
Elena Rive menatap Jay Roman yang sedang makan dengan lahapnya di restoran yang mahal itu.Elena menggeleng sinis melihat cara makan Jay yang begitu menjijikan, seperti orang kelas bawah yang tak pernah melihat makanan enak. Jay menghabiskan makanan yang sangat banyak itu tanpa sedikitpun tersisa. membuat Elena menahan rasa mualnya.
"Kau sudah kenyang atau mau aku pesankan makanan lagi."? tanya Elena tersenyum pura-pura.
Jay menyandarkan tubuhnya dengan malas, karna kekenyangan...ia menatap Elena yang sangat cantik, kulit mulusnya sangat terawat bagai porselen mahal..ckckck..orang kaya... batin Jay menggeleng.. sebenarnya ia juga kaya sebelum para wanita ular itu menguras hartanya pikir Jay.
"Aku sudah kenyang..tak perlu memandangku seolah aku seekor anjing kelaparan nona Elena." ucap Jay menyindir. hingga wajah Elena pucat..
"Aku tidak berpikir seperti itu."
"Baiklah,..katakan kapan kau akan mentransfer 100 juta kepadaku."?
"Setelah kau melakukan tugasmu dengan baik." tuntu Elena dengan tegas.
"Apa tugasku."? ucap jay tertarik.
Elena memajukan tubuhnya hingga mereka bertatapan, dengan wajah yang dekat. mata Elena bersinar tajam.
"Aku ingin kau memfitnah Zefanya dengan kejam di hadapan suaminya..pastikan suaminya percaya kepadamu. kalau perlu kau melengkapi dengan beberapa foto agar mendukung ceritamu." ucap Elena menaikan sebelah alisnya.
Jay mendengarkan dengan seksama penuturan Elena yang menggebu-gebu dan cenderung terbawa emosi. orang awam akan gampang menilai bahwa Elena jelas memiliki dendam kuat di dalam dirinya untuk Zefanya. pria itu tersenyum ketika menyadari Elena juga punya kepentingan dalam hal ini, apakah Elena mencintai suami Zefanya...ini menjadi menarik untukknya, ia bisa mendapatkan banyak uang dari perempuan rapuh ini, diam-diam tanpa Elena tau Jay sedang merekam perbincangan mereka.
"Baiklah...aku akan melakukan itu dengan mudah tapi aku ingin tau satu hal nona Elena...apakah kau juga punya dendam pada Zefanya, atau apakah kau sedang mengincar suami Zefanya."?
"Dari awal Rafael adalah milikku."
"Dan..mengapa akhirnya dia menikah dengan Zefanya."?
"Wanita itu sangat pintar memanipulasi, dia sangat licik seperti ular. dia yang penjahat dan malahan dia berlindung sebagai korban." ucap Elena marah.
"Itu sudah bakat turunan nona Elena, bahkan ibunya lebih dulu melakukan itu kepada ayahku."
"Aku tau...Zefanya hanya berlindung di balik wajah lugunya." ucap Elena kesal.
"Baiklah...tenangkan dirimu, aku jamin bahwa Rafael akan kembali kepadamu..kau adalah cinta pertamanya Elena."
"Yah...aku sungguh tidak sabar lagi."
"Jadi kapan aku akan mulai memainkan peranku."? tanya Jay tak sabar.
"Besok pagi Jay."
"Baik...aku akan melaksanakan semua perintahmu nona Elena. Zefanya akan aku singkirkan dari posisi sebagai istri Rafael." ucap Jay berjanji.
"Bagus." ucap Elena puas.
Lalu wanita itu mengeluarkan sebuah amplop dari dalam tasnya dan meletakannya di hadapan Jay. pria itu tersenyum lebar.
"Apakah ini 100 juta yang kau maksud nona Elena."
"Tidak itu 50 juta itu adalah bonus dariku."
__ADS_1
"Diluar 100 juta."? ucap Jay dengan mata berbinar-binar, ia sudah tidak sabar lagi mendapatkan uang banyak...ia sekarang akan menjadi kaya raya. betapa senangnya Jay saat ini.
"Yah....diluar 100 juta, setelah kau menyelesaikan tugasmu dan aku melihat hasilnya, Elena terusir maka aku akan memberimu 150 juta ditambah uang awal yang aku janjikan, bagaimana."? ucap Elena.
"Senang bekerja sama dengan anda nona Elena yang baik hati, kau tidak hanya sangat cantik tapi begitu dermawan." puji Jay setinggi langit.
"Aku ingin bukti secepatnya Jay, atau kalau tidak aku akan menjebloskanmu ke penjara karna menipuku." ucap Elena dingin.
"Kau cepat sekali emosi nona, baik...aku akan segera melaksanakan semua perintahmu."
"Baguslah.."
Elena bangkit dan menatap Jay dengan dingin.....
"Bawa sisa makanan ini pulang dan makan di rumah bersama keluargamu..kau pasti jarang makan enak." lirik Elena dengan senyum sinis.
Jay mengepalkan tangannya menahan marah, orang kaya yang sombong, desisnya menahan geram.
"Tentu saja nona Elena, terimakasih untuk kemurahanmu pada orang miskin ini." desah Jay menunduk.
Elena tak sedikitpun menoleh ke arah Jay, wanita itu melangkah dengan wajah terangkat tanpa sedikitpun senyuman diwajahnya.
Jay menggebrak meja dengan rasa malu yang begitu membakarnya. ia melirilik tajam pada tubuh Elena yang menjauh.
"Setelah Zefanya, akan tiba gilirannmu merasakan nasib malang." desis Jay dengan dendam membara.
❤❤
"Kau sudah pulang lebih dahulu."?
"Yah..dan aku kesal sekali ketika pulang kau tidak ada."
Zefanya tersenyum minta maaf, mendekati Rafael dan memeluk pria tampan itu, mengusap punggungnya menenangkan.
"Maaf, hari ini pelanggan banyak sekali yang datang."
"Istriku sudah mulai terkenal ya." bisik Rafael ikut senang dan mencium puncak kepala Zefanya.
"Apakah kau sudah makan."? tanya Zefanya mendongakan wajahnya menatap Rafael yang jauh lebih tinggi darinya.
"Mana bisa aku makan tanpamu." keluh Rafael memeluk Zefanya dengan rindu.
"Ayo kita makan, sebelum pulang tadi aku memasak sesuatu untukkmu."
"Benarkah."?
Zefanya menganggukk....
"Ayo kita coba."
"Baiklah...setelah itu..kau harus memijatku yah, aku lelah sekali hari ini."
__ADS_1
Zefanya mengangguk dengan cepat....
"Aku akan memijatmu dari ujung rambut sampai ke kaki." ucap Zefanya mengedipkan matanya.
"Kau mulai nakal yah."
"Aku belajar untuk menyenangkanmu." ucap Zefanya polos.
"Baiklah...ayo kita makan..aku sudah tak sabar lagi." ucap Rafael menaikan sudut bibirnya.
Keduanya segera menuju meja makan..dan meneruskannya dengan aktifitas yang menguras tenaga. 😉
💗💗
Rafael tengah meneliti laporan keuangan yang di berikan sekertarisnya. sesekali ia menatap ke arah bingkai foto kecil di meja kerjanya sambil tersenyum. itu adalah foto pernikahan mereka. Radael bekerja dengan lebih semangat kali ini karna semalam ia sudah menuntaskan hasratnya dengan indah. sebuah pelepasan yang nikmat di berikan Zefanya. dan semalam Rafael bercinta tidak menggunakan pengaman. ia berharap Zefanya bisa hamil anaknya.
Suara interkom, membuat Rafael menoleh.
"Tuan, ada seorang pria yang ingin menemui tuan."
"Siapa."?
"Namanya tuan Jay Ramon..katanya ini sangat penting."
"Suruh masuk."
"Baik tuan."
Seorang pria masuk dengan penampilan yang rapi, wajahnya tampan...namun memiliki banyak tato.
"Selamat pagi tuan Rafael."
"Yah...kau siapa."?
"Bolehkah aku duduk."?
Rafael bersedekap dengan tatapan tajam, lalu mempersilahkan pria itu duduk.
"Katakan, mengapa sepagi ini kau datang mengganggu aktifitasku."?
"Sebelumnya, perkenalkan aku adalah Jay Roman..kakak tiri Zefanya istri dari tuan Rafael."
"Aaaa..Kakak Zefanya."? Rafael mengangguk-anggukan kepala sambil menyandarkan tubuhnya di sofa empuk itu.
"Aku datang untuk mengatakan siapa Zefanya sebenarnya..dia tak sebaik yang tuan kira."
"Benarkah...seperti apa."? tatap Rafael mengepalkan tangannya...
"Dia pernah menjadi pelac** di daerah tempat tinggal kami."
"Apa katamu...Zefanya pernah menjadi pelac**."?
__ADS_1
Rafael bangkit dari tempat duduknya dengan sangat marah............