
Pagi yang indah...
Sepasang pengantin baru yang baru saja menghabiskan pagi yang indah masih bergulung malas dengan selimut yang masih menutupi tubuh polosnya.
Alex masih tidur di dalam pelukan Angell dengan sangat nyenyak hingga Angell yang membuka mata pertama kali dan mengusap wajahnya. ia tersenyum ketika Alex masih merapat didadanya seperti seorang anak yang bersandar pada ibunya. Angell tersenyum jamari lentiknya naik dan menyentuh wajah Alex yang masih tertidur pulas dan membelai disana. matanya berkaca-kaca, menyadari kalau pria ini begitu mencintainya dan tidak pernah berganti hati walau Angell menyakitinya dengan begitu dalam sekaligus merampas haknya sebagai seorang ayah untuk menemui putranya.
Alex Sebastian adalah pria yang tanggung dan kuat untuk menahan kesakitan meski harus jauh dari wanita yang dicintainya dan putra yang dirindukannya. Alex adalah pria itu yang akan selalu mencintainya.
Airmata menetes dari mata Angell, wanita itu semakin mempererat pelukannya.. ia berjanji akan berubah menjadi seorang istri yang baik dan akan mulai membuka hatinya pada pria pemaksa ini, yang telah menjadi suaminya.
Anegll menundukan wajahnya dan menyentuh bibirnya dengan bibir Alex lembut, lalu melepaskannya.
Angell secara perlahan melepaskan pelukan Alex dan kemudian melangkah ke kamar mandi, ia harus cepat keluar kamar dan menunjukan wajahnya didepan Mike atau anak itu akan mendobrak pintu hanya untuk mencarinya.
Setelah beberapa menit membersihkan diri Angell pun keluar dari kamar mandi dan menuju lemari. namun ia tidak penah menyangka jika suaminya mendekap Angell dari belakang..dan menciuminya dari belakang hingga wanita itu tertawa geli ketika jemari Alex juga sudah mulai menggerayanginya..
"Kau wangi sekali istriku." bisik Alex masih mencumbu wanita itu dari belakang..
"Mengapa kau bangun.?
"Karna kau tidak disampingku."
Angell terkekeh...
"Aku harus mandi, semua orang pasti sedang menunggu kita untuk sarapan." ucap Angell kemudian menanggalkan jubah mandinya tanpa malu, toh..mereka suah suami istri.
"Kau sedang menggodaku yah." ucap Alex menciumi pundah mulus Angell.
"Aku sedang memakai pakaianku, dan jika kau tergoda itu bukan salahku." bisik Angell dengan tenang.
Jemari kokoh Alex naik ke dadanya dan bertahan disana.
"Kita akan sarapan dikamar saja sayang, bukankah kita masih pengantin baru." sambil bicara, Alex membopong tubuh Angell dan membawanya kedalam pelukannya dan memindahkan tubuh itu ke ranjang.
Angell terkesiap, ia bahkan belum sempat memakai pakaiannya.
Alex menahan tubuh Angell dibawahnya dan segera menyusul ke atas ranjang dan menindih tubuh indahnya..
Mata mereka bertemu....
"Mengapa kau sangat cantik." desah Alex melemparkan pujian dengan penuh cinta.
"Karna aku seorang istri dari Alex Sebastian." balas Angell tersipu.
"Bagus..aku suka jawabanmu sayang, kau adalah milikku..hanya milikku seorang."
"Tentu saja." bisik Angell tersenyum...
__ADS_1
"Aku...ingin bercinta denganmu lagi sayang.." bisik Alex dengan tatapan membara..
Angell melonggarkan tenggorokannya
Sial...Alex tidak pernah merasa lelah untuk bercinta seakan ia punya cadangan kekuatan lebih untuk melakukan kegiatan yang selalu nikmat itu, dan tak pernah bisa melepskan Angell dalam waktu yang lama.
"Tapi aku..."
Alex tak ingin mendengar alasan atau penolakan Angell, wanita ini adalah istrinya dan milikknya..betapa bahagianya Alex saat ini.
Alex kemudian langsung menyambar bibir Angell dengan begitu dalam dan mencumbunya habis-habisan hingga Angell menyerah dalam kendali Alex yang begitu dominan..membawanya terbang pada kenikmatan yang membuai keduanya.
**^^**
Mike melirik ke arah kamar orangtuanya yang masih saja tertutup rapat denganwajah sendunya. sementara Rafael hanya terkekeh menatap wajah kesal Mike, Rusell dan Livia hanya bisa tersenyjm dengan tingkah cucunya yang terlihat cemburu.
Mereka sedang sarapan di pinggir pantai, beberapa keluarga dan teman-teman Angell sudah lebih dahulu pulang karna berbagai urusan dan hanya menyisakan mereka keluarga saja di pulau indah itu.
"Makanlah Mike, sebentar lagi Ayahdan bundamu keluar kok." bujuk sang Livia.
"Mengapa mereka tidur lama sekali sih, ayah janji padaku jika aku akan memacing bersamanya dan juga menyelam." ucap Mike tak sabar.
"Katanya kau mau adik tapi selalu saja mengganggu Ayah dan bundamu."
"Tapi apakah harus selama itu."?
Wajah Mike langsung cerah seketika, ia langsung melompat ke arah ayahnya dan di peluk erat oleh Alex. pria itu tersenyum senang, dan genggaman Angel, dan Alex terlepas..jemari mereka langsung menggenggam tangan Mike yang ada di tengah-tengah mereka.
"Ayah...bunda..aku menunggu sangat lama dan menjadi bosan." desis Mike.
"Maaf karna membuatmu menunggu putraku, Bunda sedang memijit ayah." ucap Alex mengedipkan matanya ke arah Angell yang hanya tersenyum.
Mike hanya menganggukan kepala dan kembali ceria.
Alex dan Angell hanya saling melempar senyum mereka mnuju meja makan dan bergabung bersama orangtua Angell dan Rafael.
"Selamat pagi papa dan mama." ucap Alex dan Angell secara serentak.
"Tidur kalian pasti sangat nyenyak." goda Rusell dengan senyuman penuh arti.
"Papa...."desis Angell dengan wajah merona malu.
"Kami sangat bersemangad papa." ucap Alex dengan wajah puasnya.
Rusell dan Livia tersenyum....
"Dimana Rafael.."?
__ADS_1
"Sedang menelfon istrinya biasa...Viona tak pernah mau jauh dari papanya." ucap Livia menjelaskan...
"Oooh..."
"Ayah..kita menyelam yuk." ucap Mike antusias..
"Sayang sore dulu ini sudah siang." ucap Angell tidak mengijinkan.
"Bunda...." wajah Mike terlihat kusut..
"Bagaimana kalau kita mengelilingi pulau saja." ucap Alex menghibur putranya..
Angell dan Mike setuju...
"Sekarang Ayah." ucap Mike mendesak..
"Ayah sarapan dulu Mike." ucap Angell tegas.
"Baik bunda."
"Jangan terlalu keras kepadanya sayang...kasian." ucap Alex tak tega...
Angell hanya menggeleng dengan senyuman menyerah...ketika kedua lelaki yang begitu mecintainya itu masing-masing mencium pipinya dengan lembut..
Angell tertawa senang......
💚💚
Rusell menatap kedua anak dan menantunya..dengan hati yang hangat, hampir seharian ini wajah Angell selalu tersenyum dan begitu juga Mike..
"Kita bisa tenang sekarang Sayang." bisik Llivia menyentuh bahu Rusell dengan lembut."
"Aku harap mereka akan selalu bahagia." ucap Rusell penuh harap...
💙💙
Butik Angell...
Pintu ruangan milik Angell terbuka dengan perlahan, seorang pria masuk dengan langkah yang pelan. matanya tajam memandang foto yang tergantung di dinding dengan senyuman puas...
Lalu jemarinya menyentuh kursi yang biasa di duduki Angell dan kemudian iapun duduk disana dengan santai...
"Sudah lama sekali.....dan aku sangat merindukanmu Angell..kau harus kembali ke tempat dimana seharusnya kau berada.." gumannya dengan pelan...
Membuka laci meja, pria berbaju hitam itu meletakan sebuah kotak di laci meja Angell...
"Kejutan kecil untuk dirimu...dan aku sungguh tidak sabar lagi." seringai tajam muncul di sudut bibirnya....
__ADS_1