
Damian adalah seorang pria berusia 37 tahun, ia adalah seorang pembisnis di bidang properti di negaranya, tubuhnya tegap dan tinggi dengan badan yang kekar,
Wajahnya sedingin es, pria yang telah kehilangan senyumnya sejak setahun lalu tepat ketika istrinya meninggal di depan matanya. Damian hampir tak pernah tersenyum lagi sejak saat itu..
Damian duduk di ruang kerjanya, pindah ke negara ini untuk menuntut balas atas kematian istrinya Damian sudah menyiapkan segalanya. bahkan ia sudah mempertaruhkan jika mungkin ia akan di penjara karna membunuh, putranya Dion sudah ia titipkan pada anak buah kepercayaannya, untuk dilatih dan di persiapkan menjadi penggantinya. sementara itu dia tidak ingin terlalu dekat dengan Dion..
"Tuan...bagaimana dengan permintaan tuan muda untuk pergi ke Mall."? ucap Rino salah satu bodyguardnya Dion.
Damian terdiam sebentar merasa sedikit sedih karna putranya harus hidup terasing dan hampir tak pernah punya teman. dulu mereka bahagia, dulu mereka selalu bersenang-senang dan menghabiskan waktu bersama..namun kebahagiaan itu terenggut oleh malam kelam di club....Mikha Aksana...Damian tak pernah membiarkan dirinya senang...atau bahagia..jemarinya terkepal dengan kuat.
"Baiklah...bawa saja dia pergi tapi jangan terlalu lama, aku besok sedang sangat sibuk dan aku tidak ingin di ganggu."
"Baik Tuan Damian."
"Yah...."
🥰🥰
Mikha melangkah menyusuri Mall, ia harus mencari kado untuk ulangtahun pernikahan orangtuanya..melangkah menatap berbagai toko di sekitar Mall membuatnya sedikit lelah, yah...ia lelah dan bingung harus mencari kado seperti apa..
"Coba aku tanya mama tadi, tapi....ini suprise..mana mungkin aku memberitahu mama." Mikha hanya menggeleng dan tersenyum..
Tiba-tiba dari arah samping muncul seorang anak menubruknya hingga tubuh Mikha oleng dan terjatuh, ia mengerang...
"Aaaaach,......" desahnya memegang lututnya.
Sementara anak itu juga mengerang kesakitan di punggungnya, karna mendarat di lantai yang keras..Mikha berusaha berdiri dan menghampiri anak kecil yang tampan itu dan membantunya berdiri, mata keduanya bertemu....
"Maaf..." desahnya sedikit takut...
"Kau tidak apa-apa, punggungmu bagaimana."? desah Mikha khawatir...
Dion tersenyum, ia begitu terpana dengan kecantikan dan kelembutan Mikha..
"Tante...punggungku sakit."
"Siapa namamu, mengapa kau berlari."? ucap Mikha dengan belaiaan di rambut Dion...
"Namaku Dion...aku tersesat dan ada orang jahat yang ingin mengejarku." ucapnya dengan sorot mata polos...
Mikha mendengar dengan serius, lalu melihat kekiri dan kekanannya ia lalu menatap Dion..
"Baiklah..ikut Tante sekarang..." ucap Mikha langsung menggendong tubuh Dion...
Dion tersenyum...lalu menjatuhkan tubuhnya di pelukan Mikha yang entah mengapa begitu nyaman dan hangat, matanya berkaca-kaca..ia merindukan pelukan seorang ibu..
Mikha sampai di mobil dan meletakan Dion di samping tempat duduknya dan segera masuk dan menutup pintu mobil. ia menghela nafas....lalu menatap Dion yang sudah tertidur..
"Anak ini tertidur..lalu aku harus bagaimana, aku bahkan tak tau orangtuanya."? ucap Mikha dengan wajah bingung....
💝💝
Mikha membuka pintu kamarnya dan dan meminta pelayan meletakan tubuh Dion di ranjangnya. lalu ia pun segera mendekati Dion yang tertidur pulas, membelai wajahnya yang tampan...
"Kau sangat tampan Dion." bisik Mikha dengan tatapan jatuh cinta.
__ADS_1
Dion bergerak dalam tidurnya, dan menggumam....
"Ibu.......Ibu......" ucapnya dengan sedih........
Mikha tertegun lalu memeluk Dion dan mendekapnya dengan erat....dan pria kecil itu pun merasa nyaman dan berhenti menginggau...Mikha melepaskannya sesaat dan tertegun disana.....
"Dimana ibumu Dion, mengapa kau tampak sedih sekali.."?
Dion masih memejamkan matanya, dan Mikha tak beranjak dari sana, ia terus menunggu Dion untuk sesaat...hatinya menjadi hangat...
❤❤
Semua keluarga telah berkumpul di ruang tamu untuk merayakan ulangtahun pernikahan Tuan Aksana dan Nyonya Lusi..
Hadir juga di tengah mereka tuan Alex dan Nyonya Angell, juga Mike dan Keyla...
Dikamar.....
Dion menatap bingung di kamar asing ini, sebuah foto besar wanita cantik yang menolongnya tergantung di dinding. sangat cantik. namun...ia bahkan tidak tau dia dimana,
Ayah pasti akan marah jika tau ia sengaja melarikan diri dari para penjaganya. Dion menjadi takut. ketika gerakan pintu terbuka..ia gemetar..
Namun seketika senyumnya mengembang melihat Mokha yang muncul..
"Tante Mikha.."? ucapnya dengan suara seraknya.
"Dion sayang, kau sudah bangun."? ucap Mikha melangkah mendekati..Dion yang masih duduk di atas ranjang..
Mikha tersenyum...
Dion menatap mata Mikha dengan begitu dalam...lalu ia tersenyum...
"Tante..aku mau..tapi aku tidak punya baju."
Mikha mengangguk lalu mendekati lemari dan mengeluarkan sebuah kemeja kecil dan menunjukannya pada Dion.
"Tante baru memesannya untukkmu semoga kau suka.."
"Wah...aku akan sangat tampan." ucap Dion tertawa senang..
"Tentu saja..kau akan tertampan dari semua yang hadir."
Dion mengangguk lalu melompat dari ranjang, namun seketika wajahnya menjadi cemas.....
Mikha mengerutkan keningnya...
"Mengapa...kau tidak senang yah dengan pilihan tante."?
"Ayah..pasti akan sangat marah padaku dan sedang mencariku sekarang."
Mikha terdiam..benar juga, ia tidak memikirkan orangtua Dion yang pasti sedang cemas...
"Bagaimana kalau setelah selesai acara, tante akan mengantarmu pulang."?
"Baiklah...itu bagus." ucap Dion dengan lega....
__ADS_1
Mikha kemudian mendatangkan pelayan untuk menyiapkan Dion sementara ia turun untuk menyapa tamu.
💖💖
Stela turun dari mobilnya membawa sebuah kado untuk orangtua yang....dibencinya, Stela menaikan sudut bibirnya, malam ini akan ada sedikit percikan kecil yang akan ia ciptakan dan ia pastikan Mikha akan sangat terkejut...
Menatap lagi gaun malam yang begitu sexy membalut tubuh indahnya.Stela segera melangkah ke ruang tamu dengan dagu yang terangkat....
💝💝
Mikha tersenyum pada Dion dengan puas,prianitu sanbat tampan dengan kemeja kecil yang cocok untuknya, Mikha hanya mengangguk dengan lega......
"Kau tampan sekali." bisik Mikha memuji..
"Tante juga sangat cantik." puji Dion tersenyum..
Mengulurkan tangannya untuk menggenggam jemari Mikha, Dion setengah menyeret wanita cantik itu untuk keluar dan menikmati pestanya...
Mikha tertawa..namun, sesaat kemudian ia memegang perutnya yang terasa sakit......
"Aaachhh..." desah Mikha mengerang sambil memegang perutnya lagi...
Dion begitu terkejut dan menatap Mikha...
"Tante...apa yang terjadi."? jerit Dion dengan cemas....
Mikha memejamkan matanya sungguh terasa sakit, dan melemahkan tubuhnya. Mikha terdiam sebentar...ketika rasa sakit itu mulai hilang....
"Tante...."
"Tante baik-baik saja....ayo kita keluar." ucap Mikha menguatkan tubuhnya...sambil tersenyum ke arah Dion...
Keduanya melangkah menuju pintu dan segera turun ke lantai satu....
💘💘
Damian begitu marah...sekuat tenaga ia menghantam wajah Rino dengan kuat..
"Bughhhh."
Satu pukulan saja dan membuat pria itu tersunggkur jatuh pingsan, tatapan Damian mengarah pada Rino lalu mengeluarkan sebuah pistol...semua yang ada di ruangan hana tertunduk takut.....
"Katakan dimana anakku, bagaimana bisa kalian kehilangannya atau aku akan membunuhmu saat ini juga."
"Tuan Damian......tuan muda di bawa oleh seorang wanita."
"Apa maksudmu."? ucap Damian dengan suara yang tajam...
Seseorang anak buahnya memperlihatkan cctv dan disitu tergambar jelas bahwa yang membawa Dion adalah Mikha, pembunuh istrinya....
"Dimana dia membawa anakku."?
"Kerumahnya Tuan, saat ini sedang ada acara dan kami tidak bisa masuk begitu saja, penjagaan disana sangat ketat."
"Aaaaaaarrrghhhh.......Mikha...aku akan membunuhmu.." teriak Damian dengan amarah yang menguar menakutkan....
__ADS_1