Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Rencana Angell


__ADS_3

Angell terbangun dengan kesedihan yang begitu dalam, airmatanya mengalir deras. tak pernah dibayangkannya kalau ia bisa menghadapi nasip yang begitu pilu. Angell Wins tak pernah membayangkan jika hidupnya akan setragis ini. airmatanya mengalir deras dan Angell hanya mampu menangis dan menangis.


Ia menatap bayangannya di cermin dan terdiam. matanya bengkak karna terus menangis.


Angell memakai jaketnya sembari memeluk dirinya sendiri kini hidupnya hancur di tangan Alex hingga ia tak mampu lagi mengangkat wajahnya. tak sengaja ia menyentuh saku jaket dan mengeluarkan kalung yang diberikan Wili kepadanya.


Kalung berlian kecil yang menggantung indah membuatnya semakin terluka.


Wili.... pria itu pasti sudah melupakannya dan hidup bahagia. yah..Wili sudah menyakitinya dengan begitu dalam lalu sekarang Alex yang membuatnya semakin hancur. Angell menggenggam kalung itu lalu menyimpannya kembali disaku jaketnya.


Pintu kamar terbuka tampak seorang pelayan menghampirinya.


"Nyonya...anda dintunggu tuan Alex di taman." ucapnya sambil menunduk.


"Baiklah..terimakasih." ucap Angell zedikit tersenyum. lalu pelayan itupun pergi.


Angell menatap dirinya di cermin dan terdiam....


"Angell....apa yang harus kau lakukan sekarang, menjalani hidupmu sampai mati di tangan Alex ataukah kau melepaskan diri darinya dengan cara yang sama licik.? Angell memejamkan matanya sesaat memutar otaknya dengan cepat agar ia bisa melepaskan diri dari Alex dan juga Wili, Angell memutuskan ia akan hidup sendirian. Wanita itu bangun dan segera melangkah ke arah pintu.


Angell, menuruni tangga dengan wajah dinginnya.....


Angell baru menyadari jika seluruh ruangan dirumah ini berisi seluruh gambar dirinya, dari berbagai sudut bahkan ada juga foto di masa kecilnya. Angell mengeraskan rahangnya.


dan menatap dengan datar.....


Angell sampai di ujung tangga keluar dan menatap dari jauh sosok Alex yang sedang memandangnya tajam.


Angell mendekati Alex yang masih memenjara matanya.


"Kau memanggilku."?


"Duduklah Angell, aku ingin bicara."


"Baiklah." Angell duduk di hadapan Alex yang sedang menatapnya...


"Bagaimana keadaanmu."?


"Aku baik."


"Apakah semalam kau...."?


"Aku bukan anak remaja yang akan menangisi percintaan kita, aku wanita dewasa yang mengerti Alex, lagipula kau juga mencintaiku bukan."? ucap Angell menaikan alisnya.

__ADS_1


Alex terdiam mengamati wajah Angell yang baik-baik saja. seolah tidak terjadi pergolakan emosi seperti semalam. apa yang terjadi..mengapa Angell tampak baik-baik saja. apakah memang ia sudah menerima nasibnya sebagai milikku ataukah Angell sedang merencanakan sesuatu.


"Angell, tentang semalam aku minta maaf tak seharusnya aku melakukannya dengan pemaksaan..aku terbawa suasana dan...."


"Apa kau akan menikahiku Alex."? tanya Angell jujur.


"Apa."?


"Hubunganku dengan Wili sudah tamat..aku, akan bercerai darinya secepat mungkin." ucap Angell dengan suara yang lantang hingga Alex mengangkat kedua alisnya.


"Tapi semalam kau masih menyebut namanya Angell apakah kau tidak sedang membohongiku."?


"Wili menghianatiku Alex, aku...tidak akan pernah melupakan itu." Angell berdehem menahan debaran jantungnya yang tak mau kompromi.


"Baiklah..aku senang mendengarnya."


"Aku juga senang menyampaikan kepadamu Alex, setidaknya kau tau jika aku telah menyerah kepadamu." Angell tersenyum.


Alex mengangguk dengan penuh perhitungan...melebarkan tangannya hingga Angell bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Alwx dan tenggelam dalam pelukan posesif Alex.


Angell memejamkan mata, menahan segala kemarahan yang mengakar di dadanya. yah..tak ada cara lain selain mengambil hati Alex agar pria ini menjadi lemah, dan saat itu Angell akan meninggalkannya.


"Apa kau sudah lapar...aku akan memasak untukmu Alex." ucap Angell merayu.


"Baiklah..aku sangat lapar." balas Alex dengan senang.


Sudah satu bulan Angell terkurung di dalam kendali Alex yang penuh dengan tekanan.


hingga akhirnya ia menemukan cara agar bisa keluar dan terlepas dari Alex.


Angell mampu menjadikan salah pelayan Alex untuk menjadi suruhannya.


Angell terdiam di dalam kamarnya, saat ini ia sedang menunggu pelayannya untuk membawanya keluar, waktu yang tepat ketika Alex sedang berada di luar kota untuk mengurus beberapa dokumen perusahaannya dan kesempatan bagi Angell untuk pergi. yah...sudah lama ia menunggu kesempatan ini dan Angell tidak akan menyia-nyiakan waktu. diliriknya sekali lagi penampilannya memakai baju ketika pertama kalinya ia dibawa Alex. Angell tampak sangat siap dengan pelariannya.


Pintu kamar terbuka, dan pelayan suruhannya masuk dengan terburu-buru.


"Sekaranglah saatnya nyonya..." ucapnya menunduk.


Angell tersenyum senang...lalu bangkit dan mengikuti pelayan itu di belakangnya sambil mengendap-endap.


❤❤


Alex tak berhenti tersenyum ketika selesai menanda tangani dokumen perusahaanya, ia sangat bahagia ketika perusahaannya berkembang pesat yah..karna Angell ada di sisihnya Alex mampu melewati semua permasalahan perusahaan dengan sangat baik, dan dia sudah tak sabar lagi untuk pulang. sebenarnya rencana awal adalah besok baru dia bisa kembali namun karna kerinduannya yang begitu besar Alex memutuskan untuk segera pulang dan menemui Angell. ia sudah tidak sabar untuk menemui wanita yang ia cintai...

__ADS_1


Namun baru saja Alex sampai di lobby seseorang manarik jassnya dengan kuat lalu..


"Brugggggghhhhhh..........."


Sebuah pukulan keras mengenai rahangnya,Alex tersungkur jatuh ke lantai.. sementara beberapa orang yang ada di ditempat yang sama hanya terdiam.


"Wili." Alex tersenyum dengan antusias meski ia merasa sakit dirahangnya.


"Brengsek kau...dimana Angellku dimana."? jerit Wili dengan frustasi ia kembali meraih Alex dan ingin menghantam wajah Alex namun tentu saja itu tak mudah,Alex bisa menangkis pukulan itu.


"Kau terlihat menyedihkan.." ucap Alex sinis.


Yah..benar Wili tampak kurus, matanya cekung karna kurang tidur karna setiap harinya selalu dihabiskan dengan minum-minum. Wili yang tampan berubah tidak terurus dan menyedihkan.


Keduanya mendekat satu sama lain menguji kekuatan masing-masing.


Alex menyeringai.....


"Angell adalah milikku, kau tau apa artinya..mungkin sekrang dia sedang mengandung anakku."


"Bajingan...aku tidak akan melepaskan Angell kalau kau pikir dengan semua pernyataanmu aku melepaskannya tidak...aku mencintainya, dan aku akan menerimanya dengan tangan terbuka Alex," ucal Wili dengan senyuman puas.


"Cinta..."?


"Ya...kau mungkin memiliki tubuhnya untuk sementara karna dia berada di dalam kendalimu, tapi..kau tidak memiliki hatinya Alex..karna Angell tak pernah mencintaimu." Wili menantang Alex dengan tajam.


Alex meradang, denan cepat ia mengeluarkan senjata yang tersimpan di dalam saku jassnya dan menempelkannya di leher Wili ia tersenyum kejam.


"Aku tidak butuh cinta Wili, yang penting bagiku adalah,Angell akan tetap disisihku selamanya, bagiku itu cukup."


"Aku sangat kasihan kepadamu Alex..sebagai seorang pria kau benar-benar menyedihkan...sampai kapan kau akan terus menahan Angell, apakah kau tidak lelah."


Alex tertegun....


"Bagaimana kalau kau mati saja..jika kau mati Angell akan sepenuhnya menjadi milikku." ucap Alex kejam.


Baru saja ia akan menarik pelatuk, seorang anak buahnya menghampirinya..


"Maaf tuan...ada telp untuk tuan ini sangat penting." ucap anak buahnya segan.


Alex menurunkan senjatanya..dan meraih ponselnya..


Alex: Ada apa.?

__ADS_1


Pelayan: Nyonya menghilang tuan...


Alex: Apa.????


__ADS_2