Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Mengantar Dion


__ADS_3

Mikha dan Dion turun dari arah tangga, pria kecil itu memegang kuat pergelangan tangan Mikha seolah menggantungkan hidup, ia terlihat takut karna berada di lingkungan asing yang tidak dikenalinya, hanya Mikha yang membuatnya nyaman dan menepis rasa takutnya...Dion sesaat menatap Mikha yang menggenggamnya dengah erat..


"Semua akan baik-baik saja sayang..tenanglah.." bisik Mikha menenangkan Dion yang sedikit gemetar...


Dion mengangguk lalu tersenyum...


"Mikha......" sapa Keyla menatap ke arah Dion dengan tatapan kagum....


"Keyla...."bisik Mikha memeluk tubuh sahabatnya dengan erat......pandangan Keyla turun pada Dion yang menatap malu-malu.


"Siapakah pria tampan ini."? bisik Keyla tertarik....


"Dion....namaku Dion." ucap Dion tersenyum sambil menatap ke arah Mikha...


"Kau tampan sekali." puji Keyla tersenyum..


"Yah.....dia sedikit malu." bisik Mikha menjelaskan..


"Baiklah...kalau begitu."


"Mana Mike dan si kembar."? tanya Mikha tersenyum, melirik ke segala arah dan namun tidak menemukannya.


Keyla tersenyum minta maaf....


"Mikhe sedang mengawasi si kembar, kau tau...mereka begitu posesif kepadanya...baru saja ia melangkah namun mereka langsung menangis."


Mikha tertawa.........


"Aku bisa membayangkan wajahnya...." ucap Mikha tersenyum...


"Selamat malam." tegur seseorang di belakang mereka.....


Keduanya langsung menoleh, dan menemukan senyum Stela yang penuh kepura-puraan....


"Kak Stela.." ucap Mikha menahan debaran jantungnya, entah kekacauan apa yang ia akan lakukan malam ini...Mikha tanpa sadar mengeratkan genggamannya dalam tangan Dion.....


"Aku senang sekali kembali ke rumah Mikha, dan...siapakah ini."? ucap Stela menatap Keyla..


"Dia Keyla istri Mike..."


"Ow....mantan tunanganmu yang mencampakanmu itu yah..." tawa Stela sama sekali tidak lucu...


Mikha mengeraskan tatapannya,...


"Kakak....jika tidak berhenti menutup mulutmu mungkin besok kakak akan pergi ke pulau Tandus untuk menangani proyek aur bersih disana...." ancam Mikha dengan terbuka...


Tawa Stela seketika menguap begitu saja...ia lalu menbangguk sedikit takut, yang benar saja...siapa yang tahan dikirim ke pulau....


"Aku akan menyapa papa dan ibu dulu." ucap Stela berpamitan.....


Keyla seketika tertawa..

__ADS_1


"Kau benar-benar hebat Mikha.."


"Aku benci setiap kata yang keluar dari mulutnya Keyla, maaf tentang apa yang ia sampaikan tadi...." Mikha sungguh merasa tidak enak...


"Sudahlah..tidak masalah kok...itu sudah masa lalu." ucap Keyla dengan tatapan pengertian....


❤❤


"Hadiah yang indah Mikha..terimakasih." ucap Aksana dan Lusi menatap sepasang jam tangan mewah dengan rasa senang..


"Aku tidak tau mau menghadiahkan apa lagi..semua sudah papa dan mama miliki, mengapa aku memberi hadiah jam,..karna aku ingin papa dan mama mengingat betapa, kebersamaan itu sangat berharga dan waktu yang lewat tak akan kembali." ucap Mikha dengan penuh arti.


Aksana mengangguk mengerti lalu mendekati Mikha, dan seketika itu juga memeluknya erat..


"Papa sangat bangga padamu, berbicara tentang waktu pahit yang pernah kau lewati dulu...papa minta maaf." ucap Aksana sedih..


"Aku sangat mencintai dan bangga padamu papa, terimakasih sudah menghadirkan aku di dunia...aku hanya ingin papa tau jika...aku sudah melupakan kenangan pahit itu, cintaku padamu terlalu luas untuk sepotong luka, aku sudah sembuh papa...dan berbahagialah bersama mama..maka aku juga akan bahagia.." bisik Mikha memejamkkan matanya menikmati pelukan papa, tak lama kemudian Lusi pun bergabung dan mereka saling memeluk...


Sementara dari jauh Stela mengepalkan tangannya, Keluarga bahagia.....


"Mikha sayang..untuk saat ini...aku akan membiarkan kau, menikmati pelukan mereka sebelum Damian membunuhmu dengan sangat kejam...." Stela tertawa penuh kemenangan.....


❤❤


"Namamu Dion."? ulang Lusi menatap pria kecil yang tampan itu dengan tatapan kagum.


"Iya aku Dion nyonya.." ucap Dion tersenyum sopan...


Lusi menatap Mikha yang tampak jatuh cinta pada Dion,...


"Yah..orangtuanya pasti mencari dan aku merasa tidak enak...mereka pasti cemas sekarang."


"Baiklah hati-hati dan cepat kembali." ucap Sang mama memberi nasihat..


"Baik mama." ucap Mikha menggenggam jemari Dion untuk keluar, sementara Lusi kembali bergabung bersama suami dan rekan kerja mereka yang lain...


💝💝


Dion menatap rumah besar itu dengan senyuman,


"Apakah aku bisa kembali bermain dirumah tante."? ucapnya penuh harap...


Sambil memasukan beberapa kotak kue yang di sukai Dion ke dalam mobil. Mikha menutup pintu di belakangnya, gaun malamnya yang berbelahan tinggi sampai di paha membuatnya bergerak seikit lebih baik, sebenarnya bisa mengganti baju tapi akan memakan waktu sementara hari sudah malam....orangtua Dion pasti sudah sanagt cemas,.


"Jika ayah dan ibumu menginjinkan kau boleh datang kesini lagi tampan." seru Mikha membuka pintu mobil...


"Ibuku sudah meninggall."


Mikha membeku...ia kemudian menoleh, dan merasa sungguh bersalah...ia mendekat dan memeluk tubuh kecil itu dan mengusap punggungnya..


"Maaf...tante tidak tau kalau...."

__ADS_1


"Tidak mengapa....."


"Ayahmu masih ada..."?


"Yah...ayahku masih ada..dia pasti akan sangat marah padaku." ucap Dion mulai gelisah...


"Baiklah, tante akan menjelaskan pada ayahmu, kau tenang saja..." ucap Mikha berusaha menenangkan.


"Benarkah.."?


"Yah...."


"Baguslah..apakah kue kesukaanku sudah tante bawa."?tanya Dion antusias..


"Sudah."


"Baiklah..ayo kita pulang tante." ucap Dion menghela tangan Mikha dan keduanya saling melempar tawa...


Sementara dari jauh tampak sebuah mobil hitam mengitai, mengapa tuan mudah begitu akrab dengan wanita itu..mereka bahkan terlihat seprti ibu dan anak...Rino menggeleng, ia akan segera melapor pada Tuan Damian....


❤❤


Setelah berkendara hampir 2 jam, akhirnya mobil Mikha berhenti tepat di hadapan sebuah mansion megah yang tertutup pagar yang sangat tinggi....


Mikha melirik Dion.......


"Apa kau yakin jika disini tempatnya."?


"Aku yakin....daya ingatku di atas rata-rata tante." ucap Dion bangga...


"Sombong sekali." ucap Selena terkekeh....


"Tekan bel tante maka penjaga akan memeriksa kita dan setelah melihatku mereka akan meminta kita masuk."


Mikha hanya menuruti kata-kata Dion, dan benar saja...para penjaga dengan wajah sangar itu langsung menunduk hormat pada Dion dan mempersilahkan mereka masuk....


Mikha hanya mengangguk menunjukan kalau dia sangat terpukau dengan Dion.


Mobil itu berhenti tepat di depan mansion, dan Mikha baru menyadari jika ia tidak memakai jaket, dan masih memakai gaun malam tanpa lengannya...


"Ayo turun sayang.." bisik Mikha tersenyum namun Dion menahan lengannya...


"Tante...terimakasih untuk hari ini, kau mengingatkanku akan ibu..aku sangat senang." ucap Dion dengan sungguh...


Wow.....Mikha membeku, mendengar perkataan Dion lalu meraih tubh kecil itu untuk memeluknya..


"Aku jatuh cinta padamu Dion, kau bisa bertemu denganku kapan saja...aku juga senang hari ini." bisik Mikha menarik tubuhnya....


Keduanya tersenyum penuh rasa haru...


❤❤

__ADS_1


Damian meraih pistol kecil dan di masukan kedalam saku jasanya, dari cctv ia tau pembunuh itu telah menbantar putranya pulang...


"Saatnya membalas dendam Mikha."bisik Damian dengan mata berkilat....


__ADS_2