Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Menghadapi Melinda


__ADS_3

Melinda mengepalkan tangannya dengan kuat. ia benar-benar kesal menghadapi wanita ini.


Lalu suara tangisan Angell memutuskan ketegangan di antara mereka. senyum Melinda kembali cerah menyadari ini adalah kesempatannya untukk mengambil hati Angel. ia menatap ke arah Angel dengan mata berbinar ketika pelayan mendekati Livia untuk menyerahkan Angell yang telah selesai dimandikan. dengan percaya diri Melinda bergerak maju dan mendekati Livia, matanya tertuju pada Angel yang sedang menatap Livia. Angel adalah keponakannya bukankah darah lebih kental dari air, lambat laun Angel akan kembali kepadanya.


"Sayang ini Aunti Melinda, adik dari ibu kandungmu." ucap Melinda melirik Livia yang hanya tersenyum.


Namun siapa sangka ketika Melinda ingin menggendong Angel, namun balita itu menangis keras dan ketakutan setengah mati ia seperti sedang melihat hantu saja. Livia bahkan harus menjauhkan Angel dari Melinda yang semakin kesal.


"Jangan memaksa seorang anak kecil, bahkan Angel saja tau apa maksud hatimu sebenarnya." Livia melirik sinis.


"Pelayan akan menunjukan kamar untukkmu." Livia membalikan tubuhnya dan meninggalkan Melinda sendirian...


"Awass kau Livia."lirik Melinda dengan tajam. lalu melangkah mengikuti pelayan yang menunjukan jalan.


Pagi hari........


Livia sedang menyuapi Angell makan pagi ini, sementara Rusell sedang sarapan disebelahnya. Melinda turun dengan dres pendekknya yang sampai dia atas lutut


dan atasan yang terbuka hingga Rusell gerah sendiri bukan karna ia tergoda.. namun ia sangat risih, disini ada pekerja laki-laki juga Erik yang biasanya memang selalu dirumah ini.


"Apa kau tidak punya pakaian selain itu." tatap Rusell terlihat kesal


"Kak..ini baik untukku lagipula aku tidak terbiasa memakai baju yang tertutup saat ini kan cuaca panas.


Rusell menganggukk..


"Baiklah, kalau begitu kau bisa angkat kaki dari sini." tatapnya tegas...


"Tunggu kak, baiklah aku akan mengganti baju." jerit Melinda jengkel. lalu kembali kekamar dengan wajah kusutnya.


"Aku heran kepadanya, dia pikir kau akan tergoda padanya.' ucap Livia terkekeh.


"Aku akan meminta Erik untuk mengawasinya kemanapun dia pergi." ucap Rusell hingga Livia merasa kesal. menagap Rusell malah memperhatikannya, Livia tak bisa menahan hatinya untuk tidak curiga. namun ia memilih dia dan akan menyelidikinya.

__ADS_1


>>>>**<<<<


Aleta menatap wajahnya di cermin ketika petugas di salon selesai mengubah wajahnya dari buruk rupa sampai menjadi cantik. rambutnya yang selama ini ia gulung dengan asal kini tergerai dengan begitu indah. wajahnya yang tidak pernah tersentuh makeup kini terlihat lebih segar dengan sapuan tipis makeup dan lipglos pink yang membuatkan tampak muda dan cantik, baju kunonya juga sudah diganti dengan dres terkini ala anak muda, ia seperti remaja yang cantik.


"Sudah selesai nona, anda boleh keluar sekarang." tatap petugas itu dengan senyuman kagum.


Aleta sesaat masih terdiam didepan cermin, masih terdiam menimbang, apakah dia tidak terlihat aneh..apakah dia terlihat cantik dimata Roni ataukah pria itu akan menertawainya.


"Nona silahkan keluar, tuan sudah menunggu anda." ucap petugas itu sekali lagi.


"Baiklah, aku akan pergi..terimakasih." ucap Aleta dengan gugup. lalu berdiri dan mengayunkan langkahnya keluar dan Roni terkejut, Aleta sangat cantikk, kulitnya begitu putuh dan mulus..selama ini Roni tak pernah melihat Aleta memakai baju yang memperlihatkan tubuhnya. dia sempurna. Roni mengangguk dengan puas.


"Kau sangat cantik Aleta dan kau begitu mengagumkan." puji Roni dengan mata yang tidak beranjak sedikitpun dari Aleta.


"Terimakasih Roni." ucap Aleta dengan tersipu.


"Bagaimana kalau kita sekarang makan malam." ajak Roni dengan sumringah...


Baiklah, aku senag sekali jika kau menyukai penampilanku Roni." ucap Aleta dengan wajah sendunya.


Aleta mengangguk membiarkan Roni menggenggam jemarinya. dengan erat menyusuri tempat jalanan yang ramai, sesekali mereka saling bercanda satu sama lain.


Ketika mereka akan memasuki sebuah Restoran langkah Roni terhenti ketika mendapatkan sebuah pesan.


Melinda


Livia sedang berbelanja sekarang, cegat dia dan temani dia untuk pulang bersama denganmu, karna aku akan segera memulai pertunjukan.


Roni tersenyum dengan begitu senang, lalu menatap Aleta yang tampak bingung.


"Maaf, aku harus segera pergi karna aku ada janji menemani Livia, dia sedang ada di dekat sini..aku harus pergi Aleta." ucap Roni yang tidak perduli wajah pucat Aleta yang begitu kecewa. rasanya hatinya hancur disaat ia begitu bahagia.airmatanya hampir menetes namun berhasil ia tahan.


"Baikklah pergilah Roni, karna aku juga akan menemui temanku disekitar sini." ucapnya berbohong..

__ADS_1


"Benarkah, aku lega kalau begitu." Roni menghela nafas.


"Pergilah." ucap Aleta mendesak.


"Bagaimana kau akan pulang, aku akan...


"Temanku akan mengantarku pulang Roni..tenanglah dan temuilah Livia." Aleta menelan rasa sakitnya dengan penuh senyum.


Roni mengangguk dan segera melangkah..bukan melangkah namun pria itu berlari menembus kerumunan orang-orang yang berjalan kaki. meninggalkan Aleta yang masih berdiri dengan tetesan airmata yang mengalir deras di sudut matanya.


Aleta mengepalkan jemarinya sambil menekan dadanya yang terasa sakit, yah.. ini sakit sekali dan rasanya Aleta sudah tidak sanggup lagi. mungkin saatnya dia pergi sekarang..yah, percuma saja dia berubah menjadi cantik kalau pria yang ia cintai tak juga melihatnya. semua terasa sia-sia bagi Aleta.. wanita itu melangkah keluar dari restoran dan berjalan tidak tentu arah. dengan airmata yang masih terus menetes.


>>>>^^<<<<


Livia sedang memilih bahan makanan di rak sebuah supermarket terkenal dikota itu ditemani oleh Marsya dan juga Angel juga ada pelayan yang membantu Livia.


"Livia.' tegur Roni dengan senyum yang lebih cerah dari biasanya..


"Roni, sedang apa disini..apa kau berbelanja juga..dimana Aleta." tatap Livia dengan mata yang mencari-cari.


"Aku sendirian..Aleta sedang bersama temannya..yah..aku berbelanja juga, tapi sangat bingung karna aku tak pernah melakukannya sebelum ini."


"Yah..aku akan membantumu memilih, ayo..katakan kau mau memasak apa."ucap Livia dengan senyuman yang begitu di rindukan oleh Roni. pria itu melangkah disisih Livia sambil berjalan bersama. sesekali tampak bercanda. Roni juga menyapa Marsya dan juga menggendong Angell. mereka tampak bahagia dan tidak menyadari kalau dari jauh tampak Aleta menatap mereka dengan terluka.


wanita itu menghapus airmatanya dan meninggalkan tempat itu dengan tekad yang kuat.....


>>^^<<


Melinda memasukkan bubuk perangsang pada minuman Rusell. ia sudah tak sabar lagi membuat kakak iparnya tergila-gila kepadanya dan mereka akan mengejutkan Livia. minuman itu sudah jadi dan iapun membawa keluar dapur menuju ruang santai tempat Rusell menonton televisi sambil menunggu Livia pulang berbelanja.


"Ehmm..kak Rusell, ayo minum dulu." tatap Melinda dengan penuh arti.


"Wah...kau baik sekali adikku sayang." balas Rusell dengan senyuman terimakasih.

__ADS_1


Lalu Rusell mengangkat gelasnya....Melinda melebarkan matanya dengan tidak sabar........


__ADS_2