Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Zefanya vs Jay


__ADS_3

Tak terasa sudah hampir tiga minggu Rafael dan Zefanya menikah. Tari juga sudah kembali di asrama dengan berat hati, walau Livia sangat berat melepaskannya. namun mereka sering bertukar kabar.


Rafael sudah mulai bekerja seperti biasa hubungannya dengan Zefanya sedang hangat-hangatnya. Zefanya berperan sangat baik sebagai istri dan juga menantu yang baik untuk Livia dan tentu adik ipar yang menyenangkan bagi Angell.


Atas paksaan Rafael, akhirnya Zefanya membuka sebuah Restoran kecil yang terletak di jantung kota untuk menyalurkan hobi memasaknya. dan supaya ia tidak bosan selalu berada dirumah. mereka masih tinggal di apartement untuk menikmati masa pengantin baru juga untuk merahasiakan pernikahan di atas kertas yang disepakati keduanya, meski mama Livia selalu meminta mereka tinggal dirumah namun, Rafael punya cara sendiri untuk membujuk sang mama.


Pagi itu di Restoran...


Zefanya sedang mencicipi hasil masakannya dan beberapa pelayan yang membantunya agar rasanya pas.


"Bagiamana rasanya nyonya Zefanya," seru Amel salah satu pegawainya dengan penuh harap.


Zefanya tersenyum....


"Rasanya enak sekali Amel..kau benar-benar berbakat." puji Zefanya hingga Amell begitu senang karna dapat menyenangkan bossnya.


"Terimakasih nyonya."


"Jangan bosan belajar ya..aku mengandalkanmu Amel." ucap Zefanya serius.


"Aku akan melakukan yang terbaik nyonya Zefanya."


Gerakan pintu terbuka membuat Zefanya menoleh mengira pelanggan yang datang, ia mengangkat wajahnya penuh senyum namun..senyumnya menghilang ketika ia melihat siapa yang datang.....


"Wah......aku sangat beruntung bisa bertemu dengan adikku yang tersayang." seru seorang pria denga wajah tampan namun begitu dingin.


"Kak Jay."? desah Zefanya mengepalkan tangannya.


"Bisa kita bicara sebentar."? lirik Jay pria bertubuh tinggi dan tegap itu penuh harap.


"Tidak...aku sangat sibuk.." Zefanya berbalik dan hendak melangkah....


"Jangan bersikap keras padaku Zefanya, kau lebih tau aku bukan."? desis Jay mengancam.


Zefanya menghentikan langkahnya lelah...lalu menatap ke arah Amel yang menatapnya juga takut.Zefanya memberi isyarat untuk tenang. ia kemudian menoleh kepada Jay dan mengehela nafas.

__ADS_1


"Silahkan ikut aku..kita bicara di atas." Zefanya melangkah sementara Jay mengikutinya dari belakang.


Cafe Zefanya mempunya dua lantai di atas biasanya menjadi tempat favorit pengunjung, karna bisa melihat pemandangan kota yang ramai dan bisa lebih tenang ketika akan makan. kebetulan sedang sepi maka Zefanya memanfaatkannya dengan bicara dengan Jay.


"Ada apa."? Zefanya memutar tubuhnya menatap tajam ke arah Jay.


"Kau kasar sekali kepadaku Zefanya."


"Aku sangat sibuk jadi aku tak punya waktu untuk bermain-main."


"Baiklah...aku ingin kau memberiku uang hanya 50 juta saja."


"Kau sudah gila..dari mana aku mendapatkan uang sebanyak itu."


"Kau istri orang kaya...uang itu tidak ada artinya buatmu Zefa."


"Aku tidak bisa...kalau kakak mau uang, maka kakak harus kerja."


Belum selesai Zefanya berbicara, Jay menerjang wanita itu seraya mencekiknya hingga Zefanya kehilangan kekuatannya...


"Kak Jay...lepas." jeritya menahan sakit.


"Kau tau benar jika aku bekerja walau masih kecil kak, bahkan aku tidak menikmatinya sedikitpun..ayahmu sama saja dengan dirimu kak, kalian hanya bisa mabuk dan menyiksa aku dan mama." jerit Zefanya menahan sakit di lehernya.


"Diam....kau..aku akan membuatmu di tendang dari keluarga kaya raya itudan membuatmu hidup seperti pengemis lagi."


Airmata kesakitan mengalir di wajah Zefanya, ia berusaha kuat mendorong tubuh Jay hingga terlepas. Zefanya mengambil nafas dengan sebanyak-banyaknya. ia menatap tajam kearah Jay dengan wajah terluka.


"Mama berjuang untuk menghidupimu setelah ayahmu meninggal kak Jay, tapi apa balasanmu..? kau ingin menghancurkan hidupku dengan mau memperkosaku hingga ingin menjualku di rumah pelac**,aku sangat membencimu." tangis Zefanya pecah saat itu juga.


"Yah..kau dan mamamu sama saja, perempuan murahan yang berpura-pura merayu pria kaya, setelah itu kalian mengeruk hartanya dan berpura-pura seolah kalian adalah korban." ucap Jay penuh dendam.


"Kau sakit jiwa kak Jay, apakah kau lupa siapa yang menghabiskan uang dan harta kalian."? desis Zefanya tanpa takut ia mendekati Jay yang masih menatapnya tajam.


Sudah lama Zefanya menyimpan rasa sakit sendiri dan ini saatnya ia menyadarkan Jay, agar berhenti mengganggu mereka karna Zefan sudah lelah hidup penuh teror dari kakak tirinya Jay.

__ADS_1


"Kau....kau sendiri yang menghabiskan semua harta ayahmu dan karna kau tidak terima maka kau mulai menuduh orang lain atas apa yang kau lakukan sendiri." teriak Zefanya dengan lantang.


"Zefanya."


"Kau menabrak orang di jalan karna sedang mabuk lalu menyebabkan lima orang meninggal kak...lalu karna ayahmu takut kau membusuk di penjara maka dia rela membayar pengacara sampai kau bisa bebas di hitungan bulan ke tiga." isak Zefanya memejamkan matanya. mengingat hari-hari penuh pertengkaran antara orangtuanya hingga rasanya seperti berada di neraka.


Jay mengeraskan tatapannya...


"Aku tidak percaya sedikitpun kata-katamu Zefa...aku akan pastikan kau...terusir kembali ke jalanan." ucap Jay dengan tajam. lalu membalikan tubuhnya meninggalkan Zefanya yang sudah tersungkur di lantai. airmatanya menggenang, tubuhnya gemetar, ketika menyadari pertama kalinya ia melawan pada kak Jay, yah...slama ini ia selalu menghindar dan ketakutan bahkan ketika hanya mendengar namanya saja, namun Zefanya puas karna bisa melepaskan segala beban dan mengalahkan rasa takutnya. ia harus berani, karna ada adikknya Tari yang harus ia bela dan lindungi.


Zefanya berdiam diri di atap selama beberapa saat untuk menenangkan dirinya sendiri yah..ia butuh waktu untuk menenangkan dirinya sendiri dan ia hanya bisa berharap jika kak Jay bisa berubah dan meninggalkan kebiasaan buruknya dengan minuman keras dan obat-obatan terlarang yang selama ini begitu kuat mengikatnya.


Jay keluar dari Restoran dengan wajah kesalsetengah mati, bukannya uang yang di dapat malahan ia yang mendapat kejutan dari adikk tirinya. pria itu sangat membenci Zefanya.


Sebuah mobil mewah berhenti di sampingnya. Jay menatap dengan jengkel, mengapa hari ini ia sial sekali.


Pintu kaca mobil terbuka dan menampakan seorang wanita yang sangat cantik tersenyum kepadanya.


"Jay Roman." ucapnya pelan.


"Yah...apakah kau mengenalku."?


"Yah..tentu saja...aku sangat mengenalmu dan aku bisa tebak sekarnag jika kau sedang memikirkan cara membalas cindirela tidak tau diri itu." tunjuk Wanita itu ke arah restoran.


Jay mengangguk membenarkan.....


"Apa hubungannya denganmu."?


"Aku bisa membantumu asal kau mengikuti semua yang aku perintahkan."


Jay tampak berpikir...


"Kau bukan hanya bisa balas dendam padanya tapi aku bisa memberimu uang 100 juta, bagaimana."? tawar wanita itu dengan mata berbinar.


Jay melebarkan senyumannnya...uang 100 juta,dia sudah sangat merindukannya..

__ADS_1


"Baiklah."


"Ikut mobilku sekarang." senyum wanita itu misterius....


__ADS_2