
3 Hari kemudian...
Tak ada jejak Mike lagi di sekitar Keyla, pria itu benar-benar menghilang dan tidak menunjukan wajahnya di dekat Keyla. namun bukan berarti Keyla tenang..wanita itu masih di liputi cemas luar biasa. bagaimana kalau Mike menyakiti bayinya..bagaimana kalau Mike tiba-tiba datang dan mencelakainya.apa yang harus di lakukan Keyla, ia juga mulai menghindari Roland, bukan apa-apa..ia hanya takut orang-orang Mike melihat mereka dan Roland akan menjadi sasaran kemarahan Mike.
Keyla meraih tasnya hari ini ia akan mulai bekerja setelah beberapa hari meliburkan diri. mengunci pintu Keyla segera melangkah keluar dan tertegun melihat Roland melangkah ke arahnya.
"Keyla..."?
"Hai..Roland, kau mau kemana."
"Aku akan menemuimu Keyla."
"Maaf..tapi aku akan pergi bekerja, bagaimana kalau nanti saja." pinta Keyla melangkah melewati Roland menuju motornya..
"Bagaimana kalau aku mengantarmu saja Keyla." Roland tidak menyerah..
"Aku ingin menggunakan motor, dan nanti saja Roland..jangan memaksaku."
Roland mengerutkan keningnya, mengapa ia merasa Keyla sedang menjaga jarak dengannya.?
"Ada apa denganmu Keyla...mengapa kau terlihat menghindariku."? tatap Roland tajam.
Keyla tersenyum..merasa tidak enak dengan situasi yang terjadi, Roland adalah penolongnya dan tak seharusnya ia bersikap seperti itu, namun...ia harus bisa menahan perasaannya karna hidup Roland dipertaruhkan disini, ia akan menghadapi Mike sendirian dan tidak melibatkan siapapun. Keyla menoleh ke arah Roland...
"Maafkan aku..aku hanya terlalu lelah..maaf." suara Keyla melembut.
Roland terlihat mengerti dan tersenyum....
"Baiklah Keyla..aku tidak akan memaksamu untuk mengantarmu..hanya jangan menghindariku..jika aku berbuat salah atau aku membuatmu tersinggung aku minta maaf." ucap Roland dengan wajah memelas.
Keyla semakin diliputi dilema, tak tau harus bersikap seperti apa..
Akhirnya Roland pamit pergi dan Kyela hanya mampu menatapnya.....ia pun mulai naik ke atas motor dan melaju menuju hotel.
***^^***
"Kau terlambat 10 menit Keyla." seru manajer dengan tatapan tajam.
Keyla hanya menundukan kepala pasrah.
"Maafkan aku manager, aku sudah berusaha tapi memang motorku.."
"Itu bukan urusanku Keyla..apa kau mau dipecat."?
Keyla menggeleng...
"Tidak.."
Wanita bertubuh tambun itu berjalan kesana-kemari sambil melotot ke arah Keyla seperti seorang guru yang sedang memarahi muridnya.
__ADS_1
"Maafkan aku Manager." ucap Keyla pelan..
"Ini pertama dan terakhir kalinya kau membuatku marah Keyla."
"Aku janji." Keyla memohon..
"Keyla..pergilah ke kamar 101 dan bersihkan kamar disana." ucap sang manager dengan tatapan beku.
Keyla tersenyum lalu menganggukan kepalanya, dan segera berlari ke arah kamar yang di maksud sang manager.
Menaiki lift khusus para karyawan, Keyla akhirnya sampai di ruangan yang dimaksud. dan mulai mencari kamar nomor 101, kamar itu terletak paling ujung. Keyla melangkah ke arah kamar itu dan membukanya.
Betapa terkejutnya Keyla ketika mendapati kamar itu terlihat sangat berantakan dengan berbagai tisue bekas pakai dan kond** yang berserakan. Keyla menghela nafas sebentar..menyandarkan tubuhnya di pintu kamar dan memejamkan matanya,
Airmata Keyla menetes pelan, seumur hidupnya..ia bahkan tak pernah mengerjakan semua pekerjaan berat...apalagi harus berhadapan dengan kamar menjijikan seperti ini.
Isakan Keyla awalnya pelan namun menjadi begitu terdengar pilu ketika membayangkan ia harus terus menangis, bahkan bayinya harus merasakan kesakitannya..
Jemari Keyla bergetar.....memeluk perutnya...
"Maafkan mama nak...maafkan mama." ucap Keyla menguatkan hatinya. ia berjanji ini terakhir kalinya ia bersedih, demi anaknya Keyla akan menjadi lebih kuat...
Keyla kemudian menghapus airmatanya dan mulai bekerja membersihkan satu persatu kekacauan yang terjadi di kamar itu. hingga memakan waktu beberapa jam...
Sekitar 2 jam kemudian...baru Keyla mampu membersihkan kamar itu. namun ia sangat kelelahan hingga tertidur di lantai kamar dan menyandarkan tubuhnya di tembok. bahkan dalam tidurnya ia masih memegang gagang pel.
"Beraninya kau tidur disini Keyla." suara bentakan yang keras mengejutkan Keyla hingga ia sangat terkejut memegang dadanya...
"Manager."? desah Keyla berusaha bangun dari duduknya walau merasa pusing....
"Bagus...kau mengambil kesempatan untuk tidur dan keenakan disini yah." wanita itu berdecak pinggang.
"Maafkan aku Manager..aku sangat lelah jadi aku..."
"Pergilah sekarang ke dapur dan buatkan kopi untuk Direktur kita." ucapnya tegas...
"Baiklah Manager..."
Keyla menundukan kepala dengan patuh, lalu mendorong peralatan kebersihan untuk keluar dari kamar.
Sementara manager lalu mengirim sebuah pesan....dan tersenyum senang...
💝💝
Keyla menatap dirinya di cermin. manager memintanya membersihkan dirinya lebih dahulu sebelum naik ke lantai atas ruangan Direktur.
Wajahnya terlihat pucat kelelahan, Keylapun memoleskan lipstik berwarna pink ke bibirnya, menyanggul rambutnya dan tersenyum, sesaat kemudian ia menyentuh permukaan perutnya yang sudah mulai sedikit menonjol, Keyla menghela nafas..ia harus mengumpulkan banyak uang untuk persalinan nanti...
Ia tak akan mengemis..atau memohon kepada siapapun lagi, dan berharap ia hanya berdua dengan anakknya saja.....
__ADS_1
Keyla melangkah keluar menuju dapur dan membuat kopi...lalu menekan tombol lift dan melonggarkan tenggorokannya, ia sangat ketakutan..apakah wajah Direkturnya garang, apakah ia akan menyukai kopi buatan Keyla..
Astaga mengapa ia merasa gelisah....?
"Ting..............."
Lift terbuka dan Keyla kerluar dari sana, menuju sebuah pintu bertuliskan....
Ruang Direktur...
Pintu di ketuk........
Dan Keyla membuka pintu dan menutupnya kembali, iapun membalikan tubuhnya dan membeku disana melihat Mike duduk di kursi Direktur, dan menatapnya tajam...
Keyla merasa ia sedang di kandang singa.......apakah yang akan terjadi padanya....
"Mengapa kau lama sekali."? tatap Mike kesal..
"Maaf Mike aku...."
"Direktur..bagiku kita tak punya hubungan lagi jadi bersikaplah sewajarnya, jangan memanggil namaku dengan mulut kotormu karna aku tidak sudi." ucap Mike dengan pandangan menusuk.
"Maafkan aku Direktur, tadi aku sedang membersihkan kamar.."
"Aku tak butuh penjelasanmu, cepat bawa kopi itu kemari." ucapnya malas...
Keyla mengangguk patuh lalu mendekati meja Mike dan meletakan cangkir berisi kopi dengan gugup....
"Minumlah Direktur."
Mike mengangkat cangkir dan meminumnya...sesaat kemudian...
"Ccrrrraaaangggggh." bunyi pecahan cangkir hancur di lantai dengan mengenaskan....
Tubuh Keyla bergetar, ia bergerak mundur dengan ketakutan..
"Apakah kau tidak bisa melakukan sesuatu yang benar, aku tidak suka kopi dingin,....mengapa kau malah membawanya Keyla."
"Maaf...." Keyla menundukan kepalanya dengan airmata yang menetes karna syok....ia sama sekali tak pernah membuat kopi ia tak bisa melakukannya namun beberapa waktu belakangan ini Keyla sedang belajar...
"Maaf..segampang itukah kau berkata maaf..enak sekali setiap berbuat kesalahan fatal kau selalu mengatakan maaf dan berharap itu semua selesai..." geram Mike.
Pria itu bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Keyla yang bergerak mundur...
"Direktur...apa yang akan kau lakukan..."? jerit Keyla menahan nafasnya yang terasa sesak karna takut...
"Kau harus membayarnya dengan mahal karna menyakitiku." ucap Mike mencengkram lengan Keyla dengan kuat...
"Mike...aku mohon....." desah Keyla putus asa......
__ADS_1