Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Dipaksa Menjadi istrimu


__ADS_3

Pria itu tersenyum, namun rasanya senum itu berbeda dari senyum Damian yang biasa di lihat Mikha, memang Damian kejam dengan aura menakutkan, namun mengapa ada sorot mata membun*h pada tatapannya sekarang.?


Pria itu mendekat.....dengan langkah yang tegas, masih memakai jas berwarna hitam pekat, rambutnya juga hitam dengan garis rahang yang kokoh, menambah kesan dingin pada pria ini....


"Damian....ternyata kau yang membawaku, mengapa harus seperti ini...kau bisa saja memberitahuku dan tak perlu seperti ini." ucap Mikha bangkit juga mendekati Damian..mereka sudah saling mengenal dan paling tidak ia sudah tau sifat Damian seperti apa...


Namun.....pria itu tak bergeming ketika Mikha memanggil namanya, ia justru tidak tersenyum sedikitpun....mendekati Mikha lalu menyentuh dagu Mikha agar mereka saling menatap...


"Siapa Damian....aku tidak mengenalnya, aku bukanlah dirinya dan tidak akan pernah menjadi dirinya....aku adalah Derell...panggil namaku Derell...." desisnya dengan mata yang tajam.......


"Derell...apa kau sedang amnesia...ayolah, jangan mulai membuatku takut Damian....apa kau sedang menakutiku...dimana Dion."? tanya Mikha mulai sedikit cemas,...


Mikha terkejut ketika lengannya kembali di cengkram hingga ia merasa ngilu....


"Aku benci melihat tatapan matamu Mikha.." serunya dengan dingin...


Mikha semakin merasa bingung dengan yang terjadi...apa yang sebenarnya terjadi padanya...Kalau memang Damian mempunyai saudara kembar yaitu pria ini yang mengaku namanya Derrell, mengapa terlalu sama..


Mikha dari tadi mencoba mencari perbedaan namun tidak juga merasakannya...dia adalah jelas Damian dan bukan Derrell, dan yang membedakan Damian dan Derell adalah Damian menjaga jarak dan bertindak hati-hati, meski pernah menciumnya namun selebihnya, Damian bersikap sopan dan mengamati dari jauh sedangkan Damian yang sekarang...


Terlalu berani mendekatinya, bahkan menyakitinya....sorot matanya penuh dendam dengan segurat misteri yang seolah menggunung.......


"Memang ada apa dengan mataku Damian..."


"Jangan panggil aku Damian....aku benci......panggil namaku Darell maka aku akan mengampuni nyaw*mu." desis pria itu membentak dengan keras...


Mikha merasa begitu ketakutan......mata keduanya masih bertemu dan saling mengunci disana...Mikha merasa jantungnya berdebar kencang....


"Aku bingung...baiklah, kau Darrell atau siapapun terserah padamu, namun....untuk apa kau membawaku kesini, dimana Damian dan Dion.."?


Darrell tertawa dengan suara yang mengerikan hingga Mikha merasa benar-benar takut...


Pria itu menarik tubuh Mikha dan memeluknya dengan begitu erat, wajahnya mendekat...


"Jadi kau memikirkan pria kecil itu yah......"


"Apa maksudmu.."?


"Hari ini juga kita akan menikah...."


"Menikah...kau gila....." ucap Mikha meronta namun tak bisa....


"Kau bilang aku gila...yah..aku memang gila, jadi sebaiknya kau...tidak memancing kegilaanku untuk menyakitimu...kau tidak punya pilihan sama sekali karna apa......Dion akan m*ti dengan mengen*skan jika kau menolak semua keinginanku....hari ini juga kita menikah..."

__ADS_1


"Lepaskan aku.....siapa kau sebenarnya...siapa kau....mengapa kau memaksaku..aku bahkan tidak mengenalmu..."jerit Mikha dengan suara yang tertahan


"Aku tak perduli kau mengenalku atau tidak Mikha...kau..akan menjadi milikku suka atau tidak.."


Derrell melepaskan rengkuhannya dan sesaat kemudian pintu terbuka lebar tampaklah beberapa orang pria dan wanita masuk kedalam kamar membawa perlengkapan untuk menikah, ada baju pengantin, dan semua asesorisnya....mereka menunduk hormat di hadapan pria itu....


"Tuan Darrell....kami sudah siap.."


"Bagus....cepat buat calon istiku cantik dan jangan membuatku kecewa..kalian tau benar apa resikonya." ucap Darrell tersenyum kejam...


Janya dengan senyuman mampu membungkam semua anak buahnya....


Darrel menatap ke arah Mikha....jemari kokohnya naik dan menyentuh pipi mulus wanita itu dan merasa puas....


"Jangan kecewakan aku sayang...aku..bukanlah pria yang sabar....." Darrel mengedipkan matanya lalu melangkah keluar,....tak lupa membanting pintu dengan keras....


Mikha menghela nafas lalu menatap ke arah para penata rias dengan pasrah..


❤❤


Darrell melangkah menuju lorong panjang ke arah sebuah ruangan yang berada paling ujung, sepanjang jalan sangat sunyi dan sepi..sampai di depan pintu Derrell menatap ke arah para penjaga dan menganggukan kepala....lalu pintu besar itu terbukadan Derell masuk dan pintu itu kembali tertutup....


Dari jauh tampak seorang anak kecil sedang bermain ponselnya,ia menyadari kehadiran Derell dan langsung menghentikan aktifitasnya dengan cepat....langsung berdiri dan menundukan kepalanya,seperti sudah tau ia harus bersikap seperti apa jika bersama pria ini...


"Aku senang kau sudah mau menerimaku Dion....itu bagus untukkmu karna aku...tidak perlu repot-repot untuk bersikap keras..."


"Aku mengerti..."


"Dion...aku perduli padamu karna itu aku mewujudkan satu keinginanmu, yaitu tante Mikha."


"Tante Mikha.."?


"Ya...."


"Dimana tante Mikha..."?


"Sedang bersiap-siap....hari ini papa akan menikan dengannya dan sebentar lagi....kau akan punya Ibu dan mungkin adik baru..."


"Hah..."? cuma itu kata yang keluar dari mulut Dion...dan anggukan kepala dengan cepat, walau ia menunjukan ekspresi tidak rela dari matanya...


Derrell mendakti Dion dan berhenti di hadapan pria kecil itu...


"Bekerja samalah dan jangan menceritakan apapun yang sudah kau tau dan papa ingin kau juga mengunci mulutmu."

__ADS_1


"Ba..baiklah papa.." ucap Dion menundukan kepalanya,


"Bagus....papa senang sekali, pelayan akan datang dan mempersiapkanmu Dion, pastikan kau tersenyum sepanjang hari...." ucpa Derrell tajam...


"Tentu saja papa."


Derrell menganggukan kepalanya, semuanya beres dan tinggal menikmati hasilnya, sudah lama ia membuat skenario ini dengan sempurna, sejauh ini ia mampu melalukannya dengan baik....batin Derrell senang...


Dion masih menunduk ketika pria itu melangkah menjauh sampai di pintu. dan segerq keluar dari kamarnya, Dion hanya menundukan kepala....ia merindukan pelukan tante Mikha sekaligus takut dengan kekejaman papa Derrell..


Dion segera menghapus airmata ketika pelayan sang papa memasuki ruangan.....


"Tuan muda, silahkan untuk bersiap-siap.."


"Baiklah..." ucap Dion pasrah....


💗💗


Mikha menatap wajahnya di cermin hampir tidak mengenali dirinya sendiri, ia tampak sangat cantik dalam balutan gaun pengantin putih bertabur berlian......


Apa yang terjadi padanya sungguh di luar pikirannya, apakah dia menikahi Derrell dalam wujud Damian..ataukah Damian dalam wujud Darrell, Mikha menggeleng..merasa seakan gila hanya dengan memikirkan pria itu....


Beberapa pelayan tampak membimbingnya berdiri...


"Nona...silahkan, tuan Derrell dan tuan muda Dion sudah menunggu..."


"Dion..."?


"Yah...mari."


Mikha tersenyum...setidaknya, ia masih punya Dion, bisa bertemu dengannya membuat Mikha menjadi hangat.....


Ia melangkah pelan mengikuti pelayan itu untuk keluar kamar, sepanjang jalan menuruni lift yang transparan, ia bisa melihat sosok kecil yang menatapnya dengan pandangan tak terbaca....ada kesedihan yang tersemhunyi di dalam mata Dion....


Pintu lift terbuka......


Mikha melangkah menyeret gaun panjangnya tak sabar untuk menghampiri Dion yang seolah menunggunya....namun baru saja akan menggapai tangan kecil Dion, Derrell mencekal tangannya, ia muncul di antara Mikha dan Dion.....


"Setelah menikah..kau baru boleh bicara pasanya Mikha sayang." ucap Derrell dengan senyuman misterius....


Mikha hampir menangis karna kesal.....ia masih melihat Dion yang bersikap menjaga jarak..


"Ada apa ini.?

__ADS_1


__ADS_2