Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Kemarahan Damian


__ADS_3

Mikha minum segelas jus jeruk dingin dengan senyuman lega. ia sungguh merasa panas ketika membayangkan tatapan tajam Damian padanya..


Sekarang bagaimana....setelah minum dan merasa segar, bagaimana cara ia keluar dari sini, bagaimana caranya pulang jika pria itu masih ingin bicara,..tapi bicara apalagi, putranya sudah di antar pulang dengan selamat. bukankah seharusnya ia berterimakasih dan mungkin memberi pengawalan Mikha untuk pulang.? mengapa tatapannya sangat tajam, dan mengapa ia sangat menakutkan...Mikha merasa gila dengan pikirannya sendiri.


"Tante...sangat haus yah..." ucap Dion melirik tiga gelas jus jeruk yang telah tandas di dasar gelas....


Mikha terbatuk-batuk, tak pernah ia segugup ini hingga menghabiskan tiga gelas jus...Mikha memandang Dion dengan tatapan kosong...sementara jantungnya berdebar menyadari jarum jam menunjukan pukul 10 malam dan dia belum juga pulang....


Suara langkah kaki dari arah belakang membuat Mikha berdebar hampir pingsan. ia melirik Dion yang tersenyum padanya...


"Waktunya untuk tidur Dion." suara berat Damian begitu menekan dan begitu mengintimitasinya seisi penghuni ruangan termasuk Mikha..


"Baik ayah." Dion mengangguk menurut..


Dion bangkit dari tempat duduknya seperti robot lalu menatap pengasuhnya.


Seorang wanita paruh baya mengangguk dan hendak membawa Dion pergi. namun sebelum pergi Dion menghampiri Mikha...dan seketika itu juga memeluk Mikha dengan erat.


Mikha dan Damian membeku, dengan apa yang dilakukan Dion....Mikha begitu haru lalu tersenyum seraya mengusap punggung Dion...


"Kapan kita bertemu lagi tante..aku akan sangat merindukanmu."


Pada saat yang sama Mikha membuang pandangan pada Damian yang menatapnya tanpa ekspresi......


"Secepatnya tante akan menemuimu lagi tenang saja."


"Dion....berhentilah merajuk dan masuk ke kamar."


Pria ini seperti terbuat dari batu, suaranya seperti petir yang menggelegar di langit, nadanya keras dan mampu membuat Dion sangat ketakutan...


Pengasuhnya lalu buru-buru menuntun Dion untuk pergi dari ruangan itu, walau dari jauh Dion masih tampak menatap Mikha seolah ingin tetap bersama...namun Mikha bisa apa, nasibnya saja masih misteri.


Kini tinggal mereka berdua dalam ruangan yang di dominasi warna abu dan hitam pekat itu. Damian mendekatinya, dan Mikha merasa seperti di datangi hantu saja...suhu tubuhnya berubah menjadi dingin....


"Ikut ke ruanganku sekarang nona Mikha." ucap Damian bagai perintah.....


Mikha membeku...


"Tidak mau...kaa..kau..maa..mau apa memintaku keruanganmu."? ucap Mikha berusaha menyembunyikan ketakutannya namun yang terjadi justru sebaliknya, ia menunjukan ketakutann yang sebenarnya.


Damian mendekat mengusir jarak di antara mereka...


"Apa kau yakin akan melawanku sekarang."?


"Kau mau membunuhku yah."?

__ADS_1


"Mungkin...."


"Astaga tuan Damian.."


"Mikha jika kau tidak ikut aku sekarang maka mungkin aku akan menembakmu di ruangan ini."


Damian tidak main-main dengan ucapannya, ia mengeluarkan sebuah pistol kecil dan menempelkannya di pelipis Mikha hingga wanita itu nyaris pingsan...


"Turunkan dulu..atau aku benar-benar akan mati sebelum kau menembakku." jerit Mikha gemetar...


Damian kehilangan kesabaran, di raihnya lengan Mikha dan menariknya ikut dengannya tak perduli betapa perlawanan yang di berikan Mikha dengan meronta atau memukul. tubuh Damian sekeras batu..


Mikha sungguh tak menyangka jika perjumpaannya dengan Dion membawanya pada pria kejam ini...


Melewati lorong-lorong panjang yang gelap, Mikha akhirnya tiba di sebuah ruangan dengan pintu kokoh. nafasnya tak beraturan karna ditarik paksa. matanya menjadi panas...


Apakah yang akan terjadi dengannya...


"Tuan Damian..apa yang sebenarnya kau inginkan.."?jerit Mikha dengan suara yang tertahan...


Damian tersenyum sinis........ia tidak menjawab Mikha justru membuka pintu itu lebar-lebar dan menyeretnya masuk ke dalam..


Mikha sungguh frustasi, menatap sebuah kamar yang sangat luas dan mewah aroma maskulin yang langsung menyambutnya. Mikha meneteskan airmata menyadari kamar ini adalah kamar Damian, ada foto besar Damian di tengah ruangan...


Damian mengunci Mikha di dalamnya lalu kembali mendekati Mikha dan mendorongnya hingga terjatuh di ranjang miliknya....


"Jawab aku atau kau akan kuhancurkan Mikha..."


Airmata Mikha menetes dipeluknya tubuhnya sendiri yang gemetar....


"Baiklah....apa maumu, mengapa kau membawaku ke kamarmu.....bukankah aku telah membawa putramu pulang dengan selamat....aaku tidak mengerti tuan Damian...apa sebenarnya kesalahanku." tangis Mikha pecah memenuhi ruangan itu..


"Diam.....aku benci melihat airmatamu Mikha, jawab pertanyaanku...apakah kau berada di Amerika setahun lalu."?


"Tidak.....aku tidak pernah ke luar negri selama 5 tahun terakhir...aku memang pernah kuliah di Amerika tapi itu sudah sangat lama." tangis Mikha pecah saat itu juga....


Damian mengepalkan tangannya, sebenarnya ia sudah tau Stela pelakunya dan Damian hanya ingin bertemu dengan Mikha secara lagsung agar ia tidak salah mengambil keputusam...


"Stela kakakmu sengaja ingin mempermainkan aku yah..."?


Mikha berdiri berhadapan dengan Damian mereka saling menatap..


"Apa yang sebenarnya terjadi."?


"Kakakmu Stela membunuh istriku setahun lalu, kemudian ia melarikan diri untuk kembali ke negara ini...dia pikir dia bisa lari dariku."? Damian menggertakan giginya.

__ADS_1


Damian sungguh terbakar amarah....Mikha bisa melihat pria itu menyimpan pistolnya dan bersiap pergi....


Namun secepat kilat Mikha meraih lengan kokoh Damian dan meminta pria itu menahan diri..


"Tunggu....apa yang akan kau lakukan."? jerit Mikha dengan gemetar....


"Aku akan membunuhnya malam ini juga dan besok pagi aku akan pastikan orangtuamu melihatnya." sinar mata Damian begitu tajam....


Mikha sungguh terkejut...ia terlalu syok dengan penjelasan Daman yang mengerikan....


"Mengapa kau melibatkan orangtuaku disini..jika Stela yang bersalah cukup dia yang dihukum..orangtuaku tidak bersalah" tangis Mikha memohon...


Damian tertawa kesal...mendekati Mikha meraih wanita itu tenggelam di dalam pelukannya..wajah mereka sangat cekat hingga beberapa inci saja nyaris bersentuhan...


"Kau pikir aku pria bodoh, Ayahmulah yang membantu kakakmu melarikan diri dari hukuman yang harus ia terima di Amerika, dia telah membunuh istriku, dia mencuri hidup istriku dari anakku...kau pikir aku akan membiarkannya hidup tenang..Damian tertawa kejam, aku tak akan membiarkanya melihat hari esok."?sinar mata Damian siap membunuh...


Mikha merasa hancur, membunuh Stela sama saja membunuh papa dan mama. walaupun Stela betindak menyebalkan namun akan selalu ada tempat di hati papa untuk nama Stela,dan jika Stela mati, maka papa juga akan mati dengan rasa bersalahnya...keluarganya akan hancur lebur......mama akan patah hati dan....akan ada kegelapan di keluarga mereka...


Mikha menggeleng, ketika Damian menghempaskan tangannya dengan kasar...Mikha bertindak diluar pikirannya, hatinya mengambil alih logikanya karna enggan melihat kesakitan di keluarganya lagi.


"Tidak...tuan Damian.."


Mikha berlari dan menghalangi jalan Damian hingga pria itu mengepalkan tanganmu..


"Kau bisa pergi sekarang Mikha, urusanku bukan lagi denganmu..."


Tanpa di duga Damian...Mikha menjatuhkan tubuhnya dengan posisi berlutut...jemarinya terulur memohon ke arah Damian yang terlalu marah....


"Aku mohon ampuni kakakku, jangan bunuh dia aku mohon..."


Damian meradang...


"Jadi kau pikir hidup kakakmu lebih berharga dari istriku begitu, anakku harus kehilangan ibunya sementara kakakmu bisa bebas semaunya..kau pikir aku segila itu untuk melepasnya...jangan menghalangiku atau aku juga akan membunuhmu.."


"Tuan aku mohon padamu...aku rela melakukan apa saja asal kau melepaskan kakak...aku sungguh minta maaf atas semua yang dia lakukan tuan Damian..." tangis Mikha menundukan wajahnya....


Damian tersenyum dingin...


"Apa kau bersedia....mengganti posisinya."?


"Apa maksudmu tuan Damian."? wajah Mikha menjadi pucat, apakah pria ini benar-benar ingin menghabisinya.?


"Kau harus rela, jika Aku Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku...apa kau bersedia..jika ya..maka nyawa kakakmu akan aku bebaskan."!! ucap Damian dengan tatapan paling kejam yang pernah di lihat Mikha....


Wajah Mikha begitu pucat....

__ADS_1


"Apa...."? airmata Mikha menetes..


__ADS_2