
Wili mengerang...dari mana Alex tau mereka disini, siapa yang memberitahunya.? pria itu melirik sekilas ke arah Angell, tidakk...tidak mungkin Angell yang memberitahu Alex..tidak, ia harus berhenti memikirkan kemungkinan kalau Angell yang memberitahu Alex.
bahkan Angell masih belum memaafkannya ia tak ingin menambah masalah baru. lebih baik memikirkan cara terlepas dari Alex walau Wili rasa itu sangat sulit. karna ia merasa semua aman...Wili tidak membawa banyak anak buah, bahkan semua sinyal hilang dalam sekejap tak mungkin ia bisa menghubungi mereka dalam sekejap. Wili memejamkan matanya merasa frustasi.
"Aku..yang telah menghubungi Alex." suara Angell bergetar dengan pasrah di sampingnya.
Betapa terkejutnya Wili saat ini. bagaimana mungkin bisa Angell yang menghubungi Alex. mana mungkin bisa, Angell yang meminta Alex untuk mencegat mereka.?
Mata Wili menjadi basah....ia memandang Angell yang menatapnya begitu dingin tak tersentuh.
"Mengapa."? ucap Wili dengan suara tercekat.
"Bagaimana rasanya dihianati oleh orang yang kau cintai."? ucap Angell menaikan alisnya walau airmatanya menetes.
"Kau ingin membalasku."?
"Yah...tentu saja...tak ada lagi yang bisa aku percaya di dunia ini selain keluargaku." Angell tertawa miris.
"Angell kau tau Alex..dia psikopat gila, kau tau jika...."
"Apa bedanya denganmu."? teriak Angell keras.
"Angell."
"Kau bahkan lebih buruk dari psikopat paling gila sekalipun..kau membohongiku dengan menikahiku atas nama cinta..isak Angell terluka..Lalu kau menyiksaku seakan aku ini tidak berharga...kau pikir aku apa..aku tak punya perasaan.? apa aku bonekamu....katakan." jerit Angell dengan tangisan yang pecah..
"Aku memang bersalah Angell, tapi tentang cintaku aku benar-benar mencintaimu."
"Bohong." ucap Angell sinis.
Wili memejamkan matanya...airmatanya juga menetas..apakah itu berarti Angell memang ingin pergi darinya..tidak, Angell adalah istrinya..
"Angell, aku suamimu aku tidak akan melepaskanmu Angell."
"Kalau kau tidak mampu melepaskan aku, maka biarlah aku yang melepaskanmu." ucap Angell datar.
"Ya Tuhan...apa yang terjadi denganmu Angell." Wili meraih kedua bahu Angell seraya menatap matanya mencari tatapan Angell yang dulu, yang mencintainya yang selalu manja dan selali tersenyum kepadanya.
"Aku hanya ingin pergi jauh darimu, aku sangat muak berada di dekatmu Wili."
"Sayang...aku mohon.." suara Wili terdengar gemetar, apalagi ketika ia melihat Alex semakin dekat. bukan karna ia takut pada Alex, namun Wili sadar jika anak buah Wili sangat banyak dan saat ini mereka sudah dikepung.
dan Wili sangat putus asa sekarang......
"Angell sayang, jangan tinggalkan aku."
"Maaf...aku ingin kau merasakan bagaimana rasanya kehilanan orang yang kau siksa selama ini." Angell tersenyum..mengirim tatapan bersalah pada Wili hingga pria itu semakin tersiksa.
Wili kemudian memeluk tubuh Angell dengan erat ketika Alex sudah memukul-mukul kaca mobil.
__ADS_1
"Lepaskan aku Wili." ucap Angell memejamkan matanya hatinya juga terasa sakit ketika Wili memeluknya namun...ia juga tak bisa menerima perlakuan Wili yang kejam. egonya melarang dengan keras.
Tak butuh waktu lama terdengar suara tembakan dari luar mobil. dan seketika itu juga mobil itu hancur di bagian pintu.
Alex tersenyum....
"Keluar sekarang karna aku tidak memiliki kesabaran yang panjang."
Kemudian Alex memberi isyarat untuk mengeluarkan mereka dari dalam mobil.
Pelukan itu terlepas dengan dramatis ketika mereka di pisahkan...Alex memegang tubuh Angell dan membawanya menjauh sedangkan Wili juga ikut di bawa.
"Lepaskan tanganmu dari istriku." teriak Wili meronta di antara pegangan anak buahnya.
Alex tersenyum dengan sangat lembut........
"Aku senang melihatmu seperti ini Wili." ucap Alex tertawa, sedangkan Angell hanya menatapnya tanpa ekspresi.
Tubuh Wili di hempaskan di atas mobilnya hingga pria itu hanya bisa menatap Alex dan Angell di hadapannya.
"Brengsek..kau sudah mencuci otak istriku yah..kau bermain curang dengan cara yang kotor." ucap Wili keras.
Alex melepaskan Angell dan mendekati Wili, ia tersenyum....
"Kau sudah kalah dengan telak Wiliam Pearl, karna kebodohanmu sendiri."
"Siapa yang bajingan di antara kita."?
Wili terdiam.....
"Kau telah menyia-nyiakan wanita yang berharga seperti Angell..jangan salahkan orang lain karna ulahmu sendiri."
"Lepaskanlah kami Alex..aku mohon." ucap Wili menyerah...
"Apa kau sedang bermimpi Wili."?
"Apa maksudmu."? ucap Wili mengerutkan dahinya.
"Yah...yang akan menjadi milikku akan tetap menjadi milikku..aku akan menjadikan Angell milikku." Alex tertawa pelan....
Wili tak mampu membendung semua emosinya dengan cepat ia mendekati Alex dan kemudian memukul wajah pria itu hingga Alex terdorong ke belakang.
Pria itu masih tersenyum menghapus darah di bibirnya. ia mendekati Wili dengan tatapan marah sesaat kemudian ia menghantam Wajah Wili dengan sangat kuat.
"Buuuuuuggggggghhhhhhh........."
Wili terhempas sampai ia tersungkur di tanah, dan sedikit terbatuk-batuk disana.
Angell mengepalkan tangannya, walau sangat marah namun ia tak sanggup melihat keadaan Wili yang mengenaskan. namun Angell menahan diri, memalingkan wajahnya ke arah lain.
__ADS_1
Wili bangkit dan tertawa sekejap saja ia meraih pistol itu dan mengarahkannya kepada Alex.
"Tak akan aku biarkan kau membawa istriku Alex." desah Wili dengan geram.
Alex tersenyum ketika semua anak buahnya mengarahkan pistol kepada Wili.
"Kau pikir aku semudah itu kau bunuh yah...."
"Aku tidak perduli Alex, walau aku harus mati maka itu tidak masalah..asal Angell tidak bersamamu."
Angell terdiam menatap Wili yang juga menatapnya...Alex mengangguk....dan mendekati Angell. menatap mata Wanita itu dengan tenang.
"Aku tak akan memaksamu Angell, tapi perlu ku ingatkan jika kau yang memilihku..kau menekan tombol itu dan aku datang....katakan padaku Angell, kau mau ikut bersamaku atau dia pria yang sudah membohongimu dan menyiksamu dengan kejam." ucap Alex melemparkan kenyataan di depan Angell hingga wanita itu terdiam.
"Jawab Angell Wins..sekarang." tatap Alex tajam.
Angell menatap Wili yang sudah penuh darah.....
"Aku sudah membuat keputusan dengan menekan tombol itu Alex, bawa aku pergi dari sini...aku sungguh tak ingin melihat wajahnya." ucap Angell menundukan kepala. ia tau cara terbaik baginya adalah pergi bersama Alex seperti rencana awalnya, jika ia menolak pergi...Alex tak akan segan-segan membunuh Wili saat ini juga.
Wili yang mendengar langsung kata-kata Angell begitu merasa sakit hati. ia menatap Angell.
"Apakah benar kau Angelll Wins yang aku cintai."?
"Angell Winsmu yang bodoh yang kau bohongi sudah mati Wili." tatap Angell dengan airmata yang basah.
"Well..kau sudah membuat keputusan Angell dan saat ini kau harus pergi bersamaku."
Alex menggenggam jemari Angell menjauh, sekaligus memutus kontak mata di antara mereka berdua...
Wili menggeleng..... tidak ia tidak akan pernah rela membiarkan Angell pergi darinya...
pria itu lalu mengejar Alex dan Wili yang hampir sampai ke pintu mobil, ia menggapai lengan Angell membuat Angell membalikan tubuhnya...
Wili memeluknya dengan erat...
"Jangan pergi Angelll...aku tidak bisa tanpamu... aku mohon..hukumlah aku seumur hidup asal jangan pergi...aku.....mencintaimu Angell."
Alex menatap dengan sangat tajam lalu mengarahkan pistolnya di dada Wili.
"Lepaskan Angell atau aku akan membunuhmu sekarang." ucap Alex mengancam.
Angell kemudian mendorong tubuh Wili hingga terlepas...airmatanya menetes, kemudian Angell berbalik menatap Alex...
"Ayo pergi..dan kumohon jangan membunuhnya.." pinta Angell pelan.
Alex menurunkan senjatanya lalu mengangguk...meraih jemari Angell dan meninggalkan Wili yang begitu terluka.....
"Angellllllllllll............." teriak Wili histeris setelah mobil itu menghilang meninggalkan ia sendirian...
__ADS_1