Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Sadar


__ADS_3

"Bagaimana keadaan istri saya dokter."?


Dokter menatap Damian yang begitu terlihat tegang, dan perlahan tersenyum..


"Operasinya berhasil tuan, dan nyonya Mikha selamat."


Damian menghela nafas dengan penuh kelegaan luar biasa. hingga untuk sesaat ia menyandarkan tubuhnya seolah baru saja melewati sebuah jurang yang dalam...mencekam dan mengerikan....


"Tuan...anda baik-baik saja."? tanya sang dokter menyelidik..


Damian baru terkejut lalu tersenyum...


"Aku hanya terlalu senang dokter."


"Saya mengerti perasaan anda tuan, seorang istri adalah belahan jiwa sebenarnya bagi kita, yang akan menemani kita sampai tua....tapi apakah tidak bermasalah jika istri anda tidak akan bisa memberikan tuan anak."? tanya dokter ingin tau.


"Bagiku tidak masalah dokter, kami sudah punya satu putra." ucap Damian menjelaskan.


"Baiklah...seharusnya tidak akan menjadi masalah kedepannya tuan."


"Tentu saja."


"Kalau begitu saya permisi tuan....nyonya akan segera di pindahkan ke ruang operasi." ucap Dokter dengan ramah..


"Aku ucapkan terimakasih dokter." ucap Damian....


Dokter itupun pergi meninggalkan Damian seorang diri, tak lama kemudian ada panggilan masuk di ponselnya...pria itu mengerutkan keningnya menyadari seseorang yang dikenalnya...


Damian tersenyum misterius....


💝💝


Sebuah mobil berhenti di pinggir pantai yang sepi...dwri jauh tampak seorang wanita sedang menunggunya...


Damian mematikan mesin mobil dan segera turun dari sana. pria itu melangkah mendekati wanita itu dengan tatapan beku...


"Ada apa....kau tau akan sedang sibuk."?


Wanita itu membalikan tubuhnya, airmatanya menetes penuh kesedihan yang dalam...


"Tuan Damian." desah wanita itu tersungkur dengan posisi berlutut di lantai.


"Stela..apa yang kau lakukan.."


"Lepaskanlah adikku aku mohon..aku yang bersalah..aku....aku yang membunuh istrimu tuan jadi akulah orang yang paling bertanggung jawab." tangis Stela sungguh menyesal...


Damian tertawa.....


"Kau kesini hanya untuk mengatakan hal itu."


"Yah....aku mohon tuan..."


Damian mendekati Stela meraih lengan wanita itu agar berdiri....keduanya saling menatap.....

__ADS_1


"Kau pikir dirimu siapa yang berani mempermainkan aku."? desis Damian tajam. pria itu mencekik Stela dengan kekuaan penuh..ataa bersinar tajam.


"Tuan Damian."? jerit Stela mulai kesulitan bernafas....


"Aku ingatkan padamu Stela....kau sudah menyerahkan adikkmu untuk dihukum menggantikanmu dan aku tidak menerima penawaran atau menukarnya......


Wajah Stela seputih kapas.....airmatanya menetes....


"Tuan Damian...."


Damian menghempaskan tubuh Stela hingga wanita itu terjatuh....


"Dengar baik-baik bahwa aku.....tidak akan mengampunimu jika kau menelfonku lagi dan berbicara tentang ini."


"Damian kemudian melangkah dan meninggalkan Stela yang tampak terpukul..


Tidak...bagaimana bisa ia membiarkan Mikha mendapat hukuman untuk sesuatu yang tak pernah ia lakukan...Stela kemudian berusaha menegakan tubuhnya dan berlari menyusul Damian..


"Tuan Damian..aku mohon..dengarkan aku dulu..." jerit Stela sekali lagi membuat Damian mengepalkan tangannya...


"Apa lagi maumu Stela...


"Mikha...dia menderita......"


"Tumor dirahimnya...."


"Bagaimana anda tau tuan."?


Damian tersenyum dingin lalu meninggalkan Stela yang hanya mampu terdiam...jadi tuan Damian sudah tau segalanya tentang Mikha..lalu apa yang akan terjadi..apakah Mikha akan dibunuh.?


Stela mengepalkan tangannya..ia harus melakukan sesuatu, Mikha.....apakah tuan Damian sebenarnya tau dimana Mikha berada, atau malah menyembunyikannya...?


Stela sungguh kehilangan kata..........ia kembali menundukkan kepala dengan kesedihan yang menuduh, sungguh selama ini ia begitu menyakiti Mikha dengan begitu besar dan saat ini tak ada yang dapat Stela pikirkan selain rasa bersalah yang besar.


💝💝


Mikha membuka matanya perlahan, dan langsung merasakan sakit yang luar biasa di perutnya hingga Mikha mengerang...airmatanya sampai menetes karna kesakitan yang seakan mengiris perutnya perih dan menyakitkan....


Apa yang terjadi...dimanakah dirinya sekarang.? Mikha memandang ke segala arah dan baru menyadari jika ia berada di dalam sebuah ruang perawatan rumah sakit....


Mikha mencoba mengumpulkan ingatan terakhirnya sebelum pingsan namun ia tidak bisa....kepalanya terasa sakit di tambah perutnya terasa nyeri ketika bergerak. mau tak mau Mikha hanya berbaring mencoba tidak melakukan gerakan apapun agar bisa menahan sedikit rasa perih di perutnya. Mikha sungguh penasaran, mengapa ia ada di rumah sakit ini....


Sebuah gerakan membuka pintu mengalihkan pandangan Mikha, ia menaikan sudut bibirnya tak kala melihat seorang dokter tampak tersenyum kepadanya..


"Selamat pagi nyonya Damian..."?


Mikha membeku....nyonya Damian,...batin Mikha sungguh terkejut. apakah dokter tidak salah bicara padanya, atauhkah dokter salah masuk ke kamarnya...


"Dokter....maaf tapi aku bukanlah..."


Dokter tersenyum lalu mendekati Mikha dn mulai memeriksanya..


"Bagaimana..kabarmu nyonya."

__ADS_1


"Bingung." ucap Mikha jujur...


Dokter menganggukan kepala, wajar Mikha masih binggung , dia baru saja sadar pasca operasi....


"Itu wajar karna nyonya baru saja melalui operasi besar...dimana suami anda tuan Damian."?


Mikha mengerutkan kening...


"Suamiku....Damian."? ulang Mikha meng-eja kata-kata dengan berat, ia semakin bingung saat ini...


"Kau punya seorang suami yang hebat dan mau menerimamu apa adanya...kau tau semenjak di ruangan operasi tadi dia tampak cemas." goda sang dokter mengedipkan sebelah matanya....


Operasi.....Damian yang cemas luar biasa, ada apa sebenarnya, mengapa hal ini semakin membuatnya bingung.? dan mengapa Damian harus cemas...


"Nyonya Damian..."


"Yah.....maafkan aku dokter, tapi apa yang terjadi padaku mengapa perutku sakit sekali.*? tanya Mikha masih meringis..


Dokter menatap Mikha dengan wajah yang sedikit sulit untuk di jelaskan. ia kemudian ingin membuka mulutnya untuk menjellaskan namun baru saja akan bicara, seseorang masuk kedalam ruangan itu dan mengalihkan perhatian keduanya.....


"Tuan Damian..anda sudah datang." sapa sang dokter segera menunduk hormat...


"Selamat pagi dokter." seru Damian ramah.


Suara itu terdengar dingin, ia menyapa dokter namun matanya memenjara mata Mikha yang polos, seperti elang yang hendak mengawasi korbannya sebelum di mangsa..


"Kau sudah sadar...bagaimana keadaaanya dokter."


"Tanda vitalnya stabil, nyonya hanya perlu istirahat sebentar untuk memulihkan luka diperutnya...."


Luka....ada apa dengan perutnya.....?


"Bagus...." ucap Damian puas..seolah tidak lelah memandanb wajah Mikha yang berubah-ubah Damian kembali menatap Mikha dengan tajam.......


"Saya permisi tuan Damian dan nyonya Mikha..."


Dokter melangkah hampir sampai di pintu....


"Dokter..bukankah aku menunggu penjelasan tentang apa yang terjadi..."? rintih Mikha seperti kelinci yang meminta pertolongan, berada berdua di dalam ruangan ini membuatnya takut, bagaimana kalau Damian membunuhnya sekarang.?


"Suami anda akan menjelaskan situasi yang terjadi padamu nyonya." ucap Dokter lalu menutup pintu di belakangnya...


Mikha menjadi panik, antara takut dan gelisah..apalagi Damian masih menatapanya seperti seorang psikopat dingin...


"Mikha....."


"Apa yang sebenarnya terjadi..."? suara Mikha tertelan di tenggorokannya.


Damian mendekat, mengikis jarak di antara mereka hingga menyisakan beberapa inci saja.....


"Mikha.....kau....."


.

__ADS_1


__ADS_2