
Rusell baru saja kembali dari kantornya dan turun dari mobil. ia pun melangkah masuk ke dalam rumah dan tertegun, melihat Alex sudah menunggunya.
"Alex."? ucapnya dengan kerutan di dahinya.
"Yah tuan Rusell...maafkan aku, aku...datang tanpa ijin menghadapmu."
"Tidak apa Alex, apakah terjadi sesuatu..apakah kau sedwng dalam masalah."? tatap Rusell dengan menyelidik.
"Aku ingin berbicara penting dengan anda tuan Rusell." Alex kembali menundukan wajahnya dalam-dalam.
"Baiklah...bagaimana kalau kita ke ruang kerjaku." ajak Rusell dengan senyuman ramah.
"Baiklah tuan Rusell."
Merekapun melangkah menuju ruang kerja Rusell dan menutup pintu dengan rapat. Alex mengepalkan tangannya, ia sudah siap mendapatkan kemarahan Rusell dia memang bersalah namun..ia terlanjur jatuh cinta pada Angell dan tak bisa, melepas Angell. dan hari ini ia memutuskan akan jujur.
Rusell mempersilahkan Alex duduk namun ia terkejut melihat pria itu malah menjatuhkan tubuhnya di hadapan Rusell dengan posisi berlutut.
"Ada apa ini..mengapa kau berlutut di hadapanku."? gumam Rusell heran.
"Aku siap menerima hukuman darimu tuan Rusell."
"Apa maksudmu."? Rusell melepas jassnya berikut juga dasinya. ia menatap Alex dengan sangat tajam.
"jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi..apa iji mengenai Angell."? ucap Rusell menebak.
"Ya tuan Rusell, aku mencintai anakkmu."!!
"Apa."? Rusell begitu terkejut dan menjadi murka...
"Aku....bersama Angell sebulan ini."
"Kau membawa putriku."?
"Aku melakukan itu dengannya tuan..aku telah tidur dengan Angell."
Rusell begitu syok hingga ia mendekati Alex meraih pria itu dan seketika....
"Buggggggghhhhhhh........."
Tubuh Alex tersungkur membentur rak buku sebelum terjatuh, ia sama sekali tidak melawan, tapi kembali menjatuhkan tubuhnya menyerah, darah mengalir di hidung dan mulutnya, itu bisa menjelaskan betapa kerasnya pukulan Rusell kepadanya.....
"Kau bajingan...ceritakan padaku tanpa ada yang terlewat Alex." teriak Rusell sangat murka.
Alex mengangguk patuh lalu Alex mulai menceritakan dengan jujur siapa dirinya yang ternyata adalah anak angkat Melinda yang dipersiapkan untuk menghancurkan keluarga Rusell, ia juga yang menabrak Rafael lalu menyelamatkannya, dan juga ia membawa Angell dari Wili setelah Wili menyiksa Angell. pada awalnya Alex memang menguatjan hatinya agar melakukan misi balas dendam pada keluarga Rusell namun, ketika ia melihat Angell untuk pertama kalinya di butik, Alex langsung jatuh cinta dan tanpa sadar mulai melupakan rencana awalnya.
"Dimana Melinda sekarang."?
"Meninggal karna serangan jantung tuan, karna aku jujur bahwa aku mencintai Angell dan ibu tidak terima itu."
"Melinda..bahkan dia tidak menyerah sedikitpun." geram Rusell marah.
Rusell menatap Alex dengan tajam..masih dikuasai emosi ia kembali meraih Alex dan memukulnya secara berulang-ulang sampai Alex benar-benar tak berdaya. pria yang selalu kuat itu menyerah atas nama cinta.
__ADS_1
"Kau pikir dengan pengakuanmu aku akan merestuimu Alex."? teriak Rusell meraih pistol yang tersimpan di ruang kerjanya. dan mengarahkannya pada pria yang tergeletak tak berdaya itu.
Alex tertawa....walau matanya sudah basah, sejak kecil ia tak pernah merasakan apa arti cinta, baik itu cinta ibu dan ayah, sedangkan Ibu Melinda membesarkannya dengan keras dan disiplin, walau ia tak pernah mendapat kasih sayang itu walau ingin, namun Alex hanya bisa menerima..setidaknya ibu Melinda mengantarkannya menjadi sosok yang disegani dan punya kekayaan melimpah. namun ketika melihat Angell ia menjadi serakah. terlalu serakah dengan mengharapkan wanita itu akan membalas cintanya. jika memang harus mati Alex akan tenang karna telah mengakui kejahatannya.
"Apakah aku harus menembakmu anak muda."?
"Aku tidak takut mati tuan Rusell."
Rusell mendekat menatap mata Alex yang masih bersinar kuat..
"Mengapa kau mengincar Angell."?
"Aku mencintainya tuan." ucap Alex dengan susah payah.
"Cinta...bukankah kau tau dia sudah menikah."?
"Tapi apa tuan lupa jika Wili juga awalnya menikahi Angell karna dendam."?
Rusell terdiam....ia seperti melihat dirinya versi muda di dalam diri Alex.
"Bagaimana kalau aku..membunuhmu sekarang."
"Lakukanlah tuan, agar aku bisa terlepas dari rasa sakit karna mencintai..aku mencintai Angell seperti tak akan melihat hari esok, aku sudah berusaha melupakannya..tapi.,semua tidak mudah dan tidak mungkin..jika kau membunuhku tuan setidaknya, aku bisa tenang..." Alex mengerang ketika dari mulutnya mengeluarkan darah.
"Aaaarrrggggghhhhh.....lalu apa maumu Alex."? teriak Rusell dengan emosi.
"Aku ingin kesempatan tuan Rusell." desah Alex sungguh-sungguh.
"Kesempatan."?
"Mengapa kau sangat ingin bersamanya."? ucap Rusell ingin tau.
"Aku pikir aku yakin sesuatu terjadi kepadanya tuan, dan aku harus berjuang untuk itu."
"Apa maksudmu sesuatu terjadi kepadanya."?
"Ini cuma perasaanku saja tuan."
"Bagaimana kalau dia menolakmu."?
"Aku berjanji kali ini aku tidak akan memaksa, aku...hanya ingin berjuang dan jika dia tidak memilihku aku akan mundur, aku janji tuan Rusell."
"Baik." Rusell mengangguk menyimpan kembali pistolnya dan membantu Alex berdiri walau susah, dia terluka sangat parah.
"Kau memang nekat Alex."
"Aku mengidolakanmu dalam hal mencintai tuan Rusell." ucap Alex pelan.
Rusell kehilangan kata, ia lalu menuntun Alex untuk duduk dan menelefon dokter untuk mengobati Alex.
💝💝
Hari sudah malam dan Angell pulang kerumah dan tidak sendiri namun bersama Wili di sampingnya, mereka berdua berjalan beriringan dan sesekali tersenyum dan saling bercanda.
__ADS_1
Mama Livia menyambut mereka dan memberi isyarat jika papa Rusell sedang menunggu mereka berdua di dalam ruang kerja.
"Silahkan kalian langsung masuk saja ke ruang kerja papa." ucap Mama Livia pelan.
"Serius sekali mah." bisik Angell merasa gugup.
" Kau akan tau dari papamu nak, ayo jangan membuatnya menunggu lama." ucap Mama Livia cemas.
"Baiklah mah." ucap Angell meletakan tas dan menatap Wili. mereka berduapun menemui papa Rusell.
Ceklek.....
Pintu terbuka dan merekapun masuk....
Angell membeku melihat sosok Alex disana berada diruang kerja papanya menatapnya dan Wili denagn tatapan begitu dalam.
"Papa..bagaimana bisa Alex..."
Rusell mendekati Wili dengan tatapan tajam lalu seketika itu juga...
"Buggggghhhhhhh".......pukulan keras itu mengenai wajah Wili dan pria itu terkejut bukan main,darah menetes di sudut bibirnya.
"Papa...."
"Diam..Angell jangan mencoba membela siapapun di antara mereka berdua." tatap Rusell tegas. hingga Angell ketakutan.. menjauhi papa dan Wili lalu menatap ke arah Alex yang sudah lebih dahulu mendapat luka-luka diwajahnya.
Mengapa..apa yang terjadi disini, mengapa Alex menemui papa.?
"Tuan Rusell." desah Wili mengerang kesakitan.
"Kau..aku menyerahkan putriku tanpa cela, aku menyerahkannya dengan sepenuh hati dan kau.....malah menyakitinya."?
Angell dan Wili saling menatap terkejut......
"Papa..." jerit Angell gemetar..
"Kau....seharusnya aku tidak menikahkanmu dengan putriku yang berharga."
Rusell kembali menghujamkan pukulan bertubi-tubi hingga Wili tersungkur dengan luka yang sama di alami Alex.
"Aku minta maaf Papa." ucap Wili menyesal..
"Jangan panggill aku papa, karna aku muak Wili."
"Papa." jerit Angell cemas.
"Mengenai Angel..aku telah memutuskan akan memberi kalian berdua waktu sebulan untuk memperjuangkan cinta Angell dengan adil."
"Apa maksud papa."?
"Wili dan Alex punya posisi yang sama di mataku saat ini dan mereka akan berjuang memenangkan hatimu Angell..kau akan memutuskan memilih dengan siapa kau cinta." ucap Rusell tegas....
Alex dan Wili saling menatap tajam.....
__ADS_1
Sedangkan Angell memejamkan matanya dengan berat....