Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Perasaan aneh


__ADS_3

Wili masih memeluk Angell dengan perasaan asing yang terus menyapanya. untuk pertama kali dalam hidupnya Wili merasa gugup, ketika berada didalam pelukan seorang wanita.


"Mengapa....mengapa rasanya sangat menyakitkan." tangis Angell semakin memeluk tubuh Wili dengan gemetar.


"Semua akan baik-baik saja Angel, percayalah." Wili berusaha menenangkan Angel dari tangisannya yang semakin larut.


"Aku merindukannya...aku sangat merindukannya." isak Angel lagi.


Wili menjauhkan tubuh Angell dan menatap kerapuhan seorang Angel yang begitu terlihat.


"Kau adalah gadis terkuat yang pernah aku temui..mengapa jadi cengeng begini."? Wili menyibakan anak rambut Angell dibelakang telinga, seraya menghapus airmata dengan jarinya.


"Aku kesal pada seseorang dan aku jadi baper tentang masa laluku." Angell menghapus airmatanya dengan punggung tangannya. ia merasa malu karna ia justru menangis di pelukan pria yang dibencinya.


"Jika kau sedih lagi pastikan kau tidak meminta bahu sembarang orang untuk dipeluk, lari saja padaku." ucap Wili menaikan alisnya.


"Aku akan memilih pria yang tampan kali ini." ucap Angell tersenyum.


"Jadi menurutmu aku tidak tampan."? ucap Wili bersedekap.


"Tidak..kau terlalu...."


"Dasar...seharusnya kau berterimakasih padaku." ucap Wili kembali ke tempat duduknya."


"Bagaimanapun aku sangat berterimakasih kepadamu Wili." Angell menundukan kepalanya.


"Bagaimana kalau ucapanmu kau ganti dengan menemaniku ke pesta." lirik Wili sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi kebesarannya.


"Kau kan punya kekasih, mengapa mengajakku."?


Wili memijit dahinya berpikir keras..


"Dia sedang show diluar negri."


"Apakah dia seorang model." tanya Angell


"Yah...."


"Aku punya banyak kenalan dari dunia artis dan modeling siapa namanya...mungkin saja aku mengenalnya." Angell menaikan alisnya.


"Kau akan tau sendiri ketika tepat pada saat aku menikahinya." ucap Wili misterius....


"jadi bagaimana...kau mau menemaniku."


"Kapan pesta itu."?


"Besok malam."


"Baiklah...sebutkan nama hotelnya aku akan...."


"Aku akan menjemputmu di rumahmu Angel." Wili menuntut.


"Baiklah...setelah itu kita impas, aku tak punya hutang lagi."


"Tentu saja." Wili menganggukan kepala dengan penuh rahasia. dia akan membuat Angel merasakan sesuatu yang akan membuat gadis itu hancur. dan aku tidak akan melepasmu Angell Wins.


💝💝


Angel menatap sekali lagi tubuhnya di cermin. memakai sebuah dres panjang sampai menutupi mata kaki berwarna merah maroon. yang kontras dengan warna kulitnya, gaun tanpa lengan itu sangat pas membentuk tubuh langsingnya dengan begitu sempurna. rambutnya dibiarkan tergerai bergelombang yang jatuh ke punggungnya. Angell seperti putri dalam negri dongeng.


Suara ketukan di pintu mengalihkan tatapan Angel. iapun menoleh dan tersenyum ketika mama Livia melebarkan matanya dengan tatapan memuji.

__ADS_1


"Putriku....kau sangat cantik.." bisik mama Livia merasa sangat terpukau.


"Mama membuatku malu saja..mana ada seorang ibu yang tidak memuji anakknya padahal anakknya biasa saja." Angell menggoda sang mama.


"Enak saja...kau adalah putri mama yang begitu memukau...mama tidak memujimu karna kau anak mama...tidak, mama memujimu karna ya...kau sangat cantik."


Angell menggeleng menyerah...ia tak bisa melawan argumen mama jika sudah bicara."


Mama Livia memegang kedua bahu putrinya dengan penuh cinta.


"Bolehkah mama jujur kepadamu nak.." ucap mama Livia.


"Tentang apa...mengapa aku sangat gugup."


"Mama menyukai jika kau berjodoh dengan tuan Wili."


"Hah..." Angel merasa sangat lucu.


"Ya...semoga kau bisa menikah dengannya."


"Mama ini kenapa sih."


"Dia tampan, baik, sukses dan juga sangat dewasa."


"Terlalu tua maksudnya." mulut Angell tak tahan untuk tidak mengejek. namun mama Livia menyikut putrinya tak rela.


"Kau tau....jarak usia papa dan mama waktu menikah sama dengan umur Wili dan kau sekarang ini sayang."


"Benarkah.."


"Yah....karna itu mama yakin, kau akan bahagia bersama Wili."


Angell menggeleng pelan.....


"Astaga anakk ini.." Mama Livia menggeleng.


Angell tersenyum menang....


"Awas saja..kalau jatuh cinta." tantang mama Livia.


"Tidak akan pernah..dia terlalu dewasa untukku dan...aku tidak pernah menyukainya."


Mama Livia mengangguk......


"Ya sudah...kita lihat saja."


"Siapa takut." balas Angel.


Mama Livia menuntun putrinya agar keluar dari kamar. sementara Wili sudah menunggu di ruang tamu depan lift.


Pria itu tampak tidak sabar, entah mengapa jantungnya berdebar hangat. ia terlihat seperti sedang menunggu seorang kekasih saja.


Ruzell yang baru saja pulang kantor tersenyum pada Wili.


"Apa kabarmu calon menantuku." ucap Rusell dengn senyuman tulus.


Wili menundukk dengan hormat kepada Rusell. keduanya saling membalas dengan senyuman.


"Aku mohon agar tuan Rusell merahasiakan ini dari Angel sampai rencanaku berhasil.


"Tentu....karna sekarang hanya kita berdua karna itu aku sengaja menggodamu."

__ADS_1


"Tapi aku masih penasaran Wili, mengapa kau membiarkan Angell tau bahwa dia dijodohkan dengan Oscar padahal denganmu."


"Aku hanya ingin merebut hatinya dulu tuan Rusell dan membuat putrimu jatuh cinta kepadaku."


"Aku percaya kepadamu Wili."


Pembicaraan mereka terhenti ketika pintu lift terbuka dan Angell muncul disana seperti seorang putri. Wili terpana hingga ia kehilangan suara. ia hanya ternganga dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Nak Wili bagaimana tampilan Angell malam ini." ucap mama Livia dengan senyuman.


"Sangat cantik tante dia benar-benar mempesona." puji Wili dengan jujur.


"Tentu dia anak seorang Rusell Wins jadi sudah pasti cantik." sambung Rusell tak mau kalah.


"Wili sering-seringlah mengajak Angell pergi." ucap mama Livia.


Angell menyikut mamanya agar berhenti menggodanya.


"Hanya malam ini papa dan mama...jangan berlebihan." Angell tersenyum.


"Sudahlah mama, jangan menggoda lagi..ayo ke kamar papa lelah."


Mama Livia pamit meninggalkan mereka bersama suaminya Rusell. meninggalkan Wili dan Angell yang masih berdiri dengan kegugupan yang asing.


"Kau sangat cantik."


"Terimakasih."


"Apa kau sudah siap menemaniku nona Angell Wins." Wili melirik tajam.


"Tentu saja." lebih cepat lebih baik."


Mereka berdua melangkah bersama menuju mobil dan berangkat menuju tempat pesta yang akan menjadi awal kejutan untuk Angell.


************************


Suasana pesta begitu ramai oleh para tamu undangan kelas atas. Wili membawa Angell dekat dengannya, sementara sebelah tangannya memeluk punggung Angell dengan posesif. ada banya pasang mata yang menatap mereka dengan pandangan iri.


"Selamat malam tuan Wiliam Pearl." seorang pria menundukan kepala pada Wili dengan sopan.


"Tuan Hans." jawab Wili dengan sopan.


Pria itu mengalihkan pandangan pada sosok Angell di sebelah Wli yang sangat cantik.


"Apakah ini adalah...."


"Calon istriku tuan Hans." ucap Wili dengn sangat bangga.


Angell langsung memandang Wili dengan heran, namun ia segera menutup mulutnya menyadari tuan Hans sepertinya bukan orang sembarangan, terlihat dari cara Wili menghormatinya.


"Sangat cantik."ucap tuan Hans tersenyum.


"Terimakasih tuan." balas Angel dengan sangat sopan hingga Wili hanya tersenyum bangga.


"Jika kalian menikah bulan depan..maka ijinkan aku sebagai penyelenggara acara." canda Hans menatap Wili.


Angell terkejut...


"Menikah."?


Wili memeluk tubuh Angell hingga wajah mereka begitu dekat. lalu menatap pria yang bernama Hans.

__ADS_1


"Tentu saja, kami berdua akan menikah dibulan depan."


"Wili apa maksudmu kita...akan menikah."?


__ADS_2