Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Surat perjanjian


__ADS_3

Rusell menatap Livia dengan tajam, melihat Angel yang sudah mulai tertidur. mendekati Livia dan duduk dihadapan gadis itu yang sama sekali tidak perduli kehadirannya.


Rusell menyandarkan punggungnya disofa. hari ini ia lebih lelah dan gugup dari hari biasanya. besok adalah hari pernikahan mereka, Rusell masih tidak percaya mereka akan menikah..semua keputusan ia buat secara cepat dan mendadak setelah tiga bulan pertemuan mereka yang dingin. apa arti pernikahan ini baginya Rusell tak tau. entah mengapa ia hanya ingin mengikat Livia agar terus berada didekatnya, tentu saja disamping ia butuh Ibu bagi Angel. pria itu memejamkan matanya, ia ingin memastikan sesuatu dihatinya yang masih samar ia rasakan ketika berada didekat gadis ini. Rusell cukup puas dan bangga ia akan menjadi suami Livia yang sah..entah mengapa ia begitu bahagia mendapatkan seorang Livia Morens,walau mereka bukan suami istri sebenarnya dalam hubungan ranjang.


"Tanda tangan disini Rusell." ucap Livia meletakan sebuah kertas berisi perjanjian kepada Rusell.


Pria itu menatap Livia sebentar sebelum akhirnya meraih lembaran kertas itu dan membacanya. Rusell tertegun, isi perjanjian itu adalah Rusell tidak boleh meminta haknya sebagi suami dalam hal ini (Hubungan suami-istri), jika Rusell melanggar maka Livia berhak meminta cerai darinya.


Reusell tersenyum dengan dingin..bahkan senyumnya tidak sampai matanya. ia bangkit dari tempatnya duduk tadi dan melangkah pelan kearah Livia yang sepertinya sudah mulai hafal dengan kemarahan Rusell yang mulai menyebar. Livia terkejut ketika tubuhnya terjebak di sudut dinding tanpa mampu untu melarikan diri, saat ini dia seperti seekor kelinci yang sedang diincar seekor predator buas.


Rusel mengehentikan langkah ketika ia sampai dihadapan Livia. pria itu lantas mengangkat kertas perjanjian mereka dan memperlihatkan untuk terakhir kalinya kepada Livia. kemudian.


"Ssrrraaaakkkkk."


Lembaran itu kertas itu dirobek dengan kasar hingga membentuk kepingan kecil yang tak bisa diselamatkan.

__ADS_1


Livia melebarkan matanya dengan ekspresi tidak percaya, betapa susahnya ia membuat surat perjanjian itu meski hanya tulisan tangannya. dan saat ini Rusell sudah menghancurkannya tanpa sedikitpun perasaan.


"Apa maksudmu, menapa kau menghancurkannya."? jerit Livia sangat marah.


"Seharusnya pertanyaan itu yang harus ku ajukan kepadamu Livia, apa maksudmu..apa kau sedang mengejekku."?


"Kau hanya perlu tanda tangan dan selesai." balas Livia menantang.


"Kau pikir aku tergila-gila pada tubuhmu itu sebabnya aku menikahimu."?


Wajah Livia memerah, ia terdiam..yah sesungguhnya itu yang ada dipikirannya selama ini, mungkin Rusell ingin menikahinya karna ingin tidur dengannya. dan ia tidak sudi.


Rusell mencengkram wajah Livia dengan kuat dengan mata tajamnya yang menyala-nyala.


"Aku punya sederet wanita cantik yang bisa memuaskanku kapan saja, apa kau lupa siapa aku..satu-satunya alasanku menikahimu adalah untuk Angel dan kau berani menghinaku dengan perjanjian itu."

__ADS_1


Airmata Livia mengalir deras.....


"Jangan pernah bermain-main denganku karna aku tidak punya waktu untukmu Livia, kau akan kuikat selamanya disampingku karna semua penghinaanmu padaku saat ini." desis Rusell tajam.


Livia merasa sakit di sekitar wajah dan lehernya akbiat cengkraman tangan Rusell padanya.


"Lepaskan aku..ini sakittt Rusell."


"Ini jadi peringatan terakhir untukmu agar berhenti membuatku marah Livia, kewajibanmu melayaniku sebagai seorang suami adalah hal yang mutlak dan tidak bisa ditawar..tapi aku masih teguh memegang kata-kataku."


"Rusell."


"Jika kau menghianatiku sekali saja dan mencoba melarikan diri dariku..maka kau harus siap melayaniku sebagai suamimu."


Rusell melepaskan cengkramannya hingga Livia terbatuk-batuk. masih menatap Livia yang kesakitan.

__ADS_1


"Jangan perlihatkan wajah kesakitanmu saat hari pernikahan kita besok, atau aku akan melupakan janjiku."


Rusell meninggalkan Livia yang tersungkur dengan tangisan yang menggema memenuhi kamar.


__ADS_2