
MINAL AIDIN WALFAIZIN MOHON MAAF LAHIR BATIN
🙏🙏🙏😇😇😇
Angell dan Alex masih saling diam dan menantang...
"Berjuanglah sampai kau akhirnya memilih menyerah dan pergi." ucap Angell membalikan tubuhnya dan berlari meninggalkan ruang makan dan menuju kamarnya. Sementara Alex hanya mampu menjatuhkan tubuhnya di kursi ruangan itu dan menghela nafas.
"Aku tak akan menyerah Angell sekali lagi aku tidak akan menyerah." Alex menundukan kepalanya dengan ekspresi sedih. ia tak tau harus melakukan apalagi, ia bisa saja memaksa namun ia harus bisa menjaga perasaan Mike karna pada akhirnya Mike yang akan menderita karna pertengkaran mereka terus menerus.
Alex masih terdiam disana tidak menyangka jika ada langkah kaki yang mendekatinya.
"Ayah.." bisik Mike di belakangnya hingga Alex menoleh dan mencoba tersenyum. ia menepuk pundak Mike.
"Apa kau terlalu lama menunggu Ayah untuk bermain game, karna itu kau menyusul kemari."? tanya Alex mengalihkan kesedihannya.
Mike terdiam, matanya kembali berkaca-kaca dengan senyuman yang tulus..ia kemudian memeluk erat tubuh Alex dan mulai terisak..
"Aku mendengar semuanya ayah, aku mendengar semua pembicaraan kalian berdua."
"Apa,"?
"Aku sudah mengerti ayah, dan jangan berpikir lagi kalau aku masih kecil."
Alex memejamkan matanya dengan ekspresi kesedihan yang dalam lalu melepaskan pelukan, walau masih memegang bahu putranya..
"Ayah tidak akan menyerah Mike, kau tenang saja..."
"Jika bunda tidak mau menerima Ayah..aku ikut ayah saja, biarkan bunda sendiri lagipula bunda tidak akan perduli kepadaku, bunda punya papa dan adik yang selalu bunda kunjungi, tapi ayah...kau tidak punya siapa-siapa lagi selain aku...jadi, aku tidak akan meninggalkanmu Ayah." ucap Mike dengan sungguh-sungguh hingga Alex hanya terdiam, ia tak pernah menyangka jika Mike bisa mengatakan semua itu dengan gampang dan begitu lugas.
"Apa kau serius ingin ikut Ayah saja."?
Mike menganggukan kepalanya dengan yakin. lalu kembali menjatuhkan tubuhnya untuk memeluk Alex dengan penuh cinta hingga Alex begitu terharu melihat kebersamaan mereka.
__ADS_1
"Baiklah..mari kita pikirkan nanti yang pasti Ayah juga tidak akan meninggalkanmu Mike."
"Aku senang mendengarnya."
"Hmm...bagaimana kalau kita bermain Game."?
"Yah...tentu Ayah...ayo..aku akan mengalahkanmu Ayah."
"Siapa bilang ayah yang akan mengalahkanmu." ucap Alex tertawa.
💝💝
Alex terbangun tengah malam dan merasa tenggorokannya kering, biasanya di kamarnya selalu tersedia air untuk minum tapi karna ia malam ini menginap di kamar Mike jadi ia harus menerima kenyataan kalau tak ada air dikamar ini dan ia lupa membawanya.
Alex bergerak turun dari tempat tidur, untuk sesaat ia melirik putranya yang masih tertidur pulas dan tersenyum puas. Alex tak menyangka jika Mike sedekat ini dengannya dan menerimanya denan tangan terbuka. pria itu mengelus rambut Mike yang tertidur pulas...lalu segera melangkah keluar kamar dan menuju lantai bawah untuk minum.
Suasana rumah yang sedikit gelap membuat Alex lebih menajamkan tatapannya. ia baru saja hendak turun tangga dan menghentikan langkahnya ketika menyadari Angell sedang naik tangga dengan membawa segelas air di tangannya. pria itu terdiam sambil melonggarkan tenggorokannya ketika menatap Angell malam ini yang begitu cantik, tentu saja saja ia baru berusia 32 tahun, rambut panjangnya di biarkan tergerai asal jatuh ke pinggangnya, Angell memakai gaun tidur berwarna putih yang sedikit tipis dan menerawang di bagian dada, menambah kesan seksi pada wanita yang menjadi ibu dari anakknya. Alex hanya mampu menghela nafas, sempurna...batinnya menahan debaran jantungnya yang melompat dengan kencang.
Angell tertegun di depan tangga, ia tak menyangka jika ia bertemu dengan Alex tengah malam begini. Angell membeku disana, tangannya sedikit merapikan gaunnya yang sedikit acak dan memperlihatkan sebagian tubuhnya. ia sangat gugup karna Alex menatapnya dengan penuh arti.
"Apa yang kau lakukan tengah malam begini."? tanya Angell kemudian melangkah melewati Alex dengan cepat sambil membawa Air di dalam gelasnya.
Namun karna buru-buru ingin menghindari Alex, wanita itu malah menginjak gaun tidurnya sendiri hingga ia sedikit terpeleset, beruntunglah Alex dengan cepat menahan tubuhnya hingga tidak jatuh dari tangga yang tinggi itu. Angell begitu terkejut tak menyangka ia sangat ceroboh, membayangkan ia akan jatuh dari tangga membuat tubuhnya ngilu. Mata keduanya bertemu dengan wajah begitu dekat saat ini.
"Lihatlah Angell, meski kau mencoba menghindariku sekuat tenagamu tapi pada akhirnya akulah tempatmu pulang." bisik Alex mengambil air digelas yang masih di pegang Angel, lalu meneguknya sampai habis dan meletakannya di atas meja dekat tangga. lalu pandangan matanya kembali berfokus pada Angell.
"Kau sangat percaya diri." desis Angell melepaskan diri dari pelukan posesif Alex ia kemudian tersenyum sinis.
"Aku taka akan pernah menyerah kepadamu."
"Benarkah."?
"Yah.."
__ADS_1
"Bagaimana caramu menghindar."? tatap Alex mendekati Angell yang juga bergerak mundur menjauhinya.
Suasana hangat dan cenderung mulai panas terlihat di sekitar mereka. masih saling menatap Angell bersedekap.
"Aku punya cara dan pasti kali ini kau akan menyerah." liriknya tajam.
Angell membentur pintu kamarnya sendiri dan terdiam disana sementara Alwx swmakin mendwkatinya seolah enggan melepaskannya.
"Aku juga punya cara Angell agar membuatmu menyerah dan pada akhirnya kau akan menjadi milikku seperti dulu."
"Caramu licik." ucap Angell.
"Dan sayangnya aku tidak perduli." balas Alex ketika tubuh mereka saling berhadapan begitu dekat.
Angell menggeleng lalu membalikan tubuhnya seraya membuka pintu kamar, dan segera masuk namun ia terkejut karna tubuhnya di peluk hingga terdorong kedepan. kemudian Alex mengunci pintu kamar dan tersenyum menang ke arah Angell yang manatapnya dengan pucat..
"Alex...keluar dari kamarku" seru Angel terlihat sangat marah.
Alex tidak perduli teriakan Angell namun ia lebih tertarik pada keseluruhan isi kamar. Alex mengedarkan tatapannya ke seluruh kamar dan merasa sungguh miris, seketika rasa cemburunya naik dan membakarnya, ketika menatap semua foto Wili dalam ukuran besar memenuhi kamar ini, bahkan tak ada foto Mike di kamar,dan hanya ada foto Wili saja...yah...apakah ini alasan Angell selalu mengabaikan Mike dan menarik diri dari dunia luar untuk mengenang dan terus mengenang orang yang sudah meninggal.bahkan orangtua Angell sudah menyerah untuk menasehatinya. Alex menggertakan giginya.
"Kau sedang sakit Angell, dan aku akan dengan senang hati menyembuhkanmu." desis Alex mendekati Angell yang menggeleng takut..
Alex segera menyambar tubuh Angell dan membawanya ke atas ranjang dn menindih tubuhnya.
"Angell sayang...."
Pria itu menunduk dan segera melum** bibir Angell dengan penih gairah dan membawanya dengan cepat di dalam kepungan gairah yang sudah lama tidak ia rasakan...
Angell memejamkan matanya ketika kenikmatan yang sudah lama tidak ia rasakan itu begitu membelainya dengan indah....
"Alex..."
"Aku mencintaimu Angell."
__ADS_1
Sambil mencumbu Angell...pria itu segera melepaskan gaun tidur milik Angell dengan tidak sabar........