
Ciuman itu terlepas dengan senyuman yang terpancar di wajah keduanya, perasaan hangat melingkupi mereka yang masih belum di sadarinya..
"Manis."? ulang Tari menyipitkan matanya..
"Jangan ge-er kuenya sangat manis." ucap Wilard memalingkan wajahnya yang memerah.
"Jadi begitu yah..aku tidak manis yah.." bisik Tari dengan bibir yang mengerucut.
Wilard melirik Tari yang cemberut dan merasa gemas, tanpa di duga pria itu merengkuh Tari kedalam pelukannya dan menatap indahnya Tari..
"Manis..." bisiknya lagi.
"Kuenya."?
"Kau Tari."
Wajah Tari merona malu tentu saja ia di puji oleh pria yang menjadi musuh sekaligus membuatnya rindu.
"Apa kau menginginkannya lgi."
"Tentu saja aku selalu menginginkannya." bibir Wilard mendekat,,
"Maksudnya kue yang aku buat, kau menginginkannya."
Wilard memutar bola matanya dengan jengkel.
"Gadis kecil yang licik." desisnya memandang ke depan ke arah lautan yang luas mengelilingi pulau itu.
Astaga..bagaimana bisa ia kehillangan Tari, bagaimana bisa jika gadis ini tak akan ada selamanya di sini. apakah dia akan baik-baik saja..apakah dia akan tenang.?
"Aku harus mandi sekarang..tubuhku kotor." bisik Tari bergerak bangun dari kursi taman.
Wilard menatap gadis manis itu..
"Mau aku bantu."?
"Bantu apa."?
"Memandikanmu Tari." Wilard mengedipkan sebelah matanya menggoda Tari.
"Tidak terimakasih tuan Wilard tapi aku masih punya tangan." Tari mengangkat kedua tangannya ke arah Wilard sambil tersenyum. kemudian gadis itu melangkah meninggalkan taman dengan wajah cerianya.
Wilard kembali menyandarkan tubuhnya di taman dengan tatapan beku, memandang sekelilingnya dengan hati yang resah..mengapa ia malah memiikirkan Tari saat ini.
Mungkinkah...ia sudah jatuh cinta.?
__ADS_1
Wilard menghela nafasnya.....
💝💝
Tengah malam...
Wiard terbangun ketika rasa sakit di bahu menyerangnya, ia mengerang kesakitan hingga Tari yang tertidur di sampingnya terbangun dengan paksa. gadis itu membuka mata dengan sempurna ketika mendengar rintihan pria yang selalu kuat itu di sebelahnya.
Tari mendekati Wilard dan terdiam ketika melihat darah menetes dari bahunya...
"Wilard..apa yang terjadi."
"Tolong panggil Theo, sekarang." desisnya kesakitan..
"Baiklah." ucap Tari bergerak turun dari ranjang dan berlari menuju pintu lalu membukanya. ia berlari keluar mencari-cari penjaga namun ia tidak melihatnya..
"Biasanya mereka disini..tapi kemana mereka."? Tari mendesah cemas, iapun kembali berlari dengan cepat menuju lift dan disaat itulah, Theo muncul dari dalam lift.
"Theo..tolong...Wilard dia.."
"Tenang saja nona, aku datang bersama dokter."
"Baiklah..." Tari menghela nafas lalu mengikuti mereka dengan airmata yang menetes. yah..hatinya di liputi rasa bersalah karna ia menembak Wilard dan membuat pria itu menderita.
Dokter masuk dan mendapati Wilard masih mengerang.sementara Tari berdiri agak jauh dari sana karn sungguh ia tak sanggup melihat darah yang menetes di bahu Wilard dan melihat kesakitan yang begitu kentara di wajah pria itu.
"Yah.."
"Bisakah membantu tuan Wilard agar dia tidak melihat apa yang kami lakukan padanya, proses ini akan terasa menyakitkan." ucap Dokter dengan menekan.
"Baa..baik." Wilard masih menunduk menahan kesakitan, di saat bersamaan Tari mendekat dengan posisi Berdiri dan Wilard duduk, gadis itu menatap wajah Wilard yang meringis..
"Maafkan aku, kau terluka karna aku."
WIlard tidak menjawabnya dan hanya menatapnya tajam....Tari meneteskan airmatanya dan langsung memeluk tubuh pria kokoh itu mendekapnya dengan erat hingga tak ada jarak sedikitpun. dan disaat bersamaan Dokter mulai melepas perban dan mengobati luka Wilard yang berdarah. pria itu mengerang namun tidak lama karna ia merasakan pelukan Tari yang begitu menenangkannya. ia memejamkan matanya sungguh pelukan Tari begitu hangat dan seolah menyalurkan kekuatan baginya. lama keduanya saling memeluk sampai akhirnya proses itu selesai dan Wilard menjadi lemas, dokter menyuntikan obat penenang baginya agar dia bisa istirahat tanpa merasa kesakitan.
Theo melihat itu semua dan menghela nafas, apakah tuan Wilard dan nona Tari sebenarnya telah saling jatuh cinta. apa yang akan terjadi, jika nona Tari tau dia sudah di tukar oleh tuan Wilard.?
Theo menunduk hormat ke arah Tari dan melangkah keluar bersama dokter.
"Apakah dia akan baik-baik saja dokter."?
"Butuh waktu agar dia sembuh nona, karna luka tembak itu sangat dalam dan mengenai tulangnya dan membuatnya retak, jaga aktifitasnya agar dia bisa pulih secepatnya."
"Baik dokter." ucap Tari tersenyum....
__ADS_1
Setelah dokter dan juga Theo pergi, Tari duduk di samping ranjang. jemarinya naik membelai wajah pria itu.
"Maafkan aku Wilard, akulah yang menyebabkan kau terluka seperti ini..akulah yang menyebabkan kau menderita..aku minta maaf." Tari tertunduk dengan wajah penuh sesal...
💝💝
Pagi hari....
Wilard membuka matanya dengan sempurna karna tidurnya yang nyenyak, tubuhnya jadi lebih segar dan ringan.
ia menoleh ke samping ranjang dan menemukan Tari tertidur dalam posisi duduk menyentuh lengannya..Wilard tersenyum hatinya menjadi hangat.
Jemarinya terulur menyentuh rambut Tari dan membelainya disana..
Gadis kerasa kepala, mengapa duduk disana sedangkan dia bisa tidur saja.
Deg...........
Wilard membeku ketika jantungnya berdebar pelan, apakah yang ia rasakan ini. mengapa terasa aneh dan menyenangkan. seumur hidupnya Wilard selalu menutup dirinya, ia seorang introvert yang hidup menyendiri dan tak nyaman ada di dekat banyak orang, apalagi seorang wanita. tak heran sampai saat ini ia masih sendiri...
Tari terbangun dengan sentuhan Wilard di kepalanya, matanya melebar sempurna,...
"Kau sudah sadar Wilard, bagaimana bahumu apakah masih sakit, apakah semua baik-baik saja, apakah kau merasa demam atau....."
"Sssttt....." Wilard menahan telunjuknya di bibir Tari hingga gadis itu terdiam...
" Wilard."
"Aku baik-baik saja."
"Hah...benarkah."? airmata Tari menetes...
Dan pemandangan itu sungguh menggetarkan Wilard. selama ini tak pernah ada seorangpun yang menghawatirkannya, tidak ada...hidupnya terlalu keras hingga sesuatu yang lembut itu tak pernah bisa menyentuhnya. namun apa yang ia terjadi saat ini, sikap Tari mampu menembus hatinya yang begitu kuat yang selama ini ia bangun kokoh untuk mengasingkan diri. Tari yang polos dan ceria mampu menyentuh dan membuatnya jatuh cinta.
"Apa kau mengkhawatirkan aku."? bisik Wilard dengan tajam.
"Rasanya seperti ingin mati saja melihatmu kesakitan Wilard aku benar-benar takut kau tidak bergerak lagi jadi aku duduk disini dan menjagamu." bisik Tari pelan.
"Terimakasih."
"Aku yang seharusnya berterimakasih Wilard, kau tidak membunuhku kau sangat baik dengan memberiku tempat tinggal dan segalanya..aku sangat berhutang budi kepadamu."
Wilard membeku....tidak tahukan Tari bahwa dia tetaplah seorang Wilard yang jahat, bagaimana jika Tari mengetahui segalanya.
Wilard memejamkan matanya..mengulurkan tangannya pada Tari dan gadis itu menyambutnya...
__ADS_1
"Aku jatuh cinta kepadamu Tari Wins." bisik Wilard pelan lalu meraih wajah Tari mendekat dan melum** bibir gadis itu dengan penuh kehangatan..