
Wilard mengepalkan tangannya...
"Apakah maksudmu dengan aku adalah pamannya."? ucap Wilard dengan sinar mata membunuh pada sang dokter..
Tari yang melihat situasi tidak aman langsung menghalangi pandangan Wilard pada dokter.
"Terimakasih dokter..." Tari menunduk...
"Namaku Leo..senang bertemu dengan anda nona Tari...pastikan kau memberi obat tepat waktu pada pamanmu." ucap Leo tersenyum jatuh cinta pada Tari..
"Aku akan mengingat semua perkataanmu dokter."
Pria muda itu tersenyum dan melangkah keluar kamar dan menutupnya kembali.
"Jika saja aku bisa bergerak maka dia pasti mati..." seru Wilard mengutuki ketidak berdayaannya.
Tari menggeleng lalu duduk di dekat Wilard dan kembali menyuapi Wilard buah-buahan... melihat kemarahan yang begitu kentara di wajah Wilard membuat Tari merasa gemas sendiri. ia meletakan piring buah dan mengecup bibir Wilard dengan sedikit lama, Tari merasa sudah gilla karna dirinya sudah mengalami kebuncinan tingkat akut pada Wilard, bahkan ia mati rasa pada ketampanan sekelas Sean ataupun Leo...Astaga..pria iniyang mampu membuatnya tergila-gila.
"Kau sengaja meciumku agar aku melupakan kata-kata dokter itu...apa kau senang dia menggodamu yah."
"Lebih baik kau jadikan dokter Leo itu sebagai motifasimu supaya kau lebih cepat sembuh dan nikahi aku agar kau tenang."
"Hah."?
Tari tersenyum...
"Aku hanya mencintaimu dan tolong jangan ragukan aku..meski 1000 pria tampan di sisihku aku akan tetap memilihmu." ucap Tari membuat Wilard tersenyum lega...
Wilard terdiam kali ini, kata-kata Tari mampu membungkam semua kata-katanya, bahkan Tari sudah mulai berani meciumnya terang-terangan. Wilard sungguh bahagia...
"Maafkan aku."
"Jangan mengulanginya lagi...."Tari menyipitkan matanya.
"Aku tidak janji Sayang, hatiku terbakar ketika melihatmu bersama dengan yang lain."
"Itu hanya perasaanmu sayang...aku tetaplah milikmu Wilard Pearl...dan aku akan setia kepadamu."
"Suapi aku buah, lalu aku akan memikirkannya."
Tari mengangguk dengan cepat lalu menyuapi buah ke dallam mulut Wilard dan keduanya pun tertawa seketika.....
"Kau tau siapa yang menembakmu sayang."?
Wilard menggeleng, itu pasti anak buah Sean siapa lagi hanb menembaknya, anak buahnya sangat setia dan tidak mungkin melakukan hal itu.
"Anak buah Sean."? ucap Wilard..
"Kau salah...."
"Apa maksud mu kau salah." kali ini Wilard menatap Tari dengan tajam.
"Yang menembakmu bukan anak buah Sean..kau tau kan jika Sean tidak akan berbuat curang.."
"Lalu,"?
"Anak buahmu....Theo." ucao Tari hati-hati...
"Theo..."? ulang Sean seakan tidak percaya,
__ADS_1
Tari mengangguk dengan berat....
"Sekarang dia di tahan di kantor polisi dan menunggu proses, apa kau akan melanjutkannya atau mencabut laporannya.
Wilard terlihat sedikit terguncang...matanya terpejam berusaha menolak kenyataan jika Theo berani menembaknya. apa yang terjadi...mengapa Theo bisa berubah menghianatinya..
Mengapa.?
Wilard terkejut ketika Tari menyentuh keningnya yang berkerut dengan dalam..
"Aku sangat mengerti perasaanmu Wilard ...tapi itulah kenyataannya.
"Kami telah bersama selama 20 tahun kala itu dia masih kecil dan aku menolongnya dari perdagangan manusia...dia tidak sekalipun membantah kata-kataku dan selalu mengerjakan semua hal dengan cepat dan rapi...mengala dia melakukan itu."?
"Jangan sedih Wilard.." Tari menyesal men eritakan ini pada Wilard karna Wilard sangat terpukul di hianati oleh orang terdekatnya.....
Tari mengecup kening Wilard dengan dalam.. dan menatap mata pria itu yang menatapnya..
"Kau punya aku sekarang dan...aku tidak akan menghianatimu." ucap Tari menatap denganpenuh penekanan..
"Terimakasih sayang..dukunganmu sangat berarti bagiku." ucap Wilard seranya memhiarkan Tari memeluknya walau dengan hati-hati...
TAK ADA HUBUNGAN YANG ABADI PADA HATI MANUSIA...MEREKA BISA BERUBAH MENJADI SANGAT MENGERIKAN JIKA SUDAH SERAKAH...........
💙
Sore hari ketika Wilard sendirian di dalam ruangan sementara Tari sedang menebus obat. seseorang membuka pintu ruangan dan segera masuk..
Sean muncul disana dengan keranjang buah di tangannya...ia mendekati Wilard...
"Apa kabar dirimu Wilard."? tatap Sean dengan tajam.....
"Aku sudah lebih baik Sean terimakasih..."
"Terimakasih untuk kedatanganmu disini Sean dan terimakasih karna kau melepaskan Tari."
"Tentu...sebenarnya aku tidak ingin menyerah tapi, aku sadar jika Tari mencintaimu dan ia bisa gila jika aku pisahkan darimu Wilard, jadi jangan coba-coba membuatnya menangis atau kau akan kehiangannya."
"Aku mencintainya dengan nyawaku Sean..dan setelah aku sembuh maka kami akan menikah."
"Bagus...aku senang mendengarnya." ucap Sean tulus...
Sean lalu mendekat dan keduanya pun saling bersalaman tanda perdamaian...
💚💚
Setelah dua minggu berada di rumah sakit untuk pemulihan, Wilard akhirnya di perbolehkan pulang ia bertekad untuk sembuh dan menikahi Tari secepat mungkin karna ia tak sanggup lagi berada jauh dari wanita itu.
Hari pernikahan tiba......
Wilard mengucapkan janji pernikahan di depan pendeta dan para anak buahnya juga ada Sean yang menjadi pengiring pengantin.
Kedua pasangan pengantin yang berbahagia...
Wilard begitu bahagia ketika malam ini menjadi saksi penyatuan cinta keduanya. tidak pernah dibayangkan Wilard jika ia bisa menikah dengan gadis yang tercantik yang awalnya menjadi musuh besarnya.....
Para tamu memberi selamat pada kedua mempelai yang berbahagia.....
Sean menatap keduanya dengan senyuman pasrah.....
__ADS_1
"Aku akan merana." ucap Sean menggoda keduanya...
"Kau akan menemukan jodohmu nanti Sean." ucap Wilard menghibur..
Tari menanggapinya...
"Mungkin saja jodohmu belum lahir Sean." goda Tari membuat Sean menggeleng...
"Aku tidak akan pernah menikahi anak kecil."
"Kita liat saja nanti." ucap Tari tersenyum.....
Malam pengantin.......
Tari duduk di ranjang dengan sangat gugup, melihat Wilard masuk dan menatapnya dengan aneh...jantungnya berdegup kencang karna sedikit takut...
Bagaimana malam pertama itu...bagaimana rasanya, apakah menyakitkan....
Tari benar-benar takut...
"Sayang.." Wilard menyentuh bahunya
"Yah...." Tari berusaha menjauh.....
"Menagapa kau menghindar..."?
"Aku minum obat penenang saja, aku...takuttt...bagaimaa rasanya...bagaimana jika aku....mati setelah melakukannya..aku...."
"Hah....mati."? ulang Wilard memejamkan matanya gusar, ia bahkan sudah sejak tadi menahan gairahnya...
Wilard mendekati Tari perlahan...
"Jangan mendekat dulu." jerit Tari kesal....
"Katanya kau ingin melahirkan anakku...jadi kau harus mau melakukannya denganku, rasanya tidak akan membuatmu mati sayang..aku akan melakukannya perlahan.."bujuk Wilard pelan...
"Apakah akan sakit." tanya Tari polos...
"Tidak,..."jawab Wilard berbohong..jika ia bilang sakit maka malam ini ia tidak bisa memiliki Tari..
"Aku akan marah padamu jika itu menyakitkan."
"Hm..."
Tari akhirnya menurut ketika Wilard mendekatinya, mencium bibirnya, menyentuhnya dan membawanya kedalam kenikmatan yang baru pertama kali ia rasakan.............
Wilard tersenyum.....
"Aku mencintaimu istri kecilku Tari."
TAMAT....❤❤
Hai.......jadi Season ketiga sudah selesai yah...tapi bab berikut kita akan lanjut dengan Season ke 4
Tentang anak-anak Angel-Alex, Rafael-Zefanya dan juga Anak Wilard dan Tari....
Pertemuan kembali Tari dengan keluarganya...
Lebih seru dan menegangkan? pastilah...kalao gak tegang bacanya bukan karya author.....
__ADS_1
So...di tunggu bab berikutnya yah.......terimakasih sekali para readerku tersayang, karna cinta kalian semua author masih melanjutkan novel ini...semoga kita semua selalu sehat yah...
Love U All..💋💝🙏