Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Saling menyelidiki


__ADS_3

"Apa yang kalian lakukan." jerit Angell dengan tatapan tajam.


Wili mengerang merasa sungguh kesal karna tidak sampai melampiaskan amarahnya pada Alex. jemarinya masih terkepal menandakan sunggu emosinya sudah mencapai puncaknya.


Sedangkan Alex...dia sangat tenang dan bahkan wajahnya tidak menunjukan perubahan emosi apapun.


Alex menatap ke arah Angell dengan senyuman ramah.


"Kami tidak melakukan apa-apa Angell, hanya perkenalan antar lelaki." ucap Alex menatap dingin ke arah Wili yang terdiam.


"Minumlah dulu." ucap Angell sambil meletakan minuman di atas meja dan menatap ke arah mereka berdua.


" Terimakasih atas minumannya Angell, tapi aku ingin pamit pulang sekarang."


"Pulang." ucap Angell sambil melirik Wili yang masih terdiam.


"Yah..besok aku harus menghadiri rapat pagi-pagi sekali dan aku harus mempersiapkan segalanya dengan baik."ucap Alex mengusap wajahnya.


"Baiklah..terimakasih sekali lagi atas segalanya, yang kau lakukan pada adikku aku,..benar-benar berterimakasih."ucap Angell sungguh-sungguh.


Alex mengangguk dengan anggukan kepala yang pelan.


"Tentu saja...Radael sudah seperti adikku sendiri..jangan sungkan kepadaku." ucap Alex menyentuh bahu Angel.


Kemudian pria itu menatap ke arah Wili yang masih menatapnya tajam.


"Sampai jumpa tuan Wili." ucap Alex dengan senyuman yang tersirat lalu meninggalkan mansion itu dengan satu tekad yang kuat dari sebelumnya....


💝


Angell menatap Wili yang masih mengepalkan tangannya. ia mendekati Wili dan menyentuh bahu Wili hingga pria itu menatapnya.


"Ada apa Wili."


Kepalan tangan itu terlepas dan Wili mengangkat wajahnya ia tersenyum kepada Angell. menyambut tubuh wanita itu dan memeluknya. ia sudah memutuskan kalau ia akan menyelidiki Alex tanpa sepengetahuan Angell.


"Aku sangat bahagia malam ini namun sekaligus sedih."


Angell mendongakan kepalanya memandang Wili yang masih memelukknya dengan erat.


"Mengapa." tanya Angell mengerutkan dahi.


"Aku senang malam ini semua orang sudah tau tentang kita, kau adalah milikku ..tapi..."

__ADS_1


"Tapi..." Angell tesenyum.


" Kau belum menjawabku bagaimana..apa kau mau menjadi kekasihku."?


"Kau membuatku bingung, aku adalah calon istrimu, tapi mengapa kau malah memintaku menjadi kekasihmu."?


Wili mendekatkan wajahnya hingga dahi mereka saling bertautan..dan menatap Angell dengan begitu dalam.


"Aku ingin kau juga mencintaiku, karna apa arti pernikahan kita nanti tanpa cinta."?


"Cinta."? ulang Angell tersipu.


"Aku ingin seorang Angell Wins, mencintai seorang Wili Pearl dengan segenap hatinya seperti aku telah jatuh cinta kepadamu." Wili mengecup dahi Angell pelan. suasana romantis malam ini terasa begitu indah menyapa keduanya.


"Mungkin kau harus memberiku waktu..agar aku menyadari perasaanku yang sebenarnya." pinta Angell menyentuh wajah Wili dengan sebelah tanggannya dan membelai disana..


"Masih ada waktu dua bulan sebelum kita menikah..aku akan mendapatkan hatimu."


"Berjuanglah Wili." bisik Angell dengan suara serakknya.


Wili tak mampu menahan perasaannya lagi, di kecupnya jemari Angel, yang menyentuh wajahnya dengan lembut dan kemudian menatap mata Angel yang begitu indah malam ini. Wili mendekat tanpa menunggu ia segera menyentuh bibir Angell dengan bibirnya dan menyesapnya dengan hangat, tak membiarkan Angell melarikan diri dari ciuman yang sungguh membuatnya gila dikepung hasrat yang menyala-nyala. dibawah rembulan malam Wili melum** bibir Angel, dalam waktu yang lama membiarkan perasaan mereka mengalir penuh meresapi jiwa mereka yang saling mendamba.


Mereka tampak asikk menikmati kenikmatan yang indah, sampai tidak menyadari ada sepasang mata yang menatapnya dengan tatapan tajam dari dalam mobilnya.


"Bracckkkkkkk......."


Ia menghantam dengan kuat jok mobil hingga patah. emosinya naik dalam level maksimal ketika melihat mereka bermesraan. tidak...Alex akan memastikan kemesraan itu tidak akan lama. karna sebentar lagi Angel akan menjadi milikknya.


Pria itu menatap ke arah buku jarinya yang berdarah karna memukul terlalu kuat. bahkan supirnya hanya menunduk diam karna ketakutan. ia menaikan sudut bibirnya dengan dingin, bahkan ia tak merasa sakit karna luka di tangannya. rasa sakit itu lebih besar dan menganga di hatinya. dan Angel harus menyembuhkannya dengan hidupnya......


Alex meraih ponsel yang tersimpan di sakunya dan menelfon seseorang...


Alex


Caritau semua tentang Wiliam Pearl, untukku. aku ingin kau segera mengabarkan secepatnya kepadaku..jika sampai besok kau tidak mendapat kabar...aku akan meledakkan kepalamu..ucap Alex berjanji.


Alex menutup telpnya dan kembali menatap tajam ke arah dua anak manusia yang bercumbu disana.


"Kau harus mencintaiku Angell Wins."...ucap Alex dengan senyuman licik.


Mobil itu melaju membelah tengah malam yang sunyi dan dingin sedingin hati Alex....


**************

__ADS_1


Angell melangkah memasuki gedung perusahaan Wili hari ini ia harus kembali menyelesaikan gaun pengantinnya dan ironisnya gaun itu akan dipakainya sendiri.


semua terlalu cepat baginya, pendekatan Wili yang nekat, lalu mereka sudah saling memiliki dan saat ini akan menikah. sesungguhnya mereka belum mengenal jauh satu sama lain. apakah mencintai itu sangat mudah seperti yang dikatakan Wili.?


"Ting".....


Pintu lift terbuka seorang gadis keluar dari sana, dan Angell menatap dengan begitu lama. dia adalah Fela kekasih Dani, pria yang disukai Angel, bahkan telah mematahkan hatinya dengan kejam. bukan...bukan karna Fela adalah kekasih Dani namun...wajah itu sepertinya tidak asing.


"Permisi....mengapa kau tidak masuk kedalam lift dan malah menatapku." ucap Fela dengan melipat tangannya di dada.


"Ah...maafkan aku, aku hanya sedang memikirkan sesuatu."


"Apa kau masih tidak puas jika Dani lebih memilihku." ucap Fela angkuh.


Sombong sekali dirinya, meski Angell pernah menyukai Dani namun bukan berarti ia berpikiran picik. yang masih memikirkan lelaki yang bahkan sudah punya kekasih.


"Maaf Fela..tapi sepertinya aku harus meluruskan kesalah pahaman kita."


"Hum..luruskanlah biar aku mengerti bahwa kau tak akan merebut Dani dariku." Fela menaikan sebelah alisnya.


Angell menganggukan kepalanya, setelah dipikir mungkin hanya perasaannya saja mana mungkin ia pernah bertemu Fela. wanita dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi. astaga.. Angel merasa sedikit jengkel dengan tingkahnya.


"Aku sudah akan menikah dua bulan lagi, jadi tolong berhenti berpikir bahwa aku mengejar Dani..lagipula aku tidak menyukainya sedikitpun." entah mengapa Angell merasa ia jujur dalam hal ini, bagaimana mungkin..padahal memang nyatanya dia menyukai Dani, tapi mengapa malah sekarang perasaan itu hambar..mungkinkah hatinya telah terisi. Angell masih harus mencaritau tentang itu.


Fela tertawa...wanita ini sungguh lucu, baru kemarin dia begitu terlihat tergila-gila pada Dani dan sekarang, mau memgelabuinya dengan mengatakan akan menikah. dia pikir Fela mudah dibohongi.


"Apa kau sedang berbohong padaku Angel."


"Tidak...untukk apa aku berbohong."?


"Yah..untuk diam-diam merebut Dani dariku." ucap Fela tidak mau kalah.


"Percuma bicara denganmu Fela, terserah apa pikiranmu tapi jangan coba-coba menuduhku seperti ini lagi."


Angell menekan pintu lift agar terbuka...Fela masih belum menyerah...


"Dengan siapa kau akan menikah." liriknya tajam.


"Dengan Wiliam Pearl." ucap Angell tersenyum....


"Ting...." pintu lift terbuka.


Angell masuk dan meninggalkan Fela yang masih ternganga. pintu lift kemudian tertutup sekaligus memutus tatapan tajam mereka.

__ADS_1


"Wiliam Pearl...apakah itu kak Wili."? ucap Fela sangat terkejut.....


__ADS_2