Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Mendekati hati


__ADS_3

Rusell berjalan kesana kemari begitu bingung, hari ini dia akan mencoba mengambil hati Livia yang tidak mau menyentuh makanan sama sekali. bahkan para pelayan tak ada yang bisa membujuknya.


"Tuan Rusell makanannya sudah jadi." ucap seorang chef yang ia panggil untuk mengajarinya memasak.


"Apakah ini enak baginya."?


"Tentu saja tuan Rusell anda sudah bekerja keras untuk itu."


"Baiklah."


Rusell meraih sup yang sudah siap dalam mangkuk dan membawanya ke kamar Livia. ia berharap Livia mau memakannya.


Pintu kamar terbuka, dan Rusell tertegun melihat Livia yang sedang duduk dipinggir balkon dan menatap jauh. Rusell mendekatinya dan meletakan sup di atas meja.


"Livia."


"Aku tidak ingin menyentuh apapun Rusell, menyerahlah." ucap Livia tak sedetikpun menatap Rusell.


Pria itu mendekati Livia seraya menatap wanita itu dengan dalam.


"Livia...kau tau dalam hidupku pantang untuk aku merayu seorang wanita, aku tidak sesabar itu..tapi ketika bersamamu aku menurunkan egoku."


"Aku tidak perduli sedikitpun." tatap Livia menantang.

__ADS_1


"Benarkah." Rusell menatap Livia sekalgi lagi.


"Angel akan pulang besok."


Liviia menoleh tak percaya, rasanya airmata akan mengalir lagi. dia sudah sangat merindukan Angel putri kecilnya meski dia sangat membenci Rusell tapi tidak untuk Angell. dia sudah merasa Angell adalah anak kandungnya.


"Kau benar-benar membawanya pulang"?


"Hhhm...dengan satu syarat."


"Apa."?


"Kau harus makan makananmu dan jangan membantah kata-kata perawatmu."


Mengabaikan Rusell ia mendekati meja dan mulai makan dalam diam. sesekali ia menatap Rusell yang menatapnya.


"Mengapa menatapku."? lirik Livia kesal.


"Apakah makananya enak."?


"Hmm..pasti chef yang memasak." ucap Livia yang tidak pernah memperhatikan wajah Rusell yang kesal.betapa dia sudah berusaha memasak dengan segala upaya dan akhirnya nama chef yang dipuji Livia.


"Kau tidak tau kalau aku yang."

__ADS_1


"Aku sudah kenyang, sekarang keluarlah dari kamarku kau sudah berjanji kita pisah ranjang dan kau tidak boleh menyentuhku." Livia melirik kesal.


"Yah...itu..aku."


"Keluar sekarang Rusell, atau aku akan benar-benar marah." tatap Livia penuh peringatan."


Rusell hanya bisa mngusap wajahnya dan meninggalkan Livia sendiri. Livia mengepalkan tangannya dengan kuat, aku akan mengalah sebentar saja..kalau aku tidak bisa melepaskan diri maka Rusell pria itu yang harus pergi selamanya. desis Livia pwnuh dendam.


Sementara Rusell mendengar semua perkataan Livia dengan sangat jelas karna semua kamar dirumah ini sudah disadap olehnya jadi..setiap dinding punya telinga dan mata untuk mengawasinya. Rusell tersenyum kejam. ia akan mengikuti semua permainan Livia dan menjebaknya agar wanita itu merasa sangat bersalah. Rusell meninggalkan ruangan Livia dengan senyuman licik.



Angel akhirnya pulan bersama seorang pelayan dan disambut Livia yang langsung memeluknya tidak sabar.


"Mama kangen sekali sayang." ucap Livia dengan bahagia lalu mencium pipi Angel dengan gemas.


Sementara Rusell hanya menatap dengan tajam kebersamaan Livia yang membuatnya bahagia.lalu menjauh dari sana.



Tengah malam Rusell masuk kekamar. ia sudah terlalu merindukan untuk tidur bersama Livia dan Angell dala satu kamar. namun karna pertengkaran itu hubunan mereka juga semakin renggang. malam ini ia sudah bertekad untuk bisa mendekati Livia dan merasakan kehangatan istrinya.


Diraihnya tubuh Livia dan membawanya dalam pelukan posesifnya. Livia masih belum sadar apa yang terjadi.

__ADS_1


Rusell menguasainya dalam cinta dan nafsu yang tak mampu ia tahan.


__ADS_2