
Seseorang keluar dari mobil dan mendekati tubuh Mikha yang tergeletak di aspal tidak sadarkan diri. pria itu tertegun menyadari wajah Mikha begitu pucat. ia pun mengepalkan tangannya...
"Wanita yang keras kepala."
❤
Stela mengetuk pintu ruangan Mikha, ia sedikit cemas menyadari ponsel Mikha tak bisa di hubungi sejak semalam. bahkan wanita itu tidak menelp seperti biasa atau paling tidak mengirim pesan padanya.
Stela masih mengetuk pintu ruangan Mikha, mungkin saja Mikha sudah lebih dahulu datang di kantor dan sedang tenggelam dalam pekerjaannya. Stela kemudian membuka pintu dan masuk ke dalamnya. dahinya mengerut karna ruangan itu kosong dan ia tidak menemukan siapapun.
Stela kemudian melangkah pelan sambil matanya mencari-cari ke sekeliling ruangan. dan memanggil nama Mikha namun
Hening.......
Stela menjadi cemas...mendekati meja kerja Mikha dan memeriksa. mungkin saja Mikha sedang keluar untuk bertemu klien yah mungkin saja.
Stela kemudian duduk kursi Mikha dan mulai membuka satu persatu laci meja berharap mendapatkan petunjuk tentang keberadaan Mikha..
Dan sebuah amplop menarik perhatian Stela...
"Apa ini...."? desisnya ingin tau,.
Stela lalu membuka amplop itu dan membacanya. seketika itu juga airmatanya menetes.....
"Mikha...." desahnya dengan airmata yang menetes..
Mikha....menderita tumor dirahim dan berita buruknya adalah rahimnya harus segera diangkat...? Stela menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi dengan tatapan beku..lama dia berdiam diri menyadari Mikha sedang menderita sendirian dengan menyembunyikan penyakitnya.?
"Mikha...astaga..mengapa kau mengalami ini semua..mengapa kau....bisa mendapatkan cobaan seberat ini...mengapa bukan aku saja...aku seorang penjahat.." tangis Stela dengan suara yang bergetar..
Stela bangkit dari tempat duduknya dan mepangkha keluar, ia harua mecari Mikha dan melakukan sesuatu...
Stela keluar dari ruangan Mikha dan melangkah keluar gedung sambil menelfon anak buahnya untuk mencari dimana keberadaan Mikha. ia segera memasuki mobil namun langkahnya terhenti.
"Stela..."
Stela menoleh dan menemukan Martin kekuar dari mobilnya dan menghampirinya..
"Martin."?
"Dimana Mikha."?
"Mikha..."? ulang Stela tertegun..
"Aku menelfonnya namun sejak semalam ponselnya tidak aktif." ucap Martin dengan wajah cemasnya yang kentara.
Stela menghela nafas....bagaimana ia harus menjawab...
"Mikha...dia mungkinkah di apartemennya."?ucap Stela menebak.
Martin menggeleng tampak frustasi....
"Aku sudah mencarinya ke segala arah namun aku tidak menemukannya Stela..."
"Mungkin dia sedang menenangkan diri, tenanglah dia pasti akan menghubungimu nanti." ucap Stela dengan wajah cemas yang di sembunyikan.
__ADS_1
"Astaga aku khawatir sekali...." Martin menyandarkan tubuhnya di badan mobil dengan tatapan sedih..
Apakah dia sudah tau kalau Mikha menderita tumor, ataukah Mikha masih menyembunyikan segalanya dari Martin. Mikha pasti masih menenagkan dirinya..
Kasihan Mikha.......
"Baiklah Martin aku harus pergi."
Martin mengangguk....
"Aku juga harus pergi."
Stela mengangguk lalu segera masuk ke dalam mobil dan melaju meninggalkan parkiran perusahaan. sementara Martin masih berdiam diri disana....kepalanya terasa mau pecah ketika memikirkan Mikha....
💝💝
Di sebuah Rumah Sakit Swasta....
Tubuh Mikha di bawah masuk ke sebuah ruangan untuk di periksa. segala perawatan terbaik di lakukan dokter untuk memeriksa keseluruhan tubuh Mikha. dan wanita itu masih terbaring tak sadar.
Seorang pria sedang menunggu dengan wajah dinginnya, tatapannya begitu tajam dan tak tersentuh. Sebentar ia duduk lalu berdiri dan tak berhenti melangkah untuk menghilangkan kecemasan luar biasa di dadanya.keadaan ini persis seperti yang ia hadapi setahun lalu ketika tubuh istrinya di masukan ke dalam ruangan dan tak lama kemudian kabar duka itu daang dan menyakitinya...
Yah..dialah Damian, setelah memutuskan meninggalkan Mikha di tengah jalan ia tak bisa berhenti memikirkan wanita itu, dan bayangan wajahnya cukup mengganggu nuraninya. belum lagi tingkah Dion yang terus menangis meski ia sudah membentaknya.
Damian akhirnya meminta supirnya untuk berbalik arah dan menemukan Mikha terbaring di tengah aspal sudah tidak sadarkan diri.
Mungkinkah karna ketakutan di lepas dijalan yang gelap membuat Mikha ketakutan dan akhirnya pingsan. sungguh ada sepercik rasa bersalah di dadanya. biar bagaimanapun Mikha sudah membuat putranya tersenyum di setiap pertemuan mereka dan Damian berjanji akan mengampuni nyawa Mikha, dan menghapus dendamnya pada keluarga mereka.
Baru di lepas di tengah jalan, Mikha sudah pingsan apalagi menyakitinya, Mikha mungkin akan mati sebelum dibunuh.
Seorang dokter mendekati Damian dan menatap pria yang berperawakan tinggi itu...
"Tuan..."
"Bagaimana dia...wanita itu baik-baik saja kan.."?Damian menatap dokter itu di hadapannya dengan pandangan tak sabar,...
"Saya harus bicara pribadi dengan keluarga atau suaminya."
"Ada apa dokter, dia hanya pingsan..."
"Tidak..ini lenih dari sekedar pingsan, saya butuh persetumuan seseorang dari keluarga pasien untuk segera melakukan opreasi, kalau tidak pasien bisa meninggal."
Wajah Damian menjadi pucat...
"Meninggal."? ulangnya dengan suara terputus...
"Yah..karna itu saya butuh keluarganya, apa hubungan tuan dengan pasien."? tatap Dokter dengan wajah serius...
Damian menyelipkan kedua tangannya di dalam saku sambil menimbang...
"Tuan kami tidak punya banyak waktu untuk mengambil keputusan, operasi harus segera dilakukan sekarang." lagi Dokter mengejutkan Damian..
Damian menghela nafas sebelum menjawab..
"Saya suaminya..."
__ADS_1
"Baiklah...ikut saya sekarang, pinta dokter."
💖💖
"Tumor di rahimnya dokter..."? Damian begitu terkejut mendengar berita yang sama sekali tidak ia sangka.
Mikha menderita tumor ganas di rahimnya dan dokter membutuhkan tanda tangannya untuk segera mengangkat tumor itu untuk menyelamatkan nyawanya..
"Tumor itu sudah mulai menyebar ke organ lain jika tidak di angkat sekarang maka Nyonya akan kehilangan kesempatan untuk hidup, tentu dengan resiko nyonya tidak akan pernah merasakan kehamilan dan melahirkan."
Damian hanya mengangguk dengan penuh perasaan campur aduk, entah mengapa ia sedih dengan keadaan Mikha saat ini. karna itukah dia sangat menyayangi Dion, karna ia setelah ia melakukan operasi maka Mikha tak akan bisa punya anak lagi.?
Wanita yang malang sungguh malang...
"Bagaimana keadaan istri saya sekarang dokter, apakah dia sempat sadar."? tanya Damian...
"Sejak di bawa ke rumah sakit pasien sama sekali belum sadar karna itu kami harus segera melakukan tindakan." ucap Dokter..
Damian mengangguk....
"Lakukan yang terbaik dokter dan tolong selamatkan istriku." ucap Damian..
"Tentu tuan,silahkan anda ikut staf kami untuk mengambil tanda tangan anda tuan."
"Baiklah.." ucap Damian menurut.....
💝💝
Setelah beberapa jam di lalui Damian dengan penuh kebekuan akhirnya pintu operasi terbuka dan Dokter keluar dari sana....dengan wajah yang tak bisa dibaca,dan kenyataan itu semakin membuat Damian sungguh gelisah.....
Damian segera berdiri tegak dan melangkah mendekati dokter yang juga melangkah ke arahnya...hatinya berdebar kencang entah mengapa...Damian sungguh merasa gelisah saat ini.
"Bagaimana dengan operasinya dokter."?
"Tuan Damian...."
💝💝💝💝💝💝💝💝
Dear Readerku tersayang...
Maaf ya..author harus bilang gini, jujur waktu baca koment kalian author senang karna akhirnya karya author bisa disukai oleh semua pembaca.
Tau gak sih sedihnya sebagai penulis itu kalo dikata-katain tentang cerita yang begini dan begitu, author lebih suka kalian koment tentang keadaan yang terjadi dan menebak, tapi jangan memaksa keadaan harus seperti yang kalian mau, author lebih suka komen Up atau Next dari pada baca koment yang bikin sedih.
Dan author di sela kesibukan author tetep aja luangin waktu untuk menulis karna memang author suka nulis. ❤
Tapi...tolonglah...jangan komen yang seolah menyalahkan author tentang tokoh ini dan itu, cenderung memaksakan kehendaknya sama author dan itulah yang membuat author tertekan antara menuang ide sendiri atau ikutin satu-satu kemauan pembaca semua....kalo ada yang gak suka dengan gaya penulisan atuhor atau jalan ceritanya yang monoton atau sama..silahkan aja gak usah ikutin lagi cerita author...
Memang author akui, author penulis baru dengan pengalaman nulis yang masih dibawah standar, ada banyak yang lebih bagus dari jalan cerita dan juga cara penulisan, jadi dengan segala kerendahan hati, author sekali lagi gak maksa readers ikutin cerita author yang jauh dari kata sempurna..
Terimakasih buat pembaca yang dari awal gak pernah koment aneh-aneh dan selalu ikutin cerita author, mau itu tokohnya jungkir balik, menderita namun kalian mengerti ini hanya sebuah cerita halu, bukan di dunia nyata yang harus di tanggapi dengan kata-kata yang tajam dan menyakitkan hati...terimakasih banyak sudah mendukung author dan maaf jika novel ini membuat emosi kalian naik turun....
Author sayang banget sama kalian..
Terimakasih yah, Salam hangat
__ADS_1
Author : Vitanov ❤😇🙏