Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Aku mencintaimu dengan nyawaku


__ADS_3

Tubuh Tari gemetar ketika menatap tubuh Wilard yang tak bergerak di pelukannya, sementara darah Wilard membasahi bajunya...Tari seakan berhenti bernafas ketika Wilard menutup matanya, dengan sisa airmatanya yang membekas.


"Wilard..bertahanlah sayang aku mohon." bisik Tari sementara jemarinya menutup darah yang terus keluar dari baju Wilard, hatinya sakit sekali ya Tuhan.....


Tari memeluk Wilard berusaha membangunkannya dari tidurnya yang mengerikan, ia melihat betapa wajah Wilard ketika terakhir kali, pria itu begitu senang melihatnya, mereka hampir saja bahagia tapi mengapa malah seperti ini...?


"Sayang....aku mohon kepadamu jangan pergi hum...aku ada disini untukmu.."


Sementara anak buah Wilard yang setia mulai menyiapkan Helikopter, merekapun menunduk di hadapan Tari.


"Nona Tari, kita harus segera membawanya ke rumah sakit...sekarang." ucap seorang anak buah Wilard menunduk.


"Yah....cepatlah...."jerit Tari menatap dengan pandangan kosong ketika tubuh Wilard diangkat lalu dibawa oleh beberapa anak buahnya sementara seorang pelayan perempuan membantunya agar sampai di helikopter....Tari berpapasan dengan Theo yang sedang di ikat kedua tangannya ia menundukan kepala...


Tari menghentikan langkahnya...menatap tajam ke arah Theo...


"Inikah yang kau sebut setia...." tatap Tari dengan terluka.


"Nona Tari.."


Airmata Tari menetes dengan rasa sakit...


"Inikah yang kau sebut terus ada di sisihnya...apa kesalahannya Theo apa...dia berusaha melindungimu dia....selalu bersikap adil, mengapa kau...tega ingin membunuhnya."


Airmata Theo menetes saat itu juga.......


"Nona Tari aku sungguh...."


"Diam.....jangan sebut namaku, karna aku membencinya..." jerit Tari tak terkendali....


"Maafkan aku..."


"Berdoalah agar Wilard selamat karna jika aku sampai kehilangannya, maka hal yang sama akan terjadi pada seluruh keluargamu, aku berjanji." ancam Tari dengan tajam...lalu meninggalkan Theo yang tersungkur jatuh ke tanah....


"Maafkan aku...aku hanya terlalu serakah..." ucap Theo tertunduk menyesal.


💝💝


Tubuh Wilard terbaring di atas ranjang rumah sakit. dan di tubuhnya terpasang berbagai alat yang mengerikan di mata Tari, ia menguatkan diri ketika melihat Wilard di masukan kedalam ruangan penentuan hidup dan mati itu. ia segera di bawa ke ruang operasi sementara Tari berdiri dengan gemetar. bahkan jika sesuatu menyentuhnya ia akan jatuh dengan mudah. seorang pelayan perempuan yang menemaninya hanya memeluk tubuh Tari yang rapuh. menyalurkan kekuatan bagi nonanya yang terlihat hancur.


Ketika sang dokter akan memasuki ruang operasi Tari langsung menghampirinya, dengan airmata yang menetes ia menatap Dokter itu.


"Dokter...." desah Tari dengan wajah yang sangat pucat.


"Yah nona."


"Tolong selamatkan dia..aku mohon..."

__ADS_1


"Tenanglah nona, kami akan berusaha semampu kami, berdoalah untukknya."


"Terimakasih dokter." Tari menundukan kepalanya dengan hormat....


💖💖


Ruang operasi yang begitu sepi dan dingin.....


Suara langkah kaki yang berat mendekat dan membuat Tari menoleh...


"Sean."?


"Kau sangat menyedihkan." pria itu melirik anak buahnya yang membawa kantong berisi beberapa makanan kecil dan minuman,...


Sean mengambil tempat dan duduk disamping Tari...


"Maafkan aku." ucap Sean dengan lembut..


"Untuk apa."?


"Aku sempat menghajar pria yang kau cintai."


Tari tersenyum....


"Apakah hatimu sudah puas."? liriknya penasaran


"Jujur aku sangat puas menghajarnya dengan tanganku sendiri, meski begitu, aku mengakui bahwa dia sangat mencintaimu Tari, dan karna alasan itulah, aku memilih merelakanmu dan mengembalikan semua yang pernah kurampas darinya."


"Mengapa kau melakukannya."? Tari menatap Sean.


"Dari awal aku tidak pernah menginginkan semua yang ku ambil, aku hanya mengujinya."


"Apakah menurutmu dia lulus."? sambung Tari menatap dengan harapan...


"Aku melihat cinta yang besar padamu Tari, aku sungguh -sungguh kagum padanya, aku pikir dia lulus Tari..semua orang pernah berbuat kesalahan Tari."


Tari tersenyum....


"Aku sangat mencintainya." ucap Tari dengan sedih.


"Dia pria yang sangat kuat Tari, hanya saja ketika mengenalmu aku melihat dia mulai mengurangi semua bisnis gelapnya."ucap Sean memuji.


"Aku mendoakanmu agar segera menemukan cintamu dan bahagia."


"Aku menantikan waktu itu datang Tari." Sean tersenyum...


" Aku yakin tidak akan lama lagi Sean."

__ADS_1


"Terimakasih Tari."


Sean meraih kentong makanan dan mengeluarkan roti dan meleatkannya dalam genggaman Tari..dan juga air mineral untukknya..


"Kau perlu kekuatan untuk menjaganya Tari." ucap Sean menyentuh kepala Tari.


Airmata Tari menetes dengan kesedihan yang dalam....


"Apakah dia benar- benar akan selamat atau..."


"Ssstt...."


Sean meraih tubuh rapuh Tari ke pelukannya memberi kekuatan padanya...


"Wilard akan baik-baik saja, ia tak pernah ingin meninggalkanmu sendiri Tari."


"Terimakasih Sean...terimakasih." balas Tari dengan memejamkan matanya. Tari merasa sedikit lega.


🤍❤


Hening......


Di ruang ICU....


Tari tak berhenti menatap alat-alat penunjang kehidupan yang terpasang di hampir seluruh tubuh Wilard, wajah pria ini bengkak karna banyak pukulan dan juga luka tembak yang masih basah akibat operasi yang baru saja dilakukan.


Dokter bilang jika harapan hidup Wilard 50-50 jadi semua kemungkinan bisa terjadi, ia bisa saja mati dan juga bisa saja hidup lagi. jika Wilard sadar maka itu adalah kabar baik untukknya.


Airmata Tari menetes lagi, sungguh ia sangat mencintai Wilard, hatinya bahkan tidak tergoda pada Sean yang jauh lebih muda, kaya dan juga tampan...Tari hanya mau Wilad, pria dewasa yang pemarah namun mampu memberi segalanya yang Tari inginkan. kasih sayang seorang ayah, pelukan seorang ibu, perlindungan seorang kakak dan kekasih semua mampu dipenuh Wilard. Tari tak ingin menggantinya dengan siapapun juga. baginya Wilard adalah satu-satunya...


Jemari Tari masih menggenggam jemari Wilard yang tak bergerak di dalam genggamannya. airmatanya sudah menetes sedari tadi..matanya bengkak karna terlalu banyak menangis....


ia menundukan wajahnya...menciumi tangan kekar Wilard yang sedikit kasar karna sering memegang senjata tajam....


"Kau bilang mencintaiku Wilard...kau bilang akan menikahiku..kau....mengapa selemah ini....mengapa kau membiarkan aku menangis sendiri........aku mohon bangun Wilard bangunlah...aku ada disini aku memilihmu, kita akan bersama selamanya...kita akan menikah dan aku akan melahirkan anak untukmu...aku mohon jangan tinggalkan aku..." tangis Tari dengan isakan panjang yang menyayat hati...


Namun.....


Wilard masih tertidur seolah lelah.....matanya masih tertutup rapat.. namun nafasnya terdengar teratur. sementara bunyi alat-alat penunjang kehidupan seperti bom waktu bagi Tari kapanpun bisa meledak tak terkendali dan menghancurkannya...


Tari hanya memejamkan matanya, walau ia sangat lelah namun ia tak bisa meninggalkan Wilard sendirian. ia ingin jika Wilard sadar maka dia ada di sisih prianya untuk memeluk kekasihnya....


Tari akhirnya tertidur pulas....jemari mereka saling menggenggam dengan kuat....


Tengah malam..............


Jemari Wilard bergerak dalam genggaman Tari, namun karna terlalu lelah Tari tidak sadar...pria itu membuka matanya pelan......

__ADS_1


"Tari........." desahnya dengan bibir yang lemah.....


__ADS_2