
Angell menatap jam di tangannya dengan wajah yang pucat ia benar-benar marah pada diri sendiri, seharusnya jam 9 pagi dia harus ada di sekolah Mike dan menonton drama putranya namun pada akhirnya ia sampai di jam 11 siang, Sekolah sudah benar-benar sepi..Angell benar-benar menyesal, bagaimana mungkin ia lupa pada janjinya, bagaimana mungkin ia bisa melewatkan pertunjukan Mike untuk kesekian kalinya.
Pintu mobilnya terbuka, Angell keluar dari sana dengan langkah yang lemah, ia tau Mike sangat kecewa kepadanya..beberapa murid terakhir ada yang pulang bersama kedua orangtuanya sambil bersenda gurau, Angell bisa mendengar pujian dari orangtua temannya atas keberhasilan drama mereka, bagaimana dengannya, seharusnya dia hadir di acara penting putranya seharusnya..ia juga memberi pujian, tapi...apa yang dilakukannya..ia malah menghancurkan hati anakknya untuk kesekian kalinya.
Angel, melangkah pelan menuju kelas Mike dari jauh ia bisa melihat tubuh putranya duduk tertunduk di panggung bekas pertunjukan drama mereka. Angell merasa sakit begitu melihat Mike yang terdiam disana seorang diri. Angell menghentikan langkahnya. dengan hati yang hancur Angell mendekati Mike..
Di saat bersamaan Mike mengangkat wajahnya tatapan matanya dingin seolah menembus mata Angell yang dipenuhi rasa bersalah.
"Mike."? desah Angell dengan suara yang serak..
"Tinggalkan aku sendiri bunda, tolong aku tidak ingin bicara padamu." ucap Mike dengan dingin.
Airmata Angell menetes ia masih melihat piala yang ada di samping Mike, ia sungguh menyesal saat ini. entah sudah berapa piala yang ia lewatkan di acara Mike. hatinya sakit sekali mendapat penolakan langsung dari putranya, ini pertama kalinya di dalam hidup Angell jika putranya membentakknya, Angell mengerti dan ia semakin merasa sedih..
"Mike, bunda minta maaf."
"Yah..bunda selalu minta maaf, dan aku selalu memaafkan bunda." ucap Mike menahan emosinya sekuat mungkin, walau rasanya ia ingin meledak saat ini juga..
"Mike..bunda benar-benar lupa jika hari ini kau sedang pentas drama nak, jika bunda tau."
"Bunda selalu tidak mau tau tentangku, kapan bunda memperhatikan aku..bahkan aku mengemis untuk sedikit perhatianmu tapi selalu saja aku harus mengalah..selalu saja aku yang harus mengerti, mengapa...apakah setiap anak harus mengalah walau mereka disakiti dan terluka."? ucap Mike dengan ekspresi paling dingin...
"Mike..kau..marah pada bunda nak?."
"Mana mungkin aku marah, kau bundaku bunda yang sudah melahirkan aku ke dunia, akan sangat berdosa jika aku marah..tapi aku sangat kecewa padamu bunda, aku kecewa." jerit MIke lantang...
Angell tersungkur dihadapan Mike, perasaannya sebagai seorang ibu hancur berkeping-keping mendengar ungkapan hati anakknya...
"Mike...." isak Angell..
"Pernahkah bunda mengerti sedikit saja perasaanku, pernahkah...bunda melihatku menangis..tidak, Mike menggeleng, aku selalu kalah dari papa dan adikku sendiri, aku selalu iri karna bunda selalu memperhatikan mereka dari pada aku bunda." isak Mike sedih..
"Mike bunda minta maaf tapi memang bunda tidak bisa melupakan papamu dan adikmu nak, tapi bunda sangat mencintaimu."
__ADS_1
"Bunda bohong..bunda tidak pernah mencintaiku, apakah aku harus mati agar bunda memperhatikan aku ya." ucapan Mike kali ini membuat Angell menggeleng ia bangkit dan mendekati Mike, menyentuh kedua bahu putra yang dicinntainya..
"Jangan pernah mengatakan itu pada bunda nak, bunda mohon..bunda tak bisa hidup tanpamu...kau harapan bunda anakku." Anggel memeluk Mike dengan gemetar..
"Tak taukah bunda kalau terlalu menyakitkan bagiku, aku harus menelan rasa iri setiap aku melihat keluarga yang utuh, aku iri pada mereka yang punya ayah dan bunda yang mencintai mereka dan selalu datang untuk menemani mereka...aku merasa sakit bunda, sangat menyakitkan untukku." air mata Mike menetes di wajahnya, namun ia tak sedikitpun membalas pelukan bundanya.
"Pulang sekarang Mike, bunda janji tidak akan pernah mengingkari janji bunda lagi."
"Aku ingin sendiri bunda dan aku mohon jangan memaksaku." ucap Mike dengan tatapan tajam seakan membelah isi hati Bundanya..
"Tapi..."
"Aku akan pulang jika sudah merasa tenang Bunda." Mike melepaskan pelukannya dan juga membalikan tubuhnya membelakangi Angell yang begitu terluka.
Angell berdiri, menegakan tubuhnya dan menatap ke arah putranya.
"Bunda sangat menyesal menyakiti hatimu sedalam ini Mike, dan bunda ingin kau tau jika bunda sangat mencintaimu nak..bunda akan melakukan apa saja untuk mendapatkan cinta dan kepercayaanmu lagi Mike."
baru saja ia melangkah seseorang menahan lengannya Angell terkejut melihat wajah Alex yang terlihat begitu marah. Alex menarik tubuh Angell menjauh..
"Bagaimana perasaanmu setelah menghancurkan hati anakmu sendiri Angell."? tatap Alex dengan tajam.
Angell menatap mata Alex dengan isakan sedih. iapun kemudian meraih jemari Alex dan menggenggamnya.
"Alex, aku mohon maafkan aku...tolong bujuk anak kita Alex, aku sungguh-sungguh takut kehilangannya." isak Angell dengan tangisan yang begitu menyayat hati, Alex yang semula akan marah berubah menjadi ikut sedih.. diraihnya Angell ke pelukannya menenangkan ibu dari anakknya itu.
"Tenanglah, aku akan mencoba membujuknya, meski itu sulit..dia tak akan mendengarkan kata-kataku Angell." ucap Alex mencium dahi Angell.
"Kau ayah kandungnya, kau pasti akan punya cara Alex, aku mohon padamu...aku mohon, aku akan mati jika dia meninggalkan aku sendirian Alex." Angell mulai histeris.
"Baik...sekarang kau harus pulang dan istirahatlah Angell, aku berjanji akanmembawa Mike pulang." ucap Alex dengan senyuman.
Angell mulai merasa tenang, ia yakin Alex tidak akan berbohong padanya.
__ADS_1
"Aku akan memasak makanan kesukaanmu dan Mike." ucap Angell dengan suara yang tercekat.
"Baik serahkan Mike padaku, kami akan pulang.. sekarang akan ku antar kau ke mobil. pulanglah bersama supirku dan aku akan membawa mobilmu Angell." ucap Alex seraya memeluk tubuh Angell dan menuntunnya kedalam mobilnya.
"Alex..." jerit Angell ketika hendak masuk kemobil, pria itu menoleh..
"Cepatlah pulang."
"Tunggulah kami sayang." ucap Alex meninggalkan Angell yang sedikit tersenyum. lalu masuk kedalam mobilnya.
****^^****
Alex mendekati MIKe yang masih tampak emosi, pria itupun duduk di samping putranya..
"Bagaimana kalau aku mengajakmu kesuatu tempat, aku yakin kau akan meras lebih baik jika berada disana." ucap Alex membujuk.
Mike terdiam sebentar....
"Tinggalkan aku paman Alex, aku benar-benar tak ingin di temani siapapun saat ini." ucapnya dengan dingin.
"Sayang sekali padahal aku ingin menceritakan sebuah rahasia kepadamu."
Kali ini Mike menoleh tertarik..
"Rahasia."? ulangnya dengan senyum tipis.
"Yah..kali ini aku ingin melihat langsung bagaimana ekspresimu ketika aku mengatakan sebuah kejujuran tentangmu Mike."
"Kejujuran.?
"Yah..ikutlah aku sekarang." ucap Alex mengulurkan tangannya..
"Baik paman." Mike tersenyum dan segera memasuki mobil dengan gugup......
__ADS_1