
Angell kembali merasakan mual hingga ia harus berlari ke wastafel...sementara Alex yang terlihat begitu panik ia mendekati Angell dan mengelus punggung Angell..
"Bertahanlah Angell, apa yang kau rasakan."? seru Alex dengan panik.
"Rasanya lemas sekali..aku tak bisa makan seafood itu rasanya aneh..."
"Bukankah kau menyukainya."?
"Entahlah Alex...usaplah punggungku, aku sangat mual."
"Baiklah Angell." Alex menyentuh punggung Alex dan mengusap punggungnya.
Sementara Wili terdiam di tempatnya....ia kehilangan suara, apakah Angell hamil.? apakah anakknya atau anak Alex.? Wili membeku disana dengan mata berkaca-kaca, ia berharap itu anakknya, ia sungguh tak sanggup kehilangan Angell dan menyerahkan Angell pada Alex...tidak.....Wili menatap dengan tajam segala cara akan ia lakukan agar terus bersama istrinya.
"Ayo..kita akan ke rumah sakit sekarang." Alex menarik kedua lengan Angell dan mereka bertatapan penuh arti.
Angell gemetar menatap Alex..ia menggeleng ketika menyadari sesuatu yang aneh terjadi di tubuhnya, mulai dari ia telah datang bulan,lalu badannya lemas dan sering mual. Angell merasa begitu takut. Alex mendekat ketika ia merasakan hal yang sama.
"Jika kau hamil maka anakku maka kau..tidak akan aku lepaskan Angell." ucap Alex dengan tenang.
Angell meneteskan airmatanya sungguh ia merasa takut.
Angell merasa pusing seketika itu juga seiring tubuhnya jatuh perlahan di pelukan Alex. dengan cekatan Alex menangkap tubuh Angell dan mendekapnya erat.
Ia lalu menoleh ke arah Wili....
"Siapakan mobil Wili." titah Alex..
"Baik." ucap Wili bergegas mengambil mobil.
Rumah Sakit.........
Rumah sakit siang itu menjadi heboh dengan kedatangan Angell dalam gendongan Alex. pria iyu meletakan Angell di ranjang rumah sakit, Wili juga terus mengikutinya.. Alex dan Wili ingin masuk namun dokter melarang melihat betapa pucatnya wajah kedua pria ini mungkin mereka akan pingsan jika ikut masuk.
Dokter menatap mereka berdua yang sedang menatap ke arah pintu IGD dengan wajah cemas.
"Bisa aku berbicara dengan suami nyonya Angell."?
"Saya dokter." ucap Alex dan Wili serentak hingga membuat dokter menaikan alisnya.
"Apa maksudnya."?
"Aku suami sah nya dokter." ucap Wili.
"Aku adalah ayah dari bayi yang dikandung nyonya Angell." sambung Alex dengan dingin...
Mata dokter pria paruh baya itu seakan melompat keluar dari tempatnya mendengar pengakuan langka dari kedua pria yang tampak tampan dan kaya ini.
"Baiklah aku tak berhak mencampuri hubungan kalian yang terasa begitu rumit ini,aku akan masuk dan memeriksa..nyonya Angell."
Dokter itu pergi dengan kerutan di dahinya sesekali ia terlihat menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Alex terkekeh melihat betapa terkejutnya dokter itu...
"Kau tidak tau malu Alex."
"Bukankah kita sama tidak tau malunya."?
"Akulah suami Angell."
"Kau suami yang sebentar lagi akan menjadi mantan, kau hanya sedikit beruntung karna cepat menikahinya dari pada aku."
"Maka itu tinggalkan kami Alex."
"Tidak..."
"Mengapa."?
"Jika Angell hamil maka itu pasti anakku Wili."
Wili bersedekap...
"Bagaimana kalau itu adalah anakku."
"Kita liat saja nanti, jika dia mengandung anakkmu maka aku akan menyerah."
"Bagus...aku pegang kata-katamu Alex."
"Bagaimana jika sebaliknya, Angell mengandung anakku."? tanya Alex melipat kedua tangannya di dada, menikmati wajah pucat Wili.
"Aku.....akan....merelakannya." ucap Wili dengan nada pasrah. sambil memalingkan wajahnya.
💘💘
Livia sedang membuat kue kesukaan Angell yang di minta tadi pagi sebelum Angell berangkat ke butik. suara deringan ponsel mengehentikan aktifitasnya ketika pelayannyq mengangkat telp. tak berapa lama kemudian pelayan itu berlari dengan wajah pucat.
"Nyonya...."
"Yah..ada apa."?
"Telp dari rumah sakit, non Angell pingsan." ucap pelayan itu sedih.
"Apa....pingsan."?
"Benar nyonya."
"Astaga....cepat kau memberitau tuan Rusell di ruang kerjanya, aku akan bersiap-siap." ucap Livia dengan panik. meninggalkan peralatan kue dan meminta pelayan menyelesaikannya.
"Baik nyonya Livia."
💓💓
Angell membuka matanya di iringi rasa pusing yang masih menyerangnya dengan begitu kuat.
__ADS_1
"Nyonya Angell, syukurlah anda sudah sadar." ucap Dokter dengan senyum ramah.
"Dokter..apa yang terjadi kepadaku."? tanya Angell masih memijit dahinya.
"Nyonya sedang hamil dan usia kandungannya masih baru, berjalan hampir lima minggu." ucap Dokter sembari menyuntikan obat penguat kandungan melalui infus Angell yang menggantung.
"Apa...lima minggu, dokter."? jerit Angell dengan suara tercekat.airmatanya menetes..ia mengandung anak dari Alex.? bagaimana mungkin.? jemarinya langsung bergetar hingga dokter harus menenangkannya.
"Nyonya Angell tenanglah..kau akan membuat janinnya terguncang,jangan terlalu banyak menangis."tegas dokter.
Angell tetap saja menangis...ia tak bisa menikah dengan Alex..tidak, ia mencintai Wili bukan Alex. desah Angell mulai panik lalu ia melirik sang dokter.
Angell meraih jemari sang dokter dan menangis sambil memohon...
"Aku mohon...tolong aku dokter." ucap Angell menundukan kepalanya.
💞💞💞
Alex..Wili dan juga orangtua Angell menunggu dengan sabar di luar ruangan sambil menanti dengan wajah cemas masing-masing......
Tak ada suara sedikitpun yang keluar dari mulut mereka masing-masing... Alex merasa seperti sedang berjalan di tepi jurang yang dalam, jauh di dasar hatinya sedang berbunga-bunga entah mengapa....ia merasa senang akan sesuatu, apakah firasatnya benar jika Angell hamil anakknya.?
Ya Tuhan..jika memang benar Angell hamil anakknya maka Alex sungguh bahagia, ia berjanji akan menyerahkan hidupnya kepada Angell dan anakknya...
"Ceklek.........."
Lamunan Alex terhempas ketika ruangan Angell dirawat terbuka...
Dokter keluar dari sana dengan senyuman, semua mengerubuninya, dokter menatap satu persatu sebelum tatapannya jatuh pada Alex dan berdiam disana.
"Bagaimana dokter."? tanya Wili dengan antusias.
"Nyonya Angell sedang hamil 9 minggu." ucap dokter dengan pelan.
Wajah Wili begitu senang, berbanding terbalik dengan wajah Alex yang terlihat kecewa..ia menggeleng.,tidak mungkin, ia yakin..perasaannya tidak mungkin salah, bagaimana mungkin Angell hamill anak Wili.? mata Alex basah..hatinya sungguh sakit entah mengapa.......
Wili mendekati Alex dan menatapnya dngan tajam...
"Aku harap..kau menepati janjimu Alex." tinggalkan kami dengan segera."
Alex mengepalkan tangannya....dan melangkah pergi meninggalkan ruangan itu...ia harus melampiaskan amarahnya..bagaimana mungkin Angell hamil anak Wili, bagaimana mungkin......?
💔💔
Angell sendirian di ruang perawatan..Wili begitu senang ketika tau ia hamil begitu juga orangtuanya, entah mengapa Angell memikirkan Alex, pria itu menghilang..dan ia merasa sedih, apakah ia terlalu jahat.?
"Ceklek."
Pintu terbuka dan Alex muncul disana dengan wajahnya yang kusut ia tersenyum mendekati Angell, menarik kursi dan duduk di samping ranjang Angell.
Matanya basah...ketika menatap mata Angell yang juga basah...
__ADS_1
"Mengapa kau melakukannya mengapa kau berbohong Angell."? bisik Alex tajam.
"Maafkan aku...Alex." isak Angell sedih.....