Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Anakku...


__ADS_3

"Angell." desah Alex pelan...


Matanya berkaca-kaca, ia tau Angell sedang menangis saat ini. Angell..wanita yang begitu ia cintai, yang membuatnya selalu gagal untuk mencari penggantinya. ternyata Angell menderita selama 5 tahun sendirian membesarkan anakknya.


Alex mendekat dengan tatapan begitu tajam, ia meraih tubuh Angell hingga wanita itu berbalik ke arahnya. airmata kesakitan begitu membekas di wajah mulus Angell saat ini.


"Alex.." desah Angell tak mampu menahan perasaannya yang begitu kuat menghantamnya.


Alex kemudian membawa tubuh Angell ke pelukannya, ia mendekap dengan begitu erat seolah tak akan melihat hari esok, tubuh Angell bergetar di dalam pelukan kuatnya tangisannya pecah saat itu juga tanpa mampu ia tahan lagi.


"Dia meninggalkanku Alex, dia meninggalkanku..." jerit Angell dengan rasa sakitnya yang teramat besar.


"Menangislah jika itu membuatmu lebih baik Angell, aku disini dan aku...tidak akan meninggalkanmu." ucap Alex dengan tegas.


"Sakit sekali...sakit rasanya kehilangan Wili." isak Angell semakin terdengar pilu.


Alex melepas pelukannya namun masih memegang kedua bahu Angell yang goyah...


"Kau wanita yang kuat sayangku, kau Angellku yang kuat..aku tau semua ini berat, apalagi kau sendirian menghadapinya..tapi sekarang aku ada..aku tidak akan meninggalkanmu Angell."


Alex kembali memeluk tubuh Angell dengan penuh kerinduan yang dalam. Angell mematung,apa maksud Alex dengan tidak akan meninggalkannya.? apakah..pria ini sungguh-sungguh dengan perkataannya.


Angell seperti tersadar dari kesalahannya, bisa-bisanya ia langsung menjatuhkan tubuhnya di dalam pelukan Alex. bagaimana kalau Wili sedih..


"Bunda."?


Alex dan Angell sama-sama terkejut dengan teguran seseorang dibelakang mereka. terlebih Alex, tubuhnya bergetar mendengar suara dingin itu,seperti suara Dari surga untuknya Alex melepaskan pelukannya pada Angell dan menoleh menatap dengan tajam seorang anak berusia sekitar 11 tahun, mempunyai iris mata yang sama dengannya yaitu abu terang, Mata itu sangat tajam seakan membelah dan menusuk hati Alex. matanya basah baru saja ia akan mendekati Mike...


Angell berdiri di antara mereka sekaligus menghalangi pandangan antara ayah dan anak itu, hingga langkah Alex terhenti.


"Angell.. dia..."


"Mike..masuklah ke dalam mobil sekarang juga." pinta Angell dengan nada tinggi.


"Bunda..tapi...." Mike sesungguhnya masih penasaran dengan pria yang memeluk bundanya. mengapa sangat mirip dengannya, dari tatapan hingga warna mata dan...sesungguhnya ada suatu perasaan aneh yang begitu kuat mengikatnya, ia tertarik untuk mendekati pria ini....


"Sekarang Mike." ucap Angell sekali lagi.

__ADS_1


Mau tidak mau Mike mengalah dan melangkah menjauhi keduanya. dengan sejuta pertanyaan di benakknya..


"Siapa pria itu, mengapa ia terlihat sedih ketika mereka bertatapan tadi."?


Angell menatap mata Alex yang basah oleh airmata, ia masih tak percaya dengan penglihatannya sendiri. itu tadi anaknya.? Mike Sebastian.....yah....seharusnya nama itu yang dipakai Mike sebagai nama belakangnya. pria itu tanpa sadar tersenyum sendiri.


"Angell..apakah..dia adalah anakku, Mike..diakah."?


Angell tersenyum dingin, jejak airmatanya tidak ada lagi di matanya ia bersedekap...


"Jangan pernah muncul lagi di dalam kehidupan kami Alex.."


"Apa maksudmu."? Alex mendekati Angell..


"Mike Pearl adalah anak Wili bukan anakkmu Alex."


Alex tertawa kesal...ia semakin menajamkan tatapannya. apakah Angell sedang bermain-main dengannya.? Alex sudah mengalah sekali namun bukan berarti akan diam saja kali ini. Wili sudah meninggal dan Angell dan Mike seharusnya menjadi miliknya lagi dan kali ini Alex tidak akan mengalah. ada satu kekuatan baru baginya yaitu Mike putranya. dan Alex sudah tidak sabar lagi menemui Mike dan menyatakan bahwa dia adalah ayah kandungnya.


"Apa kau sedang bercanda denganku Angell."?


"Aku akan menunggu Angell, tapi aku tidak akan membiarkan dia memakai nama Pearl seumur hidupnya Angell karna akulah Ayah kandungnya."


"Ada apa denganmu hah.? mengapa kau datang lagi..mengapa kau ingin menghancurkan hidupku."?


"Angell..aku mencintaimu."


"Kita adalah masa lalu Alex, mengapa kau kembali."?


"Ini saat yang tepat kita kembali bersatu Angell dan sama-sama membesarkan anak kita dengan baik.." ucap Alex tersenyum.


"Itu semua hanya ada dalam mimpimu Alex...aku tidak akan kembali padamu, bagiku suamiku hanya Wiliam Pearl." desis Angell penuh peringatan.


"Dia sudah meninggal Angell." tatap Alex geram.


"Aku tetap menganggapnya masih hidup dihatiku dan aku tidak akan menghianatinya untuk kedua kalinya denganmu Alex, Angell kembali memijit pelipisnya... aku lelah..permisi."


Angell membalikan tubuhnya dan hendak melangkah namun lengannya di tarik dengan kuat kali ini Angell tenggelam dalam pelukan posesif Alex, mata pria itu bersinar tajam.

__ADS_1


Keduanya bertatapan...


"Aku tidak akan mengalah Angell, kau dan Mike akan menjadi milikku."


"Maaf..tapi cintaku hanya untuk suamiku dan aku tidak akan menerima orang lain termasuk kau Alex." dengan sekali hentakan Angell melepaskan pelukan Alex.


Angell tidak menyia-nyiakan kesempatan, wanita itu segera berlari meninggalkan Alex yang terpaku penuh perhitungan.


"Apa yang sebenarnya terjadi kepadamu Angell."? Alex mengepalkan kedua buku jarinya.


"Tak ada yang bisa menghentikanku Angell, tunggu saja sampai aku mengejutanmu dan mengikatmu....dan kali ini kau tidak akan kulepaskan lagi.


Alex segera berlalu dari sana dengan senyuman tipis, ya ampun bayangan tatapan Mike padanya begitu menggetarkan jantungnya dan dengan serakah mengambil alih segala pikirannya...


Anakku..anakku..anakku.....kata-kata itu sangat indah bagi Alex saat ini. mereka terpisah selama 11 tahun..


Mata Alex kembali basah, mengingat peristiwa ketika ia harus melepaskan Angell, melepaskan anaknya yang saat itu baru terbentuk. hatinya teramat sakit menyadari ia tidak punya kesempatan untuk melihat anakknya lahir kedunia, Alex memejamkan matanya ketika rasa sakit itu begitu akrab dengannya. yah..setiap hari Alex selalu bertahan dengan memikirkan anakknya, bahkan ketika ia mendapatkan foto Angell dan Mike ia begitu senang, foto itu selalu ada dimana-mana, dirumah di kantor di dompet di kamarnya. setiap hari Alex selalu berbicara dengan foto mereka seolah foto itu hidup.


Alex mengusap wajahnya dengan kasar, betapa ia merindukan hari ini..seakan Tuhan merestuinya dengan kembali pada Angell dan Mike lalu mendapatkan apa yang seharusnya menjadi milikknya..oh...sungguh Alex tidak sabar lagi....


💝💝


Angell membanting pintu mobil dengan keras, dan segera menghidupkan mesin mobil....


"Bunda...siapa pria tadi yang memelukmu."? tanya Mike dengan wajah yang penasaran.


"Hanya seorang teman lama Mike."


"Siapa namanya, dia sangat tampan...aku ingin..." kata-kata Mike terputus dengan sangat mengenaskan ketika mendapat tatapan tajam dari sang bunda.


"Jangan bertanya apapun lagi Mike, dia tidak penting dan tak ada hubungannya dengan kita..jadi..berhentilah bertanya pada bunda." ucap Angell dengan dingin.


Mike terdiam..lalu mengangguk dengan pelan...


"Baiklah bunda maafkan aku.."


"Pakai sabuk pengamanmu Mike, kita akan pulang sekarang." ucap Angell tegas.

__ADS_1


__ADS_2