Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Menyakitkan


__ADS_3

Angell menatap Wili dengan gemetar, matanya berair dan terus menerus menangis.


memegang jubah mandinya dengan takut. apa yang akan dilakukan Wili padanya dan apa yang akan terjadi, rasa sakit seperti apakah yang akan ia dapatkan.


Wili juga telah selesai mandi lalu menatap Angell yang berdiri di sudut paling jauh di kamar mandi.


"Mengapa berdiri disana."?


"Wili...seharusnya kau mendengarkan aku...seharusnya kau menyelidiki semuanya dengan teliti." suara Angell terdengar sangat sedih.


Wili mendekati Angell yang semakin merapat di sudut ruangan. pria itu tertawa puas.


"Seharusnya kau berpikir dua kali sebelum membuatku marah Angell, seharusnya kau...memikirkan dua kali sebelum kau menyakiti adikku." geramnya.


"Aku tidak pernah menyakitinya." isak Angell


"Mengapa kau terus mengatakan kebohongan dan mengapa kau tidak mencoba jujur, itu lebih baik dan aku akan memaafkanmu perlahan." terik Wili kesal.


"Aku tidak akan meminta maaf atas sesuatu yang tidak pernah aku lakukan."


"Kau membuatku muak Angell."


"Lakukanlah...lakukanlah apa maumu agar hatimu puas, sakiti saja aku jika itu membuatmu lebih baik." tantang Angell dengan airmata yang menetes.


Wili mengangguk dengan senyum kemarahan...


"Kau yang memaksaku Angell..maka jangan menyesal jika kau merasakan kesakitan."


Angell memejamkan matanya ketika Wili melepaskan Jubah mandinya dengan kasar dan menghempaskannya ke ranjang. mata Wili bersinar tajam dan mendekati Angell yang telihat sudah pasrah di bawahnya.


"Kau akan merasakan rasa sakit yang tak pernah kau rasakan sebelumnya Angell.


Skip................


Angell menatap tubuhnya di cermin kamar mandi, airmatanya bersatu dengan air shower yang mengalir.


hampir di seluruh tubuhnya terdapat bekas percintaan yang kebiruan. seluruh tubuhnya kesakitan dan Angell hanya berdiam diri disana tanpa sepatah katapun.


Wili sudah pergi entah kemana setelah melakukan penyiksaan kepadanya.


Angell memejamkan mata, di saat seperti ini ia begitu merindukan rumah merindukan semua kasih sayang yang ia dapatkan dari keluarganya. dan...yang paling di rindukan Angell adalah mama Livia.


"Mama...aku merindukanmu" rintih Angell di dalam tangisan kesakitannya.


💛💛


Wili keluar dari mobilnya masuk ke dalam kantornya dengan buru-buru. hatinya gelisah dan sakit entah mengapa. meninggalkan Angell pagi ini dengan keadaan yang mengenaskan membuat tubuhnya bergetar. Wili merasa hancur melihat keadaan Angell, dan mengutuki kebodohannya karna terlalu menyakiti wanita yang kini menjadi istrinya. yah..telah menjadi istrinya....


Wili memijit pelipisnya sambil menekan lift hari ini dia sedang menyiapkan berkas untuk di bawanya bersama Angell. sebenarnya semalam rencana dia membawa Angel, pergi namun keadaan Angell yang tidak memungkinkan.


"Kakak." suara Dani terdengar tegas di belakangnya.


Wili menoleh......


"Apa lagi."

__ADS_1


"Aku ingin bicara."


"Ini kesempatan terakhirmu..ikut ke ruanganku."


Pintu ruangan Wili terbuka pria itu bergegas duduk di kursi kebesarannya.


"Duduk."


"Kakak..mengapa kau menghadangku untuk datang ke pesta pernikahanmu."


"Bukankah kau tau aku tidak suka kau ikut campur."?


"Aku tak punya maksud apa-apa."


Wili tertawa......


"Aku tak ingin marah saat ini karna aku sedang tak ingin, tapi aku ingin kau tau bahwa percuma kau merencanakan semua dibelakangku karna aku tau segala yang kau lakukan." ucap Wili tenang.


Wajah Dani menjadi pucat.....


Wili bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Dani memegang pundak adikknya dengan diam, namun begitu kuat hingga Dani meringis....


"Hanya kau adikku satu-satunya dan aku minta jangan pernah memprovokasiku lagi Dani, cukup sudah kau membuat darahku mendidih karna ulahmu...aku akan menyerahkan perusahaan ini di tanganmu karna aku akan pergi.. berbahagialah dengan Fela dan berhenti mengurusi Angell..karna dia adalah istriku sekarang."


"Setidaknya aku ingin Angell bahagia karna dia pantas kak"


"Dia bahagia atau tidak itu adalah urusanku."


"Baik...aku menyerah tapi aku hanya ingin mengingatkan padamu kak, kalau Angell tidak bersalah dan sebaliknya Gracelah yang bersalah pada Angell..aku harap ketika kau menemukan kebenaran semuanya belum terlambat kak Wili." ucap Dani sambil menundukan kepalanya dengan dalam. lalu keluar dari sana dengan tatapan pasrah. ia sudah berusaha selanjutnya ia hanya bisa menyerahkan di dalam tangan Tuhan.


Angell tidak bersalah...? tidak mungkin..jelas-jeas Grace menelfonnya dan mengadu bahwa Angell menamparnya bahkan menghinanya yang membuatnya depresi dan bunuh diri. Dani hanya membela Angell karna dulu ia begitu mencintai Angell. Wili bahkan baru memulai semuana mana mungkin ia menyudahinya.


"Hahahaha....." pria itu tertawa dengan tak sabar.


🤍🤍


Wili membuka pintu rumahnya dan menemukan Angell sedang duduk menatap ke sebuah kolam dan ikan yang berenang di dalamnya. wanita itu terlihat pucat dan...lemah.


Wili mendekat.....


"Mengapa kau ada disini, bukankah aku menyuruhmu bersiap-siapp."?


Angell terkejut dan menoleh, Wili membeku melihat wajah Angell yang begitu pucat, bekas darah akibat tamparannya juga begitu terlihat di sudut bibirnya.


"Aku......"


"Cepatlah kita akan berangkat."


Wili memutar tubuhnya dan bersiap melangkah....


"Kita mau kemana Wili."


"Ke tempat dimana tidak seorangpun yang bisa menemukan kita hanya ada kau dan aku."


"Apa maksudmu."? isak Angell dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Wili mendekati Angell dengan senyum kejam...


"Menjauhkanmu dari keluargamu sayang..kurasa itu cukup menyakitkan bukan."


Angell menggeleng...


"Tidak...aku tidak mau pergi Wili aku mohon." tangis Angell menjatuhkan tubuhnya sambil memohon...


"Aku suamimu Angell, kau adalah milikku sekarang dan kau tidak punya pilihan lain selain mengikutiku."


"Aku tidak keberatan mengikutimu..aku akan mendampingimu walau kau menyakitiku dengan sangat banyak Wili, tapi...jangan pisahkan aku dari keluargaku dengan cara seperti ini..."


"Diam.....tutup mulutmu sekarang Angell dan jika kau membantahku sekali lagi maka kau akan mendapatkan hukuman yang lebih berat." ucap Wili mengancam.


Wili menghempaskan pegangan Angell dan meninggalkannya dengan penuh kemarahan...


Angell memejamkan matanya penuh dengan tangis..


bagaimana hidupnya nanti.......


💙💙


Seorang pria tampan memasuki sebuah rumah di pinggiran kota dengan langkah yang pasti, mendekati seorang wanita yang duduk di kursi roda.


"Ibu."


"Alex...tumben kau mengunjungiku..bagaimana kapan kau akan membawa Angell lagi."? ucap Melinda dengan penuh harap...


"Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu Ibu Melinda."


"Tentang apa ini."?


"Tentang aku dan Angell."


"Katakan apa maksudmu."?


"Aku mencintai Angell dan aku ingin kau tau jika aku akan mengejarnya sampai Angell menjadi milikku."


Wajah Melinda menjadi pucat...Angell keponakannya yang berharga dicintai oleh anak yang tidak jelas asal usulnya yang hidup dari belas kasihannya. betapa tidak tau malunya Alex ketika mengatakannya. Melinda melirik tajam, bahkan untuk menjadi pelayan Angel, saja Alex harus bersyukur.


"Apa kau sedang bercanda denganku."? ucap Melinda marah.


"Apa kau melihat aku sedang bercanda."? Alex bersedekap menantang...


"Kau sudah gila Alex, kau hidup dari belas kasihanku dan sekarang kau mengincar keponakanku yang berharga...apa kau tidak bermimpi terlalu tinggi." Melinda mencibir.


Tanpa diduga Alex tersenyum...sama sekali tidak terganggu dengan kaa-kata menyakitkan yang di ucapkan ibu angkatnya pria itu mendekat.....


"Aku tidak perduli kau suka atau tidak, Angell akan jadi milikku ibu."


"Jangan panggil aku ibu, aku sangat menyesal mengangkatmu dari kemiskinan..selama aku masih hidup, tak akan aku biarkan kau..menikahi keponakanku..derajat dan status sosial kalian sangatlah berbeda Alex.."


Alex menganggukan kepala.....


"Bagaimana kalau kau mati saja Ibu dengan begitu Angell akan menjadi milikku seutuhnya....bagaimana."? Alex tersenyum kejam.....

__ADS_1


__ADS_2