Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Pilihan Hati Tari


__ADS_3

Wilard melompat dari atas ranjang dan segera berlari menuju ke kamar mandi dan sekejap keluar dari sana dengan cepat, ia melirik jam di tangannya dan merasa ini sudah sangat siang...apakah Sean sudah datang..apakah ia sudah membawa Tari pergi. Wilard sampai di pintu kamar, jemarinya tertahan ketika membayangkan jika mungkin Sean telah membawa Tari pergi dan meninggalkan dirinya.


Wilard merasa sesuatu di dadanya merasa nyeri dan terasa begitu menyakitkan. matanya basah apakah ia bisa merelakan Tari pergi? apakah ia benar baik-baik saja tanpa gadis muda itu....?


Pintu kamar dibuka oleh Wilard, tidak bisakah dia melihat Tari untuk yang terakhir, walau itu sangat sulit Wilard akan memohon untuk itu walau harus mengemis dan mungkin melepaskan segalanya..ia rela, meski mungkin kemungkinan terburuk adalah Sean akan memukulinya atau menembaknya Wilard sudah tidak perduli lagi.


Melihat Tari untuk yang terakhir seolah seperti menarik nafasnya untuk hidup dan Wilard akan melakukan apapun walau harus menjatuhkan harga dirinya di hadapan Sean.


💗💗


Wilard menuruni tangga dengan setengah berlari ke luar rumah besar,


Hening......


Tak ada satupun penjaga yang berjaga disitu, pelayan juga seolah menghilang entah kemana..Wilard melangkah keluar dan tertegun melihat Sean sedang duduk bersantai di taman bunga milik Tari yang di tanam untukknya....


Sean menatap Wilard dengan tajam, semua anak buahnya ada di belakang Sean berjaga.sedangkan anak buah Wilard ada di seberang berdiri tegap seolah di sandera.


Tari....matanya mencari sosok Tari namun gadis itu tak ada... Tari menghilang di entah dimana hingga nafas Wilard menjadi sesak.


"Wilard Pearl......" ucap Sean menaikan sudut bibirnya.


Wilard mendekatinya dengan langkah pelan, berdiri di hadapan Sean, namun matanya tetap mencari sosok Tari tanpa lelah..


"Tari sudah ada padaku Wilard." ucap Sean tajam..


Pria itu terkejut dan menghela nafas.....


"Sean....bisakah aku melihatnya, walau hanya sedikit saja...beri aku waktu untuk menatap wajahnya." ucap Wilard penuh permohonan...


Kata-kata Wilard membuat Sean tertawa.....


"Seorang Wilard Pearl seorang mafia yang di segani dan seorang psikopat kejam memohon padaku...aku harus berbuat apa..."


"Aku tau...aku...menyakitinya dengan sangat dalam Sean, aku bahkan tak pantas untukknya...tapi...aku hanya ingin melihatnya saja, aku berjanji setelah itu aku tidak akan mengganggunya..aku berjanji Sean."


"Apa kau mencintainya."?gumam Sean tenang...


Wilard menatap lurus pada mata Sean yang tajam...


"Cinta...yah aku sangat mencintainya, aku belum pernah merasa cinta seperti ini, aku pikir dia hanya obsesiku semata tapi...aku sadar jika aku benar-benar mencintainya."


Sean terdiam.......


Wilard melanjutkan kata-katanya,

__ADS_1


"Tapi aku cukup tau diri, siapa aku, masa laluku, tanganku penuh darah....aku merasa aku tidak pernah pantas untukknya, selain usia kami,....dia berhak bersama orang yang lebih pantas dan aku tau itu dirimu Sean." Wilard meneteskan airmatanya tanpa ia sadari dan Sean menatap semua itu dengan tatapan misterius..


"Tentu saja kau tidak pantas...biar bagaimanapun Tari adalah milikku dan aku tidak akan pernah menyerahkannya padamu Wilard." ucap Sean dengan senyuman tajam...


Wilard hanya mengangguk mengerti....


"Tapi maaf Wilars, aku tidak bisa mempertemukan kalian." ucap Sean bangun dari tempat duduknya dan hendak melangkah, namun ia tertegun melihat Wilard menghadang jalannya..


"Aku mohon Sean sekali saja...ijinkan aku meminta maaf kepadanya."Wilard menundukan kepalanya...


"Aku akan menyampaikan permintaan maafmu padanya, sekarang urusan kita sudah selesai Wilard." Sean menubruk tubuh Wilard dengan kasar dan melangkah...


"Sean tunggu...aku mohon jangan pergi....berikan aku kesempatan...." suara Wilard terputus ketika Sean berbalik dan...


"Buuugggggggggghhhhhhhhhh..........


Sean menghantam wajah Wilard sampai pria tersungkur dengan darah di sudut bibirnya, namun secepat itu Wilard berusaha bangun dan mengabaikan rasa sakitnya. baginya ia mampu menahan sakit di wajahnya namun tidak di hatinya, ia hanya ingin melihat wajah Tari walau untuk yang terakhir kalinya.....


"Sean."


"Kau telah kehilangan kesempatan Wilard...kau.....bajingan...."


"Sean aku hanya....ingin melihatnya."


Wilard kembali meraih lengan Sean membuat langkah Sean terhenti, pria itu sangat marah kemudian kembali menghantam wajah Wilard berkali kali hingga babak belur...


Tubuh Wilard membentur tanah dan hampir tak bisa bangun lagi karna wajahnya penuh darah.....jemarinya terkepal......walau harus mati hanya demi melihat Tari maka Wilard akan melakukan apapun...


Wilard terbatuk hingga ia memuntahkan darah segar, Sean menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Willard....


"Itu adalah hukumanmu karna kau berani merebutnya dariku..."


Wilard menatap Sean dan berusaha bangun walau tertatih...


"Aku....hanya ingin melihatnya Sean..aku mohon...."


Wilard menjatuhkan tubuhnya lagi di hadapan Sean...berlutut dan menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang Wilard hingga semua yang ada di tempat itu hanya terdiam menyaksikan pemandangan yang langka sekaligus menyakitkan itu di hadapan mereka...


Sean mendekat pada Wilard menatap pria dewasa yang biasanya tampak gagah dan berani itu, kini menyerah atas nama cinta.


Sean menggeleng, ia mengakui bahwa Wilard begitu mencintai Tari namun apakah dia harus menyerah saja,...? Sean belum tau namun ia akan segera memutuskannya....


"Apakah kau bersedia menyeeahkan nyawanya demi gadis itu...mungkin saja Tari sangat membencimu saat ini dan tak ingin melihatmu Wilard." ucap Sean dengan sinis..


"Aku tau Sean, aku melakukan apapun untukknya Sean apapun bahkan nyawaku terasa sangat tidak berharga di banding Tari."

__ADS_1


"Kau sadar dengan apa yang kau katakan, aku bisa saja membunuhmu Wilard."


"Hidupku....sangat gelap dulu aku...melakukan banyak hal membunuh dan menyiksa....Wilard tertawa lirih...aku, susah cukup jika harus berhenti melihat dunia Sean asalkan aku melihat wajah Tari di saat terakhirku." ucap Wilard menahan sakit di wajahnya....


"Aku sangat tersentuh dengan kata-katamu Wilard."


Sean berdiri menegakan tubuhnya....lalu melirik pada anak buahnya lalu memberi isyarat dan ia pun melangkah dan menjauh dari Wilard yang hanya diam saja ketika beberapa anak buahnya memukul Wilard dengan kuat di hampir seluruh tubuhnya...


"Sean....jangan pergi....." teeiak Wilard dengan kuat...


Wilard tak berdaya lagi untuk sekedar menghindar...hatinya hancur ketika mendengar suara helikopter di atas atap meninggalkan pulau itu dengan cepat...


Wilard sekuat tenaga berteriak memanggil Sean...walau tak ada artinya karna helikopter itu sudah pergi.


Anak buah Sean masih memegang Wilard yang berdiri dengan tatapan kosong......


"Tari.....aku mencintaimu.." airmata Wilard menetes...


Seaat kemudian terdengar suara di belakangnya....


"Lepaskan dia...."


Semua mata memandang dengan tatapan seakan tidak percaya...termasuk Wilard yang seakan punya tenaga lebih...


"Tari....." desahnya dengan airmata mengalir,...


"Wilard...." balas Tari penuh airmata...


Wilard melangkah setengah berlari ia tersenyum ketika tubuh mereka hampir bersentuhan namun sesaat kemudian...


"Dorrrr.............."


Sebuah tembakan keras menembus dada Wilard....


"Tidakkkkkkkk......."


Tari menjerit dengan sangat kuat melihat tubuh Wilard jatuh membentur tubuh Tari hingga keduanya terjatuh di tanah.....


airmata menetes di wajah Tari...ketika ia melihat Theo memegang senjatanya...


"Apa yang kau lakukan....." tangis Tari histeris...


Sementara penjaga yang lain menangkap Theo dengan segera.....


Apakah Wilard akan selamat....? atau Sean yang menganti posisinya.?💖💖

__ADS_1


__ADS_2