Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Menghadapi badai


__ADS_3

Angel memarkir mobilnya di sebuah apartemen mewah dan keluar dari mobil dengan wajah gusar. sekali lagi ia menatap kartu nama di dalam genggamannya.


"Wiliam Pearl..kau pikir kau bisa seenakknya padaku."? ucap Angell melangkah dengan angkuh menuju apartement itu.


Menurut informasi yang disampaikan pegawainya. pria itu tinggal disini bersama kekasihnya. dan tentu saja mereka yang memesan gaun pengantin di butikknya. memang pria itu telah membayar lunas, namun bukan masalah uang namun harga diri. jelas pria itu bilang gaunnya tidak layak dan seolah dia tak becus menjadi seorang desainer. dan itulah yang membuat Angel tidak terima karna itu menyangkut reputasinya. bagaimanapun Angell sudah pernah menggelar peragaan busana di usia 18 tahun. ia bahkan sudah masuk majalah fesyen yang memuat orang terkenal.


Gaunnya bahkan menjadi langganan para artis dan pengusaha-pengusaha. yah..Angell begitu terobsesi menjadi seperti mama Livia bahkan selera Angel juga menjadi sama dengan Livia yaitu desainer. dalam hal ini ia menjadi harapan mama Livia karna cita-citanya yang tertunda. papanya terlalu proktektif menjaga mama Livia bahkan ketika mereka sudah tidak muda lagi. itu sebabnya mama Livia selalu mendukungnya untuk menjadi seorang desainer terkenal.


"Ting..."


Pintu lift terbuka dan Angel keluar dari sana menemukan sebuah pintu besar dan segera menekan bel pintu. setelah menunggu beberapa lama seorang wanita berpakaian seperti pelayan menatap ke arahnya.


"Ya...nona mau cari siapa."


"Tuan Wiliam Pearl ada."


"Silahkan masuk beliau ada didalam."lantas wanita itu keluar dari sana dan memberikan jalan untuk Angell masuk.


"Lalu kau mau kemana."?


"Tugas saya sudah selesai untuk membersihkan ruangan tuan Wili dan saatnya saya kembali."


Angell terdiam sebentar itu artinya hanya mereka berdua didalam ruangan.


tapi mengapa ia harus takut, dia adalah seorang Angel Wins.


Setelah menguatkan hatinya. Angell memasuki ruangan apartement yang terlihat begitu luas itu dan tertegun. ruangan apartement ini didominasi warna biru seperti kesukaannya. sejenak Angell tersenyum merasa nyaman berada di ruangan yang dingin dan terasa nyaman.


"Tunggu..ia datang kesini bukan untuk menganggumi apartement seseorang." desahnya pelan.


"Ehem..."


Suara berat seseorang mengalihkan pandangan Angell seketika ia membalikan tubuhnya dan menatap seorang pria yang sangat tampan dan juga dewasa. memakai setelan jass tiga potong menatap ke arahnya dengan sangat tajam. Angell melonggarkan tenggorokannya. memperingati hatinya agar fokus.


'Nona Angel Wins...apakah mataku tidak salah saat ini, kau sendiri yang datang menemuiku."

__ADS_1


Angell tersenyum dengan ke angkuhan yang begitu kentara di wajahnya.


"Tentu saja tuan Wiliam Pearl aku datang sendiiri untuk menemui sekaligus memperingatkan dengan siapa kau coba berhadapan sekarang."


"Panggill saja aku Wili." ucap pria itu sedikit menekan di nada suaranya.


"Tuan Wili." ucap Angell akhirnya. dan Wili hanya mengangguk tersenyum


"Aku tau..aku sangat tau semua tentangmu nona Angel, bahkan seluruh duniapun tau siapa dirimu..putri mahkota dari seorang yang kaya raya tuan Rusell Wins."


"Lalu..mengapa kau mengembalikan gaun rancanganku, apa kau bermaksud menghinaku dengan pengembalian gaun itu, apa kau sengaja ingin mengejekku.' Angell bersedekap dengan gusar. walaupun tadi ia sempat mengagumi ketampanan pria ini namun sekarang tidak lagi. tak ada yang istimewa dari pria ini.


"Duduklah lebih dahulu." bisik Wiliam menaikan alis. mempersilahkan Angell untuk duduk di sofa.


Lalu gadis itu hanya menurut dan duduk disana...mereka saling bertatapan sekarang dan menatap tajam.


"Aku yakin mungkin salah satu pegawaimu berbuat kesalahan yang tidak kau sadari Nona Angel."


"Hum..jadi kau sekarang ingin menyalahkan pegawaiku yah."


"Itu bisa saja terjadi nona Angel, human eror itu bisa saja terjadi." pria itu bersedekap menikmati wajah marah Angell yang terasa cantik dimatanya.


"Bagaimana kalau sebelum aku menunjukan bukti, maka kita akan buat kesepakatan lebih dahulu." tawar Wili dengan santai.


"Mengapa aku harus bersepakat denganmu."Angel menggeleng dengan enggan.


"Kau harus dan kau tidak punya pilihan sama sekali untuk menolak kesepakatan kita nona Angel."


"Angel saja, cukup anda memanggilku Angel."


"Baik Angel, bagaimana..."


"Kesepakatan seperti apa."?


"Kau bekerja di perusahaanku menjadi sekertarisku sambil kau merancangkan gaun pengantin lagi untukk kekasihku bagaimana." tawar Wili

__ADS_1


"Hahaha..aku pikir kau tidak waras tuan Wili aku...tidak akan menjadi sekertarismu dan tidak akan tunduk kepadamu, mungkin kau harus mencari desainer lain."


Angell berdiri dan siap melangkahkan kaki namun lengannya tertahan oleh tangan Willi yang mencekalnya. hingga ia menoleh dengan kesal.


"Apa ini."? jeritnya dengan keras.


"Jika kau tidak menuruti apa yang aku mau maka aku akan menuntut butikmu dan tentu saja mempermasukan dirimu dan bahkan ayahmu."


"Aku tidak takut kepadamu, kau pikir kau bisa mengancamku sekarang." Angel menaikan alisnya menantang.


Wili tersenyum dan mengangguk, lalu setengan menyeret tubuh Angel untuk duduk kembali dan menyerahkan sebuah berkas.


"Baca itu dan kau...akan tau seperti apa kekuatanku untukk menjatuhkan butikkmu dan terlebih lagi nama Baikkmu Angel." tawanya menggelegar dengan keras.


Angel melonggarkan tenggorokannya dan mulai membaca isi dari file yang diberikan tuan Wili kepadanya. dan betapa terkejutnya Angell ketika melihat foto bukti bahwa salah satu pegawainya bernama Linda menghianatinya dengan memasukan butiran berlian palsu pada gaun pengantin pesanan tuan Wili dan ia mengambil keuntungan dari hasil berlian palsu itu dengan jumlah yang besar. tubuh Angel gemetar menatap berkas itu bahkan ada juga hasil rekaman cctv yang diberikan tuan Wili kepadanya. bagaimana bisa pegawai yang tampak alim itu bisa menghianatinya. Angel menggertakan giginya. dan memejamkan matanya.


"Kau sudah tau kan, apa jawabanmu Angel, aku bahkan memesan berlian itu dengan sangat mahal dan kau bisa dibilang menipuku." ucap Wili dengan tajam.


Angel kehilangan kata...ia sungguh malu akan perbuatan pegawainya.


"Berapa lama aku menjadi sekertarismu." ucap Angell memijit dahinya.


Wili tersenyum dengan sangat lega...menyadari semua rencananya berjalan dengan baik.bahkan pegawai yang menghianati Angel juga adalah anak buahnya. yah...saat ini Angell hampir masuk kledalam perangkapnya.


" Enam bulan aku rasa aku akan menganggap ini semua tidak pernah terjadi. tuntutan itu akan berakhir dalam enam bulan."


"Tapi enam bulan terlalu lama."


"Aku tidak perduli, kau harus setuju atau aku membawa masalah ini ke pengadilan."


"Baiklah...aku setuju." ucap Angell dengan emosi yang tertahan.


"Aku harus pulang sekarang."


Angell meraih tas nya dan menuju pintu.

__ADS_1


"Berikan nomor ponselmu, besok pagi kau sudah harus bekerja di perusahaanku Angel Wins." Wili bersedekap seraya menaikan sudut bibirnya.


Angel mau tak mau mengeluarkan ponselnya dan menyebutkan nomornya dengan berat hati.


__ADS_2