
"Apa maksudmu." ucap Angel tidak terima...
"Selama kau masih bekerja denganku, maka kau harus ikut itu semua perkataanku."
"Aku bekerja secara profesional Wili, dan hal yang menyangkut pribadiku adalah menjadi urusanku."
Wili menggeleng sambil tersenyum kejam pada Angel, jemari kokohnya meraih punggung Angel agar mendekat kepadanya. mata keduanya bertemu saling menantang menguji kekuatan mereka masing-masing.
"Angel, berhentilah mengujiku..kau ingat semua perjanjian kita bukan."
"Apa kau menyukaiku Wili." tatap Angel dengan tajam. yah...ia sudah berpikir berulang-ulang namun, ia m,asih tidak mengerti mengapa Wili bersikap posesif kepadanya. dan hanya ada satu alasannya pria ini pasti menyukainya.
"Percaya dirimu tinggi sekali Angell Wins." Wili tertawa mengejek.
"Jadi aku salah mengira yah..itu lebih baik lagi karna aku, sama sekali tidak menyukaimu Wili." ucap Angell dengan tatapan sinis.
Wili mengerang....hampir saja melakukan sesuatu diluar kendalinya.. terkejut ketika pintu ruangan terbuka dan Dani muncul disana dengan tatapan beku.
"Apa yang terjadi." ucapnya dengan wajah bingung..melihat kakaknya sosok Wiliam yang dikenal sangat dingin malah memeluk Angell dengan posesif. bahkan ini pertama kali dalam hidupnya ia melihat Wili memeluk seorang wanita. ada apa dengan kakaknya.?
Angel tersenyum dan memeluk tubuh Wili hingga keduanya bertatapan sekali lagi.
"Aku sedang memastikan ukuran jass yang akan dipakai kakakmu."
Angel melepaskan pelukan walau masih saling menatap dengan Wili.
"Baiklah.. aku mengerti..bisakah kita pergi sekarang." ucap Dani tidak sabar.
"Tentu aku sudah selesai." Angel meraih tasnya tidak perduli dengan wajah dingin yang ditunjukan oelh Wili.
Keduanya melangkah keluar ruangan dengan meninggalkan Wili yang dikuasai amarah.
"Sial.."
Wili mendekati meja dan meraih ponselnya. dan menelfon seseorang.
**************
Dani menatap wajah Angell yang masih terlihat gusar bahkan ketika mereka sampai di lift Angell masih saja diam.
"Ehm...mengapa kau terlihat gusar."
Angel menarik nafasnya.. ia masih sangat kesal dengan semua perlakuan Wili yang seenakknya padanya.
mengapa pria itu teramat menyebalkan..sifatnya sangat jauh berbeda dengan Dani yang begitu lembut ketika memperlalukan wanita.
"Aku tidak apa-apa Dani."
"Apakah terjadi sesuatu antara kau dan kakakku, seperti mungkin kalian saling menyukai." tatap Dani dengan wajah serius.
Angell menggeleng dengan keras, bahkan dalam mimpipun Angel tak akan sudi.
"Tidak Dani..tidak ada yang terjadi, maksudku..aku dan kakakmu, mana mungkin terjadi sesuatu pada kami..selain dia akan segera menikah. dia bukan tipeku.' ucap Angel dengan jujur.
"Menikah." lagi.. Dani merasa bingung. pernikahan siapa yang dimaksud Angel. kak Wili tidak akan mungkin menikah tanpa memberitahunya bukan, lagipul calon istri saja dia tak punya.
__ADS_1
"Ting......"
Pintu lift terbuka dan mereka keluar dari sana dengan wajah cerahnya.
"Dani."? teguran seseorang mengalihkan perhatian mereka berdua.
"Fela." ucap Dani dengan gugup..
Fela tersenyum dan mendekati keduanya dengan tatapan jengkel.
"Baru 3 hari aku tidak masuk kerja dan kau mulai mencari wanita lain." Fela melirik ke arah Angel dengan tidak suka.
Angel mengerutkan dahinya..
"Maaf tapi..kami tidak memiliki hubungan nona.."
"Felancia..panggil aku Fela, aku adalah kekasih dari Dani..kami bahkan telah menanti kehamilanku yang pertama." Fela menaikan sudut bibirnya licik.
Angell menatap Fela dengan senyuman....
"Angell Wins, panggil saja aku Angel...selamat atas hubungan kalian."
Fela hanya mengangguk dengan tatapan puas. rencananya sudah berjalan dengan baik.
"Well, kau sangat cantik seperti namamu Angel, aku harap kau mengerti jika..."
"Felancia..tutup mulutmu, apa yang kau bicarakan."?ucap Dani dengan wajah pucat. ia menatap wajah Angell yang sudah merah padam.
"Dani hanya kebetulan ada di lift bersamaku Fela. maaf jika kedekatan kami membuatmu tidak nyaman." Angell sungguh ingin sekali menghajar wajah Dani sekarang.
"Aku sedang buru-buru sekarang, permisi." Angell melangkah keluar gedung dengan tatapan membunuh.
Dani menatap kesal pada Fela, mengapa wanita ini muncul tiba-tiba didalam hidupnya. Fela telah menghancurkan semua perasaanya.
"Mengapa kau menatapku begitu." ucap Fela bersedekap..
"Kau keterlaluan Fela...kau tidak liat..."
"Aku sudah memeprlajari gaya terbaru...apa kau mau mencovbanya malam nanti." Fela mengedipkan matanya menggoda.
Bagai bara api yang diguyur air es, Dani seketika melupakan amarahnya. matanya bersinar dengan tatapan ingin.
"Aku tidak sabar lagi Fela."
"Aku senang bisa memuaskanmu sayang." tatap Fela setengah menggigit bibirnya yang membuat Dani seakan gila.
*************
Angell duduk di restoran dengan wajah sangat kesal. kedua kakak beradik itu sangat menyebalkan. gadis itu mulai makan dengan pelan berusaha menikmati semua hidangan dengan nikmat walau sendirian.
"Angel, boleh aku bergabung denganmu."
Suara yang tak asing itu membuat Angel mengangkat muka dan terkejut melihat Oskar berdiri di hadapannya dengan percaya diri.
Angel membanting sendokknya dengan malas, ia kehilangan nafsu makannya.
__ADS_1
"Tunggu Angel, aku ingin bicara." ucap Oscar langsung memegang lengan Angel ketika Angell hendak pergi.
"Lepaskan tanganmu dariku, pergi karna aku tak ingin melihat wajahmu lagi." jerit Angell menatap dingin.
"Kau harus mendengarkan walau itu hanya sekali saja." ucap Oscar dengan ekspresi memohon. lalu melepaskan pegangan tangannya.
Angell mengepalkan jemarinya dan kemudian duduk. ia menatap Oscar dengan malas.
"Waktumu lima menit dari sekarang."
"Apa yang terjadi pada Grace bukan kesalahanku Angel, dia yang tergila-gila padaku..." ucap Oscar membela diri.
Angel tertawa dengan airmta yang tertahan. lalu menatap tajam ke arah Oscar.semua ingatan yang menyakitkan itu muncul dan membuatnya diliputi kemarahan.
"Kau meninggalkan aku lalu kemudian berpaling untukk menggoda sahabatku dan kau juga membuatnya patah hati....beraninya kau mengatakan semua kebohongan itu dengan mulutmu."? suara Angel bergetar menahan kesedihan dan kemarahan yang menguar didadanya.
"Aku menyesal meninggalkanmu Angel..."
"Cukup waktumu sudah habis untuk menjelaskan."
Angel berdiri dan meninggalkan Oscar mematung dengan wajah pucat. tidak..ia tak bisa membiarkan Angell pergi darinya. pria itu berdiri dan mengejar Angel yang telah sampai di pintu keluar.
Angel membeku ketika tubuhnya dipeluk Oscar dari belakang. rasa jijik begitu besar yang ia rasakan.
"Beri aku kesempatan Angell." pinta Oscar dengan penuh permohonan.
"Lepaskan aku." Angell menghempaskan pegangan Oscar dengan kuat.
"Angell."
"Paaaaaccccccckkkkkk...." Oscar terkejut ketika wajahnya di tampar dengan sangat keras.
"Aku sangat jijik denganmu, bahkan didalam mimpipun kau tidak akan punya kesempatan itu."
Angell segera menuju mobilnya dan berlalu dari sana.
"Angel......." jerit Oscar dengan suara yang keras. tidak..dia akan mendapatkan Angel dengan cara apapun. janji Oscar dengan keyakinan.
******************
Angell membuka pintu ruangan kantor dan menarik nafasnya. masih merasa marah setelah melampiaskan emosinya pada Oscar.
"Darimana saja kau Angell." tanya Wili dengan tajam.
Angell masih berdiri dengan gemetar seolah pikirannya tidak berada ditempatnya. ia bahkan mengabaikan pertanyaan Wili.
Wili bangkit dari tempat duduk dan menghampiri Angel yang tampak sangat pucat. iapun menyentuh bahu Angel dengan lembut namun seketika itu juga Wili membeku..
Angell menghambur kepelukannya dan mendekap dengan erat..
"Bisakah seperti ini sebentar saja." bisik Angell dengan airmata yang menetes diwajahnya.
Wili kehilangan kata, perasaan apa yang ia rasakan kali ini. mengapa terasa hangat....
Tanpa sadar ia menyentuh punggung Angell dengan gerakan pelan..
__ADS_1