...
Keyla menganggukan kepalanya,
__ADS_1
"Malam ini aku mau tidur dengan papa dan mama." ucapan Keyla Pearl adalah perintah dan itu membuat Wilard menjadi lemah....
"Bagus...sudah lama kita tidak tidur bersama,." sambung Tari yang menggoda Wilard melalui matanya."
Wilard mendesah...yang pasti ia akan mencari cara......
💗💗
Tengah malam....
Tubuh Tari terangkat namun ia belum juga sadar, Wilard lalu membaringkan tubuh Tari di kamar kedua, kamar kedua di buat setelah mereka memiliki Keyla. agar mereka bisa memakai kamar ini untuk kegiatan bercinta...
Tari mengerutkan kening, bahkan Wilardmmasih mengejarnya di dalam mimpi, Tari mendesah ketika ia merasakan bibirnya di sentuh lalu kemudian bajunya terbuka, ada sensasi aneh disana namun ia belum juga sadar, mimpi ini sangat indah....
Tari baru tersadar ketika Wilard hendak menyatukan diri didalamnya..
Tari sangaat terkejut...
"Kau....."?
"Nikmatilah dan jangan berisik atau kau mau Keyla terbangun dan semua menjadi kacau."
"Baiklah...aku menyerah."
Tari tersenyum dan menyambut suaminya.....
⚘⚘
"Apa salahnya Mike, dia gadis yang sangat cantik, usiamu sudah 23 tahun bunda pikir ini waktu yang tepat.." ucap Angell mengikuti langkah putranya yang seolah enggan menyanggupi permintaanya.
"Aku belum mau menikah bunda tolonglah." ucap Mike bersedekap.
Kalau sudah begini, sikapnya sama seperti Alex....
"Mika....bukankah dia sahabat kecilmu, kalian sangat cocok."
"Astaga...bunda cukup, aku harus ke kantor atau Ayah akan marah."
Mike mendekati Angell mencium pipi sang bunda lalu turun ke lantai dasar dengan Lift.
"Mike........aztaga anak itu..." keluh Angell gusar..
Seorang anak berusia 11 tahun menatap bundanya....
"Kakak tidak suka di jodohka bunda, mengapa bunda tidak pernah menyerah sih." ucapnya menggelengkan kepalanya...
"Jason...awas saja jika kau bersikap sama seperti kakakmu, bunda akan....mematahkan kedua kakimu." ucap Angell berlalu dari sana..
Jason hanya menghela nafas....
"Bunda memang seorang pemaksa..kakak tidak akan mau dijodohkan, lalu bagaimana dengan nasipku nanti."
Jason melangkah menuju kamarnya.......
💖💖
__ADS_1