Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Isi Hati


__ADS_3

"Wilard......" suara Tari terdengar pelan namun ada nada ketegasan disana....matanya terbuka dan seseorang yang ia ingat pertama kali adalah Wilard...


"Mama.." jerit Keyla terputus, ia menatap sang mama dengan mata yang basah...


Tari menoleh......dan mengerutkan dahinya menatap Keyla dan Mike yang tersenyum kepadanya....airmatanya menetes....


"Mama sudah sadar...mama selamat, terimakasih mama sudah kembali untukku..Keyla tak mampu menahan rasa bahagianya....mengusap wajah Tari ia tersenyum senang......jangan bicara dulu, dokter akan datang." ucapnya pelan hingga Tari tersenyum.


Tari hanya menganggukan kepala dengan senyuman yang masih lemah. tak berapa lama kemudian beberapa dokter dan perawat masuk dan mulai memeriksa Tari sementara Keyla dan Mike diminta untuk menunggu di luar.


❤❤


Dokter memeriksa Tari dan tersenyum...


"Sebuah keajaiban anda bisa selamat nyonya." ucap Dokter dengan senyuman tulus. hingga Tari hanya mengangguk penuh rasa syukur..


"Terimakasih dokter."


"Yah...nyonya akan segera pulih karna sudah melewati masa kritis, banyak istirahat dan juga jangan terlambat meminum obatnya." dokter mengingatkan.


"Baiklah.....terimakasih dokter." ucap Tari...


❤❤


Keyla menyuapi Tari pototngan buah, dokter bilang mama sudsh mulai pulih dan hanya menunggu luka tembaknya mengering. Keyla sangat senang melihat kondisi sang mama..


"Makan yang banyak Mah.."


"Mama merindukanmu Keyla, bagaimana cucuku di dalam sana.apakah dia sehat."? bisik Tari menyentuh perut Keyla dengan penuh kasih sayang..


"Dia sangat mengerti mama, dia tidak menyusahkan aku...aku sangat santai dan tenang."Keyla bahagia ketika menceritakan kehamilannya.


"Oya..Mah...paman Sean akan kembali dari bisnisnya dia senang sekali ketika aku mengatakan mama sudah sadar."


Tari terdiam.....jemarinya menggenggam kuat ujung bajunya hingga gemetar,, mengapa hatinya hampa ketika nama Sean yang di sebutnya...mengapa malah Wilard yang ia pikirkan..ia menatap Keyla yang begitu membanggakan Sean, putrinya tmapk antusias seolah sedang mempromosikan barang yang di sukainya...


"Keyla.....apa kau tau kabar papa."? tanya Tari membuat Keyla mengerutkan dahinya, ia sudah berbicara panjang lebar tentang paman Sean, mengapa mama malah membahas papa.?


"Papa...mengapa mama malah bertanya tentang pria jahat itu."? tatap Keyla jengkel..

__ADS_1


"Nak....mama ingin,.."


"Sudahlah mama....mengapa mama malah bertanya tentang pria yang menyakiti mama."


"Keyla jangan begitu dia papamu, kau tidak boleh membencinya..." keluh Tari tak suka...


"Tapi dia menyakiti mama dan aku sanagt membencinya...aku tidak perduli apapun lagi tentangnya, mama...terimalah paman Sean, dia lebih baik dari papa, dan aku merestuimu Mah." ucap Keyla keras...


Tari memejamkan matanya seiring airmatanya menetes di sudut matanya..ia menatap kebencian yang besar di mata Keyla dan menyesal untuk itu. mengapa semuanya terasa rumit....untuk sementara Tari hanya bisa mengalah, Keyla terlihat marah dan ia tak jngin membuat Keyla stres dan berimbas pada bayinya..


"Baiklah kita jangan membahas papa...dimana Mike."?


Keyla akhirnya mengangguk dan tersenyum kembali, ia kemudian kembali menyuapi Tari buah sambil bercerita..


"Mike sedang membeli makanan untukku."


"Jangan menyiksanya sayang, kau bisa menyuruh anak buahnya.."


"Tidak..anakknya mau dia yang membelinya bukan orang lain." Keyla tersenyum menang...


"Kau sengaja Keyla..jahat sekali." ucap Tari tersenyum....


"Kau licik, tapi kau benar...mungkin karna kita mengandung anak mereka darah daging mereka dan itu sebabnya mereka mampu melakukan apapun asal kita senang." ucap Tari mengenang...dulu sewaktu ia sedang mengandung Keyla, Wilard juga memperlakukannya dengan begitu manis, apapun yang ia inginkan maka Wilard akan berusaha mendapatkannya...


Tari tersenyum, mengapa ia tidak bisa membenci Wilard setelah semua yang terjadi..mengapa ia tak bisa membuat Wilard pergi dari hatinya. 6ah..ia ingin sekali tau tentang kabar Wilard, dimananah suaminya sekarang dan bagaimana dia, apakah dia makan dengan baik, tidur dengan nyenyak...?siapa yang mengurus makanannya, apakah dia memikirkan Tari juga...? mengapa ia merasa rindu pada Wilard, mengapa ia masih rindu dengan semua rutinitasnya menjadi seorang istri...


"Mama...mengapa malah melamun."?


"Tidak sayang..mama tidak memikirkan apapun, mama hanya senang bisa selamat."


"Aku mencintaimu mama." ucap Keyla mencium mamanya dengan penuh perasaan.


💗💗


Tari sedang duduk dan memandang ke arah jendela...ia semakin terlihat sehat dan segar dokter bilang ia tinggal menjalankan sesi rongsen pada perutnya untuk memastikan luka tembak itu telah sembuh.


Tari tampak begitu antusias...selang infus telah di lepas....dan ia sudah bebas bergerak....


Suara pintu terbuka membuatnya menoleh.....

__ADS_1


"Sean."? desahnya tersenyum...


"Apa kabar sayang..."? pria itu sangat tampan dengan setelan jas mahalnya, ia mendekati Tari yang sedang duduk dan kemudian memeluknya dengan erat...


"Apa kabarmu Tariku."?


"Aku sudah sembuh Sean, terimakasih." Tari membalas pelukan Sean dengan erat....


Pelukan itu terlepas dengan Sean yang masih menahan tubuh Tari...


"Aku senang mendengarnya...terutama aku mendengar kabar baik dan aku..menjadi lebih bersemangad..." ucapnya tersenyum...


"Kabar baik"?


"Yah..kabar baik." ucap Sean percaya diri...


Tari hanya mengangguk dengan cepat, ia mendekati Tari dan memegang wajahnya untuk menatap mata wanita itu...


"Jangan pernah berpikir untuk lari dariku karna kau tidak akan pernah bisa Tari..jangan pernah berpikir untuk kembali kepada pria tua itu karn aku...tidak akan pernah membiarkannya." ucap Sean dengan mata tajam menyala-nyala...


Tari membeku......


"Aku...minta maaf Sean tapi aku...masih istrinya Wilard."


Sean tersenyum...lalu mengeluarkan sebuah surat..


"Dia sudah menandatangani surat perceraian kalian, apakah itu adalah bukti yang cukup membuatmu percaya kalau kalian, sudah berakhir...?


Airmata Tari menetes..Wilard telah menceraikannya, mengapa..sebenci itukah Wilard padanya hingga denga mudah menceraikan dirinya...


Tari menajtuhkan dirinya di atas ranjang dengan tatapan syok..ia tidak menyangka jika...Wilard tidak bisa memaafkan dirinya, paling tidak memberinya kesempatan untuk bicara...dan tidak mengambil keputusan sendiri.


Tari mengangkat wajahnya........dan menatap Sean yang berdir dengan tekad yang kuat....


"Sean...lepaskan aku....aku mohon padamu, kau masih muda...kau bisa mencari wanita yang lebih dariku, mengapa harus aku yang sudah punya suami." jerit Tari sedih..


"Kau sudah bercerai Tari, karna itulah kau tidak lagi terikat apapun dengan si brengsek itu, lagi pula aku tidak ingin orang lain tapi kau Tari....kau belum tua jadi jangan berpikir sebagai wanita berusia 50 tahun..kau berbeda..kau setara denganku."


"Maaf aku tak bisa..." ucap Tari memejamkan matanya sedih....

__ADS_1


"Kau selalu menyakiti aku Tari, tidak dulu atau sekarang kau tetap sama seorang Tari yang egois...tapi aku pastikan kali ini, aku tidak menyerah Tari." ucap Sean tegas,...


__ADS_2