Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Terlalu menakutkan


__ADS_3

Mikha membuka mobil..baru saja akan melangkah ia terkejut ketika ia kembali merasa sensasi kram itu lagi...


"Aaacchh..." desahnya memegang perutnya..matanya menyipit menahan sakit....


Dulu Mikha sering mengalami kram di perutnya..hanya saja, beberapa waktu terakhir ini ia kembali mengalaminya.....keringat kembali terbit di wajahnya...untuk sesaat Mikha bersandar di pintu mobil seraya memejamkan mata...


Dion yang mendekatinya begitu panik..ia menyentuh baju Mikha dan menariknya takut.


"Tante..apakah tante sedang sakit."? ucap Dion mengerutkan kening...


Mikha tersenyum, menghela nafas ketika rasa nyeri itu berhenti tiba-tiba.....


"Tante baik-baik saja..." ucap Mikha mencoba tersenyum...


"Ayo kita masuk dan menemui ayah." ucap Dion tak sabar..


Mikha mengangguk membiarkan Dion menyeretnya dengan tangan kecilnya, sementara sebelah tangannya menahan gaunnya yang panjang dan sedikit panjang. Mikha merasa sedikit malu karna memakai baju yang sedikit terbuka....


Baru saja sampai di pintu langkah mereka terhenti ketika melihat beberapa pria mendekat,


Salah satu pria itu pasti ayahnya Dion, pria berbadan tegap dan tinggi memakai jass berwarna abu dengan sorot mata tajam, ia begitu tampan namun terlihat tidak ramah..


Mikha membeku disana...tubuhnya sedikit gemetar takut, kembali ia menguatkan genggaman pada jemari Dion...


Para pria itu berhenti tepat di hadapannya dengan tatapan mengintimidasi....


Damian mengeraskan tatapannya....ia hampir tak percaya bahwa wanita yang terlihat terlalu lembut bahkan untuk berbicara kasar ini mampu membunuh........tapi itulah kenyataannya...wanita yang tampak lugu bagai peri ini sudah membunuh istrinya.


Jemari Damian terkepal....


"Ehmmm...maaf, apakah anda adalah Ayah dari Dion."? ucap Mikha dengan suara yang sedikit bergetar, pandangannya terus saja tertuju pada ke empat pria berwajah batu di belakang ayah Dion...


"Menurutmu...."?


"Maaf..aku hanya menebak....."


Damian menajamkan tatapannya, dan bagi Mikha itu terlihat mengerikan, walau dulu Roland adalah psikopat kejam namun rasanya pria ini rajanya psikopat.


Tatapannya sangat dingin menusuk hingga rasanya dia bisa membunuh dengan matanya, yah...Mikha merasa sedikit takut sekarang, benarkah pria ini ayah Dion..apakah ayah kandungnya, ataukah sebenarnya Dion di culik oleh sekelompok mafia kejam..dan pria ini mungkin adalah mafia berdarah dingin..berbagai pikiran buruk terus menerus mengisi kepalanya yang terasa kosong.


Dion mengangkat wajahnya ia menatap Mikha dan menemukan kalau tante kesayangannya akan pingsan sebentar lagi, itu wajar...tak ada yang bisa bertahan bertatapan dengan ayahnya...sementara jemari Mikha gemetar di genggaman Dion...

__ADS_1


"Ehm...ayah, tante sangat tidak nyaman melihat anak buah ayah...bisakah mereka pergi saja."?


Aku mencintaimu Dion....batin Mikha sungguh penuh rasa syukur karna Dion mampu membaca ekspresi di wajahnya dan respon tubuhnya ketika sedang panik...


Damian hanya mengangkat telunjuknya dan bagai perintah para pria itu pergi begitu saja seperti hantu...mereka bahkan tidak menunjukan ekspresi apapun..


Damian berfokus pada Mikha menatapnya begitu dalam, mengapa justru Dion terlihat menyukainya.? Damian tau dari tadi dia seperti orang ketiga di antara Putranya dan Mikha, mereka bahkan masih saling menggenggam tangan di depan matanya..


jika Damian membunuh Mikha di hadapan Dion maka putranya akan mengalami guncangan..betapa tatapan penuh harapan Dion pada Mikha membuat Damian mengutuk betapa pintarnya Mikha menbambil hati Dion setelah membunuh ibu Dion...


"Mengapa kau membawa anakku."? akhirnya kata-kata dingin itu meluncur dari mulut Damian..


"Aku tidak...."


Mikha tersenyum..walau sepertinya wajahnya menunjukan ia akan menangis karna takut, yah...sudah bisa dipastikan dia di dalam kandang mafia, jika salah menjawab pria kejam ini pasti akan menembaknya.


Mata Mikha melirik sekelilingnya dan menemukan halaman Mansion ini sangat luas ada taman bunga, kolam...dan apakah ada kandang yang berisi para binatang buas, seperti buaya harimau dan ular....pasti para mafia memelihara hewan buas untuk bersenang senang sekaligus sebagai tempat menghilangkan jejak korbannya bukan, setidaknya ia pernah melihat di salah satu film tentang dunia mafia.


Apakah dia bisa pulang malam ini..ataukah malam ini adalah malam terakhir ia hidup.


Mikha melirik Dion, satu-satunya pelindungnya saat ini adalah Dion...dan Mikha tak akan melepaskan tangan Dion...ia butuh kekuatan dan pegangan..Damian menyadari ketakutan di mata Mikha seperti kelinci yang sedang di intai harimau, seperti itulah Mikha sekarang...


"Nona Mikha.."


"Kau belum menjawab pertanyaanku."


Otak Mikha berputar dengan cepat, ia menatap Damian..


"Darimana...tuan...tau namaku."?


Damian menaikan sudut bibirnya, walau masih tampak mengerikan di mata Mikha...


"Gelangmu tertulis namamu bukan."?


Untuk pertama kalinya Mikha mengutuki idenya memakai gelang berukir nama di tangannya..identitasnya terbaca dengan jelas...


"Ehm...aakku.."


"Mengapa kau menculik anakku."? Damian mengepalkan tangannya...ia melangkah mendekat....


"Menculik."? ulang Mikha sungguh terkejut, bagaimana bisa pria ini menuduhnya,tak ada penculik yang mengantarkan korbannya pulan dan memakai gaun pesta...apakah pria ini dari kutub utara...

__ADS_1


Mikha menggeleng sungguh gemetar, ketika Damian ingin menariknya...


"Tante tidak menculikku ayah....aku yang melarikan diri dari Rino dan tante menolongku." suara kecil Dion menembus kesadaran Damian membuat pira itu menghentikan langkah tepat di hadapan Mikha membuat pria itu melihat lebih dekat wajah Mikha....


Keduanya bertatapan yang satunya ketakutan yang lainnya siap membunuh....


Mikha merasa aura Damian terlalu kuat dan menakutkan untukknya, ia bisa menyadari kalau wajahnya saat ini sangat pucat....


"Aaku...haa..haus..." desah Mikha menatap Dion....


Damian membeku di tempatnya...bagaimana bisa seorang pembunuh tampak ketakutan, namun ia berani membunuh.....Damian sungguh binggung..


"Tante..ayo masuk dan minum dulu." ucap Dion mengerti.


Dion menarik Mikha hingga Mikha merasa tangan Dion seperti tangan Malaikat yang menyelamatkannya dari iblis..


"Ayah......bolehkah tante minum."?


"Terserah...tapi nona Mikha, pembicaraan kita belum selesai, setelah minum kita bicara." ucap Damian lalu melangkah pergi entah kemana...


Mikha menyadarkan tubuhnya di dinding mansion itu untuk menetralkan nafasnya yang memburu di sela ketakutannya...


"Mengapa anak setampan dirimu punya ayah mengerikan sepertinya."? ucap Mikha jujur pada Dion yang hanya tersenyum..


"Mungkin,..aku lebih mirip ibu." ucap Dion polos,..


Mikha terkekeh mendengar jawaban Dion, ia mengangguk.,


"Tentu saja kau tidak mirip dengannya,dia terlalu menyeramkan." ucap Mikha berbisik...


"Ssttt.......ayah akan mendengar tante dan dia akan marah." ucap Dion berbisik..


Dion langsung menarik tangan Mikha...keduanya melangkah menuju mini barr dan ada banyak pelayan yang menunggu tugas...


"Tante ingin minum apa."?


"Sesuatu yang dingin Dion.."


Dion mengangguk dan memerintah pelayan, semetara dari cctv Damian hanya menatap kebersamaan Dion dan Mikha yang begitu akrap dengan tatapan beku....


"Kau pikir bisa memakai Dion untuk melindungimu....kau tidak akan aku lepaskan Mikha Aksana..." bisik Damian tegas...

__ADS_1


Damian meneguk segelas minuman memabukan ke dalam mulutnya...


Matanya bersinar tajam.......


__ADS_2