Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Arti pelukan seorang ibu


__ADS_3

Alex menggenggam ponsel itu dengan gemetar, seluruh dadanya bergemuruh menahan kemarahan yang begitu besar. bagaimana bisa Angell melarikan diri darinya, bagaimana mungkin Angell telah menipunya. Alex tidak sedikitpun curiga jika Angel menyembunyikan niat buruk di dalam hatinya di balik semua sikap mesranya. Angell berubah manja dan perayu hingga Alwx menjadi lemah..


"Sial."


Mengapa ia menjadi lemah, mengapa ia tidak menyadari mustahil jika Angell berubah secepat itu.


"Tuan Alex." tegur anak buahnya mengejutkan Alex sekaligus menyadarkannya bahwa Wili masih berada di tempat yang sama dengannya. namun Alex seakan kehilangan gairahnya untuk menghajar Wili. yah..semua pikirannya terfokus pada Angell dan Angell...bagaimana menemukan Angell, itu pasti sulit sekali.


Alwx menatap Wili....


"Hari ini aku akan melepaskanmu tapi jika aku tau kau masih mengejar Angell, aku tidak akan mengampunimu."


"Seorang pencuri tak akan pernah bisa menikmati hasil curiannya dalam waktu yang lama." seru Wili dengan senyuman sinis, seorang anak buahnya baru saja mengirim pesan, jika Angell telah kembali kerumahnya.


Alex memutar tubuhnya dan tersenyum kejam....


lalu mendekati Wili dengan tatapan membunuh.


"Kau tau alasan pencuri selalu tumbuh subur meski telah tertangkap lagi dan lagi."?


Wili mengeraskan rahangnya...ia terdiam...


"Itu karna selalu ada orang bodoh yang tidak mampu menjaga apa yang paling berharga darinya..dan memberi kesempatan pencuri untuk mengambil semua darinya, dan tidak menyiksakan satupun."


"Apa maksudmu." geram Wili.


"Aku akan tetap mencuri hidup Angell darimu, cepat atau lambat karna bagiku..dia adalah curianku yang berharga."


Alex meninggalkan Wili yang menatapnya dengan tajam, yah..,mari berperang demi mendapatkan posisi yang pantas di hati Angell. dan Wili juga tidak akan menyerah. menyerahkan istrinya kepada Alex.


Sampai di mobil Alex terus merenung, dimana Angell saat ini.?


Pria itu lalu menelfon Rafael.....


Alex: Halo Rafael apa kabar.?


Rafael: Apa kabar kak Alex.?

__ADS_1


Alex: Aku baik, bagaimana denganmu dan orangtuamu dan sang pengantin baru Angell dan Wili.?


Rafael: Kak Angell baru pulang tadi pagi, tapi tidak bersama kak Wili, orang tuaku baik-baik saja kak Alex.


Alex: Baiklah...Sampaikan salamku kepada mereka.


Rafael: Baik, sampai jumpa.


Alex menutup ponselnya dengan senyuman puas, setidaknya ia tau Angell baik-baik saja. Alex memutuskan akan memberi Angell waktu untuk menenangkan diri sebelum datang dan mengejutkannya. senyum yang tadi menghilang kini terbit di wajahnya.


💝💝


Angell tersenyum ketika akhirnya mobil memasuki garasi rumahnya. matanya berkaca-kaca seketika membayangkan pelukan Mama Livia dan papanya bahkan ia membayangkan ada Rafael dan juga Zefanya. mengenai semua pernyataan Alex tentang mama Livia dia tidak percaya sedikitpun. cinta Angell pada sang mama begitu kuat sehingga tak ada yang bisa menggoyahkan kepercayaannya. apalagi setelah apa yang dilakukan Alex kepadanya. Angell menyadari pria itu terobsesi dengannya, karna itu sengaja melemparkan fitnah itu kepada mama untuk merebut perhatiannya. Angell mulai mengeraskan hatinya soal pria. dan tentang Wili ia juga tak akan mudah menyerahkan hatinya lagi. Angell sadar..keluarganya adalah satu-satunya tempat ia pulang dan merasa damai disana.


Angell berdiam diri sebentar di dalam mobil sebelum keluar dari dalam mobil. ia akan menjelaskan hubungannya dengan Wili secara garis besar, mungkin ia akan menutupi hubungannya dengan Alex, untuk pribadinya sendiri. orangtuanya tidak pantas menerima kesakitan dan rasa malu, cukuplah dirinya sendiri yang merasakan itu.


Angell pun keluar dari mobil dan tersenyum, tak ada jejak airmatanya disana, karna dia sudah menangis sepanjang perjalanan tadi dan singgah di sebuah butik dan salon untuk mengembalikan penampilan seorang Angell Wins yang dulu. dan sekarang dia melangkah dengan percaya diri.


Para pelayan lngsung tersenyum melihat nona mereka kembali, salah satu dari mereka berlari memberi kavar pada Livia yang sedang melihat-lihat bunganya yang akhir-akhir ini mekar dengan sangat banyak.


"Nyonya Livia." ucap pelayan itu dengan senyum.


"Nona Angell kembali, sedang menuju kemari." ucap pelayan.


Livia melepaskan bunga dari genggamannya dan bangkit berdiri, janthngnya berdebar kencang,airmata haru menetes..ketika menyadari putrinya sudah pulang, yah...sebulan ini Angell hilang kontak entah mengapa dan itu membuat Livia sangat cemas. setiap malam ia selalu susah tidur memikirkan Angell, apakah baik-baik saja..apakah Angell sedang tertawa bahagia atau malah sedang menangis... Livia sangat putus asa dan berencana pagi ini akan meminta Rusell mencari Angell dan Wili.


"Mama..." satu kata dari Angell dan mampu membuat Livia menangis tersedu-sedu..melihat Angell berdiri dengan rapuh tubuh Angell sedikit lenih kurus...


Livia membeku disana.........


"Putriku.." airmata Livia menetes..membuka lebar tangannya agar Angell berlari kepelukannya, dan Angell melakukan itu, ia berlari ke arah Livia dengan tangis dan membentur tubuh Livia dan pecah saat itu juga tangisnya..


"Mah...." suara Angell tercekat di tenggorokannya.


"Mama merindukannmu sayang." isak Livia semakin mempererat pelukannya..


"Aku...."

__ADS_1


"Menangis saja..agar hatimu lebih tenang, jangan memaksa bibirmu mengeluarkan penjelasan pada mama nak, mama mengerti hanya dengan melihat matamu." ucap Livia menenangkan.


Angell mengangguk mengerti, perasaannya merasa sangat damai di pelukan mama Livia, yah..seakan semua beban yang berat berada di pundaknya kini terasa ringan, yah...betapa mama Livia sangat berarti untukknya, betapa mama sangat mencintainya tanpa syarat. Angell tak akan menukar apapun dengan cinta dari sang mama.


"Setelah lebih tenang, mama Livia menuntun Angell untuk duduk dan , meminta pelayan utuk membawakan minuman dan kue kecil. Livia masih memeluk putrinya yang saat ini bersandar di bahunya,dengan airmata yang terus menetes.


"Angell..apakah kau sudah makan nak."


"Belum." jawab Angell pelan.


"Baiklah..mama akan membuatkan makanan untukmu sayang."


Angell mengangkat wajahnya menatap mata Livia yang teduh...


"Ma.....apakah aku boleh tinggal disini seperti dulu."? tanya Angell pelan.


"Mengapa bertanya seperti itu sayang...ini rumahmu dan tentu kau boleh tinggal disini."


"Tapi mah....aku beluk siap cerita semua tentang masalahku dengan Wili."


"Mama sudah biang tidak akan memaksamu sayang." Livia memelai wajah Angell dengan penuh kasih.


"Tapi bagaimana dengan Papa."?


Livia terdiam....


"Mama akan mengurus papa, kau tau kan jika papa selalu menuruti mama."?


Angell tersenyum dan mengangguk membenarkan, papa selalu takut jika menyakiti perasaan mama,itu sebabnya papa akan selalu mengiyakan setiap keputusan yang mama buat, karna pada akhirnya keputusan mama adalah yang terbaik.


"Aku merindukanmu mah..rasanya seperti orang gila." ucap Angell yang mulai tenang.


"Mama juga merindukanmu..apalagi kau tidak menelp mama selama sebulan..setiap malam mama selalu menangis." ucap mama Livia mengenang.


"Maafkan aku...aku pasti akan menjelaskan kepada mama jika aku sudah siap."


"Yang terpenting bagi mama adalah kau pulang kerumah ini dan baik-baik saja, kau sudah dewasa..mama yakin kau punya alasan untuk menyimpannya sendiri dulu dan akan mengatakan semuanya tepat pada waktunya."

__ADS_1


"Terimakasih mama."


"Aku adalah mama yang membesarkanmu dengan cinta Angell, kau membuatku jatuh cinta ketika pertama bertemu Angell...mama ingin kau tau jika mama sangat mencintaimu." ucap Livia dengan suara yang bergetar.


__ADS_2