Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Rencana Dina yang gagal


__ADS_3

Tari turun dari mobil mewahnya menuju ke dalam butik milik kakaknya Angell, membawa seikat bunga mawar yang di petik langsung di tamannya Tari tampak sangat cantik dalam balutan dres berwarna peach..rambut panjangnya dibiarkan tergerai menyentuh punggungnya. Tari di sambut oleh Sisil yang sedang merapikan beberapa bahan kain yang akan dijahit.


"Selamat pagi Sisil, apakah kakakku ada diruangan."? tanya Tari tersenyum seperti matahari pagi..indah..


"Nyonya baru saja datang nona Tari." ucap Sisil mendekati Tari, ia kagum dengan kecantikan alami Tari yang menghipnotis.


"Mari saya antar ke ruangan nyonya." ucap Sisil dengan sumringah.


"Terimakasih Sisil." ucap Tari tersenyum lalu mengikuti langkah gadis bertubuh kecil itu.


Angell yang mengetahui kedatangan Tari langsung menekan tombol dan pintu terbuka,


Tari masuk dengan penuh senyum sedangkan Sisil hanya menundukan kepala sambil berlalu meninggalkan Tari dan Angell yang berdiri saling melempar senyum.


"Kak Angell." Tari


tersenyum menunjukan gigi ginsulnya di hadapan Angell.


"Tari sayang." bisik Angell memeluk adikknya dengan penuh kasih.


Tari tumbuh menjadi gadis berusia 17 tahun yang sangat cantik dan juga rendah hati. apalagi dia di didik oleh seorang Livia Wins.


"Bunga dari mama." ucap Tari meletakan bunga segar itu di dalam pot yang terbuat dari kaca dan masih kosong.


"Wah...harumnya." Angell mengirup aroma bunga yang masih sangat segar itu.


"Kakak..jadi kan membiarkan aku membantu kakak di butik."? ucap Tari sambil mendudukan tubuhnya di sofa tamu dan di ikuti Angell.


"Kau tidak melanjutkan usaha bunga."?


Tari menggeleng......


"Aku akan tetap melanjutkan usaha bunga kak, tapi aku juga senang dengan desainer jadi bolehkan aku magang di tempat kakak."? bisik Tari dengan wajah memelas.


"Kau mau magang disini...boleh saja." ucap Angell setuju lagi pula akhir-akhir ini ia selalu mendapat teror aneh.. entah mendapat kado bangkai tikus yang berdarah, entah mendapat pesan pembunuhan dan masih banyak lagi dan Angell merasa sedikit takut...kalau Tari ada didekatnya setidaknya Angell merasa lebih tenang.


"Kakak menerimaku."?


"Yah...tapi tugasmu agak sedikit berat Tari." Angell membulatkan matanya dengan serius.


"Berat..katakan saja kakak, aku sanggup menjalaninya kok..aku gadis yang kuat." Tari memuji diri sendiri.


Angell mengangguk...


"Kau akan mengantar hasil desain gaun yang telah dipesan coustomer kita dan memastikan barang tidak akan lecet sampai di tangan mereka."


"Hah."?


"Yah...aku akan lebih percaya jika kau yang membantuku dibanding pegawaiku yang lain...setelah.."


"Setelah apa kak."?

__ADS_1


Angell mendekati Tari dan menatap wajahnya dengan gugup.


"Sudah beberapa hari ini pakaian yang dikirim ke pelanggan selalu rusak, entah itu robek atau ada benang yang terlepas..sudah banyak pelanggan yang komplen atas masalah ini dan kakak tidak tau harua bagaimana." ucap Angell sedih.


Tari tampak berpikir.....


"Kak...apakah mungkin ada penghianat di antara pegawai kakak.."? Tari mengerutkan keningnya.


"Mana mungkin Tari..mereka semua adalah pekerja lama di butik ini..mereka pasti setia." bela Angell yang sebenarnya sudah tidak yakin..


"Kita tidak akan pernah tau hati seseorang kak, tapi aku sudah disini..aku akan meyelidiki untuk kakak." ucap Tari dengan penuh keyakinan.


"Astga tatapamu membuat kakak takut."


"Kak..aku disni dan kakak tidak perlu kawatir, aku akan menjaga kakak dan butik ini." ucap Tari tersenyum manis.


"Aku sangat percaya kepadamu Tari."


Tari hanya menganggukan kepalanya...ia sadar begitu ia masuk ke dalam butik ini, semua mata pegawai tamak tidak suka padanya, namun Tari akan menyelidiki semuanya.


💙💙


Seorang gadis tampak sedang menelfon secaea sembunyi-sembunyi..


"Baiklah Tuan..aku akan melaksanakan hari ini." ucap gadis itu dengan patuh, lalu segera mematikan ponselnya.


Ia pun menoleh ke kiri dan kanannya dan bersyukur karna tak ada yang melihatnya. gadis itu mendekati meja pantry lalu mendekati segelas teh yang sudah di adukknya dengan rata setelah sebelumnya menaruh bubuk berwarna putih di dalam teh itu. ia tersenyum dengan puas. sebentar lagi rencananya akan berhasil, melumpuhkan dengan cara yang mematikan...


Gadis itu melangkah menaiki tangga dan mengetuk pintu, tak perlu menunggu lama pintu itu terbuka tampak seorang wanita cantik sedang menggambar desain baju di atas meja kerjanya..


"Yah..Dina..tumben kau tidak ke toko."? tanya wanita itu tersenyum.


"Sebelum ke toko aku mampir dan memberikan nyonya teh lalu aku akan pergi." ucapnya dengan manis.


"Baguslah aku sangat haus...letakan saja disitu." ucap Wanita itu bersikap biasa.


"Baikah nyonya Angell, pastikan nyonya meminumnya selagi hangat."


"Tentu Dina."


Dina segera keluar ruangan dan Angell hanya menarik nafas, memarinya bergetar dalam genggamannya ketika sebelumnya ia telah mendapat kiriman video dari Tari kalau minumannya telah di campur sesuatu oleh pegawai kepercayaannya.


Dina adalah pegawai lamanya yang telah menemaninya sejak Wili masih ada..mengapa dia berkhianat.?


Angell menganggkat telp.....


💖


Dina menururni tangga dengan senyum yang merekah.,ia hampir berhasil dan saat ini tinggal menunggu teriakan panik...ia tak sabar mendapat pujian dari tuan Wilard..


"Kau pikir akan berhasil dengan mudah ya." suara seseorang mengejutkan Dina hingga ia menoleh.

__ADS_1


"Tari.."?


"Yah aku....." Tari mendekati Dina dan menyipitkan matanya.....keduanya berdiri saling menantang...


wajah Dina berubah pucat ketika ia tak bisa lari dari kenyataan..


"Katakan pada siapapun yang menyuruhmu melakukan ini..katakan kalau dia sangat pengecut." desis Tari menaikan alisnya..


"Kau...."


"Pergilah sejauh mungkin Dina...jangan sampai muncul di depan kakak atau kau akan membusuk di penjara." ucap Tari mengancam.


"Aku akan mendaukanmu pada tuan Wilard." ucap Dina penuh emosi...


"Aku tidak takut apapun..pergi sekarang atau kau akan menyesal." ucap Tari menaikan sebelah alisnya...


"Kau akan membayar apa yang kau lalukan kepadaku hari ini Tari, kau akan mendapat kemarahan langsung dari ytan Wilard, percayalah.."


Dina kemudian melangkah keluar dari butik dengan perasaan takut luar biasa....karna Dina tau tuan Wilard tidak menerima kegagalan.


💜💜


Dina begitu terkejut ketika wajahnya di tampar dengan sangat keras..terlalu keras hingga ia jatuh di lantai dengan rasa nyeri yang begitu menyakitkan...


"Paaaaccccckkkkkkkll........."


"Aku akan membunuhmu dengan segera." sebuah pistol di arahkan di depan matanya hingga Dina hampir jatuh pingsan karna ketakutan.


"Tuan maafkan aku..."


"Membunuh seorang Angell sama kau tidak mampu, kau benar-benar tidak berguna.." desis Wilard dengan tatapan tajam. tadinya ia ingin lagsung menembak Angell namun Dina menyarankan agar membuat Angell mabuk dan mengalami kecelakaan tragis namun akhirnya gagal.


Wilard tak mampu menahan rasa emosinya yang memuncak,


"Seseorang yang gagal itu sama saja dengan penghianat dan kau tau apa hukuman untuk penghianat.."?


Dina begitu ketakutan melihat tatapan membunuh yang diarahkan tuan Wilard padanya...


"Tuan..ampuni aku..jika saja gadis muda itu tidak menghalangi aku mungkin sudah berhasil." tangis Dina pecah saat itu juga..


"Siapa yang kau maksud."? geram Wilard..


"Tari..dia adik angkat nyonya Angell dialah yang menghalangiku."


"Tari."? ulang Wilard begitu marah..


"Ya.,tuan Wilard..."


"Aku akan membunuhnya juga..siapapun Tari atau siapapun yang menghalangi jalanku..tapi sekarng giliranmu dulu penghianat." Wilard mengarahkan senjatanya pada Dina dan sesaat kemudian.....


"Dor.......Dorr.....Dor....."

__ADS_1


Tubuh Dina ambruk jatuh membentur lantai dengan darah yang memenuhi lantai....


Wilard tersenyum sinis...


__ADS_2