Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Bercinta denganmu


__ADS_3

Angell tak mampu lagi berpikir ketika Alex menjamahnya dengan liar. seluruh syaraf inti di tubuhnya terbakar oleh sentuhan Alex, tubuh keduanya polos disela gairah yang bertubi-tubi menyiksa mereka dalam kenikmatan. matanya terpejam, bibirnya terbuka seolah siap menerima segala kenikmatan yang diberi Alex tanpa jeda.


Angell membuka mata ketika Alex siap memasuk dirinya. memandang pria itu dengan dalam mata abunya berkilat-kilat tanda ia di ujung gairahnya.


"Aku merindukanmu sayang, aku sangat merindukanmu." desis Alex di sela-sela ciuman panasnya di tubuh Angel.


Angell terdiam, seolah menyerah ia tak mampu melawan gairahnya sendiri. airmatanya menetes ketika menatap foto Wili di belakangnya menatapnya tajam tiba-tiba perasaan bersalah muncul dan mulai menuduhnya..


"Alex...ini tidak benar." desah Angell meneteskan airmata..


"Berhenti memikirkan orang lain ketika kau bersamaku Angell." desis Alex tak terima...


Angell tak mampu mengelak dari dekapan Alex, pria itu menggertakan giginya dan sesaat kemudian memasuki Angell dengan satu hentakan kuat.


Tubuh Angell menggelinjang hebat, tak kuasa menahan semua kenikmatan yang diberikan Alex secara paksa. pria itu terus menerus memberinya rasa ingin di sentuh dan terpaksa melepaskan ingatan Wili untuk sementara dan menyerah di dalam gairah yang Alex buat.


Puncak kenikmatan berhasil di raih keduanya secara berulang-ulang dalam beberapa kali percintaan hingga tubuh mereka kelelahan dan menyerah...


Pagi hari..........


Angell masih terlelap sedangkan Alex sudah lebih dahulu bangun ia sudah mandi dan masih menyandarkan tubuhnya di ranjang sambil membelai kulit mulus Angell.


Matanya nyalang memandang semua foto Wili di kamar itu dalam berbagai ukuran yang besar seolah sedang menatapnya tajam. Alex tertawa ringan...mengapa ia harus bersaing dengan Wili baik itu masih hidup atau ketika sudah meninggal. mengapa....?


Disaat yang sama Angell terbangun dan seketika ia terkejut menatap mata Alex yang begitu tajam kepadanya.


menyadari apa yang terjadi pada mereka semalam Angell berdehem memalingkan wajahnya sangat malu. jelas semalam ia tidak diperko**namun ia memang menyerah sendiri dalam gairahnya dan betapa malunya ia sekarang. harus bersikap seperti apa. haruskah menatap mata Alex. ataukah langsung lari ke kamar mandi? atau pura-pura lelah dan meminta Alex keluar dari sini.?


"Angell." sentuhan Alex di bahunya membuat wanita itu seketika menoleh dengan wajah yang terlihat gugup.


"Yah.." Angell menatap mata Alex dengan tajam.


Alex mendekatkan wajahnya di wajah pagi Angell dengan senyuman kemenangan yang begitu terlihat..


"Mandilah..atau sebentar lagi Mike akan kesini dan mengejutkan kita."


Angell seketika melompat dari ranjangnya dan menarik selimut bersamanya...


"Mengapa kau terlihat malu."?


Angell menoleh...


"Aku hanya...kedinginan..." ucap Angell gugup.


"Semalam kau sangat indah dan..."

__ADS_1


"Cukup....sebaiknya kau keluar sekarang Alex, jangan sampai Mike datang ke kamarku dan melihat kita." jerit Angell mengingatkan lalu iapun masih ke kamar mandinya..


Alex tersenyum penuh bahagia..Angell masih saja bermulut tajam..


💖💖


Angell berpikir Alex sudah keluar dari kamarnya, setelah ia membersihkan dirinya Angell meraih handuk dan melilitka di tubuhnya.lalu keluar dari kamar mandi baru beberapa langkah menuju lemari Angell sangat terkejut ketika tubuhnya di peluk dari belakang..


"Sayang..."


"Alex...."? jerit Angell menoleh dengan sangat kesal.


Pria itu masih berdiri dengan tatapan gairahnya..


"Kau sangat cantik."


"Apa maumu."? ucap Angell melonggarkan tenggorokanya ketika mata Alex lebih tertarik menatap tubuhnya...


"Aku..ingin..."


"Astaga Alex...."? desah Angell bergerak mundur dan menutup lemari pakaian yang tadi terbuka di hadapannya.


Alex mendekatinya lagi dan kali ini memenjara tubuh Angell di antara tangan kokoh Alex, pria itu mendekatkan wajahnya...


"11 Tahun aku bertahan menunggumu Angell, bukankah terlalu sedikit waktu bagiku untuk menyentuhmu." wajah Alex hampir sampai di bibir Angell. sementara jemarinya naik dan mulai melepaskan handuk yang dipakai Angell tanpa perlawanan berarti dari wanitanya. jemarinya naik dan bergerak menemukan kenikmatan....


dan Alex berada di atas tubuhnya.....


Alex menyentuh wajah Angell dengan pelan, menikmati betapa cantiknya Angell pagi ini...


"Menyerahlah Angell...terimalah aku dan mari kita hidup bersama selamanya." bisik Alex dengan mata berkaca-kaca sungguh ia sangat mencintai Angell. walau harus menunggu 11 tahun ia mampu dan tak pernah lelah berharap untuk cinta Angell.


"Alex...aku....."


"Ssssttt...tak perlu menjawab sekarang, pikirkan saja dulu di dalam hatimu."ucap Alex dengan senyuman penuh cinta..


Sesaat kemudian iapun melum** bibir Angell dan kembali membawanya di dalam percintaan panasnya.


💝💝


Mike menunggu di meja makan dengan sedikit kesal ketika pagi harinya ia tidak menemukan ayahnya di kamar tidurnya. padahal semalam jelas-jelas ayah tidur dengannya di kamar setelah kalah bermain game dengannya.


Apakah bunda sudah mengusirnya, apakah bunda sengaja ingin memisahkan mereka. Mike sungguh tak sabar ingin menanyakan ini semua dengan cepat.


Mike mengunyah roti lapis dengan tidak berselera. berulang kali ia menatap ke arah kamar sang bunda berharap bunda membuka pintu dan ia bisa bertanya namun pintu itu belum terbuka.

__ADS_1


Aneh...padahal biasanya bunda akan selalu bangun pagi lalu bersiap-siap pergi ke makam.


"Tuan muda silahkan diminum susu coklatnya." ucap soerang pelayan mengejutkan Mike.


"Terimakasih, oya apakah kau melihat bunda sudah keluar rumah."?


"Tidak tuan muda, nyonya bahkan belum keluar dari kamar."


"Bagaimana dengan ayahku."? tanya Mike membuat pelayan itu bingung..


"Ayah."?


"Maksudku paman yang datang bersamaku kemarin."


"Tuan juga belum keluar dari rumah ini."sambung pelayan meyakinkan.


"Hah."? Mike semakin bingung dan membiarkan pelayan itu pergi melanjutkan pekerjaannya kembali.


Pada saat bersamaan ia menatap pintu kamar sang bunda terbuka dan Ayahnya keluar dari sana di ikuti bundanya. Mike kembali mengerutkan dahinya..mengapa ayah keluar dari kamar bunda, bukankah semalam mereka hampir saling membunuh.?


Berbagai pertanyaan sudah siap meluncur dari bibir kecilnya. apakah bunda mengancam ayah di kamar bunda.? mengapa ayah terlihat menurut dan hanya mengangguk ketika bunda entah sedang berbicara apa...


"Selamat pagi tampan."? ucap Alex berdehem gugup sekilas menatap Angell yang juga tak kalah gugup.


"Selamat pagi anakku sayang." ucap Angell mencoba bersikap tenang dan duduk di samping Mike..


"Mengapa paman ada di kamar bunda..aku kira paman sudah pergi." ucap Mike dengan polos.


Angell menyentuh rambut basahnya dengan gugup, ia tak mampu menjawab pertanyaan Mike dengan tiba-tiba dan menatap Alex meminta Alex yang menjawab putranya..


"Ah...paman memang dikamar bunda....kami berbicara dan kau tau paman berhasil membujuk bunda untuk setuju hari ini kita jalan-jalan."


Kali ini bukan saja Mike yang terkejut namun Angell juga begitu terkejut hingga ia menatap tajam ke arah Alex yang malah mengedipkan sebelah matanya.


Mike melompat senang, ia begitu antusias...


"Paman...aku akan menyiapkan alat pancingku dulu." Mike berdiri dan mencium pipi sang bunda.


"Aku mencintaimu bunda, terimakasih menyetujui permintaanku." ucap Mike senang..lalu melangkah ringan menuju kamarnya..


"Bunda mencintaimu juga sayang." balas Angell tersenyum...


Ketika Mike sudah menghilang di balik pintu kamarnya, Angell menutup senyum dan bersedekap...


"Alex...aku tak pernah setuju..kau memanfaatkan aku.."

__ADS_1


"Sayang, kau tidak melihat wajah anakk kita..biarkan dia menikmati waktu bersama kita, lagipula ini hari libur."


Angell menghela nafas........


__ADS_2