Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Kedatangan Alex


__ADS_3

Video cctv di putar di laptobnya dan Alex tertegun, melihat kenyataan di depan matanya. Angel secara rutin mengunjungi makam Wili dan menghabiskan waktu selama berjam-jam disana, dan setiap hari di jam dan waktu yang sama Angell selalu terlihat di cctv mengunjungi makam secara rutin. Alex menatap Toni meminta penjelasan.


"Nyonya Angell tidak melewatkan seharipun tanpa mengunjungi makam tuan Wili dan duduk sendirian disana, bahkan penjual bunga langganan di sekitar makam itu sudah sangat hafal dengan wajah nyonya, dan setiap pulang dari makam pasti selalu menangis, informasi ini juga saya sapatkan dari pelayan rumah nyonya Angell.


Alex menyandarkan tubuhnya di sofa tak habis pikir, ini sudah 5 tahun, rasanya tidak wajar baginya menoleransi sikap Angell. menangis dan meratapi orang yang sudah meninggal sungguh tak bisa di biarkan, jika terus seperti ini Angell akan kehilangan semua yang ada di sampingnya karna terlalu fokus dengan duka yang berlarut larut, tidak....Alex tidak akan membiarkan Angell menghancurkan hidupnya sendiri dan juga hidup anaknya.


"Lalu bagaimana dengan Mike." ucap Alex menghela nafasnya.


"Silahkan tuan liat Videonya."ucap Toni.


Alex kembali memusatkan matanya di video rekaman cctv yang menunjukan sikap Mike sangat dingin di sekolah, terlihat dari cctv kalau dia sering menyendiri dan cenderung kasar ketika di provokasi. Mike tak segan membentak dan mengancam jika seseorang mengganggunya.


"Tuan muda Mike selalu menyimpan rasa kecewa kepada nyonya Angell."


"Mengapa."? Alex menatap tajam.


"Di berbagai lomba yang di ikuti, Tuan muda selalu menjadi juara, baik dalam lomba study atau ekstra kulikuler tuan muda sangat jenius tapi tuan muda selalu mengharapkan nyonya untuk hadir saat lomba atau penerimaan piala tapi....nyonya Angell tidak pernah hadir di sekolah dan selalu di wakili oleh tuan besar Rusell dan nyonya Livia."


"Mengapa Angell bersikap seperti itu."?


"Kembali lagi tuan, seperti yang tuan liat di cctv awal kalau nyonya Angell selalu tidak punya waktu untuk tuan muda Mike, karna harus mengunjungi makam selama beberapa jam disana."


Alex mengerutkan dahinya..Angell, ia tak menyangka Angell terluka sedalam ini bagaimanapun Alex akui Angel sangat mencintai Wili dan lebih memilihnya walau kenyataanya saat itu Angell sedang mengandung anakknya.


"Kau boleh pergi Toni, lanjutkan pengawasanmu pada mereka, dan mengenai kematian Wili aku mau kau tetap mengusut dengan tuntas.


"Baik tuan Alex," Toni menunduk lagi dan kemudian meninggalkan Alex diruangan itu.


Alex kemudian bangkit dari tempat duduknya..saatnya mengembalikan semua pada tempatnya, termasuk Angell mau tidak mau harus bisa menerima kenyataan kalau Wili telah meninggal. dan tidak akan kembali ke dunia ini lagi walau Wanita itu menangisinya seumur hidup.


Alex meraih jasnnya dan mepangkah keluar, ia tau saat ini Angell sedang berada di butik dan Alex akan membuat ibu dari anakknya itu sadar dan mau menerimanya.


💞💞


Angell memarkir mobilnya di sekolah Mike, hari ini ia memutuskan mengantar Mike sekaligus mendamaikan perasaan mereka masing-masing. walau sebenarnya kepalanya masih terasa sakit bila membayangkan apa yang mungkin di lakukan Alex kepadanya, Angell memilih menyingkirkan dulu sebentar dan fokus dengan Mike.


"Terimakasih bunda, hari ini aku senang sekali." Mata Mike berseri-seri.


"Sama-sama sayang maafkan bunda ya, selama ini bunda selalu ingkar janji dan sibuk dengan urusan bunda sendiri, mulai sekarang bunda akan lebih memberimu perhatian dan semua yang kau butuhkan dari bunda, maka bunda akan siap." Angell tersenyum.


Mike menganggukan kepala dengan bersemangad, ia lalu menatap mata Angell dengan senyuman lega, melihat bundanya tersenyum adalah satu-satunya doa Mike. bunda sudah terlalu banak menangis hingga ia merasa bosan sendiri. dan Mike akan melakukan apa saja untuk mempertahankan senyum di wajah sang bunda.

__ADS_1


"Bunda."


"Ya Mike."?


"Aku senang melihat bunda tersenyum lagi." ucap Mike jujur.


"Terimakasih nak, bunda akan selalu tersenyum untukkmu."Angell memeluk tubuh Mike dengan penuh kasih.


"Jangan menangis lagi bunda, taukah bunda jika aku sangat mencintai bunda, dan sangat sedih bila melihat bunda menangis." Mike menatap dengan serius hingga Angell terdiam, matanya berkaca-kaca. sikap Mike sangat manis.


"Bunda janji sayang." ucap Angell mengangguk.


"Baiklah aku harus masuk ke kelas bunda.."


"Bunda akan menjemputmu nanti."


"Terimakasih bunda...oya tiga hari lagi aku akan ada pentas, bunda akan datang bukan."?


Angell mengangguk..


"Tentu saja Mike bunda akan ingat." ucap Angell.


"Aku tak sabar lagi ingin memperlihatkan aktingku di hadapan bunda."


"Baiklah..aku pergi bunda."


"Sampai jumpa Mike." ucap Angell melambaikan tangannya.


Angell segera memutar mobilnya menuju butik, ia harus kembali bekerja agar hatinya bisa tenang.


⚘⚘


Butik Angell.......


Angell sedang asik menggambar desain gaun baru yang akan di buatnya. senyum terpancar dari wajahnya ketika mengingat perkataan manis putranya tadi...


"Jangan menangis lagi bunda, taukah bunda jika aku sangat mencintai bunda, dan sangat sedih bila melihat bunda menangis."


Angell meletakan pensil sebentar seraya menghapus airmatanya..tak terasa Mike sudah tumbuh menjadi seorang remaja yang tampan dan penuh perhatian kepadanya. Angell berjanji akan memperbaiki hubungan mereka lagi..


Pintu ruangannya di ketuk pelan, itu pasti Rani pegawainya. Angell menekan tombol untuk membuat pintunya terbuka.

__ADS_1


Betapa terkejutnya Angell melihat siapa yang datang,


"Alex."? jerit Angel, tak percaya dengan pandangan matanya.


Alex berdiri disana dengan kerutan di dahinya, memandang sekeliling ruangan penuh dengan foto-foto Wili. ia menatap Angell dengan tajam, Angell benar-benar dalam masalah.


"Kau tidak mempersilahkan aku untuk duduk."


"Apa maumu Alex."


"Baiklah..karna kau tidak menyambutku dengan baik maka aku yang akan memaksa..duduklah di sampingku karna aku ingin kita bicara." suara Alex sangat tajam seakan menembus hati Angell.


"Baaiklah."


Angell mengalah untuk duduk disamping Alex, keduanya bertatapan tajam.


"Aku ingin kau dan anakku kembali Angell." ucap Alex dengan jujur.


"Apa maksudmu."? ucap Angell dengan gugup dan tentu saja ia marah...


"Aku ingin kita menikah, kau menerimaku dan menjadi istriku."


Angell tertawa dengan begitu kesal, ia bangkit dari tempat duduk dan melangkah mundur seraya menggeleng dengan tegas..menikahi Alex adalah hal tergila yang pernah ia dengar. ia tidak akan menikahi siapapun dan memutuskan akan hidup sendirian dan mengenang suaminya.


"Kau sudah gila Alex, kau pikir aku mau menerima kau kembali."


Alex tersenyum kejam ia pun bangkit mendekati Angell dan berdiri berhadapan dengan wanitanya.


"Kau tau persis siapa diriku Angell, aku...tidak akan mengalah lagi, kau harus menikah denganku suka atau tidak..dulu aku mengalah membiarkanmu menikahi pria yang kau cintai..dan apa kau tau betapa menderitanya aku...? sekarang aku mendapat kekuatan penuh dengan adanya anakku...aku akan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milikku Angell."


"Kau sudah gila...sampai kapanpun kau tidak akan berhasil." ucap Angell geram.


Alex meraih tubuh Angell jatuh ke pelukannya, ia masih melihat tatapan kemarahan itu masih kuat, tapi Alex tidak perduli sedikitpun,ia mendekatkan wajahnya...


"Oya...aku ingin melihat seberapa kuat kau akan melawanku Angell."


"Alex..lepas.." jerit Angell frustasi...


Pria itu tersenyum sesaat kemudian, ia melum** bibir Angell membungkamnya dalam ciuman panas yang sudah lama ia rindukan...


Oh..betapa Alex merindukan Angell, seluruh syaraf inti di tubuhnya meronta tak terkendali ketika bersentuhan dengan Angell, hasratnya mengenal pemiiknya dan menuntut pelepasan.......

__ADS_1


Alex tersenyum.........


__ADS_2