Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Menuduh


__ADS_3

"Grace." desah Angell hampir tak percaya dengan pandangannya.


"Ya...Gracefia Pearl dia adalah adikku...adikku yang kau bunuh." teriak Wili dengan suara yang tajam.


"Grace adalah adikkmu."? ulang Angell dengan menggeleng...


Angell gemetar dengan airmata yang berguguran mau tak mau segala kenangan 5 tahun lalu ketika peristiwa pertengkaran dirinya dan Grace terngiang di kepalanya,


#Flashback#


Disebuah gedung kosong dekat sekolah.....


"Kau merebutnya dariku Angell, kau iri kepadaku karna Oscar telah memilihku." jerit Grace dengan lantang.


"Oscar masa laluku Grace, aku sama sekali tidak merebutnya." balas Angell mengepalkan tangannya.


Kedua siswi berseragam sekolah saling berhadapan dengan tatapan tajam. masing-masing tampak tidak mau mengalah.


"Angell..kau sahabatku, aku percaya kepadamu." tangis Grace histeris.


"Dia yang mendekatiku lagi dan aku tidak pernah membalas perasaannya Grace, aku bahkan sudah melupakannya." Angell berseru dengan kesal.


"Bohong Angell..aku sangat membencimu, aku tau mengapa kau ingin merebut Oscar dariku." ucap Grace tajam.


"Apa maksudmu."


Grace tersenyum miris, mendekati Angell dengan ekpresi jijik.


"Karna kau adalah gadis yang pembawa sial, ibumu meninggal karna melahirkanmu..dan papamu menculik seorang gadis untuk dipaksa menjadi ibu tirimu, aku tidak heran karna keluargamu sudah mempunyai latar belakang hitam, soal rebut merebut itu hal biasa bagimu." ucap Grace dengan lantang.


Habis sudah kesabaran Angell, dengan penuh amarah ia mendekati Grace...


Pacccchhhhhhkkkkkkkkk.........


Grace tersungkur jatuh ke lantai, ada darah di sudut bibirnya. ia mengerang kesal...


"Kau menamparku Angell." teriak Grace histeris tidak terima.


"Aku peringatkan padamu jangan pernah membawa keluargaku di dalam persoalan kita atau aku tidak akan segan-segan menghajarmu." matanya bersinar tajam.

__ADS_1


"Benarkah...aku akan membalasmu Angell."


"Kau sangat menyedihkan Grace...cinta tak akan pernah bisa dipaksa sampai kapanpun."


"Arrrggggggrhhhhh."


Angell meninggalkan Grace yang tersungkur masih dengan tangisannya.....


Sehari kemudian, Angel mendapatkan kabar jika Grace melakukan bunuh diri dengan cara minum racun.


#Flashbackoff#


Angell menatap makam milik Grace dengan isakan sedih lalu mengangkat wajahnya menatap Wili yang masih menatapnya tajam. dengan susah payah Angell berdiri, gaun putihnya sudah kotor penuh debu. gaun yang dia buat susah payah untuk hari bersejarah dalam hidupnya benar-benar akan bersejarah untuknya dalam arti yang lain, Angell tak akan melupakan hari ini. tidak pernah terpikir bahwa Wili menikahinya untuk dendamnya, yang sama sekali tidak dilakukannya. Angell pikir...Wili tulus kepadanya, hatinya sudah berdarah seperti tertusuk mata pedang tajam yang di arahkan Wili tepat di jantungnya. sungguh sakit sekali.


Angell menatap Wili dengan segenap kekuatan yang tersisa.....


"Apakah alasanmu menikahiku karna ini....karna kau pikir aku yang menyebabkan kematian adikkmu." suara Angell semakin serak.


"Yah..kau pikir apalagi..kau pikir aku jatuh cinta kepadamu dengan hatiku....Wili tertawa dengan mata yang basah....aku sudah bermimpi untuk bisa menyeretmu mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu pada adikku."


"Kau benar-benar yakin jika aku yang menyebabkan Grece bunuh diri..apakah kau sudah menyelidikinya."?


"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang...apa kau akan menyiksaku atau membunuhku di tempat ini di depan makam adikkmu Grace." seru Angell dengan suara pasrah..percuma...percuma dia membela diri, Wili tidak akan pernah percaya, kebodohannya sendiri membiarkan ia jatuh cinta dengan buta...ia buta ketika Wili terkesan sangat buru-buru melamarnya dan menikahinya atas alasan cemburu. sungguh Angell telah membirkan ia jatuh cinta pada pria yang salah.


Wili mendekat....meraih lengan Angell yang begitu rapuh, pria itu tertegun ketika ia melihat tatapan hancur dari mata Angell. untukk sesaat ia merasa nyeri, namun dengan cepat ia mengabaikan rasa itu...


"Membunuhmu terlalu ringan bagimu Angell, kau tidak merasakan penderitaan..bagaimana kalau aku menyiksamu...aku rasa akan lebih adil bagi Grace bukan."? sinar mata Wili membara.


"Kau sungguh akan menyiksaku."? ulang Angel menyakinkan pendengarannya..


"Aku bahkan tidak ragu sedikitpun..Angell, sekarang cepat minta maaf di makam adikku." perintah Wili dengan tajam.


"Tidak...aku merasa tidak bersalah..bukan aku penyebab kematiannya Wili...Angell menggeleng enggan."


"Minta maaf.."ulang Wili dengan suara yang lebih keras.


"Tidaaaaakkkk." jerit Angell dengan tangisan yang pecah..


"Beraninya kau melawanku Angell."

__ADS_1


Wili mencenggkram lengan Angell dengan kuat lalu memaksa wanita itu untuk berlutut di makam Grace, walau Angell meronta namun Wili tidak kehilangan akal...ia semakin memaksa Angell untuk menunduk sampai wajah Angell menyetuh lantai makam.


"Tidakkkkk..." jerit Angell dengan rasa sakit hati yang menyiksanya. airmatanya mengalir deras ketika Wili menyiksanya sedalam ini, memperlakukannya dengan begitu rendah.


"Cepat minta maaf..atau aku akan membunuhmu disini." ucap Wili semakin menekan Angell.


"Aku benci padamu Wili.....aku benci...meski kau membunuhku aku tidak akan meminta maaf atas apa yang tidak aku lakukan." jerit Angell kembali meronta ketika leher belakangnya dipaksa menunduk, sakit sungguh sakit sekali...


"Katakan..mengapa kau keras kepala."


"Karna aku tidak bersalah...aku tidak melakukan apapun pada Grace."


Wili sangat marah....


Diraihnya tubuh Grace yang tampak kelelahan, riasannya pudar, gaunnya sudah tidak terbentuk dengan baik robek di segala sisi, rambutnya yang rapi digulung anggun tadi pagi kini sudah terlepas dengan mengenaskan.


"Baiklah...kau sendiri yang memilih mengabaikan peringatan dariku..maka kau harus menerima semua resikonya Angell Wins."


Angell tertawa walau airmatanya mengalir.....


"Walaupun aku harus mati...aku tidak akan pernah takut sedikitpun Wili..karna memang aku tidak bersalah." ucap Angell dengan tatapan tajam.


Wili semakin dipenuhi emosi....


"Terserah padamu Angell, sekarang kau akan mendapatkan rasa sakit dan airmata...hanya air mata." ucap Wili penuh janji.


Wili menatap makam adikknya dengan sedih, walau belum berhasil membuat Angell meminta maaf, tapi Wili yakin dengan penyiksaannya Angell akan menyerah.....


Diraihnya lengan Angell dengan kasar untuk meninggalkan pemakaman itu dengan segera. membuka pintu mobil dengan cepat, Wili lantas melemparkan tubuh Angell ke dalam mobil tanpa sedikitpun rasa bersalah....


Angell hanya memejamkan matanya, airmatanya menetes lagi dan lagi....seolah tidak lelah, jemarinya mengepal dengan gemetar. menyerahkan nasibnya pada pemilik kehidupan..sungguh, ia tak bisa berpikir..otaknya buntu. bagai mimpi Angell merasa semua yang terjadi kepadanya diluar bayangannya.


Mereka sampai disebuah vila di puncak miliknya. Wili keluar dari sana dengan tatapan membara, membuka pintu mobil ia menarik Angell dengan keras hingga Wanita itu hanya mampu terdiam dan menahan rasa sakit.


Melewati ruang tamu yang sepi Wili kembali menyeret Angell menuju lantai atas. membuka pintu kamar lalu menuju kamar mandi.


Wili merobek gaun pengantin yang dipakai oeleh Angell tanpa suara. matanya dingin dan hanya ada kemarahan disana.


"Sekarang mandilah...aku ingin kau siap dalam waktu lima menit." ucap Wili dengan tatapan membunuh.....

__ADS_1


__ADS_2