
Mobil milik Mikha memasuki sebuah gerbang besar dan beberapa penjaga tampak menunduk hormat kepada mereka. Lusi menatap sang putri....
"Rumah siapa ini..dan mengapa ada banyak penjaga."? tanya Lusi dengan kerutan di dahinya...
Mikha tersenyum....
"Rumah kekasihku Mah, namanya Martin..."
"Martin."?
"Yah....akan aku kenalkan pada mama, untuk sementara kita tinggal disini dulu karna pasti orang papa mencari kita." ucap Mikha menepikan mobilnya di garasi.
Lusi menatap Mikha dengan penuh rasa bangga...
"Siapa pria itu.."?
Mikha mematikan mesin mobil dan menatap sang mama yang begitu penasaran...
"Dia mantan anak buah Mike,dia orang biasa dan bukan dari kalangan kita Mah....maaf aku...."
Mikha tertegun ketika Lusi menyentuh bahunya penuh pengertian.
"Mama tidak mempermasalahkan status sosial di antara kalian Mikha, asal dia benar-benar mencintaimu dan selalu percaya padamu apapun yang terjadi maka itu cukup bagi mama."
"Ayo...aku akan mengenalkan mama padanya, dan mama bisa menilai sendiri seperti apakah dirinya." ucap Mikha membuka pintu mobil dan membimbing sang mama keluar.
Mereka langsung memasuki rumah besar itu dan langsung di sambut beberapa pelayan yang menunggu di depan pintu.
"Selamat datang Nona dan nyonya..silahkan." ucap Pelayan dengan sangat sopan.
Mikha mengucap terimakasih dan langsung membawa sang mama menyusuri luasnya ruang tamu yang ada di hadapan mereka yang tampak mewah dan megah, jika di lihat tak kalah dari rumah tempat tinggal mereka bersama sang papa. Lusi mengitari pandangan ke seluruh ruangan dan kagum denan interior yang tampak elegan. dahinya mengerut jika hanya sebagai anak buah Mike mengapa Martin bisa punya rumah sebesar ini. sedikit aneh..namun Lusi menyimpan semua di dalam hatinya....
"Rumah ini disiapkan Martin ketika kami akan menikah nanti Mah...."
"Rumah yang indah Mikha, dia pasti benar-benar menabung untuk kemewahan ini nak." puji Lusi tersenyum..
Mikha mengangguk....memang ia sedikit aneh, semua isi di rumah ini begitu terlihat mahal..
"Martin punya usaha yang sedang berkembang Mah.."
"Anak muda yang pekerja keras...itu bagus Mikha."
"Ayo,....aku akan menunjukan kamar mama dan istirahat sebentar."
"Baik...tapi dimana Martin."?
"Dia sedang di perusahaannya dan akan kembali malam nanti." ucap Mikha menjelaskan..
"Baiklah sayang."
__ADS_1
❤❤❤❤
Aksana tak mampu membendung amarahnya ketika anak buahnya tak mampu menemukan jejak istri dan anakknya,
"Bodoh..mencari istri dan anakku saja tak mampu."
"Tuan...kami masih mencari, cctv terakhir berada di luar kota dan setelah itu kami kehilangan jejak nyonya." ucap dalah satu anak buahnya..
Aksana begitu gusar...hatinya teramat sakit menyadari wanita itu pergi darinya membawa anakknya pergi meninggalkannya di dalam rasa bersalah yang besar. yah ini memang kesalahannya ia baru merasa bagaimana rasanya sakit ketika di tinggalkan orang yang dicintai....
"Tuan Aksana kami berjanji akan menemukan nyonya secepat mungkin."
Aksana menatap tajam penuh peringatan pada anak buahnya...
"Jika sampai besok kalian tidak juga bisa menemukan Istriku maka bersiaplah,.aku tidak akan segan-segan...."
"Kami akan berusaha tuan Aksana."
"Pergilah.."
"Baik..."
Pintu ruangan tertutup dan menyisakan keheningan yang mengerikan....ruang kerjanya membuat Aksana tak betah. lalu pria itu melangkah meninggalkan ruangan itu menuju kamarnya, kepalanya terasa mau pecah karna sedetikpun ia tak mampu melupakan Lusi dan Mikha..
Membuka pintu kamar, Aksana kembali di hadapkan dengan pemandangan ranjang yang menyajikan kegiatan terakhirnya dengan Lusi dan semua itu membuatnya gila...
"Lusi...kau kemana...aku bisa gila karna rasa bersalah Lusi maafkan aku." desah Aksana dengan airmata yang tertahan...ia sungguh menyesal dan berharap jika waktu dapat diputar kembali Aksana ingin berubah ia ingin memperbaiki semua sikapnya. sungguh ia merasa hancur ketika Lusi meninggalkannya, sungguh hancur....
"Papa...saatnya makan malam."
"Kau makan saja..papa belum ingin makan." ucap Aksana dengan dingin..
Stela menghela nafas...ia sungguh kesal karna papa masih memikirkan mereka.
"Papa..jika terus seperti ini papa akan sakit."
"Keluar dari kamar sekarang." ucap Aksana dengan suara yang tegas...
"Tidak bisakah papa melupakan mereka dan hidup baru bersamaku, mungkin saja saat ini Ibu dan Mikha sudah sangat membenci papa." jerit Stela...
Aksana mengangkat wajahnya tatapannya berubah sangat marah...
"Apa maksudmu Stela."?
"Yah..lupakan mereka papa, masih ada aku dan mungkin papa bisa menemukan wanita lain sebagai pengganti Ibu." ucap Stela yang membuat Aksana meradang..
Aksana berdiri tak mampu menahan semua amarah yang terasa membakarnya, ia mendekati Stela san kemudian....
"Paccccckkk....."
__ADS_1
Stela terhempas ke belakang airmatanya menetes penuh rasa sakit, papa menamparnya...ini pertama kali dalam hidupnya sang papa menamparnya dengan kuat....
"Papa.."
Aksana meraih tubuh putrinya dan mencengkram lengannya dengan kuat...membuat Stela ketakutan....
"Beraninya kau mengatakan hal sekeji itu pada papa..beraninya kau mengatakan hal diluar batas."?
"Papa,....aku hanya..."
"Papa terlalu memanjakanmu hingga sikap kurang ajarmu semakin tidak terkendali Stela."
"Pa......"
"Mulai sekarang kau harus belajar cara menuntup mulutmu Stela...."
"Ini sakit sekali..." Stela sangat panik karna lengannya di cekal dengan kuat hingga rasanya begitu menyakitkan......airmatanya menetes.....
"Kau pikir hubungan suami istri bisa putus begitu saja, papa sudah melakukan kesalahan besar karna tidak percaya pada ibumu dan menelantarkan Mikha anak kandung papa sendiro, dan...kau..bukannya kau menenangkan papa malah kau semakin membuat papa gila....kau harus bnar-benar merasakan hukumanmu Stela."
"Papa...tidak..."
Aksana sudah terlalu dikuasai amarah..ia menarik tubuh Stela keluar kamar dan menariknya turun dari tangga. Stela hanya menangis keras tak mampu menahan amarah Aksana yang terlanjur terbakar...
Sementara Hana menatapnya takut, ia bersembunyi di balik tirai dan menunggu apa yang akan terjadi dengan Stela...
"Papa,..lepaskan aku."
"Tidak....kau harus merasakan hukumanmu Stela."
Namun baru sampai di pintu beberapa anak buah masuk dan menunduk hormat pada Aksana dan pria itu untuk sementara melepaskan cengkramannya pada Stela....
"Ada apa."?
"Tuan Aksana kami membawa berita tentang hasil tes DNA yang sebenarnya."
Betapa pucatnya wajah Hana ketika mendengar penjelasan anak buahnya..dan kemarahan yang di tunjukan tuan Aksana. ia menggeleng mundur......
"Kau sudah mendapat kebenaran."?
"Yah..tuan Aksana..dan kenyataannya adalah Hasil tes DNA yang di lakukan nona Mikha adalah yang asli sedangkan hasil tes DNA sebelumnya sudah bisa dipastikan, keliru..."
"Apa maksudmu."? tatap Aksana..
"Seseorang menukar sample anda dengan orang lain karna itulah DNA anda dan nona Mikha tidak cocok sebelumnya..."
"Apa..."? Aksana sangat syok..hingga tubuhnya bergetar seketika..
"Tuan kami juga telah menemukan nama pelakunya."
__ADS_1
"Siapa..."? teriak Aksana dengan murka....