
"Cium aku baru..baru kau akan kulepaskan." ucap Alex dengan tatapan membara..
"Hentikan Alex." Angell meronta agar pelukannya terlepas.
Posisi di dalam mobil yang sempit membuat Angell tak bisa bergerak bebas dari rengkuhan Alex..
"Menikahlah denganku Angell."bisik Alex membujuk.
"Tidak..." ucap Angell tegas.
Pria itu memejamkan matanya, jika Angell masih keras kepala itu berarti ia harus menjalankan rencananya..dengan sangat terpaksa.
"Kau sangat menggemaskan..bagaimana kalau kita segera memberi Mike adik."? bisik Alex mendekatkan wajahnya.
"Hentikan bicaramu, kau semakin tidak terkendali Alex."
Alex semakin membuat wajah Angell memerah, rambut panjang Angell terlepas hingga jatuh mengenai wajah Alex. pria itu terkesima memandang wajah Angell di atasnya sungguh. ia sangat mendambakan Angell menjadi istrinya, hari demi hari Alex semakin tak sabar untuk menikahi Angell namun rupanya cara yang halus memakan waktu lama sementara ia sudah menunggu terlalu lama. disini di vila ini, ia berharap Angell bisa jatuh cinta padanya. dan menyerahkan hatinya lagi kepada Alex.
"Baiklah..kalau kau tidak mau menciumku, maka biarkan aku yang menciummu bagaimana."?
Angell tak sempat mengelak ketika Alex lebih dahulu meraih wajahnya dengan kedua tangan kekarnyadan membawanya mendekat, pria itu kembali melum** bibir Angell dengan begitu dalam dengan perasaan yang begitu besar.
Angell tak mampu meronta anggaplah dia sudah gila, Angell bahkan memejamkan matanya..terlalu indah. Alex tidak memaksanya dalam ciuman namun memberinya kelembutan yang asing dan menyentuh hati Angell.
Ciuman itu begitu panas dan memakan waktu, mereka melupakan jika masih berada di dalam mobil yang sempit dan panas.
Alex akhirnya melepaskan Angell, namun masih menahan wajahnya..sepasang mata mereka bertemu dan tersenyum satu sama lain, bibir mereka bengkak, nafas mereka masih memburu.
"Kau selalu membuatku tergila-gila." desah Alex memuji.
"Jangan mulai lagi Alex, lepaskan aku..sebentar lagi Mike akan mencari kita." Angell melotot dengan jengkel.
Pria itu tersenyum menyerah....
"Turunlah lebih dahulu atau aku akan lepas kendali dan kita bercinta di mobil." desis Alex menahan gairahnya.
Angell mengangguk dan segera turun dari tubuh Alex dan membuka pintu. di saat bersamaan Mike berlari ke arah mereka dengan sedikit memperlihatkan wajah kesalnya.
"Mengapa Paman dan bunda lama lama sekali." ucap Mike kusut.
Alex tersenyum.....
"Sabuk pengaman paman mengalami masalah, jadi bunda masih membantu melepasnya." ucap Alex melirik wajah Angell yang memerah.
__ADS_1
"Baiklah...paman memang luar biasa, ayo aku mau ke atap dan mendirikan tenda." ajak Mike tidak sabar.
"Bunda akan membuat makanan untuk kalian." ucap Angell lebih dahulu masuk ke dalam vila, sekaligus menghindari tatapan Alex yang begitu tajam kepadanya. astaga..mengapa malah jantungnya berdebar senang.
💚💚
Jadilah kemah seperti dalam impian Mike, ia terlihat sangat senang dan antusias, seumur hidupnya baru pernah berkemah di vila. Mike bahkan enggan keluar dari kemahnya dan memilih makan, tidur bermain di dalam tenda dan enggan keluar dari sana. malam sudah semakin larut. Mike sudah tertidur di dalam tenda dan enggan keluar dari sana. malam semakin dingin dan menggigit. cuaca disekitar vila yang dekat dengan pegunungan membuat tubuh serasa ingin membeku.
Angell dan Alex duduk berdampingan membuat api unggun di dekat kemah dan sambil mengawasi Mike.
"Minumlah tehmu Alex." Angell meletakan cangkir berisi teh dan beberapa kue.
"Terimakasih Angell." ucap Alex tersenyum.
Sementara matanya masih mengawasi Mike di tenda. ia sama sekali tidak melepas pandangan sedikitpun dari putranya. Angell merasa hangat. ia melihat cinta yang besar untuk putra mereka. yah..sebagai seorang ibu, Angell mengakui kalau ia jarang punya waktu memanjakan Mike seperti yang di lakukan Alex. ia harus mengurusi butik dan juga makam Wili yang harus ia kunjungi setiap hari.
Angell tanpa sadar menghela nafasnya...
"Apa kau lelah Angell."? tanya Alex sambil menyenyuh jemari Angell.
"Tidak..aku tidur di mobil."
"Bagus karna aku juga belum mengantuk dan perlu teman bicara."
Keduanya saling melempar senyuman kecil...
"Mungkin aku harus memindahkannya ke kamarku Angell..sudah terlalu dingin disini."
"Yah..tentu saja."
Angell berdiri menatap Alex yang melangkah menuju tenda, membukanya kemudian membungkukan badan dan meraih tubuh Mike yang sudah terlelap. membawanya di dalam dekapannya Alex melangkah menuju kamarnya, dan meletakan Mike di atas ranjang dan menyelimutinya agar Mike tidak kedinginan.
Lalu Mike melangkah mendekati Angell yang masih berdiri menatapnya dengan tatapan tidak terbaca.
Alex melangkah mendekati Angell dan tersenyum...
Wanita itu menatapnya......
"Terimakasih Alex, kau sudah mengisi kekosongan di hati Mike."
Alex mengangguk.....
"Kau tidak perlu berterimakasih padaku Angell ini tugasku.
__ADS_1
"Ya..."
"Dia anakku, darah dagingku Angell..aku tidak ingin melewatkan sedikitpun kesempatan untuk memberi segala yang ia butuhkan...11 tahun aku tersiksa karna rindu, dan aku tidak akan menyia-nyiakan waktu lagi."
Angell menganggukan kepalanya..
"Terimakasih Alex."
"Tentu...bagaimana dengan hatimu yang kosong Angell..tidakkah kau membukanya untukku juga."?
Angell terdiam, sambil memijit dahinya ia menatap Alex yang masih berdiri menatapnya.
"Aku masih belum bisa melepas Wili di dalam hati dan ingatanku Alex, maaf." Angell membalikan tubuhnya
"Sampai kapan."? tanya Alex dengan suara yang parau.
Angell membeku di tempat..
"Aku lelah."
Angell kemudian melangkah meninggalkan Alex menuju kamarnya. pria itu mengepalkan tangannya. ia pun juga melangkah mengikuti langkah Angell walau lebih cepat...
Angell membuka pintu kamar dan masuk kedalamnya, ia tak menyangka jika Alex juga masuk ke kamarnya dan mengunci pintu.
Keduanya saling menatantang..
"Mengapa kau tidak menjawabku."?
"Jangan paksa aku Alex."
"Aku tidak memaksamu Angell, tapi aku ingin mengingatkanmu..bukankah sudah cukup masa berkabungmu..kau harus menata hidupmu lagi..ada Mike yang butuh perhatianmu...dan juga aku yang tidak lelah menunggumu." ucap Alex tajam..
Angell melangkah menuju ranjang dan duduk disana..tidak..bagaimana mungkin ia bisa melupakan Wili, itu sama saja dengan menghianatinya..
"Waktu...aku tidak bisa menjanjikannya Alex..aku hanya tidak bisa...." jerit Angell dengan suara yang tercekat.
Alex sungguh berusaha menahan rasa marahnya di dalam dadanya..sungguh sikap keras kepala Angell membuatnya gemas. wanita ini sangat aneh, tidak mau menikah dengannya namun tidak mampu menolak sentuhannya.
Cinta?
Mana mungkin Angell masih mencintai orang yang sudah mati dengan begitu besar. Alex tidak punya pilihan selain ia harus melakukan sesuatu, Angell harus hamil anakknya lagi dan saat itu juga, Angell tak akan bisa mengelak dari pernikahan.
Alex mendekati Angell, menariknya dengan satu hentakan, hingga keduanya saling menatap..
__ADS_1
"Bagus.. aku tidak akan memaksamu membuka hati, apalagi mengharapkan pernikahan yang selalu kau tolak namun, kau tidak akan lolos dari keinginan bercintaku Angell."
"Kau benar-benar sudah gila." jerit Angell geram.....