Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Dilema Tari


__ADS_3

Helikopter terbang rendah di pulau kemudian berhenti tepat di atap rumah besar. Wilard keluar dari sana dengan langkah yang berat. terlalu banyak yang ia pikirkan sampai ia tidak memperhatikan jika Tari sedang menunggunya.


Langkah kaki Wilard hampir melewati Tari sampai jemari Tari mengambil jemarinya sembari menarik perhatiannya pria itu baru menoleh dan sadar jika Tari ada di atap dan menunggunya..


"Ada apa...mengapa kau terlihat sedih dan melamun, kau sampai tidak melihatku disini."? tatap Tari khawatir.


Wilard menghela nafas.....


Lalu meraih Tari di dalam pelukannya dan mendekapnya dengan erat.


"Aku hanya sedang lelah sayang maafkan aku." bisik Wilard pelan..


"Baiklah ayo...makan dulu, setelah itu istirahat...aku sudah membuatkan makanan untukmu." ajak Tari setengah menyeret tubuh Wilard, dan pria itu hanya menurut mengikutinya..


Setelah makan Wilard lalu merebahkan diri di ranjang sambil menatap Tari yang sedang mengganti bunga di pot. pria itu tersenyum...ia bahagia memiliki Tari dan tidak akan menukar Tari dengan apapun juga...


"Mengapa kau melihatku terus...aku malu tau." desah Tari dengan wajah merona.


"Kau lebih cantik dari bunga itu sayang."


Tari terkekeh mendengar pujian Wilard padanya, ia pun mendekat dan seketika Wilard menarik tubuhnya untuk jatuh di atas tubuhnya keduanya kembali bertatapan..


"Bisakah aku mengatakan sesuatu padamu sayang." bisik Wilard memperbaiki anak rambut Tari yang jatuh.


"Katakan sayang, bukankah kau juga berhutang penjelasan kepadaku..kau bikang akan mengatakan semuanya ketika kau kembali."


"Aku hanya belum siap sayang."


"Jadi aku harus menunggu yah.."?


"Hmm...sayang aku hanya ingin kau tau jika aku...mencintaimu, aku..tidak bisa merubah masa laluku yang gelap, aku pria tua yang putus asa sayang usiaku sudah tidak muda lagi...tanganku penuh dengan darah.."

__ADS_1


"Mengapa kau mengatakan semua hal ini, apa yang sebenarnya terjadi."? desak Tari semakin penasaran dia berhak tau bukan jika ini menyangkut dirinya......


"Aku akan mengatakan semuanya jika aku siap Tari, beri aku sedikit waktu lagi..aku hanya mau bilang bahwa aku sangat mencintaimu Tari, aku bahkan rela kehilangan semuanya demi kau....kaulah prioritasku saat ini." ucap Wilard sungguh-sungguh..


Tari menganggukan kepala mencoba untuk mengerti meski ia sedikit kesal juga karna Wilard masih menyembunyikan sesuatu yang sangat ingin diketahuinya...


"Maafkan aku sayang...aku tidak akan mendesakmu lagi, sekrang kau istirahatlah...akuakan melihat bunga-bungaku sebentar." ucap Tari mengecup singkat bibir Wilard lalu menarik diri dari tubuh Wilard dan melangkah keluar dari sana.meninggalkan Wilard yang masih termenung seolah tenggelam dengan pikirannya sendiri.


Tari mendekati bunga-bunga indah milikknya...dengan tatapan hampa, sudah hampir 2 bulan dia pergi dan menghilang dari rumah...rasa rindu akan rumah, orangtua kakak dan keponakannya memenuhi semua pikirannya...


Tari menyentuh kelopak bunga dan menghirup wanginya yang menyesakkan dada, bunga ini terlalu wangi dan mau tak mau, ia kembali mengingat mama Livia, betapa ia merindukan wanita yang telah membesarkannya, yang merawatnya dengan penuh cinta..Tari bisa membayangkan kesedihan yang telah dilalui mama Livia menyadari dia meninggal dalam kecelakaan mobil bagimana patahnya hati seorang Livia.


Rindu.......yah, Tari merindukan kembali akan rumahnya ia merindukan pelukan mama Livia, ia merindukan masakannya, ia sangat merindukan semua kehangatan dari keluarganya, meski yah...ia juga mencintai Wilard namun itu tak bisa menghapus perasaan rindu ingin bertemu kembali dengan keluarganya walau itu tak akan pernah mungkin terjadi..


Wilard tak akan melepasnya pergi, apalagi bertemu kembali dengan keluarganya semua terasa seperti mimpi baginya, dan juga itu mustahil karna Kak Angell sangat membenci Wilard bahkan semua yang ada dirumah akan bersatu menolak hubungannya dengan Wilard karna kenyataanya Wilard yang membunuh kak Wili...dan duka itu masih terlalu menyakitkan untuk dilupakan keluarga Wins..Tari menundukan wajahnya dalam-dalam menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi dan kembali menarik nafasnya yang berat.. ia harus bagaimana..


Harus bagaimana agar bisa melupakan rasa rindu akan keluarganya yang semakin hari semakin besar saja, semua itu terasa memenuhi pikirannya dan menumpuk disana. ditambah lagi ia harus menahan hatinya untuk kejutan yang akan di berikan Wilard kepadanya. pria itu jelas menyembunyikan sesuatu yang besar darinya, dan Tari yakin sesuatu yang besar itu akan menyakitinya entah mengapa....ia merasa semua tidak akan baik-baik saja...


Ya Tuhan...usianya baru mau menginjak 18 tahun namun semua beban berat ini harus ia pikul dan tahan sendiri, Tari tak tau sampai kapan harus bertahan dan bagaimana cara untuk bertahan menerima dan mengerti semua yang di katakan Wilard tanpa pertanyaan...ia sudah mulai merasa lelah untuk bertahan, ia ingin hidup normal dan bahagia bersama Wilard dan keluarganya..ia harus bagaimana.?


Wilard kembali terguncang oleh berita pagi ini yang menguras semua pikiran dan amarahnya, sebuah gudang terbesarnya kembali meledak dan terbakar habis..gudang senjata yang memiliki nilai triliunan habis terbakar dalam sekejap, bukan hanya itu ratusan anak buahnya tewas terpanggang di dalamnya, Wilard benar-benar marah saat ini.


"Pria sialan itu..aku tidak akan mengampuninya Theo."


Theo hanya menunduk takut....


"Tuan Wilard, semua yang terjadi saat ini adalah bentuk dari penolakan anda untuk menyerahkan nona Tari." ucap Theo menundukk.


"Apa maksudmu Theo, aku tidak akan menyerahkannya aku mencintainya."


"Maafkan aku jika aku berkata salah tuan Wilard, tapi aku yakin itu hanya obsesi anda bukan cinta."

__ADS_1


"Theo...."


"Bukankah hal yang sama anda rasakan pada nona Stela dulu...kita melakukan ini bukan yang pertama tuan Wilard..bedanya adalah obsesi tuan akan hilang ketika telah tidur bersama sedangkan nona Tari...tuan bahkan belum pernah melakukannya." ucap Theo jujur..


Wilard mengepalkan tangannya dengan kuat..


"Apa kau sedang melawanku saat ini Theo."?


"Aku mendampingi tuan selama hampir 20 tahun, aku mengerti tuan dari pada orang lain..dan aku tidak mungkin melawan anda." ucap Theo menunduk...


"Aku benar-benar mencintainya dan dia juga mencintaiku Theo..aku tidak mungkin...."


"Itu karna nona belum tau siapa tuan sebenarnya, dia masih 18 tahun untuk dewasa dan mengerti..dan aku yakin dia akan membenci tuan jika ia tau segalanya."ucap Theo menunduk lagi..


Wilard tersungkur dengan tatapan hancur, benarkah ia hanya obsesi pada Tari....jika ia memilih Tari maka ia akan mengorbankan segalanya termasuk anak buahnya dan bisnisnya akan hancur...


Apa yang harus ia lakukan sekarang.?


Di saat bersamaan pintu diketuk dan Theo menatap Wilard.


"Nasib kami semua bergantung pada tuan." ucap Theo menunduk hormat lalu melangkah keluar ruangan, ia berpapasan dengan Tari yang membawa kue dan teh.


Tari mendekati Wilard yang terdiam....


"Sayang wajahmu serius sekali...ini aku membawa.."


"Ccrrraaaaaanggggg........"


Wilard menghempaskan cangkir berisi teh dan kue yang berserakan di lantai...pecah dan hancur hingga menimbulkan bunyi yang mengerikan....


Tari membeku....aimatanya menetes karna terlalu terkejut dan syok......seluruh tubuhnya gemetar ketakutan.....

__ADS_1


"Wilard..."


"Kau...pembawa sial bagiku, keluarrrr.." teriak Wilard menggelegar........


__ADS_2