Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Keputusan


__ADS_3

Lusi bersedekap, ia diam sepanjang jalan rasanya ia sangat marah dan merasa bodoh sekaligus, tak pernah ia bayangkan jika Aksana menipunya...


Mobil melaju kencang ke arah sebuah Hotel berbintang. sementara Aksana berkonsentrasi penuh di jalan...walau sesekali ia melemparkan pandangan pada Lusi yang seolah tidak tersentuh, bahkan tidak menoleh padanya..


"Ehm...dimana kau tinggal selama ini."?


"Bukan urusanmu Aksana, kau tidak perlu tau." Lusi menyipitkan matanya kesal.


Aksana tertawa, ia mengangguk merasa sedikit lucu dengan jawaban ketus Lusi padanya...namun ia tidak perduli.


"Apa kau sudah makan sayang."


"Menurutmu Aksana."


"Astaga...aku..hanya bertanya karna kau butuh tenaga untuk menghadapiku nanti sayang."


"Berhentilah bersikap seolah kita masih anak muda Aksana...kau membuatku mual."


"Aku suka menggodamu Lusi, memangnya hanya anak muda saja yang bisa mlakukannya Lusi, bukankah istriku masih muda."


"Antarkan aku pulang." lirik Lusi mengeraskan tatapannya, ia menatap ke arah pergelangan tangannya sambil melirik jam.


"Lupakan soal pulang karna kau tidak akan pulang Lusi."


Lusi menoleh..."apa maksudmu."


"Tempatmu seharusnya bersamaku dan bukan dengan Mikha apalagi sedirian.."


"Aksana...aku tidak bercanda." ucap Lusi jengkel..


"Apa aku terlihat sedang bercanda denganmu Lusi, aku menderita..aku akui kalau aku salah, aku berdosa padamu dan anak kita tapi Lusi..bahkan Tuhan saja mampu mengampuni hambanya jika berbuat dosa,mengapa kau tetap marah.."?ucap Aksana menuduh..


"Kau benar-benar pintar bermain kata."


"Bagaimana kalau kita bermain saja."? lirik Aksana menggoda.


Aksana membelokan mobil memasuki Hotel milik mereka dan tersenyum ke arah Lusi..dengan membawa kesini,maka Lusi tidak pernah berkutik karna tentunya semua staf dan pegawai mengenali mereka...


"Kau licik Aksana...mengapa membawaku kesini." ucap Lusi jengkel......


"Di Hotel kita akan terasa seperti rumah, dan aku telah meminta mereka menyiapkan kamar untuk kita istrirahat..."


"Istirahat..."? ulang Lusi mengumpat..


"Istirahat....yah....maksudku kita tidak akan benar-benar istriahat.."


"Aku tidak mau. " ucap Lusi menggeleng...


Aksana membuka sabuk pengaman....

__ADS_1


"Turun sekarang atau aku...akan menggendongmu sepanjang jalan dan bisa di pastikan semua yang ada di Hotel ini melihat keromantisan kita." Aksana menaikan alis...


"Aaarrggghhhh....." desis Lusi sambil membuka pintu mobil....


Dengan sangat terpaksa ia melangkah bersama Aksana, dan membiarkan pria itu memeluknya dengan mesra, berpapasan dengan beberapa pegawai mereka menunduk hormat..


"Jauhkan tanganmu Aksana, kau tau aku sangat kesal jika harus bersandiwara denganmu aku...." Lusi menghempaskan pegangan Aksana dengan kasar, ketika pria itu berusaha mengambil kesempatan.....


"Selamat siang tuan Aksana dan nyonya Lusi." teguran seseorang Membuat Aksana dan Lusi menoleh...mereka terkejut,....


"Tuan Alex dan nyonya Angell."? Lusi tersenyum sambil menelan rasa jengkelnya, mengapa mereka harus bertemu disini.?


Aksana memeluk tubuh Alex dan begitu juga Angell memeluk Lusi..


"Wah,...menikmati waktu berdua yah.." goda Alex seraya mengedipkan mata ke arah Aksana...


"Yah...kami sengaja singgah untuk beristirahat disni." ucap Aksana mencari kesempatan untuk memeluk Lusi karna ia tau Lusi tak bisa menolak..apalagi dihadapan tuan Alex dan Angell.


"Itu bagus untuk usia seperti kita, kadang kita butuh waktu berdua dan melepas rutinitas..itu bisa membuat kualitas hubungan kita jadi lebih baik." sambung Angell..


"Yah,....karna itu kami datang Angell." ucap Lusi tertawa...


Alex memeluk pinggang Angel dengan mesra,


"Kalau begitu ayo sayang..sebaiknya kita tidak mengganggu tuan Aksana dan nyonya Lusi."


"Baiklah....ayo kita pergi." ucap Angel setuju...


💞💞


Pintu kamar terbuka dan Aksana tersenyum menang....sambil mengunci pintu, sedangkan Lusi memejamkan matanya lemah..ia benar-benar sudah terperangkap sekarang dan tidak mampu keluar...


"Aksana...tolonglah jangan begini..aku sedang lelah.." ucap Lusi menurunkan nada suaranya,


Aksana tidak menerima penolakan...


"Kau pergi begitu lama....aku seperti akan membatu sayang." ucapnya dengan nada sensual....sambil mendekati Lusi yang justru menjauh...


Namun dengan cepat Aksana menarik tubuh Lusi hingga tenggelam dalam pelukan posesifnya, perasaanya sudah tidak ia tahan lagi setelah kebenaran terungkap, bahkan rasa cintanya lebih besar lebih dari sebelumnya menyadari istrinya setia.....


Aksana terbakar ketika ia melum** bibir Lusi tanpa perlawanan berarti, sekejap saja....tubuh keduanya berpindah di ranjang yang luas....satu persatu Aksana melepas penghalang di antara mereka, dan tersenyum menang....


"Kau milikku Lusi..."


"Aksana....."


"Diam dan nikmatilah Lusi.....kau tau jika sekuat apapun kau berlari maka sekuat itulah aku aakan mengejarmu." suara Aksana berubah menjadi parau...


"Aaah......" desah Lusi mengerang....

__ADS_1


Jemari Aksana naik dan menyentuh dada Lusi ia melum**nya dengan mulutnya lalu bermain-main disana...


Lusi mendesah tak mampu menahan gejolak dalam diri...bahkan ia tak mampu menahan Aksana untuk berkata tidak, yah...Aksana....panas dan sudah terlanjur terbakar....


💘💘


Suasana di dalam ruangan rapat menjadi hening, karna Presdir mengumumkan akan menunjuk penggantinya, mulai terbentuk dua kubu di masing-masing bagian, ada yang mendukung Stela dan ada yang mendukung Mikha.


Sementara Mikha melangkah memasuki ruangan ia langsung di hadapkan dengan Stela yang menatapnya tajam...keduanya saling memberi tatapan membunuh.....


Para pemegang saham juga tampak sudah hadir..tinggal menunggu tuan Aksana menghadiri rapat, dan membuat keputusan


Stela bangkit dari temapt duduknya dan melangkah mendekati Mikha yang sedang menatapnya,


"Kau terlihat seperti penjilat yang akan kecewa." desah Stela


"Kau malah terlihat putus asa kak Stela...mungkin karna sebentar lagi kau akan menangis." desah Mikha tajam....


"Kau......"


Sementara terdengar suara langkah memasuki area ruang rapat, semua yang hadir menunduk hormat termasuk Stela dan Mikha...masing-masing lalu mengambil tempat duduk....


"Aku minta maaf sedikit terlambat." ucap Aksana tersenyum....


Semua yang hadir hanya mengangguk patuh, lagipula dia seorang Presdir, siapa yang berani menegurnya....


Aksana melanjutkan perkataannya.....


"Alasan aku mengumpulkan kalian disini adalah untuk menunjuk penggantiku di perusahaan ini...sudah saatnya aku pensiun dan menikmati waktu dengan istriku...sambil mengawasi dari balik layar." Aksana tersenyum sembari melemparkan pandangan ke arah Stela dan Mikha.....


"Istri..."? desah Stela dengan heran.....


Sedangkan Mikha tersenyum kepada Aksana....


Aksana kembali melanjutkan kata-katanya,..


"Dan saat ini aku akan menunjuk salah satu putriku sebagai penggantinya dan yang lain akan membantunya demi kemajuan perusahaan ini."


Semua menganggukan kepala.......Stela tersenyum ia yakin sekali jika papa akan memilihnya, akan memilihnya sebagai penggantinya, dia anak yang tertua dan dia berhak......Stela sudah tersenyum lebar.....


"Dan putriku yang akan menggantikan aku adalah........."


Stela memejamkan matanya menahan smua gejolak kemenangan yang mulai menguar dari dalam dirinya....


"Aku menunjuk putriku Mikha yang akan menggantikan posisiku di perusahaan ini dan putriku Stela akan membantunya." ucap Aksana di sambut tepuk tangan semua yang hadir


Stela begitu terkejut......


Seketika ia berdiri dengan mata yang berkaca-kaca..sungguh ia merasa di permalukan saat ini..

__ADS_1


"Tidak mungkin...." ucap Stela menggertakan gigi.....apalagi Mikha jelas tersenyum sinis padanya.....


__ADS_2