Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Siasat Alex


__ADS_3

Setelah membersihkan tubuh dan lukanya Alex mendekati Diaz yang sedari tadi sedang menunggunya. memasuki ruang kerja pribadi di mansionnya Alex menuju kursi kebesarannya dan duduk disana. ia menatap Diaz dengan tajam.


"Informasi apa yang kau dapatkan."? tatap Alex tak sabar.


"Tuan...aku menemukan fakta yang yang sangat meyakinkan jika tuan Wili mendekati nona Angell bukan karna mencintainya."


Alex mengerutkan dahi..apa maksud Diaz..jelas-jelas pria itu terlihat sangat mencintai Angell. bagaimana bisa Diaz bilang bahwa Wili tidak mencintai Angell. ini sangat menarik untukknya.


"Diaz....apa kau yakin jika kau tidak salah kali ini."? ucap Alex menyelidik.


Diaz meletakan sebuah file di meja kerjanya dan menatap Alex dengan penuh keyakinan.


"Semua informasi tentang tuan Wili ada di file ini, saya mohon tuan Alex agar membacanya."


Alex menatap file itu dengan senyuman puas. walau ia belum membaca seluruh isinya namun ia yakin kali ini semua rencananya akan berhasil.


"Hahahaha....Wili..kau akan hancur di tanganku dan Angell akan menjadi milikku." desis Alex dengan seringai tajam.


❤💝


Setelah puas makan, Wili dan Angell kemudian keluar dari restoran sambil bergandengan tangan. keduanya tampak sangat mesra.


"Aku kenyang sekali sayang." ucap Wili tak melepaskan tangan Angell, ia merasa bahagia.


"Aku juga...kau tadi makan sangat banyak Wili."


"Angell....hampir semua makananku adalah sayuran."


"Itu bagus untukkmu Wili..mulai sekarang aku akan mengatur pola makanmu..."


"Baik calon nyonya Wiliam Pearl." Wili mengedipkan matanya sembari membuka pintu mobil dan mempersilahkan Angell masuk.


"Sekarang apa kau mau langsung pulang ke rumah atau ke apartemenku dulu..aku sangat.."


"Tidak...aku sangat lelah jadi jangan macam-macam." ucap Angell penuh peringatan.


"Aku hanya bercanda tapi serius." ucap Wili tertawa sambil menghidupkan mesin mobil.


"Apa maksudmu bercanda tapi serius." tatap Angell.


"Jika kau tidak mau aku tak akan memaksa tapi jika kau juga ingin aku juga tak menolak."

__ADS_1


"Astaga kau sangat licik."


"Ayo..kita harus cepat pulang karna mama pasti sudah cemas menungguku."


"Baiklah ratuku." ucap Wili menggoda Angell hingga wanita itu menggelengkan kepalanya sambil tertawa.


***💝***


Rafael mengemudikan mobilnya dengan penuh senyuman. ia tidak sabar lagi untuk segera sampai di bandara yah....hari ini Elena kekasihnya akan pulang dan Rafael sudah tidak sabar lagi untuk bertemu.


Akhirnya setelah setengah jam perjalanan mobil itu sampai di area bandara. memarkir mobilnya Rafael turun dari sana dengan kepercayaan tingkat tinggi sudah 3 bulan mereka berpisah dan Rafael sudah tidak sabar ingin memeluk wanitanya.


Ruang kedatangan internasional penuh sesak dengan para penjemput penumpang. dan Rafael cukup bersyukur ia memiliki postur tinggi di atas rata-rata jadi ia tak perlu berjinjit untuk melihat ke arah pintu kedatangan.


Lama...sekitar hampir satu jam Rafael menunggu. pria itu akhirnya tersenyum melihat sosok yang ia rindukan, namun senyum itu tidak bertahan lama ketika ia melihat Elena tidak berjalan seorang diri namun bersama seorang pria yang ia kenal sebagai teman Elena. "Kenzo." bisiknya pelan.


Jemari Rafael terkepal dengan kuat, emosinya naik hingga ia menjadi sangat marah.


dengan langkah lebar Rafael mendekati pasangan itu dan menghadang langkah mereka dengan tatapan tajam.


"Elena." sapanya dengan nada paling dingin.


Elena sangat terkejut begitu juga Kenzo, mereka langsung melepaskan genggaman mereka dengan cepat. dan kenyataan itu benar-benar menyakiti Rafael.


Elena menatap ke arah Kenzo dan mereka kemudian melangkah bersama ke arah yang sama dengan Rafael.


Rafael masuk ke mobil di ikuti Kenzo yang duduk di sebelahnya sedangkan Elena memilih duduk di bagian belakang.


Rafael mengeraskan rahangnya, tanpa suara melajukan mobilnya membelah jalan. sungguh semua pemandangan ini diluar pikirannya, teganya Elena....wanita ini, bagaimana bisa wanita ini menghianatinya.?


Mobil itu berhenti di sebuah pantai yang sepi, Rafael keluar dari mobil di ikuti Kenzo dan juga Elena.


Mereka berdiri berhadap-hadapan satu sama lain.


"Sudah berapa lama.." ucap Rafael mencoba tenang.


"Rafael....maafkan aku...aku..."


"Sudah berapa lama..." teriak Rafael dengan begitu keras, hatinya sekali menatap wajah bodoh yang ditampilkan Elena saat ini.


Kenzo menatap Rafael dengan tajam...

__ADS_1


"Dia sedang hamil anakku Rafael."


"Apa."? wajah Rafael memucat saat ini.


Diraihnya kemeja Kenzo dan sesaat kemudian memukul dengan keras wajah pria itu hingga Kenzo babak belur, masih tidak puas Rafael kembali meraih tubuh Kenzo dan menghantam rahangnya.


"Brengsek...kau mengambil milikku..akan kubunuh kau..."


Baru saja Rafael ingin memukul Kenzo, lengannya ditahan Elena dari arah samping..


"Aku mohon hentikan Rafael." jerit Elena dengan tangisan.


Kepalan tangan Rafael tertahan di udara seiring rasa sakit di dadanya ketika mendengar suara Elena memanggil namanya. baru kali ini Rafael jatuh cinta sekaligus patah hati.


Rafael menurunkan tangannya menatap mata Elena dengan ekpresi terluka. matanya turun dan mendapat kebenaran jika Elena sedang hamil. tadinya ia berpikir itu adalah anakknya namun. kekasihnya malah berhianat.


"Apa kau mencintainya...apa selama ini kau hanya berpura-pura mencintaiku Elena." ucap Rafael meminta jawaban.


Elena menatap wajah Rafael yang terluka..hatinya juga sakit namun..semua sudah terjadi. ia tak bisa merubah keadaan.


"Aku...sesungguhnya sangat tertekan denganmu Rafael." ucap Elena bersuara.


"Apa..maksudmu."?


"Kau selalu mengekangku...kau selalu mengaturku dan aku sangat muak...aku benci pada pria posesif.... dan Ken...dia menawarkan hubungan sehat denganku."


Rafael mencekal lengan Elena sedikit kuat, tatapannya membara.


"Jadi maksudmu..hubungan kita tak sehat..bagaimana denganmu..kau sudah tidur denganku dan kau malah dengan mudah melemparkan tubuhmu pada pria lain..apakah kau pikir dirimu sehat."?


"Aku mencintainya..aku...mencintai Kenzo..tapi tidak denganmu Rafael..aku hanya merasa tertekan denganmu sehingga rasanya aku hampir tak bisa bernafas." ucap Elena yang akhirnya membuat Rafael terperangah...


Rafael melepaskan cengkramannya pada Lengan Elena dan menatapnya tajam...


"Aku akan mengingat hari ini dengan baik, bagiku kau...adalah sampah, dan aku sudah membuangnya. jadi berbahagialah dengan sesama sampah karna kalian sangat cocok bersama." ucap Rafael dengan sinar mata membunuh. menatap mereka bergantian lalu meninggalkan mereka berdua di tepi pantai yang sepi dan sunyi.


Elena menatap ke arah Kenzo dengan airmata yang menetes....


Kenzo mendekati Elena dan meraih Elena ke pelukannya dan mengelus punggungnya.


"Semua akan baik-baik saja Elena, percayalah..aku tak akan meninggalkanmu." ucap Kenzo dengan tatapan menenangkan.

__ADS_1


"Terimakasih Kenzo." ucap Elena memejamkan matanya dengan lirih.


Sedangkan Kenzo tersenyum dengan penuh kemenangan...


__ADS_2