Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Teror


__ADS_3

Angell memulai kegiatan paginya dengan menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga kecillnya. mereka berkumpul di meja makan dengan canda dan tawa yang benar-benar lepas, keluarga yang bahagia seperti itulah mereka.


"Ayah akan mengantarku ke sekolah kan."?


"Tentu tampan..bukankah kau ingin mengenalkan ayah pada teman-temanmu."? ucap Alex menepuk pundak Mike yang sudah mulai tinggi.


"Aku sungguh tak sabar, ayah akan menjadi idola baru di antara orangtua murid." bisik Mike pelan.


"Mike...masih kecil yah, jangan bercanda seperti itu." omel Sabrina yang membuat Mike langsung menutup senyumnya....


Kedua lelaki itu hanya saling menatap dengan pasrah. dan meneruskan sarapan mereka dalam diam.


Alex menatap Angell lalu meletakan sebuah kotak di hadapan istrinya hingga membuat Angell menoleh...


"Ponselmu sayang...aku sudah menaruh nomormu disini, dan kau tidak khawatir lagi sekarang.


Angell membeku...


Mau tak mau ingatannya langsung terbang pada malam pengantin di pulau, pada penelfon misterius yang menelfonnya..apakah nomor itu hanya orang asing yang sedang mengerjainya. ataukah sebenarnya seseorang sedang mengincarnya..tapi siapa, dan mengapa suaranya sangat mirip dengan Wili?


"Angell." panggil Alex yang heran karna istrinya melamun sepagi ini bahkan tidak terlihat senang melihat ponsel yang ia berikan...


Angell terkejut dan langsung tersenyum, merasa sedikit bersalah karna mengabaikan suaminya yang begitu perhatian.


"Ada apa sayang,,mengapa kau diam dan malah melamun, kau tidak suka model ponsel ini.."? tatap Alex.


"Maafkan aku sayang,,aku sedang memikirkan tentang desain mana yang harus aku gunakan untuk pesanan temanku."Angell mengambil ponsel itu dengan wajah yang ceria, ponsel ini sangat canggih dan di walpaper sudah ada foto mereka bertiga.


"Aku sangat menyukai ini, terimakasih suamiku." balas Angell berusaha melupakan segala pikiran buruknya tentang penelfon itu. tidak seharusnya ia memikirkannya terlalu dalam. seharusnya ia melupakan dengan segera. Wili sudah meninggal dan siapapun orang itu pasti hanya ingin mengerjainya..


"Aku senang kau menyukainya sayang." ucap Alex...


"Terimakasih sayang, aku mencintaimu." ucap Angell bahagia.


Merekapun selesai sarapan dan menuju mobil, Alex akan mengantar istri dan anakknya ke butik dan sekolah lalu ia baru akan ke kantor.


terdengar melelahkan jika harus bolak-balik namun tidak bagi Alex, ia akan merasa lebih tenang jika mengantar sendiri Istri dan juga anakknya.


Mobil berhenti di parkiran butik milik Angell, wanita itu tersenyum menatap suaminya seraya membetulkan letak dasinya yang sedikit miring..


"Jangan telat makan sayang..." bisik Angell mengecup bibir Alex dengan penuh cinta.


Alex mengangguk dengan tatapan enggan untuk pergi., namun ia harus bekerja...jemarinya naik menyentuh dagu istrinya lalu bergerak membelai pipi Angell yang mulus..


"Kalau tidak sibuk aku akan datang dan makan siang bersamamu." gumam Alex...

__ADS_1


"Yah...jangan memaksakan dirimu sayang."


"Baiklah istriku...selamat bekerja."


"Baiklah sayang."


Sekali lagi Alex mencium dan memeluk Angell singkat dan membiarkan Angell turun dari mobil. Angell masih bertahan disana dan melambaikan tangannya.


"Selamat pagi nyonya Angell." teguran seseorang di belakananya seketika membuat Angell melompat karna terkejut.


Seorang gadis berusia sekitar 20 tahun menunduk hormat di hadapannya..


"Siapa kau."? tatap Angell..


"Aku Sisil pegawai baru disini." ucap Sisil menundukan kepalanya dengan ekspresi dingin.


"Apakah Dina yang merekrutmu."?


"Yah..nyonya."


Angell menatap keseluruhan gadis yang terlihat aneh dimatanya ini. gadis ini kurus dan bermata tajam wajahnya benar-benar beku..


"Baiklah Sisil..apa tugasmu yang diberikan Dina."? tanya Angell sambil melangkah masuk ke dalam butik dan segera menaiki tangga dengan perlahan...sementara Sisil mengikutinya dari belakang.


Angell mengeluarkan kartu kecil yang di tempelkan di pintu ruangannya lalu pintu itu terbuka. tak ada sembarang orang yang bisa masuk ke ruangannya, karna dilengkapi dengan peralatan canggih.


"Mengapa kau malah mengikutiku."? ucap Angell mengerutkan dahina.


"Aku menunggu perintah nyonya." ucal Sisil kembali menundukan kepala.


Angell mengangguk lalu sesaat kemudian ia memanggil Dina untuk segera keruangannya. sementara Sisil masih menatap Angell dengan tatapan yang sulit di artikan..


Pintu terbuka dan pegawai bernama Dina masuk., lalu menunduk hormat di hadapan Angell..


"Dina..kau yang menerimanya disini bukan."?


"Yah nyonya.."


"Berikan dia pekerjaan karna..."


"Bisakah aku menjadi asisten nyonya Angell."? ucap Sisil memotong kata-kata Angell.


"Tidak...aku tidak butuh asisten Sisil." tegas Angell menekan.


"Baiklah..maafkan saya nyonya." Sisil menunduk lagi..

__ADS_1


"Lancang sekali dirimu dihadapan nyonya." teriak Dina jengkel.


"Maafkan aku." ucap Sisil masih menunduk....


Angell memijit pelipisnya....


"Sisil kau akan bersama Dina di bagian memilih bahan kain untuk dijahit." ucap Angell.


"Baikllah nyonya."


"Kalian berdua pergilah...." ucap Angell menyandarkan tubuhnya di sofa dengan lelahnya.


Merekapun keluar dari Ruangan dan meninggalkan Angell sendiri...


Tak lama kemudian Angell membuka laci meja hendak mengambil pensil untuk membuat desain gambar..


menarik kotak laci itu Angell lalu terdiam ketika jemarinya menemukan sebuah kotak yang tidak asing.


Dengan cepat ia mengeluarkan kotak itu dengan buru-buru....


betapa terkejutnya Angell melihat kotak beludru itu ditangannya, kotak itu sangat dikenalnya sebagai kotak cincin milik Wili yang dipakai untuk melamarnya, bahkan ingatan ketika Wili melamarnya masih snagat jelas....


Tangisan Angell pecah saat itu juga, seluruh tubuh Angell bergetar menahan semua perasaan di dalam dadanya yang ingin meledak saat itu...


Bagimana mungkin...bagaimana mungkin cincin itu masih ada sedangkan masih teringat jelas ketika cincin itu ikut dimasukan ke dalam peti....


Angell menundukan kepala dengan sangat bingung, apa yang sebenarnya terjadi ia tidak tau,


tidak mungkin kalau Wili masih hidup jelas di gambarnya kalau itu Wili yang meninggal...ini tidak mungkin...isak Angell dengan airmata yang tumpah begitu derasnya.


Pada saat bersamaan bunyi ponselnya berdering hingga membuatnya menoleh dengan gusar..


Apakah seseorang mengerjainya..Wili masih hidup adalah hal yang tidak akan pernah terjadi...


Angell meraih ponsel itu dengan gemetar...ia harus menghadapinya..harus menghadapinya...


Angell : Hallo..kau siapa...?


Pelelfon : Apa kau merindukanku sayang, tempatku masih ada kan...? tempatku masih sama dengan 5 tahun lalu.?


Angell terdiam..ia merasa sudah gila karna yang ia dengar adalah suara Wili...airmatanya menetes, masih memijit dahinya ia menguatkan hatinya..


Angell : Aku tak tau apa maksud kata-katamu apa maksudmu menganggu kehidupanku tapi suamiku Wili sudah meninggal 5 tahun lalu..kau tidak bisa..."


Penelfon : Apa kau yakin yang meninggal itu aku, Angell sayang.....bukankah kau mencintaiku..bukankah kau sedang hamil anakku? aku hanya sedang istirahat dan aku akan kembali menemuimu sayang dan juga anak kita Mike.....

__ADS_1


Angell membeku...


Angell : Apa.???


__ADS_2