Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Hati yang memilih


__ADS_3

Fela masih mematung dengan pernyataan Angell soal dia adalah calon istri kak Wili. bagaimana mungkin kak Wili akan menikahi Angell. selama ini kak Wili terlihat sangat dingin dan tak mudah di sentuh, bahkan sederet wanita cantik selalu di tolaknya, bagaimana mungkin dia jatuh cinta dengan Angell semudah itu.?


Ataukah sesuatu sedang direncanakan kak Wili tapi apa, Fela menggelengkan kepalanya. tidak lagipula itu bukan urusannya. yang terpenting baginya adalah Angell telah menjauh dari Dani.


Fela memutar tubuhnya melangkah keluar, ia harus bertemu dengan Dani dan mengatakan semua yang ia dengar hari ini.


*******************************


Angell membuka pintu ruangan dan menemukan ruangan itu kosong, yah..ia tau kalau Wili sedang ada rapat dan mungkin akan kembali setengah jam lagi.


Sebelum melangkah ke ruangannya, perhatian Angell tertarik pada laci meja Wili yang terbuka. iapun tersenyum dan menggelengkan kepalanya. ceroboh sekali.


Angell lalu mendekati meja itu dan merapikan beberapa kertas yang terselip untuk kemudian menutup laci meja itu namun jemarinya tertahan. ketika menemukan sebagian gambar sebuah foto yang ia kenali. kemudian Angell menarik agar laci itu terbuka.


Betapa terkejutnya Angell melihat begitu banyak foto dirinya yang tersimpan di laci meja Wili. dan yang lebih mengejutkannya adalah foto-foto itu terlihat sudah lama sekitar 5 tahun lalu ketika ia masih sekolah. jantung Angell berdebar seketika. iapun mendudukan tubuhnya di kursi milik Wili dan terus membuka satu persatu foto lama itu. foto waktu ia masih mengenakan seragam sekolah. dan....Grace....ia menemukan salah satu foto dirinya bersama sahabatnya Grace. dalam foto itu mereka sedang tertawa di bangku taman sekolah dengan Angell sedang memeluk Grace.


Wajah Angell memucat seketika. apakah artinya..apa hubungan Wili dan Grace, dan mengapa fotonya ada di laci Wili. apa sebenarnya yang terjadi. mengapa Wili menyimpan fotonya dalam waktu 5 tahun ini secara sembunyi-sembunyi. itu berarti Wili sudah tau dirinya. dan ini bukan pertama kali Wili melihatnya.


Angell menjatuhkan semua foto-foto itu dengan wajah pucat ketika pintu ruangan terbuka. dan Wili muncul disana dengan wajah yang dingin, ketika menyadari foto-foto itu berhamburan jatuh ke lantai.


"Angell." bisiknya dengan suara pelan.mendekati Angell yang menatapnya dengan seribu pertanyaan. Wili tak berhenti mengutuki kebodohannya ketika ia lupa mengunci laci mejanya. dan membiarkan Angell tau sebelum waktunya tiba. sekarang.... ia harus memikirkan alasan agar semua tampak masuk akal. dia tau Angell tidak bodoh. wanita ini sedang menatapnya penuh pertanyaan.


"Wili." ucap Angell dengan suara yang tercekat. ia memang butuh penjelasan saat ini.


"Kau sudah mengetahuinya yah." akhirnya suara Wili terdengar putus asa.


"Tentang foto-fotoku yang kau simpan...apakah kau mau menjelaskan sesuatu." ucap Angell menunggu.


"Sebenarnya belum saatnya kau tau semua rahasiaku tapi..sekarang kau malah tau sendiri." Wili tersenyum skeptis.


"Apa maksudmu." tatap Angell.


"Yah...aku akan jujur, kalau aku sudah mengenalmu sangat lama..jauh dari dirimu yang sekarang...." Wili menatap Angell dan menilai ekspresi Angell yang tampak mendengarkan. ingin tau tampak jelas di mata Angell.


Wili melepas jassnya, menyisakan kemeja putih dan dasi yang juga sudah ia lepaskan. lalu mendekati Angell yang berdiri dalam diam.

__ADS_1


Meraih jemari Angell dan menggenggamnya, Wili mengeraskan tatapannya, bersiap mengatakan kebohongan untuk menutupi rencana sebenarnya.


"Aku jatuh cinta kepadamu sejak kau masih sekolah, Angell."


"Apa.."? Angell sangat terkejut, yah...dia benar-benar terkejut.


"Aku diam-diam mengirim anak buahku untuk mengambil gambar dirimu secara sembunyi-sembunyi, karna aku sangat tergila-gila padamu Angell."


"Wili..semua ini terdengar tidak masuk akal, kita tak pernah bertemu..kapan kau mulai jatuh cinta padaku, dan....mengapa harus menunggu 5 tahun."?


"Aku pernah melihatmu jalan bersama sahabatmu kalian memasuki sebuah minimarket, saat itu aku jatuh cinta pada pandangan pertama, aku pikir aku berani menghadapimu, gadis paling cantik di sekolahmu tapi saat itu kudengar kau sedang menjalin hubungan dengan Oscar."


"Kau bahkan mengenal Oscar."?


"Bukan mengenal...tapi aku tau dia...anak buahku menyelidiki semua tentangmu Angell."


"Bagaimana bisa kau menyelidiki aku seakan aku seorang kriminal...ini sungguh tidak adil bukan...kau tau semua tentangku dan aku...tidak sedikitpun tau tentangmu...kau menyelidiki aku seolah aku melakukan sesuatu yang membuatmu dendam hingga menunggu sampai saat yang tepat.


Wili melonggarkan tenggorokanya mendengar kata-kata telak yang diucapkan Angell kepadanya.


Angell terdiam..mengamati wajah Wili yang terlihat sedih, apakah mungkin ia hanya terlalu sensitif. tidak mungkin Wili menyimpan sesuatu yang buruk padanya, mereka tidak pernah bertemu dan mustahil jika Wili mendendam kepadanya..


"Wili..maafkan aku." bisik Angell lalu memeluk tubuh Wili agar pria itu berhenti merasa bersalah. dan ia sungguh minta maaf karna meragukan Wili.


Wili tersenyum lega karna ia berhasil meyakinkan Angell. dipelukknya Angell dengan erat.


"Aku mencintaimu Angell, aku mohon jangan meragukanku. bukankah kita sudah saling memiliki...kau adalah milikku yang akan ku jaga sepenuh jiwaku."


Angell mengangguk dan mengusap punggung Wili..


"Jangan pernah menyakitiku ya." pinta Angell seolah menyandarkan hidupnya.


Wili membeku......


"Aku tidak meminta apapun darimu Wili hanya saja...jangan menyakitiku...karna aku tidak akan sanggup."

__ADS_1


"Apakah itu berarti kau juga mencintaiku." ucap Wili sekali lagi menyakinkan dirinya."


Pelukan itu terlepas namun tidak tatapan Wili. pria itu tampak sangat bahagia.


"Aku tidak tau jika secepat ini, namun...hatiku sendiri yang memilihmu..dan yah...aku jatuh cinta padamu Wiliam Pearl." ucap Angell dengan sungguh-sungguh.


Wiliam tersenyum dan langsung menyambar bibir Angell untuk menciumnya dengan penuh rasa cinta..ia memeluk Angell dan mengangkat tubuh Wanita itu dengan gerakan memutar.


"Akhirnya aku mendengarnya sendiri kalau kau juga mencintaiku sayang.."


"Wili turunkan aku...aku harus bekerja sekarang."jerit Angell tertawa malu.


"Tidak...kita harus merayakan ini." ucap Wili menurunkan tubuh Angell dan kembali melum** bibirnya.


"Tapi aku..."


"Pekerjaan bisa menunggu, tapi aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi." suara Wili berubah serak.


"Ada apa denganmu." wajah Angell tersipu.


"Aku merindukanmu Angell." jemari Wili menyusup naik dan bergerak di dalam kemeja Angell, mencari kenikmatan yang sudah lama ia rindukan dari tubuh wanitanya..


Angell menatap wajah Wili yang sudah merah padam, pertanda gairahnya ada dipuncak...


"Wili...." kata-kata Angell terputus disusul erangan yang keluar dari mulutnya ketika Wili menjamah titik sensitifnya.


"Aku menginginkanmu Angell." desah Wili dengan suaranya yang serak, lalu mengangkat tubuh Angell dan membawanya ke sebuah ruangan Wili yang memang khusus untukknya beristirahat.


Tubuh Angell dibaringkan di ranjang yang tidak terlalu besar namun pas untuk dua orang, Wili langsung menaikinya dan menyambar tubuh Angell dengan lapar. semua pakaian sudah berhasil ia singkirkan, menyisakan tubuh pol** mereka. ia menatap Angel, yang pasrah di bawahnya dengan senyuman kemenangan yang begitu terpancar.


"Aku mencintaimu Angell Wins."


Wajah Angell memerah malu, namun ia menguatkan dirinya di tengah kepungan sensasi indah yang Wili berikan padanya lewat sentuhan, Angell mengangguk...


"Aku mencintaimu Wiliam Pearl." ucap Angell dengan senyuman penuh cinta.

__ADS_1


Wili kemudian menundukan kepalanya...kemudian terdengar. suara desahan dan erangan memenuhi ruangan itu sekaligus menjadi saksi percintaan dua anak manusia yang begitu panas.....


__ADS_2