
Mikha merasa seperti di hianati dengan sangat kejam oleh orangtuanya sendiri, ia begitu terluka mengapa orangtuanya harus mengorbankan dirinya dan melepaskan Stela padahal ia adalah anak kandung di keluarga ini.
Hatinya sakit sekali karna sedari kecil, Mikha tak pernah di ijinkan untuk mengambil keputusan sendiri, mereka selalu mengancamnya untuk memaksakan kehendak, sehingga Mikha merasa ia bukanlah anak kendung mereka.
Sedangkan Stela, ia sangat beruntung..hidupnya mulus di lengkapi semua fasilitas tanpa kerja keras, ia bisa memutuskan tentang hidupnya sendiri dan bebas. kesana kemari dengan gaya hidup hedon, tentu mereka kaya raya, punya nama baik yang di segani dan juga....mereka punya kekuatan untuk mengangkat dan menjatuhkan...
Stela selalu melakukan semaunya, sehingga perjodohan tidak mungkin untuknya. Tentu saja..keluarga mana yang mau menerima aib Stela, ia punya video terlarang dengan beberapa pria mereka melakukan pesta se* dan pergaulan bebas yang mengerikan, Stela juga sering terlibat dalam kasus obat terlarang. tapi dengan uang..kedua orangtuanya bisa menutup mulut media, Stela bisa bebas sampai saat ini...
"Maaf..tapi aku tidak mau lagi di jodohkan papa."
"Apa katamu."?
"Cukup sudah aku dipermalukan oleh Mike." airmata Mikha menetes.....jika mengingat semua masa lalunya.
"Apa maksudmu."? tanya tuan Aksana mulai terbakar emosi...
"Dari kecil kalian selalu menyuruhku menempel pada Mike meski dia tidak menyukaiku, kalian tidak perduli perasaanku...kalian terus memaksaku mendekatinya dengan berbagai cara..hingga aku harus menjatuhkan harga diriku, aku sangat lelah..." jerit Mikha dengan tangisan marah...
"Kau mau menentang kami begitu."? ucap sang mama kesal...
"Yah..aku sangat lelah Mama.....aku sangat lelah..." ucap Mikha mengepalkan tangannya yang gemetar......
Tuan Aksana begitu gusar di raihnya lengan Mikha hingga putrinya berdiri sejajar dengannya, mata mereka bertemu dengan tatapan membunuh yang kentara di mata Aksana, pria itu membawa tubuh Mikha mendekat padanya,
Hingga Stela dan sang mama hanya terdiam, ini pertama kalinya mereka melihat kemarahan yang menguar dari sorang Aksana untuk Mikha...Stela tersenyum senang. ia menikmati wajah menderita Mikha..ia sangat menikmatinya...
"Kau mau mempermalukan wajahku, menghancurkan namaku yang selama ini begitu di agungkan dengan pria rendahan sepertinya...kau menolak semua yang aku berikan sementara di luar sana, banyak anak yang mendambakan hidup sepertimu." gerakan Aksana mulai mencekik leher Mikha dengan kuat...
Airmata Mikha menetes.....
"Cinta tidak bisa memilih papa." ucap Mikha menantang..
"Cinta...kau mengajariku tentang cinta yah...kau pikir kau terlalu pintar untuk mengajari seorang ayah...bukankah kau terlalu percaya diri."? ucap Aksana marah...
"Setidaknya aku bahagia bersamanya..setidaknya aku bahagia." ucap Mikha dengan airmata menetes...
__ADS_1
"Papa..akan menghancurkan pria itu dengan sangat kejam, bukan hanya dia tapi seluruh keluarganya." ucap Aksana dengan begitu tajam.....
"Papa....." jerit Mikha sedih...ia tak menyangka jika sang papa mampu melakukan hal itu demi menyakiti hatinya."
"Maka itu kau harus menuruti semua yang papa lakukan Mikha." ucap Aksana dengan tajam...
"Tidak papa..aku tidak mau."
"Apa yang pria itu berikan padamu hah..dia miskin dan tidak sederajat dengan kita Mikha."
"Aku bukanlah anak kalian kan..katakan dengan jujur, aku muak selalu di paksa..aku muak selalu mengikuti keinginan kalian...yah..Martin, aku mencintainya...aku mencintai kelas rendahan sepertinya..aku tidak tau mengapa aku tertarik padanya....Suara Mikha makin tertelan ketika rasa sakit di lehernya membuatnya sesak nafas...
"Papa...." jerit sang mama dengan suara beergetar.....
Aksana menoleh pada istrinya...
"Kau mau membelanya.."?
"Lalu apakah kau mau membunuhnya."? tatap wanita itu tajam....
Tubuh Mikha yang lemah di hempaskannya hingga jatuh membentur lantai....lalu pria itu meninggalkan ruangan itu dengan aura menakutkan yang kentara, sementara Stela menatap sinis kemudian meninggalkan ruangan itu menyusul sang ayah...
Mikha hana bisa menangis histeris....ia mengepalkan keduanya tangannya mengutuki ketidak berdayaannya melawan sang papa....ia menundukan wajahnya dengan sakit hati....
Lusi sang mama terdiam, tinggal mereka berdua di ruangan itu masih terdiam denan pikiran masing-masing..
"Mikha..."
"Aku membencimu...." jerit Mikha dengan nafas yang satu-satu...ia sangat benci wanita yang sudah melahirkannya ini...
Lusi mendekat pada putrinya dan hendak menyentuh tubuh Mikha namun ia terkejut ketika Mikha menghempaskan tangannya, keduanya bertatapan tajam...
Ironis karna Mikha seperti berhadapan dengan cerminnya, wajah keduanya nyaris sama, hanya perbedaan usia yang menjadi satu-satunya perbedaan..
"Mikha..."
__ADS_1
"Benarkah kau wanita yang melahirkanku."? tatap Mikha dengan tajam...
"Yah..mengapa kau meragukanku."?
Mikha tertawa kesal, walau airmatanya tak berhenti mengalir.......
"Mengapa kau membiarkanku hidup."?
Lusi begitu terkejut dengan pernyataan Mikha..
"Apa maksudmu.."?
"Mengapa kau tidak membunuhku saja....aku Benci hidupku." ucap Mikha dingin..
Lusi tersungkur di hadapan putrinya, airmata yang selama ini ia tahan akhirnya tumpah begitu saja..dan menyakitinya, ia menangis dengan keras hingga terdengar suara yang memilukan di telinga Mikha...
Mikha tetap diam, melihat airmata di wajah sang mama membuatnya tak bergeming, ia hanya menatap dingin..
"Apakah kau sedang berakting mama."? ucap Mikha denan nada cemooh...
"Mikha...kau tidak mengerti apa yang aku rasakan nak..kau tidak mengerti.."
"Jika kau tidak jujur mana mungkin aku mengerti...tidakkah kau tau penderitaanku...yang aku tau seorang ibu akan melakukan apapun untuk anakknya bahagia..itu yang aku tau tentang sosok seorang ibu, tapi semua itu terasa hanya mimpi bagiku...kau bahkan seperti monster..kau hanya monster yang berlabel seorang ibu..kau sangat kejam." tuduh Mika dengan suara yang gemetar...
Lusi memejamkan matanya penuh rasa sakit,..ia menundukan kepalanya dengan posisi lutut yang bertelut di hadapan Mikha....
"Maafkan aku Mikha...aku tau, aku tidak berhak menjadi seorang mama untukmu, aku pengecut dan terlalu takut....aku akan jujur padamu nak...aku akan jujur semuanya...aku mohon maafkan aku Mikha..dan perlu kau ingat..setelah semua yang aku ceritakan...kau harus yakin, aku mencintaimu..aku sangat mencintaimu nak...semua yang aku lalukan hanya untuk membebaskanmu...hanya itu." tatap Lusi dengan tatapan hancur...
"Membebaskanku dari apa."? tatap Mikha menghapus airmatanya....
Lusi menghela nafasnya sebelum bercerita, segala ingatan pahit kembali menghantamnya ketika harus di paksa mengingat kejadian yang menyakitkan di masa lalu.. hingga tubuhnya sedikit bergetar....
Mikha menatap kesungguhan dan kejujuran di hadapan wanita yang begitu cantik ini...ia sudah siap wakau ia akan terluka mendengar kebenaran yang mungkin akan menyakitinya dengan begitu dalam..Mikha sudah siap bahkan menghadapi badai sekalipun...
Lusi menatap ke arah Mikha dan mulai bercerita...
__ADS_1
"Mikha....sebenarnya......