
Wilard mematikan telp dengan wajah yang berubah geram. matanya berkilat-kilat..Sean, dia pasti dibalik semua kekacauan yang terjadi.
"Ada apa."? tanya Tari dengan wajah yang penuh tanya.
Wilard menatap Tari dengan pandangan tak terbaca, bagaimanapun ini semua ada hubungannya dengan Tari. jika ia mempertahankan Tari maka tuan Sean akan menghancurkannya, namun Wilard tidak akan menyerah semudah itu apalagi menyerahkan Tari. ia begitu mencintai gadis ini dan tak bisa kehilangannya...
Pria itu tersenyum seraya menyentuh wajah cantik Tari dan mengusapnya dengan lembut.
"Aku mencintaimu sayang, jangan khawatir semua baik-baik saja."
"Benarkah."?
"Ya sayang, sekarang...bisakah kau menolongku..aku harus memakai jass ku dan harus keluar sebentar." ucap Wilard berusaha bangun dan memegang bahunya.
Tari mengangguk dan menuruti kata-kata Wilard, ia kemudian memakaikan kemeja dan juga jass pada Wilard. ia menatap pria itu yang terlihat cemas dan sedikit gelisah..
Tari meraih wajah Wilard dan menatap Matanya...
"Sayang...apapun masalahnya, jangan cemas dan tenanglah, disaat kau tenang maka semua akan baik-baik saja." ucap Tari seraya mengecup bibir Wilard dengan lembut...
"Aku mengerti dan setelah pulang dari gudang aku akan menceritakan semuanya padamu."
"Aku menunggumu sayang...tenanglah aku ada disini untukmu." ucap Tari dengan penuh janji.
Wilard meraih tubuh Tari dan memeluknya dengan erat lalu mendekapnya dengan penuh cinta. betapa ia mencintai Tari dan tak ingin kehilangan gadis ini...
"Aku mencintaimu Tari Wins."
"Kau kenapa sih....jangan terlalu berulang mengucapkan cinta karna itu membuatku takut." gumam Tari menyembunyikan wajahnya di pelukan Wilard...
"Aku hanya tak bisa menyembunyikan perasaanku."
"Aku mengerti..karna aku juga mencintaimu."Tari menepuk punggung Wilard dan mengusap dengan gerakan pelan dan menenangkan.
"Aku akan segera kembali." ucap Wilard lalu melepaskan pelukan, iapun menggenggam jemari Tari dan membawanya keluar dan menuju ke atap dan melepaskan pelukannya...
Helikopter telah siap dan menunggu Wilard pergi dari sana..
"Pergilah sayang." ucap Tari melambaikan tangan pada Wilard yang menjauh dan masih menatapnya...
"Aku mencintaimu sayang."
"Aku juga mencintaimu...cepat kembali." balas Tari tersenyum....
Helikopter itu meluncur pergi meninggalkan kawasan pulau pribadi milik Wilard...
❤❤
__ADS_1
Wilard menatap sebuah gedung tinggi di hadapannya dan mengepalkan tangannya..
"Tuan Wilard ini saatnya kita bertemu langsung dengan tuan Sean..aku yakin jika tuan Sean akan mempertimbangkan batalnya perjanjian itu jika tuan yang bertemu langsung dengannya.."
"Baiklah Theo..aku akan menemuinya."
Keduanya melangkah beriringan menuju gedung tinggi di hadapan mereka. walau harus melalui pemeriksaan yang ketat jika menemui tuan Sean.
Melalui pintu besar dengan keamanan tinggi sampailah mereka di depan sebuah ruangan dengan pintu yang besar.
"Tuan..silahkan tinggalkan senjata api sebelum masuk menemui tuan Sean." ucap seorang wanita cantik..
"Baiklah.." Wilard mengalah dan melepaskan semua senjata yang menempel di tubuhnya.
Pintu besar itu terbuka dan Wilard melangkah masuk sendirian karna Theo tak boleh menemaninya.
Ruangan yang sangat luas bernuansa coklat memanjakan mata. Wilard terdiam menatap seorang pria yang sedang duduk dengan tenang di kursi kebesarannya. dan menatap tajam ke arahnya.
"Selamat siang Sean."
"Apakah alasanmu menemuiku Wilard Pearl."? mata Sean menyipit tajam..
Wilard melonggarkan tenggorokannya dengan gugup, biar bagaimanapun Sean Slowi adalah pria yang paling berpengaruh saat ini.
"Apakah kau ada hubungannya dengan penghancuran gudangku."? ucap Wilard dengan suara yang tajam.
"Hahahaha." Sean bangkit dari tempat duduknya dan bersedekap menghadap ke arah Wikard dengan senyuman kemenangan di wajahnya..
"Bukankah kau licik dalam hal ini."?
"Aku tidak perduli Wilard, aku tidak akan berhenti menghancurkanmu sampai aku mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku." Sean berseru dengan santainya...
"Aku mencintai Tari dan aku juga tidak akan melepaskannya padamu."
"Baiklah..itu berarti kau menabuh genderang perang denganku." ucap Sean menaikan sudut bibirnya.
Wilard mengepalkan tangannya...dan Sean menyadari itu..
"Aku tidak akan menyerah Sean Slowi..aku tidak akan menyerahkan Tari kepadamu."
"Kau tidak punya pilihan Wilard."
"Aku akan berusaha melawanmu"
"Kau bukan lawanku Wilard semua masa lalumu ada di dalam genggamanku jika Tari tau segalanya maka kalian akan selesai."
"Bajingan...kau pengecut Sean."
__ADS_1
"Aku hanya mempertahankan diri, lagipula bukankah kau sama sepertiku seorang bajingan."?
"Kau.... tidak akan berhasil Sean."?
"Aku akan mengabarkan pada keluarga Tari bahwa kau memalsukan kematiannya dengan tragis dan menyebabkan penderitaan panjang bagi keluarganya, menurutmu apa yang akan dilakukan keluarga Wins padamu." ucap Sean semakin membuat Wilard terdiam.
Wilard mengepalkan tangannya dengan emosi yang tak terkendali.
"Aku juga akan bilang jika...kau telah menjual Tari padaku dengan keuntungan yang besar..aku mau liat apa yang ia akan lakukan padamu." sinar mata Sean membara..
Wilard sungguh tak mampu menahan rasa marahnya, dengan kuat ia mendekati Sean dan sesaat kemudian menghantam wajah pria itu dengan kuat...
"Buggggggggghhhhhhhh......."
Tubuh Sean terhempas membentur meja di belakangnya dengan kuat hingga semua yang berada di meja hancur berantakan......
Wilard mendekati meraih jass Sean dengan kekuatan penuh dan mencengkramnya dengan erat....
"Aku akan menghabisimu tak perduli siapapun kau Sean Slowi...aku tidak akan pernah membiarkan kau menghancurkan hidupku apalagi menyangkut Tari."
Sean tertawa meski sudut bibirnya berdarah...ia mendorong tubuh Wilard dengan mudah..
"Kau akan membayar dengan mahal atas semua penghinaan yang kau lakukan padaku hari ini Wilard..liat saja aku..akan membalasmu dengan sangat kejam." ucap Sean sungguh-sungguh..
Wilard tersenyum sinis.....
"Aku tidak perduli...kau menghancurkan aku seperti apapun..tapi tidak dengan Tari...aku tidak akan pernah merelakannya." ucap Wilard tajam..
"Tari akan menjadi milikku dan tidak ada satupun yang bisa menghentikannya Wilard..tidak denganmu atau siapapun." tegas Sean tak perduli.
Wilard tak sadar ketika Sean kembali membalas pukulannya dengan keras hingga pria itu juga terjatuh...Sean mendekati Wilard yang masih berusaha berdiri dengan wajah yang juga berdarah, Sean memincingkan matanya...
"Kita sama saat ini Wilard dan itu juga berlaku untuk Tari....permainan baru saja dimulai." ucap Sean mengancam.
Sesaat kemudian Sean menekan sebuah tombol dan pintu terbuka, tampak beberapa anak buah Sean masuk dan menunduk hormat..
"Antarkan tuan Wilard keluar dengan selamat..pastikan kalian menjaganya di perjalanan." ucap Sean tegas.
"Baik tuan."
Wilard berdiri menegakan tubuhnya dan menatap ke arah Sean....
"Kita liat saja siapa yang akan mendapatkan hati Tari."
"Aku tidak sabar lagi." sambung Sean tersenyum..
Wilard memutuskan keluar dari ruangan dengan penuh amarah yang menguasainya......
__ADS_1
Sedangkan Sean hanya tersenyum sinis.....
"Wilard Pearl...kau akan merasakan kemarahanku." desis Sean tajam...