
Rafael melangkah keluar dari Vila setelah menuntaskan hasratnya. pria yang sangat tampan itu masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan kawasan Vila dengan hati yang bahagia sepanjang perjalanan di isinya dengan nyanyian dan siulan lagu masa kini yang ia dengar di mobil.
Ponselnya berdering tanda panggilan masuk dari sang mama, buru-buru Rafael meminggirkan mobilnya dan segera mengangkat telp.
Mama Livia
"Halo nak, kamu dimana..bisakah mama minta tolong kepadamu.'
Rafael
"Aku lagi dijalan Mah, menuju apartment, minta tolong apa sih.. sama anak sendiri kok pake minta tolong."
Mama Livia
"Mama pikir kamu sedang sibuk nak, begini mama mau minta tolong kamu ke Hotel J ya sekarang, karna temen desainer mama nitipin gaunnya mama dan dia menginap di hotel itu, takutnya dia tidak bisa mengantarkannya pada mama..dan lagi gaun itu mau dipakai mama besok malam untuk undangannya teman papa."
Rafael
"Siap mamaku sayang aku akan segera mengantarnya kepadamu ratuku." goda Rafael pada mamanya.
__ADS_1
Mama Livia
"Kamu paling bisa menggoda mama, hati-hati dijalan ya sayang."
Rafael
"Baik Mah, sampai jumpa Love U Mah."
Rafael menutup telp dan menatap pesan yang dikirim mamanya mengenai alamat hotel yang akan dia tuju, sebenarnya ia bisa saja mengirim anak buahnya namun, ia tidak mau menyerahkan tugas ini pada orang lain, bagi Rafael, menuruti perintah mama Livia adalah suatu keistimewaan baginya. dia sangat mencintai mamanya.
Rusell berpikir sebentar, karna Hotel itu berada jauh dari kotanya, maka Rafael berbalik arah dan melaju membelah malam yang sepi. setelah beberapa jam perjalanan sampailah ia di sebuah hotel berbintang yang menjulang tinggi.
Rafael mendongakan wajahnya melihat gedung tinggi dihadapannya yang tertulis Hotel J. Rafael turun dari mobil dan segera masuk keloby hotel. lalu menghampiri resepsionis untuk memesan kamar, hari sudah malam dan ia juga akan memesan kamar untuk tertidur, ia terlalu lelah hari ini.
"Ting......."
Pria tampan itu segera keluar dari sana dan berhenti pada nomor kamar yang sama dengan yang dikirim mama Livia. Rafael menekan bel dan kembali menunggu..satu menit...dua menit berlalu, pintu tak kunjung terbuka, lalu ia kembali menekan bel di pintu kamar. dan kembali menunggu.
Tak berapa lama kemudian, pintu terbuka dan tampaklah seorang pria gemulai yang ia kenal.
__ADS_1
"Paman Jimi." ucap Rafael dengan nada hormat.
"Kau sangat tampan seperti papamu nak, ayo masukklah."
"Tidak...aku akan menunggu disini, kau tau paman Jimi aku sedang lelah sekarang." tatap Rafael dengan dingin. Jimi hanya mendesah sambil menggeleng, Rafael adalah tuan Rusell versi muda, bahkan tatapan mata Rafael mengingatkannya pada tuan Rusell yang begitu menakutkan.
"Baiklah tunggu disini, paman akan mengambilnya."
Rafael hanya mengangguk dengan datar, tak berapa lama pria itu datang dengan sebuah gaun yang terbungkus plastik dan menyerahkannya pada Rafael.
"Sampaikan salamku pada Papa dan mamamu Rafael....
"Aku pergi."
Rafael tidak menunggu jawaban Jimi pria itu melangkah meninggalkannya sendiri.
"Anak itu.....persis seperti Papanya, sangat menakutkan." Jimi menatap sedikit kesal.
Rafael membuka pintu kamarnya baru saja akan masuk namun ia tertegun karna seorang gadis menubruk tubuhnya. gadis itu mendorong tubuh Rafael untuk segera masuk dan menutup pintu. pria itu terdiam mengamati gadis yang tampak ketakutan dan berkali kali menatap ke arah pintu dengan ketakutan.
__ADS_1
"Siapa kau....? tatap Rafael tajam.
Gadis itu membeku ditempat lalu menoleh dengan gemetar....