Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Menjebak Elena


__ADS_3

Jay keluar dari gedung perusahaan Rafael yang tinggi menjulang. ia tersenyum puas. Rafael ternyata orang yang sangat pintar namun memiliki hati yang luar biasa baik. yah...bahkan Jay di tawari pekerjaan meski bukan di kota ini. Jay tertegun ia merasa bersalah karna selama ini ia begitu menyakiti Zefanya. padahal adikknya selalu baik padanya. wajar saja Zefanya mendapatkan pria yang baik dan juga mapan, namun pria yang memiliki hati bersih dan adil. setelah semua ini berakhir maka Jay akan menemui Zefanya secara langsung dan meminta maaf sebelum berangkat ke tempat kerja yang baru dan tentu mengawali hidupnya yang baru juga.


Jay menghampiri mobilnya dan segera masuk, ia duduk sebentar didalam mobil sembari meraih ponselnya. ia harus memainkan perannya dengan baik. tak berapa lama senyumnya mengembang, ketika Elena mengangkat telpnya.


Jay: Selamat siang nona Elena.


Elena: Bagaimana hasilnya, apakah semua berjalan dengan baik? apakah Rafael percaya semua kata-katamu?


Jay: Tentu saja nona Elena, tak ada yang tak bisa kulakukan.


Elena: Kau tidak berbohong bukan.?


Jay: Mana mungkin aku berbohong,sebentar lagi pasti tuan Rafael akan menghubungimu.


Elena: Aku senang sekali Jay, kerjamu bagus sekali..aku akan memberimu uang sisa yang kau minta..


Jay: Nona Elena....


Elena: Yah..ada apa.?


Jay: Kau tidak perlu memberiku uang..


Elena: Mengapa, bukankah sebelumnya kau...menginginkannya?


Jay: Aku sudah dapat pekerjaan yang baik.


Elena: Hah.?


Jay: Sampai jumpa Elena.


Jay meletakan ponselnya dan menarik nafas, ia memejamkan matanya ketika membayangkan uang 150 juta melayang begitu saja. Rafael memperingatkan dirinya agar mulai saat ini berdiri di kakinya sendiri dan memegang harga diri sebagai laki-laki. dan tidak mendapatkan uang dengan cara yang tidak baik. dan entah mengapa Jay melakukan semua perintah Rafael, padahal kan kalau diam-diam mengamnil uangna juga Rafael tidak akan tau.


Jay berdecak kesall....


"Bagaimana kalau aku menelfon lagi dan meminta hakku."? ucap Jay penuh pertimbangan...


Berdirilah di kaki sendiri, dan pegang dengan kuat harga diri sebagai laki-laki.


Ucapan Rafael padanya masih selalu terngiang di telinganya membuat Jay mengurungkan niatnya. mungkin ia harus mengiklaskan uang yang sangat banyak itu..


Jay menghidupkan mesin mobil dan meninggalkan parkiran gedung perusahaan itu dengan senyuman getir.


💗💗


Elena menatap dirinya di cermin dengan senyuman puas. hari ini ia akan pergi ke restoran Zefanya demi bertemu dengan wanita itu. yah...Elena menghubungi Zefanya tadi dan mengajaknya bertemu. Elena tidak sabar lagi. Zefanya pasti akan akan kecewa dan malu lalu mengembalikan Rafael kepadanya. Elena akan menjadi kekasihnya dan selanjutnya Elena akan menjadi istri Rafael..


Wanita itu menatap dirinya di cermin, hari ini dia melepas semua makeup tebalnya. dan berubah menjadi sosok Elena dulu yang lugu dan mampu membuat seorang Rafael Wins jatuh cinta.


Rafael Wins..akan kembali kepadanya, Elena tidak sabar lagi melihat Zefanya diceraikan. seperti dirinya yang telah resmi bercerai. Elena tak sabar lagi mengganti namanya menjadi Elena Wins.

__ADS_1


Wajahnya memerah dengan hanya membayangkan saja..


"Aku akan menjadi Nyonya Rafael Wins." Elena tertawa dengan keras. hatinya berbunga-bunga dengan indah.


Segera ia meraih tas kecilnya dan melangkah keluar kamar. menghampiri mobil dan melaju menuju ke Restoran Zefanya.


💝💝


Rafael mendengarkan berulang kali rekaman suara Elena yang sebenarnya sengaja di rekam Jay untuk menjebak Elena. pria itu menyipitkan matanya. Rafael akan memperdengarkan Rekaman itu pada seluruh keluar mereka termasuk orang tua Elena. agar wanita itu malu dan tak akan mengulangi kesalahannya.


Jemarinya mengetuk-ngetuk di atas meja kerjanya. mengenang memang dahulu ia sangat menciintai Elena dan begitu terpuruk karna penghianatan yang dilakukannya, namun dengan kehadiran Zefanya mampu mengobati lukanya dan menumbuhkan perasaan cintanya yang tumbuh subur di hatinya. Rafael tak akan menukar apapun juga, ia sudah merasakan sakitnya penghianatan itu dan..ia tak akan pernah menghianati atau di hianati.


Suara pesan masuk di ponselnya...


Rafael tersenyum lega..


💓💓


Elena menatap sebuah restoran kecil di hadapannya. ia ingin menemui Zefanya lebih dahulu dan ingin memberi Zefanya peringatan.


Elena mendekat dan membuka pintu. ia tertegun melihat banyaknya pengunjung yang datang. hampir tak ada tempat duduk yang kosong. Elena tak ammpu membendung rasa irinya ia mendekat ke arah Zefanya yang sedang sibuk menulis pesanan pelanggan.


Zefanya menyadari kehadiran Elena dan menghentikan aktifitasnya.


"Elena." sapanya dengan lembut.


"Aku ingin bicara."


"Baiklah...naiklah ke atas lebih dahulu lalu aku akan menyusul." ucap Zefanya ramah.


"Dasar orang miskin yang sombong..ckckck." Elena memutar bola matanya jengkel karna ia harus menunggu.


"Maaf..aku sedikit sibuk, atau kau bisa datang lain kali jika ingin kita dengan lebih santai."


"Aku akan menunggu." ucap Elena dengan malas.


Zefanya hanya mengangguk dan menatap Elena yang menaiki tangga. ia hanya menggeleng pasrah.


Sekitar 30 menit kemudian, Zefanya naik ke atas dengan membawakan makanan dan minuman...


Elena melirik sinis.


"Kau pasti lapar." ucap Zefanya meletakan hidangan di atas meja.


Elena memejamkan matanya...


"Aku datang bukan untuk mencoba makanan miskinmu."


"Baiklah..kau boleh tidak memakannya." ucap Zefanya masih tenang...

__ADS_1


"Aku kesini untuk memberi peringatan kepadamu..bahwa sebentar lagi Rafael akan menceraikanmu Zefanya."


"Benarkah....? tidak mungkin..." airmata Zefanya menggenang.


"Kau harus kembali ketempat asalmu Zefanya."


"Mengapa kau kejam Elena.?


"Aku tidak kejam Zefanya..aku hanya mengambil kembali apa yang menjadi milikku...dan sejak awal Rafael adalah milikku." teriak Elena dwngan mata membara.


"Kalian adalah masa lalu, sekarang aku adalah istrinya."


Elena mencibir...ia menatap Zefanya dengan pandangan remeh.


"Kau bisa mendapatkan tubuhnya Zefanya, tapi hatinya tetap menjadi milikku."


"Kau yakin sekali..." seru Zefanya dengan sakit hati.


Elena tertawa dengan keras....


"Rafael menelfonku berkali-kali..dan mengemis untuk meminta agar aku kembali kepadanya."


Zefanya bangkit berdiri dan memalingkan wajahnya..


"Jika memang Rafael bahagia maka aku akan merelakannya untukkmu." tangis Zefanya pecah saat itu juga hingga hati Elena menjadi puas.


"Nanti malam...akan ada pertemuan di rumah Rafael..kau tau apa maksud dari pertemuan itu."? tatap Elena puas.


"Apa lagi."?


"Untuk menceraikanmu di hadapan keluargaku sekaligus meminta aku menjadi istrinya."


"Rafael mengatakan itu padamu Elena."


"Yah..."


"Pergilah sekarang..pergi dari hadapanku." jerit Zefanya penuh tangis.


"Baik...aku memang akan pergi Zefanya, sampak jumpa nanti malam." ucap Elena dengan wajah sumringah. meninggalkan Zefana dengan airmata yang menggenang.


Setalah Elena pergi....


Zefanya menghapus airmatanya dan mengangkat telp dari Rafael..


Rafael: Sayang...


Zefanya: Rasanya sangat menyakitkan.....


Rafael: Sayang...aku mencintaimu.

__ADS_1


__ADS_2