Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Perhatian


__ADS_3

Wili menatap semua menu yang dipesan oleh Angel dengan kerutan di dahinya, mengapa menu makanan ini hampir semuanya berisi sayur. Wili paling benci pada sayur..


"Tunggu, pesankan aku yang lain saja." ucap Wili kesal.


Angel menggeleng...


"Anda sepertinya selama ini hidup tidak sehat yah..."


"Mengapa kau berkata seperti itu."


"Dari caramu memilih menu." ucap Angell sambil merebus sayur, jamur dan beberapa potongan daging tipis dan pemandangan itu membuat Wili tak tahan.


"Aku tidak bisa menelan ini semua." Wili meletakan sumpit, makanan itu adalah shabu-shabu dan Wili sangat menghindarinya.


Angell menggeleng dengan tegas, mengambil sumpit dan meletakan didalam genggaman pria itu dengan tatapan tegas.


"Ini untuk kesehatanmu, selama sebulan ini kau harus menuruti semua kata-kataku dan kau akan terbiasa." lirik Angel tersenyum.


"Jadi kau pikir aku tidak sehat."


"Aku minta maaf, tapi kurasa ya..itu sebabnya kau selalu terlihat sering marah-marah." ucap Angell tersenyum.


Meletakan mangkuk yang sudah penuh terisi, Angel mulai mempersilahkan Wili untuk memakannya lebih dahulu. Wili hanya mengikuti dengan sedikit mengerutkan dahi. Wili menatap Angel yang tampak sibuk makan dan tidak memperhatikan jika ia sedang di tatap sedalam ini.


"Ehm..." Wili mencoba memakan dengan berat hati namun seketika ia tersenyum, rasanya sudah lama sekali ia tidak menyentuh sayuran rasanya penuh nostalgia. yah..dulu Ibunya sering memaksa dia dan adikknya untuk memakan sayur demi kesehatan namun, setelah ibunya meninggal kebiasaan itu hilang, dan saat ini entah mengapa ia..merasakan kembali memori tentang ibunya dengan perlakuan Angel. tanpa sadar pria itu tersenyum.


"Bagaimana..apakah kau masih merasa tidak enak, aku akan memesan yang lain saja." ucap Angel menaikan alisnya.


"Tidak...aku menyukainya." ucap Wili tersenyum dingin.


"Baiklah kalau begitu."


"Oya...darimana kau tau tentang adikku Dani."? ucap Wili masih fokus dengan makanannya.


"Aku bertemu dengannya di lift, dia pria yang baik...."


Wili mengeraskan rahangnya, menyesalkan mengapa ia membiarkan Angel datang ke perusahaan dan membuatnya bertemu dengan adikknya, semua akan jadi kacau ketika Dani ingin ikut campur.


"Apa ada yang dia katakan kepadamu."


"Seperti apa."?


"Lupakan saja.." Wili tersenyum misterius.


Angell menatap dengan kerutan di dahi Wili, ada yang aneh dengan pria ini namun ia tak tau apa yang sedang terjadi. ia seperti menyimpan sebuah beban.


Mereka terus melanjutkan makan dalam diam, tak ada lagi kata-kata.


************************************


Rafael menatap Elena yan g sudah tertidur dengan pulas karna kelelahan akibat percintaan mereka. pria itu menundukan wajahnya dalam dalam sambil duduk menatap dari atas ketinggian di balkon apartemennya.

__ADS_1


Elena, mengapa hanya wanita ini yang membuatnya bertekuk lutut, mengapa hanya tubuh Elena yang membuat dirinya ingin dan ingin terus menyentuhnya tanpa bosan. Rafael menggelengkan kepalanya dan tersenyum pahit. tadinya dia berpikir kalau ia akan mencari wanita lain sebagai selingan untuk memenuhi hasratnya yang begitu besar, namun ketika akan melakukannya, bayangan Elena yang cantik ketika tersenyum, jeritan Elena membuatnya rindu ketika ia memasukinya, Rafael sungguh tidak berdaya. ia harus pulang dan menemui Elena atau ia akan menjadi gila.


Elena menggeliat di dalam tidurnya, lalu membuka matanya.


"Selamat malam sayang." bisik Rafael merebut perhatian Elena, wanita itu beranjak bagun dan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang. mengabaikan Rafael yang menatapnya dengan senyuman memuja.


"Jam berapa ini." bisiknya terlihat lelah.


"Jam 8 malam."


"Apa...."? jerit Elena dengan panik, ia segera meraih selimutnya dan melompat turun dari ranjang namun karna selimut itu terlalu panjang, ia malah jatuh di lantai beralaskan karpet itu. sebagian tubuhnya terbuka .


Rafael bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Elena, mengangkat tubuh sintal itu dan mendudukan kembali di ranjang, pria itu menundukan tubuh agar sejajar dengannya.


"Kau mau kemana, mengapa kau sangat panik." Rafael membetulkan anak rambut Elena yang sebagian menutupi wajahnya.


"Kita harus pulang Rafael, apa yang akan dikatakan papa dan mama."


"Tenang, aku sudah membuat alasan agar kau bisa menginap disini." Rafael menaikan sebelah alisnya.


"Kau membuat alasan apa, astaga aku sangat takut sekarang."


"Aku bilang kau memiliki segudang tugas dan aku sangat lelah untuk mengatarmu pulang."


"Lalu apa kata papa dan mama."?


"Mereka mengijinkan." tanya Elena tidak percaya.


Elena hanya mengangguk dengan pasrah, ia harus membersihkan diri.


"Aku lapar." ucap Rafael dengan ekspresi manja.


"Pesankan makanan saja Rafael, aku sangat lelah dan juga lapar."


"Baiklah."


"Aku akan mandi sekarang." ucap Elena beranjak bangun.


"Eitt.. sebentar...."


Rafael menahan tubuh Elena,


"Aku akan bertanggung jawab dengan apa yang akau lakukan padamu sayang."


"Jangan macam-macam Rafael aku sangat lelah." Elena mengeluh.


"Memangnya apa maksudmu Elena, aku tidak akan menyentuhmu kok."


"Cih...."


"Aku juga sangat lelah hari ini, jadi aku hanya akan menggendongmu sampai kekamar mandi."

__ADS_1


"Baiklah, angkatlah tubuhku." tantang Elena.


Rafael segera menggendong tubuh Elena ala bridal style dan membawanya ke kamar mandi.


********************************


Anggel baru saja turun dari mobilnya, namun ia merasa sesuatu sedang menatapnya. lebih tepatnya adalah dia sedang di awasi. gadis itu membalikan tubuhnya namun masih tertegun dengan kerutan di dahinya. tak ada siapapun disana.


Menutup pintu mobil ia lantas segera masuk ke dalam rumah setelah memastikan petugas keamanan dirumahnya agar memperketat penjagaan mereka.


Sementara dari jauh seorang pria menatap tajam ke arah Mansion mewah milik Angel dengan senyuman kejam.


"Kau adalah milikku Angel."


.......................................................


Angel masuk kedalam rumah dan seperti biasanya dia di sambut oleh pelukan mama Livia.


"Selamat datang putriku sayang." Livia mencium dahi dan kedua pipi putrinya dengan penuh cinta.


"Dimana papa." tanya Angel sambil meminum segelas air yang diberikan mama setiap ia pulang bekerja.


"Papa sedang di ruang kerjanya sayang."


"Lalu Rafael dan Elena."


"Malam ini mereka menginap di apartement."


"Baiklah...malam ini sunyi sekali." Angell menggandeng tangan mamanya untuk duduk sebentar.


"Suatu saat mama akan merindukan anak-anak mama, setelah kau menikah kau juga akan pergi meninggalkan mama kan."


"Tidak Mah, aku akan meminta suamiku untuk kita tinggal bersama." Angell menyandarkan tubuhnya di bahu mamanya.


"Bagaimana kalau suamimu menolak." tanya sang mama dengan senyuman.


"Aku akan membatalkan pernikanku Mah."


Mama Livia tertawa seketika, dan segera memeluk Angel dengan rasa sayang.


"Mama akan selalu mencintaimu nak." ucap Livia dengan mata berkaca-kaca.


"Aku juga mencintaimu Mah..." Angell memeluk mama Livia dan enggan melepaskan lagi.


*************


Wili mendekati sebuah apartemen mewah dan terdiam sejenak. lalu menekan bel dengan tidak sabar. kemudian pintu itu terbuka.


Wili menatapnya dengan tajam.......


"Aku ingin bicara kepadamu." ucap Wili dengan nada dingin.

__ADS_1


__ADS_2